Sponsors Link

Tumor Kolon Sigmoid: Gejala, Penyebab dan Pengobatan

Sponsors Link

Tumor merupakan tumpukan sel tubuh yang tumbuh secara tak normal yang disebabkan oleh gen yang terkandung dalam sel mengalami perubahan atau mutasi yang abnormal. Tumor dapat tumbuh dan berkembang di bagian tubuh mana saja, termasuk di bagian kolon sigmoid (usus besar sigmoid) yang bisa disebut dengan tumor usus besar sigmoid

ads

Tumor kolon sigmoid adalah salah satu jenis tumor yang tumbuh dan muncul di usus besar bagian sigmoid. Apa itu sigmoid? Sigmoid adalah bagian usus besar yang terhubung dengan rektum. Kolon sigmoid bertugas untuk menekan kotoran menuju ke rektum. Kolon sigmoid berada di bagian perut sebelah sisi kiri bawah.

Masih banyak yang menduga bahwa tumor kolon sigmoid merupkaan penyakit berbahaya yang mematikan. Faktanya, dugaan tersebut tidak sepenuhnya benar dan tepat. Hal itu dikarenakan, semua jenis tumor, termasuk tumor kolon sigmoid dikelompokkan ke dalam 2 jenis:

  1. Tumor kolon sigmoid jinak (benign tumor)

Tumor kolon sigmoid jenis ini tidak berbahaya sebab tidak dapat menyerang organ tubuh lainnya, serta hanya dapat tumbuh pada bagian kolon sigmoid saja. Tumor jinak dapat berkembang menjadi tumor ganas jika tidak segera ditangani.

2. Tumor kolon sigmoid ganas (malignant tumor atau kanker)

Tumor kolon sigmoid jenis ini sangat berbahaya, karena tumor ganas dapat menyebar ke bagian usus besar lainnya, termasuk juga menyerang jaringan usus besar atau organ lain di sekitar kolon sigmoid. Hal tersebut dikarenakan tumor ganas mengandung sel kanker yang memiliki kemampuan untuk memisahkan diri dan berkembang. Sama seperti jenis kanker lainnya, kanker kolon sigmoid juga merupakan jenis kanker yang sangat berpotensi mengancam nyawa penderitanya.

Selain mematikan, tumor kolon sigmoid ganas juga dapat menimbulkan beberapa komplikasi kesehatan, antara lain:

  • Fistula
  • Obstruksi usus (penyumbatan usus)
  • Tukak pada saluran pencernaan
  • Fisura ani

Gejala Tumor Kolon Sigmoid

Tumor yang tumbuh di bagian kolon sigmoid dapat menimbulkan beberapa gejala tertentu kepada penderitanya. Sebenarnya, gejala umum tumor kolon sigmoid tergantung dari jenis tumornya, apakah tumor jinak atau ganas. Apabila ganas, tingkat keparahan tumor ganas juga memperngaruhi gejala yang muncul. Meskipun demikian, tumor kolon sigmoid memiliki gejala umum terlepas dari jenis tumornya. Di bawah ini adalah beberapa gejala umum tumor kolon sigmoid:

  1. Kotoran bercampur darah ketika buang air besar
  2. Pendarahan pada anus
  3. Berubahnya tekstur kepadatan kotoran, bisa menjadi lebih keras atau bisa juga menjadi lebih encer dari normalnya.
  4. Perut sakit seperti kram
  5. Perut kembung badan terasa lemas
  6. Mudah lelah
  7. Perut sakit seperti ditusuk-tusuk
  8. Nafsu makan menurun atau hilang
  9. Berat badan turun

Penderita tumor kolon sigmoid bisa saja merasakan gejala selain gejala di atas. Penderita dengan tumor kolon sigmoid yang cukup parah juga bisa mengalami gejala lainnya, seperti diare dan konstipasi (sembelit) yang datang secara bergantian. Pemeriksaan dokter sangat diperlukan untuk mendiagnosis tumor kolon sigmoid.

Penyebab Tumor Kolon Sigmoid

Sponsors Link

Sebagian besar tumor biasanya disebabkan oleh faktor genetik, sehingga orang yang di keluarganya mempunyai riwayat tumor kolon sigmoid, memiliki risiko yang lebih besar untuk terkena tumor kolon sigmoid juga. Selain faktor keturunan, penyebab tumor kolon sigmoid juga dapat tumbuh dengan dipicu oleh gaya hidup yang tidak sehat. Di bawah ini adalah beberapa contoh dari gaya hidup tidak sehat yang bisa menjadi penyebab tumor kolon sigmoid:

  1. Merokok
  2. Terlalu sering mengonsumsi daging merah
  3. Jarang makan makanan yang mengandung serat tinggi, sehingga tubuh kekurangan serat
  4. Diabetes
  5. Menderita penyakit gangguan pencernaan tertentu, seperti radang usus besar kronis atau kolitis ulseratif
  6. Obesitas (kegemukan)
  7. Jarang melakukan aktivitas fisik seperti olahraga
  8. Sering konsumsi minuman beralkohol

Selain penyebab di atas, stress yang berlebihan juga bisa menjadi penyebab munculnya tumor kolon sigmoid. Hal itu disebabkan karena stress dapat memicu perubahan gen di dalam sel dan dapat menstimulasi aktifnya sel kanker. Tidak hanya stress, infeksi oleh bakteri dan virus serta terpapar radiasi juga bisa menjadi penyebab kanker kolon sigmoid.

Sponsors Link

Pengobatan Tumor Kolon Sigmoid

Tumor kolon sigmoid yang masih jinak lebih baik segera ditangani dengan melakukan pengangkatan tumor melalui prosedur operasi. Sedangkan pengobatan kanker kolon sigmoid dapat dilakukan melalui sejumlah metode medis yang disarankan, di antaranya:

  1. Operasi pengangkatan
  2. Kemoterapi setelah operasi
  3. Radioterapi dilakukan jika tumor membesar dan mulai menyerang jaringan di sekitar kolon sigmoid atau organ terdekat
  4. Terapi biologis
  5. Terapi target dilakukan untuk mencari dan melawan sel kanker aktif

Pada dasarnya, apabila Anda merasakan gejala tumor kolon sigmoid, lebih baik segera diperiksakan agar tumor dapat terdeteksi sejak dini. Tumor kolon sigmoid yang terdeteksi sedini mungkin akan lebih mudah untuk ditangani, sehingga tingkat kemungkinan untuk sembuh dari penyakit ini juga akan meningkat.

Di bawah ini adalah sejumlah tip yang dapat dicoba agar terhindar dari tumor kolon sigmoid:

  1. Berhenti merokok
  2. Melakukan pola makan yang sehat dengan pilihan makanan yang dikonsumsi bergizi seimbang dan perbanyak asupan serat
  3. Olahraga yang teratur
  4. Berhenti konsumsi minuman beralkohol
  5. Kelola stress dengan melakukan aktivitas yang dapat meredakan stress
  6. Rutin melakukan cek kesehatan jika memiliki keluarga yang pernah terserang tumor kolon sigmoid

Demikianlah informasi mengenai gejala penyebab dan pengobatan tumor kolon sigmoid. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan Anda tentang tumor kolon sigmoid.

Sponsors Link
, , , , , ,