Sponsors Link

Setiap Habis Makan Selalu BAB? Bahaya, Penyebab dan Akibat

Sponsors Link

Apakah anda pernah dilanda perasaan ingin buang air besar (BAB) segera seusai makan? Apakah peristiwa tersebut sering terjadi? Apabila anda mengiyakan kedua pertanyaan tersebut, anda tidak sendiri. Sebagian besar manusia memiliki pengalaman yang persis atau hampir sama dan bahkan terjadi secara rutin setiap harinya namun jangan menghela napas lega terlalu cepat sebab kejadian “normal” tersebut bisa merupakan gejala kondisi kesehatan yang membahayakan. Gejala yang terkesan sebagai kejadian normal yang dialami oleh banyak orang adalah gejala yang harus diwaspadai dan seringkali diremehkan sehingga seringkali realita datang dengan kesakitan psikologis yang ekstra.

ads

Rutin BAB setiap hari adalah rutinitas yang sangat direkomendasikan dan bahkan disarankan dengan tegas oleh dokter atau para ahli pencernaan, justru menahan BAB dapat menimbulkan berbagai komplikasi kesehatan yang lebih kompleks. Yang jarang diketahui para manusia, ketika rasa ingin BAB segera setelah mengkonsumsi makanan disertai dengan peristiwa-peristiwa lain yang tidak seharusnya dialami atau normal, kebanyakan orang mengganggap gejala tersebut normal juga atau tidak memiliki hubungan antara satu dengan yang lainnya. Suatu kesalahan sederhana yang dengan sukses menghantarkan si penderita ke jalan penuh kesakitan dengan proses pengobatan dan penyembuhan yang lama dan panjang sehingga penting bagi anda untuk tidak melakukan kesalahan yang sama.

Bahaya

Lampu merah dari peristiwa selalu BAB setelah makan alias bahaya-bahaya yang harus anda antisipasi dan beri perhatian spesial meliputi :

  • Radang Usus

Rutinitas BAB setelah makan yang didampingi dengan sakit perut, nafsu makan yang berkurang dan penurunan berat badan yang drastis serta keberadaan darah pada hasil ekskresi, baik sebagian gejala atau seluruhnya, dapat menandakan keberadaan radang pada usus. Radang pada usus dapat menjadi bibit dari berbagai masalah kesehatan lain dan apabila tidak diobati berpotensi menjadi sumber sel – sel kanker yang menyebabkan penderita radang usus juga menjadi penderita kanker usus. Pengobatan masalah kesehatan yang satu ini dapat dengan obat tradisional radang usus atau obat-obat khusus yang dikonsumsi dengan resep dokter.

  • Diare Akut

Ketika anda tidak hanya mengalami BAB setelah makan tapi juga diiringi dengan diare, anda harus mulai mempertanyakan kesehatan anda. Rasa mual, muntah, feses yang berlendir, demam dan sakit kepala dengan gejala sering merasakan dorongan BAB setelah makan dapat berarti menderita diare akut. Terdapat perbedaan diare akut dan kronik yang wajib diketahui sebelum mendiagnosa kondisi kesehatan pribadi lebih lanjut. Diare akut berhubungan erat dengan imunitas atau kekebalan tubuh seseorang serta makanan-makanan dan obat-obatan yang masuk ke dalam tubuh si penderita. Segera periksakan diri anda ke dokter apabila kondisi anda berlangsung lebih dari sekali dua kali atau bahkan memburuk.

  • Kanker Usus Besar

Kanker usus besar atau kolon adalah salah satu penyakit yang memakan banyak jiwa dan menghancurkan hati banyak manusia. Kesulitan untuk mendeteksi kanker usus besar pada stadium dini sangat mempengaruhi dan mendorong jumlah penderita penyakit mematikan ini. Kesulitan-kesulitan tersebut disebabkan gejala-gejalanya mirip dengan kejadian normal sehari-hari seperti BAB setelah makan, pendarahan saat BAB, diare, dan konstipasi. Meskipun kanker usus besar juga merupakan bahaya tidak BAB seminggu, penyakit tersebut juga merupakan bahaya selalu BAB setelah makan.

Penyebab

Untuk dapat mengetahui metode pengobatan serta obat-obat apa yang diperlukan dalam menyembuhkan suatu penyakit atau kelainan kesehatan, langkah pertama yang harus dijalankan adalah mencari tahu penyebab dari kondisi kesehatan tersebut sehingga berikut ini adalah beberapa penyebab rutinitas BAB setelah makan yang perlu diwaspadai,

  • Pilihan Makanan  dan Minuman Tertentu

Pilihan makanan dan minuman, atau lebih tepatnya kandungan makanan dan minuman, yang dikonsumsi setiap harinya sangat mempengaruhi kondisi dan kerja sistem pencernaan dalam tubuh karena reaksi tubuh terhadap kandungan tersebut tidak tentu sama untuk setiap manusia. Mereka yang memiliki kelainan kesehatan berupa intoleransi laktosa menyebabkan keputusan mengkonsumsi produk-produk susu menjadi sebuah keputusan yang sangat buruk. Tubuh penderita intoleransi laktosa tidak memiliki enzim laktose yang berfungsi mencerna laktosa atau kandungan gula dalam susu, alhasil pada umumnya penderita akan diare atau mengalami gangguan kesehatan lain saat kandungan tersebut masuk ke dalam tubuh.

Sponsors Link

Contoh yang lain adalah konsumsi kafein. Kafein yang terkandung pada makanan dan minuman tersebut merupakan laksatif ringan yang apabila dikonsumsi dalam jumlah besar dapat mendorong otot pada usus besar untuk mengeluarkan isinya atau rasa ingin BAB. Salah satu minuman yang dipastikan mengandung kafein dalam jumlah yang signifikan adalah kopi dan minuman bersoda atau berkarbonasi. Keduanya adalah jenis minuman yang digemari kebanyakan manusia di dunia.

  • Infeksi Virus atau Bakteri

Penyebab infeksi usus yang utama adalah serangan virus atau bakteri jahat yang masuk dalam tubuh meskipun faktor kebersihan dan makanan serta minuman yang dikonsumsi juga merupakan penyebab utama terkena infeksi usus. Infeksi virus atau bakteri pada usus dapat menyebabkan kondisi kesehatan yang memburuk atau penyakit kesehatan lain apabila tidak diobati atau ditindaklanjuti secara cepat dan sigap. Diantara penyakit-penyakit kesehatan tersebut, yang pada umumnya berkaitan dengan pencernaan, salah satu gejalanya adalah timbul keinginan untuk BAB setelah makan dan menderita diare.

  • Kelainan Kesehatan Khusus

Iritable Bowel Syndrome adalah kelainan pada usus yang menyebabkan ketidakmampuan usus untuk berkontraksi dan berelaksasi secara normal sehingga pada saat-saat tertentu, umumnya setelah makan, muncul dorongan untuk BAB. Kelainan ini tidak dapat disembuhkan secara total namun dapat diatasi dengan konsumsi medikasi secara berkala sesuai resep dokter.

Sponsors Link

Kelainan lain yang dapat menyebabkan peristiwa BAB setelah makan adalah refleks gastrokolik, yang merupakan bagian dari sistem pencernaan makanan. Refleks gastrokolik adalah aktivitas usus besar berelaksasi dan berkontraksi sebagai respon dari masuknya makanan ke lambung dalam sistem pencernaan manusia sehingga saat makanan tersebut sampai pada usus besar sesuai alur sistem pencernaan, terdapat tempat baginya untuk melewati proses pencernaan di organ tersebut.

Akibat

Peristiwa BAB setelah makan, didampingi dengan gejala-gejala atau kelainan lain, yang dibiarkan menjadi rutinitas dapat mengakibatkan

  • Kecenderungan untuk menahan BAB setelah makan karena keterbatasan waktu yang disediakan, khususnya yang dimiliki pekerja;
  • Menderita konstipasi karena terlalu seringnya menahan BAB setelah makan sehingga menjadi kebiasaan;
  • Menderita dehidrasi apabila bukan BAB setelah makan yang dialami tapi diare setelah makan yang dialami oleh anda;
  • Memburuknya kondisi psikologis atau mental atau menderita stress berlebihan.

Hampir semua peristiwa atau rutinitas berkaitan kesehatan yang dianggap normal, karena seringkali dialami orang lain, pada kenyataannya tidak senormal perkiraan kita sehingga penting bagi kita semua untuk memperhatikan dan mengenali kondisi tubuh sendiri dengan baik serta mengambil langkah-langkah preventif atau penanganan yang diperlukan untuk menjaga kesehatan tubuh. Sekian ulasan mengenai bahaya, penyebab dan akibat seringnya BAB setelah makan. Semoga artikel ini bermanfaat.

Sponsors Link
, , ,
Oleh :