Sponsors Link

Sakit Perut Setelah Makan Jengkol: Gejala, Penyebab, Pengobatan

Sponsors Link

Jengkol adalah tanaman yang khas yang pada umumya dapat ditemukan di wilayah Asia Tenggara. Tanaman yang disebut sebagai archidendron pauciflorum dalam istilah ilmiah ini, memiliki biji yang cukup populer di negara Asia Tenggara, terutama di Indonesia, Malaysia dan Thailand. Di negara-negara tersebut, jengkol digunakan sebagai salah satu bahan makanan.

ads

Meskipun banyak yang tahu bahwa jengkol memiliki bau yang tak sedap dan juga akan meninggalkan bau tak sedap pada mulut setelah memakannya, tetapi masih banyak juga yang menjadikan hidangan jengkol sebagai makanan favoritnya, serta rela mulutnya menjadi bau demi dapat menyatap makanan yang satu ini. Hal tersebut dikarenakan bagi para penggemar jengkol, jengkol memiliki rasa yang unik dan akan menciptakan sensasi yang tidak biasa ketika memakannya.

Gejala dan Penyebab Sakit Perut Setelah Makan Jengkol

Memakan jengkol yang moderat atau tidak berlebihan sebenarnya memiliki khasiat yang bagus untuk kesehatan tubuh, sebab jengkol mengandung zat yang dibutuhkan oleh tubuh, seperti protein, kalsium, dan zat besi. Terlebih lagi, tanaman yang satu ini juga mengandung zat antioksidan yang tinggi, yang berguna sebagai senjata untuk melawan radikal bebas di dalam tubuh. Akan tetapi, jika dikonsumsi secara berlebihan, jengkol dapat memberikan efek samping yang bisa berbahaya bagi kesehatan tubuh. Efek samping tersebut biasanya ditandai dengan gejala sakit perut setelah makan jengkol.

Apa yang menyebabkan sakit perut setelah makan jengkol? Berikut ini adalah penjelasan penyebab serta gejala sakit perut setelah makan jengkol.

  • Keracunan Jengkol

Jika Anda merasakan sakit perut setelah makan jengkol, kemungkinan besar Anda menderita keracunan jengkol atau jengkolan (djenkolism). Zat asam yang terkandung di dalam jengkol yang disebut dengan asam jengkolat (jengkolic acid) adalah penyebab utama mengapa keracunan jengkol bisa terjadi.

Banyak yang mengira bahwa mengonsumsi terlalu banyak jengkol atau mengonsumsi jengkol muda adalah alasan utama keracunan jengkol dapat terjadi. Namun, sebagian besar ahli sepakat bahwa jumlah jengkol yang dimakan serta tingkat kematangan jengkol yang dimakan tidak berhubungan dengan terjadinya keracunan jengkol. Kondisi tubuh serta daya kekebalan tubuh terhadap asam jengkolat lah yang menjadi alasan utama keracunan jengkol dapat terjadi. Sehingga, tidak heran jika ada orang yang makan jengkol dalam porsi banyak, tetapi tidak berpengaruh apapun terhadap tubuhnya.

Keracunan jengkol terjadi ketika kristal yang terdapat di dalam asam jengkolat mengendap di dalam saluran traktus urogenitalis. Pengendapan ini akan menyebabkan penyumbatan pada traktus urinarius yang akan mengakibatkan pembuluh darah pada ginjal serta pembuluh darah pada saluran kemih luka.

Berikut ini adalah gejala umum keracunan jengkol:

  1. Sakit perut
  2. Sering mual dan muntah setelah makan jengkol
  3. Sakit saat buang air kecil
  4. Darah dalam urin
  5. Air urin berwana putih
  6. Volum air urin berkurang
  7. Anuria (susah buang air kecil)

Gejala tersebut biasanya muncul sekitar 5 sampai 12 jam setelah makan jengkol.

  • Maag
Sponsors Link

Meskipun sebagian besar kasus sakit perut setelah makan itu disebabkan oleh keracunan jengkol, perut perih setelah makan jengkol juga bisa disebabkan oleh maag, terutama bagi Anda yang pernah sakit maag sebelumnya.

Maag adalah salah satu gangguan pencernaan yang ditandai dengan rasa tak nyaman dan sakit pada perut. Gangguan ini termasuk ke dalam gangguan umum yang dialami oleh banyak orang. Sakit maag setelah makan jengkol salah satunya ditandai oleh keluhan sakit perut. Berikut ini adalah beberapa gejala lain maag:

  1. Sakit perut bagian atas tengah
  2. Mual yang terkadang disertai muntah
  3. Perut kembung
  4. Sering bersendawa
  5. Mulut terasa asam
  6. Perasaan kenyang yang tidak normal pada perut (begah)

Apabila sakit perut setelah makan jengkol disertai dengan gejala di atas, kemungkinan besar Anda terkena maag. Keracunan jengkol dan maag bisa saja bukan merupakan satu-satunya penyebab dari sakit perut setelah makan jengkol. Masih ada kemungkinannya bahwa faktor lainlah yang menjadi penyebab masalah ini. Oleh karena itu, berkonsultasilah kepada ahli medis agar tahu apa penyebab pastinya.

Pengobatan Sakit Perut Setelah Makan Jengkol

Sponsors Link

Seperti penyakit pada umumnya, pengobatan tepat sakit perut setelah makan jengkol pun hanya bisa dilakukan berdasarkan penyebabnya. Misal, jika penyebabnya adalah maag, cobalah konsumsi buah yang baik untuk penderita maag, jika penyebabnya adalah keracunan jengkol, minum susu atau air kelapa dapat dilakukan sebagai penawar racun. Namun, cara di bawah ini patut dicoba untuk meringankan gejala sakit perut setelah makan jengkol.

  • Kompres hangat bagian perut yang terasa sakit
  • Minum air hangat untuk mengurangi gejala sakit perut
  • Pastikan tubuh terhidrasi dengan konsumsi air putih yang cukup

Cara diatas hanya akan dapat mengobati gejala ringannya saja, sedangkan untuk gejala berat, seperti sakit ketika buang air kecil, kesulitan buang air kecil, dan air urin yang disertai darah, pengobatan sebaiknya dilakukan oleh dokter.

Berikut ini adalah cara aagar terhindar dari sakit perut setelah makan jengkol:

  • Turunkan kadar asam jengkol dengan cara memasaknya terlebih dahulu
  • Hindari makan jengkol mentah
  • Jangan makan jengkol saat perut kosong

Demikianlah informasi mengenai gejala, penyebab, dan pengobatan sakit perut setelah makan jengkol. Jangan sepelekan sakit perut setelah makan jengkol, sebab jika tidak segera ditangani akan mengakibatkan komplikasi yang sangat serius bagi kesehatan.

Sponsors Link
, , , ,
Oleh :