Sponsors Link

Sakit Perut Setelah BAB: Penyebab, Bahaya, dan Penanganannya

Sponsors Link

Buang air besar adalah fase akhir dari siklus pencernaan normal pada manusia. Normalnya, setelah buang air besar kita akan merasa lega. Akan tetapi, bagaimana jika kita justru merasakan sakit perut setelah buang air besar? Sebenarnya gejala tak nyaman yang terjadi ketika atau setelah buang air besar dapat menandakan bahwa sedang adanya gangguan pada sistem pencernaan. Salah satu contoh gejala tak nyaman tersebut adalah sakit perut.

ads

Sakit perut setelah buang air besar cukup umum terjadi pada banyak orang. Pada beberapa kasus, sakit perut tersebut disertai dengan beberapa gejala lain yang bagi beberapa orang mungkin memalukan, seperti gatal pada anus. Sebagian besar sakit perut setelah BAB tidak memiliki penyebab yang serius, sehingga dapat sembuh dengan sendirinya atau pengobatannya dapat dilakukan sendiri di rumah. Namun, ada beberapa penyakit serius yang menjadi penyebab sakit perut setelah buang air besar ini.

Penyebab Sakit Perut Setelah BAB

Pada umumnya sakit perut setelah buang air besar atau perut terasa keram setelah buang air besar hanyalah sakit perut biasa yang akan hilang dengan sendirinya. Terkadang sakit perut setelah BAB juga menjadi pertanda bahwa Anda sedang terkena penyakit lain. Berikut ini adalah beberapa penyebab sakit perut setelah BAB:

1. Sembelit atau Konstipasi

Sembelit adalah gangguan saluran cerna yang ditandai dengan susah buang air besar akibat dari lambannya pergerakan feses di dalam usus. Sembelit adalah penyebab sakit perut setelah buang air besar pada sebagian besar kasus. Sakit perut setelah BAB yang disebabkan oleh sembelit terjadi karena tidak semua kotoran pada rektum (organ pada tubuh yang berperan sebagai tempat penyimpanan sementara feses) berhasil dikeluarkan akibat dari kerasnya feses untuk dikeluarkan ketika BAB. Hal tersebut berkontibusi dalam menyebabkan rasa sakit dan rasa tak nyaman pada perut.

2. Radang Usus

Radang usus terjadi ketika adanya peradangan pada gastrointestinal (sistem pencernaan), radang usus juga merupakan ciri-ciri usus luka. Terdapat dua jenis penyakit radang usus yang umumnya terjadi, yakni kolitis ulseratif (radang usus besar) dan penyakit Crohn (radang organ sistem pencernaan manapun). Sakit perut setelah BAB merupakan salah satu gejala penyakit radang usus. Gejala lainnya meliputi diare bercampur darah, mual, demam, berat badan turun, nafsu makan berkurang, serta mudah lelah.

3. Intoleransi Makanan

Sakit perut setelah BAB bisa disebabkan oleh konsumsi makanan yang tidak dapat dicerna secara utuh oleh sistem pencernaan tubuh, misal susu yang merupakan penyebab intoleransi laktosa. Penderita intoleransi makanan umumnya merasakan sakit perut yang disertai dengan gangguan pencernaan lainnya seperti diare atau sembelit setelah mengonsumsi makanan tertentu. Sakit perut setelah BAB juga bisa menjadi gejala dari intoleransi makanan.

4. Wasir atau Ambeien

Wasir atau ambeien (hemorrhoid) terjadi ketika terdapat benjolan pada anus akibat dari pembuluh darah vena pada rektum membengkak dan meradang. Jika Anda sakit perut setelah BAB terutama jika BAB disertai darah, besar kemungkinan Anda sedang terserang wasir.

5. Proktitis

Sponsors Link

Proktitis adalah peradangan yang terjadi pada dinding anus dan rektum. Sakit perut setelah BAB atau ketika BAB merupakan salah satu gejala penyakit ini. Penderita proktitis umumnya mengeluhkan rasa sakit pada perut kiri bagian bawah.

6. Batu Empedu

Batu empedu adalah endapan cairan pencernaan yang mengeras yang dapat terbentuk pada kantung empedu. Kantung empedu adalah organ tubuh yang berukuran kecil yang terletak pada sisi kanan perut, tepat di bawah hati. Batu empedu normalnya tidak menyebabkan penyakit. Namun, penyakit dapat timbul ketika batu ini menyumbat saluran kantong empedu atau saluran sistem pencernaan lainnya. Sakit perut adalah gejala utama penyakit ini. Kantung empedu memang terletak di bagian kanan perut, tetapi rasa sakit pada perut akibat penyakit ini dapat dirasakan di beberapa bagian perut, yakni bagian tengah, atas dan kanan perut. Sakit perut setelah BAB merupakan salah satu gejala penyakit ini.

Bahaya dan Penanganan Sakit Perut Setelah BAB

Seperti pada banyak jenis gangguan lain, sakit perut setelah buang air besar jika tidak segera ditangani dan hanya dibiarkan saja akan berbahaya bagi kesehatan, terutama jika penyebab sakit perut tersebut belum diketahui dengan pasti. Bahaya sakit perut setelah buang air besar tergantung pada penyebabnya. Beberapa bahaya yang bisa saja terjadi akibat dari sakit perut setelah BAB ini adalah tumor usus, anemia, dan penyakit pankreatitis.

Sponsors Link

Akan tetapi jangan khawatir, ada beberapa cara penanganan sakit perut setelah BAB. Sepeti halnya bahayanya, penanganan sakit perut setelah BAB juga tergantung pada penyebabnya. Oleh karena itu, lebih baik ketahui dahulu apa penyebabnya supaya dapat melakukan penanganan yang tepat. Meminta pertolongan dokter adalah langkah yang terbaik untuk tahu penyebab dan penanganan sakit perut setelah BAB.

Berikut ini adalah beberapa penanganan sakit perut setelah BAB sesuai dengan penyebabnya:

  • Jika disebabkan oleh sembelit atau wasir, konsumsilah makanan berserat tinggi dan sayuran pelancar BAB. Cobalah cara menghilangkan wasir dengan cuka apel.
  • Jika disebabkan oleh radang usus, konsumsilah makanan kaya akan probiotik dan prebiotik untuk memulihkan kesehatan usus. Konsumsi juga makanan untuk penderita radang usus.
  • Jika disebabkan oleh intoleransi makanan, cobalah untuk mengurangi porsi makanan penyebab intoleransi.
  • Jika disebabkan oleh batu empedu, kurangilah konsumsi makanan mengandug kolestrol berbahaya.

Ada satu cara yang lumayan ampuh untuk meredakan sakit perut setelah BAB terlepas dari penyebabnya, yakni mengompres bagian perut yang sakit dengan air panas atau hangat.

Itulah tadi sedikit informasi mengenai penyebab, bahaya, serta penanganan sakit perut setelah BAB. Hubungi dokter agar tahu penanganan jenis apa yang cocok untuk Anda.

Sponsors Link
, , , , ,