Sponsors Link

Sakit Maag Setelah Makan: Gejala, Penyebab dan Pengobatan

Sponsors Link

Setelah menyantap makanan, normalnya perut akan terasa kenyang. Namun, alih-alih merasa kenyang setelah makan, bagi beberapa orang, mereka malah merasakan sensasi tak nyaman disertai dengan rasa sakit pada bagian perut. Apabila Anda merasakan gejala yang dirasakan oleh orang-orang teresebut setelah makan, hal itu bisa saja menandakan bahwa Anda sedang terserang sakit maag.

ads

Maag atau tukak lambung (indigestion) atau dalam istilah medisnya dispepsia adalah suatu istilah yang menjelaskan gejala rasa tak nyaman atau sakit pada perut bagian atas. Pada sebagian besar kasus, maag biasanya berhubungan dengan kegiatan santap-menyantap makanan dan minuman. Maag biasanya dapat menjadi gejala bahwa si penderita sedang terkena penyakit gangguan pencernaan lainnya, di antaranya penyakit tukak saluran pencernaan, seliak, gejala kanker pankreas, dan kanker perut.

Gejala Sakit Maag Setelah Makan

Orang yang mengalami sakit maag setelah makan dapat merasakan salah satu atau lebih gejala-gejala berikut ini:

  1. Merasa cepat kenyang saat makan dan rasa kenyang terasa lebih lama dari pada yang seharusnya setelah makan.
  2. Mual
  3. Nyeri dan sensasi panas pada perut bagian atas
  4. Perut terasa kembung
  5. Sering bersendawa
  6. Mulut terasa asam
  7. Muntah
  8. Perut bergemuruh seperti sedang lapar
  9. Rasa sakit atau terbakar di tengah dada yang memungkinkan merambat ke leher atau punggung setelah makan
  10. Makanan atau cairan di dalam lambung kembali ke kerongkongan (refluks)

Dari semua gejala tersebut, perasaan kenyang, nyeri dan terbakar pada perut bagian atas diiringi dengan perasaan mual adalah gejala maag kambuh setelah makan yang sering dirasakan oleh penderita.

Gejala-gejala di atas juga merupakan indikasi sakit maag ringan yang penanganannya masih bisa dilakukan sendiri tanpa bantuan dokter. Mintalah bantuan dokter jika sakit maag sering terjadi setelah makan disertai dengan gejala serius lainnya, seperti:

  1. Rasa sakit pada perut bertambah parah dan tidak kunjung sembuh
  2. Berat badan dan napsu makan menurun secara drastis
  3. Tinja berwarna hitam dan bercampur darah
  4. Kesulitan menelan makanan
  5. Perasaan mudah lelah yang dapat mengindikasikan anemia atau kekurangan darah.
  6. Kesulitan bernapas
  7. Muntah darah (baca juga: Bahaya Muntah Darah Karena Maag Kronis)

Penyebab Sakit Maag Setelah Makan

Tentu saja ada beberapa hal yang dapat menyebabkan sakit maag, terutama sakit maag yang terjadi setelah makan. Berikut adalah beberapa penyebab umum sakit maag setelah makan:

1. Gaya Hidup

Sama seperti penyakit lainnya, sakit maag setelah makan pun dapat disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat. Merokok dan mengonsumsi minuman keras adalah salah satu gaya hidup yang dapat menyebabkan berbagai macam penyakit, maag adalah salah satunya. Zat beracun dalam rokok diketahui dapat mengganggu fungsi enzim pencernaan pada lambung, serta dapat mengakibatkan terkikisnya lapisan lambung. Sedangkan minuman alkohol dapat membuat iritasi lambung, sehingga gangguan pencernaan pun rentan terjadi.

Sponsors Link

2. Pola Makan

Pola makan yang dilakukan oleh Anda selama ini bisa saja menjadi penyebab maag setalah makan. Terlalu sering mengonsumsi jenis makanan tertentu, seperti makanan pedas dan asam, dapat memicu terjadinya sakit maag setelah makan. Makanan yang mengandung kafein, seperti kopi, teh, dan cokelat, adalah jenis makanan lain yang dapat memicu sakit maag. Kafein juga menjadi salah satu zat dalam makanan penyebab infeksi usus. Selain itu, menyantap makanan yang terlalu cepat serta terlalu banyak makan juga dapat menyebabkan sakit maag setelah makan.

3. Penyakit Lain

Sebelumnya telah disinggung bahwa gangguan pencernaan lain, seperti tukak saluran pencernaan, seliak, peradangan pankreas, dan kanker perut, adalah beberapa penyakit yang dapat menjadi penyebab maag setelah makan. Selain penyakit tersebut, penyakit dan kondisi di bawah ini juga dapat menjadi penyebab maag kambuh setelah makan:

ads
  • Iritasi usus
  • Obesitas
  • Konstipasi
  • Hernia
  • Hamil
  • Refluks gastroesofagus

4. Infeksi Bakteri

Maag setelah makan bisa disebabkan oleh infeksi bakteri helicobacter pylori. Bakteri ini dapat tersebar melalui makanan. Jika mengonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri ini, maka besar kemungkinan infeksi akan terjadi. Ketika terinfeksi oleh bakteri ini, dinding lambung dan usus halus akan mengalami kerusakan. Maag adalah salah satu akibat dari infeksi tersebut.

5. Efek Samping Obat

Apabila setelah makan terjadi maag, bisa jadi itu adalah efek samping obat yang dikonsumsi. Obat anti peradangan nonsteroid, seperti aspirin dan ibuprofen, dan obat golongan nitrat adalah contoh jenis obat yang dapat memberikan efek samping berupa maag.

6. Keadaan Psikologis

Stress, gelisah, dan depresi adalah beberapa jenis keadaan psikologis abnormal yang bisa saja menjadi penyebab maag setelah makan. Gejala-gejala maag bahkan dapat menjadi bertambah parah ketika si penderita mengalami keadaan psikologi tersebut.

Pengobatan Sakit Maag Setelah Makan

Pengobatan penyakit ini sebenarnya tergantung dari jenis penyebabnya. Cara-cara di bawah ini mungkin patut dicoba untuk meredakan maag setelah makan:

Selain semua cara tersebut, mengonsumsi obat pereda maag juga dapat dilakukan. Jangan memilih obat maag sembarangan, karena tiap orang memiliki kondisi tubuh yang berbeda. Mintalah saran dokter perihal obat maag mana yang cocok untuk dikonsumsi oleh Anda.

Sponsors Link
, , , , ,
Oleh :
Kategori : Maag