Sponsors Link

Kenapa Setelah Operasi Usus Buntu Masih Sakit? Bagaimana Penanganannya?

Sponsors Link

Kita semua pastinya sudah tidak asing lagi dengan kasus operasi yang dilakukan ciri ciri usus luka karena terdapat dalam organ usus buntu. Usus buntu merupakan organ kecil yang menempel di dalam usus buntuk untuk membantu pencernaan di dalam tubuh kita. Memang seharusnya sebelum melakukan operasi, seseorang dapat mengetahui jenis operasi usus buntu apa yang sedang ia lakukan. Hal ini harus diketahui bahkan wajib. Bukan hanya itu, pengetahuan tentang jenis operasi usus buntu yang dilakukan akan membuat Anda mengetahui pula efek samping dan resiko yang Anda dapatkan setelah melakukan operasi. Efek samping setelah operasi usus buntu umumnya tergolong ringan, namun ada juga beberapa orang yang masih sakit atau mengalami sakit perut hebat. Lalu mengapa hal itu bisa terjadi? Apa bahayanya bagi kesehatan tubuh? Berikut ulasannya untuk Anda.

ads

Operasi Usus Buntu

Pengangkatan operasi usus buntu sebenarnya tidak akan banyak mempengaruhi masalah kesehatan Anda. Namun, apabila dibiarkan masalah usus buntu ini akan memicu komplikasi penyakit yang sangat serius. Pengangakatan usus buntu yang dilakukan terdiri dari 2 cara, antara lain :

  • Bedah sayatan terbuka yang terletak di kanan bawah perut
  • Laparoskopi atau operasi lubang kunci yaitu operasi beberapa sayatan kecil menggunakan kamera kecil untuk memvisualisasi daerah operasi

Teknik laparoskopi biasanya membutuhkan waktu penyembuhan lebih pendek dibandingkan dengan teknik bedah sayatan terbuka. Operasi dengan teknik bedah sayatan terbuka biasanya bisa melakukan aktivitas dalam 2-3 minggu pasca operasi dan tidak boleh melakukan aktivitas berat dalam kurun waktu 1,5 hingga 2 bulan setelah operasi. Secara umum, luka operasi usus buntu akan sembuh dalam waktu 4-6 minggu, namun masih tergantung pada jenis operasi, lokasi operasi, status kesehatan serta ada tidaknya komplikasi. Anda juga harus mempe    rhatikan jika terjadi gejala seperti berikut ini :

  • Bekas luka mengeluarkan nanah
  • Kemerahan dan nyeri bekas luka timbul
  • Terbukanya luka operasi

Penderita akan merasa gejala sakit parah apabila terjadi penekanan perut disertai dengan gejala berikut ini :

  • Berkurangnya nafsu makan
  • Perut kembung
  • Mengalami susah buang angin
  • Mual dan muntah
  • Mengalami diare
  • Demam

Apabila Anda mengalami gejala seperti ini, maka Anda perlu mengkonsultasikan hal ini kepada dokter Anda. Dokter akan melakukan penanganan yang tepat bagi Anda. Keadaan nyeri atau sakit yang Anda alami karena disebabkan oleh faktor berikut, diantaranya :

  1. Usus yang fungsinya belum stabil

Setelah melakukan operasi usus buntu, pasien akan mengalami rasa sakit dan buang air besar yang kurang normal, seperti diare dan sembelit terus menerus. Hal ini juga disebabkan akibat dari berkurangnya kontraksi di dalam usus sehingga menyebabkan gas mengalami penumpukan dan perut menjadi kembung. Akibat dari operasi ini juga dapat memunculkan jaringan parut yang mengakibatkan usus mengecil dan pencernaan tidak lancar.

  1. Munculnya infeksi di dalam perut

Sebenarnya rasa sakit setelah melakukan operasi usus buntu adalah komplikasi biasa. Ini terjadi akibat dari luka bekas sayatan yang basah dan mengeluarkan nanah. Infeksi perut ini terjadi akibat operasi dengan teknik sayatan terbuka.

  1. Salah mengonsumsi makanan

Munculnya sakit akibat dari operasi usus buntu juga bisa disebabkan karena Anda mengonsumsi makanan yang salah atau sering merokok. Faktor inilah yang menyebabakan perbaikan sel pencernaan menjadi tidak lancar.

Sponsors Link

  1. Efek samping operasi atau obat bius

Sakit atau nyeri yang dihasilkan juga bisa disebabkan karena efek samping dari operasi ataub obat bius yang digunakan pada saat operasi. Hal ini dihasilkan akibat dari dinding otot yang terserang dampkanya sehingga menyebabkan hernia atau tubuh yang bereaksi karena tidak kuat menerima obat bius pada saat operasi berlangsung. Kompilkasi-kompikasi tersebut memang jarang yang menimbulakn kematian, namun Anda tetap harus berhati-hati.

  1. Terkena organ lain

Nyeri setelah melakukan operasi usus buntu juga bisa disebabkan akibat dari pergesekan atau tidak sengaja mengenai organ lain pada saat operasi. Apabila memang rasa sakit tersebut terlalu parah, segera pastikan mengenai penyebabnya agar dapat dilakukan penanganannya

  1. Kurangnya asupan vitamin

Rasa sakit pasca operasi usus buntu juga bisa disebabkan akibat dari kurangnya asupan vitamin seperti vitamin Cyang dapat membantu Anda mempercepat proses penyembuhan. Untuk itu, segera penuhi asupan vitamin Anda tentunya setelah berkonsultasi dengan dokter Anda.

  1. Adanya penyakit lain
ads

Selain faktor-faktor di atas, sakit setelah operasi ini juga bisa disebabkan akibat dari adanya penyakit lain yang Anda derita sebelumnya. Misalnya, kencing manis. Pengaruh dari adanya penyakit lain yang diderita oleh pasien setelah operasi usus buntu juga dianggap sebagai salah satu faktor keterlambatan pasien dalam proses penyembuhan luka operasi.

  1. Faktor psikologis

Faktor psikologis ternyata juga mempengaruhi sakit yang Anda alami. Selain itu, hal ini juga dapat memperlambat proses penyembuhan pasca operasi usus buntu. Untuk itu, usahakan untuk tidak terlalu memikirkan hal yang dapat menganggu proses penyembuhan Anda. Hilangkan rasa stres atau cemas Anda dengan sering bercengkrama dengan keluarga, teman atau pasangan Anda. Buatlah fikiran Anda menjadi rileks.

Yang perlu diperhatikan disini adalah selama rasa sakit tersebut masih dapat diatasi, perhatikanlah faktor-faktor tersebut, kemudian mulailah untuk mengupayakan hal apa yang harus ditambah dan hal apa yang harus dikurangi. Namun, apabila memang sakitnya sudah berlebihan dan terlampau hebat, segera periksakan diri Anda ke dokter bedah yang melakukan operasi usus buntu untuk mendapatkan penanganan yang aman dan tepat sasaran.

Upaya Penanganan Rasa Sakit Pasca Operasi Usus Buntu

Setelah kita mengetahui tentang faktor yang menyebabkan rasa sakit akibat operasi usus buntu, Anda tak perlu banyak khawatir. Untuk memastikan penanganan rasa sakit pasca operasi usus buntu, Anda harus datang kntrol ke dokter bedah yang menangani operasi Anda. Segera pergi ke UGD apabila Anda mengalami  nyeri perut hebat dan tegang, semakin lama nyeri semakin bertambah, mual dan muntah serta demam tinggi.

Penanganan komplikasi rasa sakit pada usus buntu diantaranya :

  • Pemberian obat antibiotik yang sesuai dengan resep dokter. Hal ini dikarenakan Anda telah menjalani operasi usus buntu, sudah pasti penanganan yang diberikan dokter akan berbeda.
  • Selain obat antibiotik, dokter juga akan memberikan obat penghilang nyeri. Jangan sekali-kali menambah dosis obat antibiotik atau obat penghilang nyeri tanpa sepengatuhan dokter
  • Dokter juga akan memberitahukan kembali tentang perawatan agar gejala sakit yang dirasakan mereda dan operasi tidak bertambah parah.
  • Waktu untuk beristirahat harus diperbanyak untuk membantu kita dalam memulihkan tubuh setelah operasi. Dengan beristirahat, tubuh akan lebih mudah untuk memulihkan kondisinya pasca melakuakaan operasi
  • Ketika Anda sudah berada di atas kasur selama 2 minggu, maka cobalah perlahan-lahan untuk menghibur rasa sakit tersebut. Tak hanya itu, hal ini juga dapat memperbaiki aliran darah dalam tubuh
  • Dalam masa pemulihan. Jangan mengangkat benda-benda yang menyebabkan tekanan di perut sepert tas, ransel dan sebagainya. Tekanan berat yang Anda berikan pada perut akan semakin membuat sakit operasi usus buntu Anda
  • Jangan pula melakukan kegiatan bersepeda, senam aerobik ataupun renang hingga dokter benar-benar mengatakan bahwa hal ini benar-benar sudah dapat dilakukan
  • Jangan biarkan luka Anda tersiram air. Untuk menghilangkan bau tubuh Anda, Anda dapat menggunakan kain untuk mengelapnya, agar tubuh tidak lengket karena keringat
  • Jangan mengendarai mobil atau motor sendiri sebab kulit akan menjadi regang karena Anda berusaha menginjak rem dan membuat perut sakit sedangkan luka masih sangat basah. Apapun kondisimya tetap ajak orang terdekat Anda untuk membantu Anda pergi ke luar rumah.
  • Jangan mengonsumsi makanan-makanan yang menyebabkan Anda menjadi susah BAB seperti makanan pedas dan berlemak. Konsumsilah makanan yang banyak mengandung serat. Hari pertama setelah pembedahan, pasien tidak diperbolekan untuk mengonsumsi minuman yang mengandung kadar gula seperti gula, kopi, jus teh dan sebagainya. Selain itu, pasien juga tidak diperkenankan mengonsumsi makanan dengan kandungan karbohidat tinggi. Kedua santapan ini dapat menimbulkan gelembung gas yang akan menyebabkan diare. Pun Anda sebagai pasien pasca operasi usus buntu juga tidak diperbolehkan meminum alkohol dan minuman soda yang dapat bereaksi dengan ubar yang diberikan setelah melakukan operasi usus buntu. Makanan dan minuman yang boleh dikonsumi setelah operasi adalah makanan yang lunak, mudah dicerna serta tidak menimbulkan mual dan muntah. Misalnya yoghurt yang memiliki protein tinggi untuk memulai pengubaran pasca operasi usus buntu. Selain yoghurt, labu juga dipercaya membantu penyembuhan pasien setelah operasi usus buntu, nutrisi yang terkandung pada labu dapat mempersingkat pengubaran usus buntu.

Sponsors Link
, , ,
Oleh :
Kategori : Usus Buntu