Sponsors Link

Sering Kentut dan Sendawa: Penyebab, Pengobatan, dan Tips Mengatasinya

Sponsors Link

Kentut dan sendawa adalah cara tubuh untuk mengirimkan petunjuk tentang sesuatu yang bermasalah pada organ tubuh karena ada hubungan lambung dengan otak. Namun, kedua hal tersebut wajar terjadi kalau frekuensinya tidak berlebihan. Perut kembung adalah penyebab utama sering kentut dan sendawa karena saluran pencernaan dipenuhi dengan gas.

ads

Banyak hal yang menjadi penyebab perut terasa penuh dan kembung termasuk kekurangan enzim, yaitu protease, lipase, dan amilase yang membantu proses penghancuran makanan. Kondisi lain yang menyebabkan sering kentut dan sendawa adalah gangguan pada organ pankreas yang memproduksi enzim untuk pencernaan secara tidak langsung juga mengganggu sistem pencernaan tubuh.

Penyebab Sering Kentut dan Sendawa

Kentut dan sendawa disebabkan oleh gas atau udara di dalam saluran cerna. Ada dua sumber utama gas ini berasal dari udara yang ikut tertelan dalam jumlah banyak saat makan dan masuk ke dalam saluran cerna serta proses dari pencernaan makanan yang berkaitan dengan jenis makanan dan kondisi (penyakit) pada saluran cerna. Berikut penjelasan tentang penyebab-penyebab sering kentut dan sendawa.

  • Banyak Menelan Udara

Ketika makan atau minum tentu wajar akan tertelan udara, tetapi biasanya hanya sedikit udara yang masuk. Udara biasanya akan masuk dalam jumlah banyak ketika makan permen karet, merokok, makan sambil berbicara, makan terlalu cepat, dan minum minuman berkarbonasi (soda).

  • Konsumsi Jenis Makanan dan Minuman Tertentu

Jika tidak ingin sering kentut dan sendawa sebaiknya memperhatikan jenis makanan yang dimakan karena berpengaruh terhadap pembentukan gas di dalam pencernaan. Makanan yang membuat kembung sehingga sering kentut dan sendawa adalah makanan yang susah dicerna sehingga bakteri akan bekerja keras untuk mencernanya.

Efek samping yang ditimbulkan adalah jumlah gas yang berlebihan di perut. Contoh makanan yang sulit dicerna dan mengandung gas adalah kacang-kacangan, kubis, brokoli, kismis, kacang, plum, dan apel. Selain itu, makanan yang mengandung banyak fruktosa atau sorbitol seperti produk olahan susu juga menyebabkan perut kembung dan sering buang angin.

Perut kembung sehingga sering kentut dan sendawa juga bisa disebabkan oleh penyakit pada saluran pencernaan seperti diare, sembelit, alergi makanan, sindrom iritasi usus (IBS), dan penyakit celiac. Intoleransi laktosa juga bisa menyebabkan perut kembung karena enzim laktase yang diproduksi di usus kecil tidak optimal. Kekurangan enzim lactase menyebabkan tubuh tidak mampu mengolah laktosa (gula alami yang terdapat dalam susu). Laktosa yang tidak bisa dipecah, dicerna, atau diserap dengan baik akan dibawa ke usus besar. Sisa makanan yang diolah bakteri di dalam usus besar akan menghasilkan banyak gas sehingga perut kembung.

Rasa penuh di perut atau sebah karena kembung dan nyeri lambung masih disalahartikan oleh masyarakat sebagai sakit maag. Padahal gejala itu belum tentu maag, tetapi gangguan lain seperti kekurangan enzim. Menurut Dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, MMB, nyeri atau sakit perut tidak selalu identik  dengan sakit maag, tetapi bisa jadi berbagai macam penyakit mulai dari ringan sampai berat. Diagnosis  juga tergantung dari lokasi atau bagian saluran cerna yang bermasalah atau terasa sakit di bagian atas (dari mulut sampai usus 12 jari) ataupun di bawah (dari usus 12 jari sampai dubur). Gejala klinis dari gangguan saluran pencernaan sangat beragam di saluran cerna atas atau bawah.

Pengobatan

Sponsors Link

Konsultasi ke dokter jika sering sendawa dan kentut yang tidak jelas penyebabnya, terutama kalau disertai dengan gejala lain seperti sakit perut, diare, sembelit, penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, tinja yang berdarah, serta tanda-tanda infeksi seperti sakit perut yang mematikan, demam tinggi, muntah, menggigil, nyeri sendi, dan nyeri otot. Gejala tersebut bisa menjelaskan tentang adanya penyakit serius sehingga memerlukan pemeriksaan lebih lanjut seperti tes darah atau tinja untuk mencari penyebabnya.

Keluarnya gas dari tubuh melalui kentut dan sendawa memang memalukan jika terlalu sering sehingga harus mengenali tubuh sendiri dari sinyal-sinyal yang diberikan. Ada beberapa obat untuk kentut berlebihan dan sering sendawa yang bisa mengobati perut kembung juga. Obat-obat tersebut hanya mengatasi sementara sehingga bisa mengurangi sedikit agar kondisi tubuh tidak semakin buruk. Contoh obat yang bisa dikonsumsi adalah tablet karbon (norit) yang bisa menyerap gas dan racun dari pencernaan serta simeticon yang dikandung oleh obat maag.

Tips Mengatasi Sering Kentut dan Sendawa

Enzim berperan penting bagi pencernaan karena mampu memecah partikel makanan dan menghancurkan racun yang masuk ke tubuh melalui makanan atau minuman. Dokter biasanya merekomendasikan untuk mengonsumsi obat pengganti enzim khusus jika diketahui tubuh kekurangan enzim tertentu. Dosis yang dianjurkan sesuai dengan fungsi dan kondisi pankreas setiap pasien. Dosis biasanya dimulai dari dosis yang paling rendah lalu ditingkatkan secara bertahap. Selain pengobatan medis dengan konsumsi obat-obat tertentu, ada beberapa bahan alami yang mudah ditemukan untuk mengatasi sering kentut dan sendawa. Berikut bahan-bahan alami yang dimaksud.

ads
  • Nanas

Nanas mengandung enzim bromelain yang berguna sebagai pencerna protein. Bromelain juga bisa mengatasi perut kembung. Konsumsi nanas tidak akan membahayakan bagi pencernaan seperti mitos yang beredar di masyarakat.

  • Kunyit

Kunyit memiliki rasa hangat, pahit, dan berwarna kuning karena mengandung curcumin yang berfungsi mengatasi pembengkakan dan kondisi yang menyebabkan peradangan. Kunyit juga bisa mengatasi berbagai gangguan pada saluran cerna termasuk menurunkan kadar gas.

  • Peppermint

Teh yang mengandung peppermint bisa mengatasi perut kembung dan melemaskan otot-otot pada saluran pencernaan. Konsumsi teh peppermint sebelum tidur pada malam hari akan membuat tubuh terasa segar saat bangun pagi.

  • Jahe

Salah satu bumbu dapur ini memiliki kandungan anti inflamasi alami dan mengatasi segala gangguan pencernaan. Kandungan tersebut membuat sistem pencernaan tenang dan otot saluran pencernaan menjadi rileks sehingga perut kembung mereda.

  • Larutan Cuka Apel

Khasiat cuka apel untuk penyakit lambung memang belum banyak diketahui. Caranya, tuangkan satu sendok makan cuka apel ke minuman seperti teh atau air mineral. Lakukan hal ini secara teratur sebelum makan, yaitu 3 kali sehari atau sesuai kebutuhan.

  • Arang aktif

Arang aktif (activated charcoal) bisa mengurangi kelebihan gas dan kembung. Arang ini berbeda dengan arang di panggangan atau perapian. Arang aktif ini telah mengalami perlakuan khusus sehingga aman untuk dikonsumsi manusia.

Ada beberapa hal juga yang harus dilakukan agar kentut dan sendawa yang berlebihan bisa teratasi.

  • Melakukan Pijatan

Cobalah pijat area perut dengan lembut selama 15 menit setidaknya 2 kali sehari selama 3 hari agar perut kembung yang menyebabkan sendawa dan kentut teratasi. Pijatan bisa dilakukan dengan menggunakan minyak angin, kayu putih, atau minyak telon yang menghangatkan perut.

  • Konsumsi Probiotik

Konsumsi probiotik bisa mengurangi perut kembung. Namun, untuk kasus intoleransi laktosa tidak disarankan mengonsumsi probiotik yang terbuat dari susu seperti yoghurt.

  • Olahraga secara Rutin

Olahraga sangat baik untuk semua orang agar kesehatan terjaga termasuk orang-orang yang lanjut usia dan telah menopause. Menopause menyebabkan tubuh mulai kehilangan banyak hormone sehingga gas dalam tubuh terbentuk dalam jumlah yang banyak. Berolahraga secara rutin akan menyebabkan perut terasa lebih nyaman ketika terjadi perubahan hormon. Saat perut mulai terasa terganggu akan menyebabkan pembuangan gas melalui kentut dan sendawa sering terjadi.

  • Kurangi Konsumsi Makanan Tertentu 
Sponsors Link

Kurangi konsumsi makanan yang menghasilkan gas seperti kacang-kacangan, kol, kismis, bawang Bombay, brokoli, kembang kol, jamur, bir, dan minuman berkarbonasi. Bahkan, makanan tertentu seperti bawang bisa menyebabkan produksi gas yang mengandung belerang sehingga kentut berbau busuk. Hindari juga gula buatan seperti sorbitol dan mannitol yang dikandung permen, permen karet, dan produk makanan lainnya.

Makanan yang mengandung banyak serat juga harus dihindari sementara karena makanan tersebut juga menghasilkan gas. Jika tubuh sudah membaik, mulailah konsumsi makanan berserat lagi. Makanan yang tinggi karbohidrat seperti bahaya singkong untuk lambung dan ubi juga harus dihindari karena sulit dicerna. Gantilah dengan sumber karbohidrat lainnya yang mudah dicerna seperti nasi, kentang, dan pisang.

  • Makan dan Minum dengan perlahan

Jika perut bermasalah seperti kembung sehingga sering kentut dan sendawa berarti Anda harus makan dan minum dengan perlahan. Kunyahlah makanan dengan perlahan agar jumlah udara yang tertelan berkurang. Udara yang terlalu banyak di dalam pencernaan akan menjadi penyebab sering kentut dan sendawa. Selain itu, makanlah dengan porsi yang kecil sehingga tidak perlu waktu lama untuk menghabiskan makanan. Jika biasanya makan sehari tiga kali dengan porsi besar, ubahlah cara dan porsi makan menjadi 5 atau 6 kali dalam porsi kecil.

Artikel ini telah menjelaskan secara lengkap tentang penyebab, pengobatan, dan tips mudah untuk mengatasi sering kentut dan sendawa. Jika sudah tahu penyebabnya tentu akan lebih mudah untuk menerapkan cara alami untuk mengatasi dan pengobatan medis dengan panduan dokter. Pihak yang tahu kondisi tubuh adalah diri sendiri sehingga bisa melakukan diagnosis ringan sebelum konsultasi ke dokter.

Kalau bisa lakukan hal-hal alami dan mudah yang bisa dilakukan di rumah terlebih dahulu agar tubuh tidak terbiasa dengan obat atau pengobatan medis lainnya. Jadikan pengobatan secara medis sebagai opsi terakhir kalau tubuh sudah tidak bisa bersahabat dengan bahan-bahan alami. Namun, biasanya tubuh yang normal dan sehat akan bisa menerima bahan-bahan alami karena tidak mengandung bahan kimia yang justru sulit diterima.

Sponsors Link
, , , , ,