Sponsors Link

Setelah Diare Susah BAB: Bahaya, Penyebab dan Penanganannya

Sponsors Link

Mencret atau diare adalah kondisi ketika feses dan tinja berubah menjadi encer yang diandai dengan bertambahnya frekuensi buang air besar (BAB). Sembelit, atau istilah medisnya konstipasi adalah gangguan yang ditandai dengan susahnya buang air besar, karena feses yang keras dan kering akibat dari pergerakan feses yang lambat di dalam usus. Dari dua definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa diare dan sembelit adalah dua hal yang berlainan satu sama lainnya. Namun, banyak orang yang mengalami sembelit setelah diare. Kok bisa?

ads

Memang terdengar aneh jika susah buang besar setelah diare. Akan tetapi, hal ini memang cukup umum terjadi pada banyak orang. Ada banyak penyebab mengapa sembelit atau konstipasi terjadi setelah diare. Berikut ini adalah beberapa penyebabnya:

  1. Penggunaan obat anti diare yang berlebihan atau tidak sesuai dengan dosis yang dianjurkan oleh dokter.
  2. Kurang mengonsumsi makanan bernutrisi ketika sedang diare.
  3. Dehidrasi atau kurangnya cairan di dalam tubuh ketika diare.
  4. Gangguan pada flora (mikroba) usus normal akibat dari diare.
  5. Stress.
  6. Kondisi tertentu, misal irritable bowel syndrome (IBS) atau sindrom iritasi usus besar dan inflammatory bowel deasease (IBD) atau penyakit radang usus yang dapat menyebabkan diare dan sembelit secara bergantian.
  7. Penggunaan obat penghilang rasa nyeri untuk mengurangi rasa nyeri dan tidak nyaman saat diare.
  8. Hipomotilitas atau kelambatan pergerakan usus.

Sembelit setelah diare bukanlah kondisi yang serius yang tidak perlu membutuhkan penanganan khusus dokter. Namun, jika konstipasi atau sembelit berlangsung lama atau sering terjadi, alangkah baiknya jika langsung meminta pertolongan dokter. Hal itu dikarenakan sembelit merupakan salah satu tanda bahwa Anda sedang mengidap hemorrhoids atau wasir dan tumor usus. Terlebih lagi, berdasarkan penelitian seorang profesor Harvard Medical School yang bernama Adolph M. Hutter, susah buang air besar dapat berhubungan dengan penyakit pembuluh darah, seperti stroke. Serangan stroke dapat terjadi ketika si penderita sembelit mengejan terlalu keras yang dapat memicu aneurisma pecah.

Pengobatan untuk Diare yang susah BAB

Bahaya sembelit tersebut memang terdengar menyeramkan. Akan tetapi, Anda tidak perlu khawatir karena ada beberapa cara mengatasi susah BAB setelah diare yang dapat Anda coba sendiri di rumah. Berikut adalah beberapa cara untuk membantu menangani setelah diare susah BAB:

1. Meningkatkan Asupan Cairan Tubuh

Cara mengatasi konstipasi setelah diare yang pertama adalah meningkatkan asupan cairan tubuh. Ketika diare, tubuh akan banyak mengeluarkan cairan melalui feses. Akibatnya, tubuh akan mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan. Solusinya terbaik untuk menyembuhkan dehidrasi akibat diare adalah dengan meminum oral rehydration solution (ORS) atau oralit.

Anda disarankan untuk terus meminum oralit meskipun diare Anda sudah sembuh agar tubuh Anda terhidrasi dengan baik. Mengonsumsi oralit sampai beberapa hari setelah diare hilang dengan diselingi dengan meminum air putih yang rutin akan membantu menghilangkan dan mencegah sembelit.

2. Hindari Meminum Obat-obatan tertentu

Obat pencegah diare memang dapat menyembuhkan diare secara cepat. Namun, bila dikonsumsi tidak sesuai dengan dosis yang dianjurkan, dapat menyebabkan beberapa efek samping, salah satunya adalah susah buang air besar. Selain obat anti diare, meminum obat pereda nyeri saat diare pun dapat menyebabkan sembelit.

Sponsors Link

Oleh karena itu, jika tidak perlu, jangan meminum obat-obatan di atas ketika diare menyerang agar Anda terhindar dari sembelit. Sebenarnya, masih banyak obat lainnya yang dapat memicu terjadinya sembelit setelah diare. Alangkah baiknya jika Anda berkonsultasi kepada dokter terlebih dahulu jika ingin mengonsumsi obat-obatan tertentu, termasuk obat pencahar.

3. Mengonsumsi Probiotik

Di dalam usus kita terdapat banyak sekali jenis bakteri yang berperan penting dalam menjaga usus kita tetap sehat. Bakteri tersebut disebut dengan flora usus normal. Ketika diare, keseimbangan populasi mikroba dalam usus dapat terganggu, sehingga para penderita diare akan mengalami gejala gangguan pencernaan. Setelah diare pun, kecil kemungkinan untuk flora usus normal untuk langsung bekerja seperti biasanya.

Dibutuhkan beberapa waktu untuk mereka kembali normal. Makanan yang mengandung probiotik tinggi, seperti yogurt, dapat membantu mempercepat pemulihan flora usus normal tersebut. Selain itu, Makanan yang mengandung probiotik tinggi juga dapat membantu proses penyembuhan sembelit yang dapat terjadi setelah diare.

Sponsors Link

4. Mengonsumsi Makanan Berserat Tinggi

Makanan berserat tinggi sangat dibutuhkan untuk melancarkan pencernaan dan dapat menyembuhkan sembelit. Makanan yang mengandung serat tinggi di antaranya adalah buah-buahan, kacang-kacangan, serta sayuran hijau. Selain mengonsumsi makanan berserat tinggi, cobalah untuk menghindari makanan yang tidak boleh dimakan saat sembelit yang tidak mengandung serat, seperti daging, keju, dan makanan olahan.

5. Perbanyak Aktivitas Fisik

Aktivitas fisik berperan penting dalam menjaga pergerakan normal usus. Penderita sembelit pada umumnya adalah mereka yang jarang melakukan aktivitas fisik. Lakukanlah olah raga ringan, seperti berjalan santai untuk membantu proses penyembuhan sembelit dan sebagai cara mencegah sembelit.

Meskipun setelah diare susah BAB adalah kondisi yang umum terjadi pada banyak orang, tidak benar untuk meyakini bahwa kondisi tersebut adalah hal yang lumrah terjadi. Bagaimanapun juga, sembelit setelah diare adalah penyakit atau gangguan yang perlu dicegah dan diobati. Semoga artikel ini dapat membantu Anda mengenal lebih lanjut tentang bahaya, penyebab, dan penanganan susah BAB setelah diare.

Sponsors Link
, , , , , ,
Oleh :
Kategori : Diare