Sponsors Link

Tumor Usus – Gejala, Penyebab, dan Pengobatanya

Sponsors Link

Tumor usus disebut juga kanker usus adalah penyakit yang bisa dibilang paling menakutkan bagi manusia. Pasalnya, jika seseorang sudah tervonis menderita kanker usus , maka akan cukup sulit diobati  serta membutuhkan biaya yang tidak sedikit, agar bisa sembuh kembali. Kanker usus yang sering dijumpai menyerang organ usus besar manusia.

ads

Resiko untuk mengidap penyakit kanker atau tumor usus ini akan semakin meningkat pada manusia yang sudah berusia 40 tahun keatas. Penyebab utamanya, karena sebagian besar orang menjalankan pola hidup yang kurang sehat dan mengkonsumsi makanan secara tidak terkontrol. Hingga saat ini diketahui 90% penderita kanker usus adalah orang-orang lansia di atas usia 60 tahun.

Proses Munculnya Tumor Usus

Gejala awal munculnya sel tumor atau kanker pada usus besar manusia adalah dengan munculnya gumpalan-gumpalan kecil yang bisa juga disebut polip usus atau polip adenoma. Seiring berjalanya waktu, jika tetap dibiarkan, maka polip tersebut akan terus menyebar hingga tidak terkendali.

Gejala Kanker Usus Besar

Penyakit berbahaya seperti kanker usus besar ini, tentunya bisa dideteksi dengan beberapa gejala yang muncul pada penderita. Berikut ini beberapa gejalanya secara umum :

  • Tubuh terasa lelah
  • Mengalami nyeri atau kram di bagian perut
  • Terdapat darah pada kotoran dan di anus
  • Tekstur feses  menjadi lebih keras dan membuat konstipasi, atau malah membuat diare
  • Merasakan perut kembung
  • Menurunkan berat badan
  • Meningkatan frekuensi BAB
  • Konstipasi
  • Penurunan nafsu makan

Tidak semua penderita kanker usus ini, mengalami beberapa gejala seperti feses yang bercampur darah. Sebagian ada yang tidak mengalami gejala tersebut. Namun, umumnya obat tradisional polip usus penderita akan merasakan nyeri di bagian perutnya. Sebaiknya, segera periksakan diri ke dokter, jika beberapa gejala tadi sudah Anda rasakan.

Penyebab Tumor Usus Besar

Perlu Anda ketahui, bahwa kanker usus merupakan mutasi genetic, yang membuat sel –sel DNA di dalam tubuh menjadi bergerak lebih aktif dan tidak terkendali. Penyakit tumor usus besar ini bisa tumbuh dengan tidak terkendali dan merusak sel lainya. Untuk kasus tumor usus besar, lapisan usus bagian dalam kita akan ditumbuhi sel kanker dan menghancurkan sel lainya di dalam tubuh.

Adanya mutasi genetic pada kanker usus ini, bersifat turunan. Jika ada seseorang di anggota keluarga Anda, mengidap penyakit kanker usus besar, ternyata lebih berisiko untuk menderita penyakit yang sama. Diketahui, ada 2 jenis tumor usus yang sifatnya menurun, yaitu :

  • Familial adenomatous polyposis (FAP)

FAP ini adalah penyakit langka yang menjadi penyebab benjolan kecil (polip) yang terjadi pada bagian dinding usus besar dan area rectum. Seseorang yang mengidap FAP, berisiko berkali-kali lipat untuk menderita tumor usus di usia 40 tahunan ke atas.

Sponsors Link

  • Hereditary nonpolyposis colorectal cancer (HNPCC)

Kelainan lainya adalah sindrom HNPCC, dimana pengidapnya juga akan berisiko sangat tinggi, terkena tumor usus di usia sebelum 50 tahun.

Ternyata masih ada beberapa faktor lainya, yang juga dapat meningkatkan resiko terkena tumor usus besar, berikut ulasanya:

  • Kekurangan serat
  • Konsumsi minuman beralkohol
  • Mengkonsumsi daging merah dalam jumlah banyak
  • Mengalami obesitas
  • Mengalami penyakit gangguan pencernaan, seperti colitis ulseratif (radang kronis usus besar)
  • Menderita sindrom FAP
  • Kurang berolahraga
  • Memiliki orang tua dengan riwayat penyakit kanker usus

Penyakit kanker memang akan bertumbuh dan menyebar tanpa terkendali. Biasanya pertumbuhanya dapat dideteksi secara bertahap. Ada 4 tahap yang memperlihatkan khasiat daun sirsak untuk radang usus seberapa parah penyakit kanker usus tersebut. berikut ulasanya :

ads
  • Kanker Stadium 1, kanker awal yang mulai tumbuh di bagian usus besar, namun masih terhalangi oleh dinding usus
  • Kanker Stadium 2, kanker tahap ini sudah mulai menyebar ke bagian dinding usus besar
  • Kanker Stadium 3, tahap berikutnya, dimana kelenjar getah bening yang letaknya berdekatan dengan usus besar, mulai digegoroti kanker ganas
  • Kanker Stadium 4 , tingkat yang menunjukan keparahan dengan penyebaran kanker yang menyerang organ- organ tubuh lainya, seperti hati dan paru-paru.

Diagnosis Tumor Usus Besar

Diagnosis ini umumnya disimpulkan oleh dokter ahli , yang memeriksa keadaan pasien penderita tumor usus besar. Pertama, dokter akan menanyakan seputar gejala apa saja fungsi usus halus dalam proses pencernaan yang dirasakan pasienya, terkait dengan dugaan penyakit tumor usus ini. Kemudian, dokter juga akan bertanya mengenai adanya kemungkinan penyakit turunan dari orang tua terdahulu dari pasien.

Pengecekan yang dilakukan oleh dokter, akan dimulai dari anus pasien, agar dokter dapat melihat dan memastikan apakah terjadi pembengkakan atau tidak. Alat yang digunakan untuk proses pemeriksaan ini dinamakan sigmoidoskopi. Alat ini berbentuk selang kecil yang diberi pencahyaan berupa lampu dan kamera. Alat ini akan dimasukan ke organ usus besar lewat anus.

Kemungkinan ada tumor usus atau tidak di organ usus besar cara mengatasi asam lambung berlebihan tersebut, dokter akan melihatnya di layar monitor. Tidak berhenti sampai disitu, jika memang belum pasti, biasanya dokter akan melanjutkan proses pemeriksaan dengan cara lainya, seperti :

  • Melalui Kolonoskopi

Pemeriksaan ini dilakukan dengan sebuah alat yang mirip seperti sigmoidoskopi, namun alat ini berbentuk lebih panjang, sehingga mampu menjangkau usus besar lebih luas lagi. Jika diperlukan, melalui tahap ini, dokter juga akan mengambil sampel, untuk pengecekan di laboratorium lebih lanjut. Biasanya, sebelum pemeriksaan ini dimulai, dokter akan menganjurkan paseinya untuk minum obat pencahar agar perutnya bersih dari kotoran sisa makanan yang diserap organ usus.

  • Kolonoskopi Virtual

Pemeriksaan selanjutnya dengan alat kolonoskopi virtual. Pemeriksaan ini disebut CT colonography. Cara kerja alat ini agak sedikit berbeda dengan kolonoskopi biasa. KV ini berupa selang juga, yang kemudian dimasukan lewat anus. Setelah itu, gas akan dipompakan lewat selang, agar usus pasien dapat mengembang. Dokter akan mulai mengamati keadaan usus dari berbagai sudut, melalui CT scan.

Pengobatan Tumor Usus Besar

Jenis pengobatan yang dapat dilakukan untuk penyakit tumor usus besar ini, tergantung pada seberapa parah kanker yang terjadi. Penanganan pasien tumor usus yang sudah parah, umumnya harus dilakukan di rumah sakit, dengan melalui beberapa jenis pengobatan, sebagai berikut :

Sponsors Link

  • Kemoterapi

Istilah kemoterapi sepertinya bukan hal yang asing bagi sebagian orang yang pernah mengalami penyakit kanker.  Kemoterapi dilakukan untuk membunuh sel-sel kanker dengan memberikan sejumlah obat-obatan  seperti tablet, lewat infuse, atau campuran keduanya. Khusus untuk tumor usus besar, obat yang digunakan adalah cetuximab dan bevacizumab.

Kemoterapi dilakukan dengan tujuan menyusutkan tumor yang ada, serta memperlambat penyebaranya. Kemoterapi dilakukan sebelum dan sesudah operasi, agar cara mengobati tukak lambung mencegah kanker muncul kembali. Diluar itu, ternyata kemoterapi memiliki efek samping, seperti mual, muntah, sariawan, kerontokan, dan rasa lelah.

  • Radioterapi

Radioterapi memiliki tujuan yang sama dengan kemoterapi, yaitu membunuh sel kanker yang terdapat pada tubuh manusia. Hanya saja, radioterapi dilakukan dengan cara memancarkan sinar radiasi khusus. Radioterapi juga bertujuan untuk mengecilkan tumor yang ada, serta meringankan gejala tumor yang diderita pasien.

Melakukan radioterapi juga memiliki efek samping tertentu, seperti diare, sering buang air kecil , mual, lelah dan terkadang kulit disekitar anus dan panggul akan terasa kering. Pengobatan radioterapi ini terbagi menjadi dua jenis :

Radioterapi eksternal, akan menghancurkan sel-sel kanker dengan pancaran gelombang radiasi tingkat tinggi.Perawatanya hingga lima hari dalam satu minggu, dengan cara merawat lambung yang luka menghabiskan waktu sekitar 15 menit.

Radioterapi internal, akan menyusutkan tumor pada usus dengan selang radioaktif yang ditempatkan dekat sel kanker. Cara ini dilakukan sebanyak satu sesi sebelum operasi dimulai.

  • Operasi

Ini merupakan tindakan pengobatan yang memang diperlukan untuk mengatasi penyakit tumor usus besar. Jika pasien terdiagnosis tumor tahap awal, maka operasi biasanya dilakukan dengan ciri-ciri penyumbatan usus kolonoskopi untuk menghilangan pertumbuhan kanker. Sebaliknya, jika tumornya sudah menyebar tindakan operasi yang dilakukan adalah kolostomi. Bagian usus besar yang terkena tumor akan diangkat, begitupun kelenjar getah beningnya juga akan diangkat.

Tumor usus besar atau kanker usus besar, sebenarnya dapat kita cegah secara dini, asalkan kita mau menerapkan pola hidup sehat agar beresiko kecil terhadap serangan tumor usus yang cukup berbahaya bagi kesehatan.  Beberapa tindakan pencegahan yang dapat dilakukan seperti :

  • Konsumsi makanan sehat
  • Olahraga secara teratur
  • Menjaga berat badan
  • Hentikan kebiasaan buruk merokok
  • Hentikan dan kurangi kebiasaan buruk minum alcohol

Agar kita bisa mendeteksi adanya penyakit tumor usus turunan, kita juga bisa mencegahnya dengan melakukan skrining. Metode skrining ini adalah pemeriksaan yang dilakukan terhadap keluarga dengan memiliki riwayat tumor usus sebelumnya. Metode ini juga dianjurkan bagi penderita yang sudah mencapai usia 50 tahunan. Demikian pembahasan mengenai gejala, penyebab dan pengobatan tumor usus besar. Semoga bermanfaat.

 

Sponsors Link
, , , , ,
Oleh :