Sponsors Link

3 Posisi Tidur yang Benar untuk Penderita Hernia yang Wajib Anda Perhatikan

Sponsors Link

Hernia atau lebih dikenal dengan istilah turun berok adalah kondisi seseorang yang memiliki penonjolan karena ada organ tubuh yang mencuat melalui jaringan otot sehingga terjadi kompresi pada syaraf. Kondisi ini banyak terjadi di area lumbal dan servikal sehingga menimbulkan gangguan neurologi (nyeri punggung) yang didahului oleh perubahan degeneratif pada proses penuaan. Faktanya adalah sebagian besar penderita hernia adalah perempuan.

ads

Perhatikan beberapa gejala hernia agar tidak semakin parah. Gejala-gejalanya antara lain rasa nyeri di perut bagian bawah saat dihentakkan atau bergerak terlalu aktif, perut terasa begah setelah makan, demam, mual hingga muntah. Jika menderita hernia yang belum terlalu parah bisa berbaring dengan telungkup dan kaki diluruskan. Lalu angkat kaki secara perlahan setinggi mungkin selama 30 detik. Gerakan ini bisa mengembalikan posisi usus kembali masuk ke organ vital. Lakukan gerakan ini secara rutin minimal hingga 3 hari maka akan terasa manfaatnya.

Penderita hernia biasanya mengalami masalah tidur, padahal tidur adalah salah satu kegiatan yang menenangkan dan bisa menjadi cara mengobati turun berok tanpa operasi serta berbagai penyakit lainnya. Tidur utamanya bisa menjadi kegiatan perawatan hiatus hernia asalkan dilakukan dengan posisi yang benar. Posisi tidur seperti apa yang cocok untuk penderita hernia? Berikut posisi tidur untuk penderita hernia beserta penjelasannya.

1.  Tengkurap

Tengkurap atau telungkup adalah posisi berkebalikan dengan posisi telentang yang biasa dilakukan oleh orang-orang normal yang tidak mengidap penyakit apapun. Cara mengobati penyakit hernia sebaiknya tidur tengkurap karena bisa mengurangi tekanan pada cakram tulang. Hati-hati saat tidur dengan posisi tengkurap karena bisa membuat wajah sembab dan mata merah karena dada dan jantung Anda tertekan sehingga sesekali harus mengubah posisi tidur. Cara tidur posisi tertelungkup yang benar adalah letakkan sebuah bantal tepat di antara bagian perut bawah dan pelvis sehingga bantal bisa menanggung beban perut. Jika terbiasa menggunakan bantal di kepala, gunakanlah agar tidur semakin nyenyak. Jika tanpa bantal sebagai alas kepala membuat lebih nyaman dan tidak pegal pada leher, sebaiknya tidak usah gunakan bantal.

Pada hakikatnya, posisi tertelungkup dengan bantal akan membuat tulang punggung bagian bawah yang biasa menekuk ketika tidur terlentang atau tengkurap akan menjadi sejajar dengan bagian tubuh yang lain. Saat tidur biasanya bagian tersebut seperti diberi peregangan. Perhatikan penggunaan bantal, jangan gunakan bantal yang terlalu keras (firm) karena bisa membuat kepala pusing dan punggung terasa pegal saat bangun. Gunakanlah bantal yang lembut dan empuk agar bagian pelvis dan perut rileks dan nyaman sehingga kalau tidak terbiasa tidur telungkup akan cepat terbiasa walaupun seperti ada yang mengganjal.

Tidur tertelungkup dengan posisi bantal yang menyangga perut sangat baik untuk penderita hernia. Banyak orang yang mengatakan tidur dengan posisi tertelungkup tidak baik bagi kesehatan karena posisi tersebut akan memblokir jalur nafas dan mengganggu pernafasan. Tidur dengan posisi tertelungkup juga akan membuat leher pegal. Namun, faktanya tidak demikian. Penderita hernia harus tidur dengan posisi ini hampir setiap hari. Posisi tidur seperti ini baik untuk manusia asalkan ada kasur dan bantal yang tepat. Ingatlah kalau penggunaan bantal dan tempat tidur yang tepat juga mendukung tidur yang berkualitas.

2.  Tidur Miring

Tidur dengan posisi miring sesuai gaya gravitasi agar menjaga isi perut terutama perut yang sering terasa panas biasanya dianjurkan oleh para dokter. Posisi tidur miring memiliki banyak manfaat, tidak hanya untuk penderita hernia. Manfaatnya antara lain mencegah sakit leher, sakit punggung, naiknya asam lambung, sleep apnea obstruktif (berhentinya napas sementara saat tidur), serta mengurangi dengkuran. Ada 2 posisi tidur miring, yaitu miring ke kanan dan kiri.

Tidur miring ke kiri bisa mengurangi gejala asam lambung kronis. Berdasarkan penelitian yang dimuat dalam The Journal of Clinical Gastroenterology, tidur miring ke kiri adalah posisi terbaik untuk orang-orang yang memiliki masalah pencernaan karena persimpangan antara lambung dan kerongkongan akan tetap berada di atas cairan asam lambung.

Sponsors Link

Sedangkan tidur miring ke kanan bisa mengurangi tekanan pada hati, paru-paru, dan perut (cara menjaga kesehatan usus). Lingkaran otot yang menahan asam lambung akan merenggang sehingga cairan asam lambung bisa mengalir ke kerongkongan saat tidur miring ke kanan. Para dokter menyarankan tidur dengan posisi miring ke kanan agar tidak menekan aliran darah ke jantung. Salah posisi tidur pada beberapa orang bisa membuat tiba-tiba terbangun dari tidur.

Posisi tidur terbaik untuk kesehatan adalah miring seperti bayi di dalam kandungan. Posisi ini bertumpu pada salah satu sisi dengan kaki ditekuk mendekati perut dan dada, sementara punggung juga sedikit tertekuk. Posisi ini bisa mengurangi beban pada tulang belakang sehingga organ-organ dan diafragma tidak tertekan.

Bagaimana cara melakukannya? Pertama, berbaring di kasur dengan posisi terlentang, kemudian perlahan miringkan tubuh ke kiri atau kanan. Jangan sampai tubuh menindih lengan karena bisa membuat lengan sakit atau mati rasa saat terbangun. Lalu tarik lutut sampai mendekati dada sampai batas lutut mengenai siku. Posisi ini akan membantu orang yang memiliki masalah punggung dan hernia. Mengapa demikian? Karena pada posisi ini, tulang belakang yang terkadang tertekan pada posisi yang tidak seharusnya akan terbuka karena diberikan ruang untuk kembali ke posisi normal.

ads

Penggunaan bantal di kepala atau leher sangat dianjurkan karena bisa mengalihkan beban dari bahu sehingga tidak ada penekanan serabut saraf yang berjalan dari leher ke lengan. Penderita hernia tidak boleh tidur dengan posisi telentang karena bisa menyebabkan tekanan pada perut. Jika bosan dengan tidur miring, penderita hernia bisa sesekali tidur telentang dengan mengganjal kepala dan bahu bagian atas dengan bantal yang tidak terlalu tebal atau meninggikan kepala dari tempat tidur sehingga punggung tertopang.

Posisi tidur yang sempurna akan membuat tubuh rileks. Jika ingin mengencangkan otot pipi, tidur telentang sangat baik dilakukan secara rutin. Sebaiknya tidur dalam posisi gelap atau remang-remang karena wajah yang menantang lampu akan membuat wajah mengerut saat tertidur pulas. Saat tidur sebaiknya tidak memakai perhiasan dan pakaian agar darah bisa bersirkulasi baik sehingga tidur semakin nyenyak. Ingatlah bahwa bantal memiliki peranan yang sangat penting untuk menopang kepala dan leher dengan baik.

Tidur miring dengan bantal di antara dua lutut sangat baik untuk dilakukan karena tubuh akan merasa nyaman. Gunakan bantal untuk tidur dengan tinggi bantal pada kepala tidak terlalu tinggi sehingga seluruh bagian bahu kiri bisa menyentuh kasur dengan baik. Lalu letakkan juga bantal di antara kedua lutut. Sebaiknya memakai jenis bantal sesuai kebutuhan karena bantal juga berperan mendukung tidur yang nyenyak.

Jika di antara pinggang dan kasur ada jarak, letakkan sebuah bantal kecil agar tidak ada jarak dan pinggang menempel. Posisi miring ke kanan atau kiri bisa dikombinasi asalkan tubuh merasa nyaman, Posisi bantal harus diperhatikan karena posisinya yang tepat diantara kedua lutut  bisa menyeimbangkan posisi tulang pinggul, pelvis, dan tulang punggung.

3.  Tidur Terlentang

Tidur dengan posisi terlentang juga bisa dilakukan oleh penderita hernia asalkan menaruh bantal di bawah lutut. Cara tidur dengan posisi terlentang yang benar adalah letakkan 3 bantal dengan posisi, yaitu 1 untuk kepala, 1 untuk di bawah pinggang, dan 1 untuk di bawah lutut. Lalu tidurlah terlentang seperti biasa dengan kepala beralas bantal. Jangan lupa untuk meletakkan bantal di bagian bawah pinggang dan lutut untuk membuat tubuh melekuk dengan sempurna. Posisi ini akan membuat berat badan terdistribusikan secara merata dan tidak hanya terpusat pada satu titik. Posisi seperti ini juga baik mengobati sakit punggung. Ingatlah, penderita hernia harus memiliki tidur yang berkualitas sehingga posisi dan komposisi bantal harus benar-benar diperhatikan.

Posisi tidur terlentang lainnya yang baik untuk penderita hernia adalah dengan posisi tangan sedekap.  Tidak ada yang spesial dalam posisi ini karena posisi ini dianjurkan untuk penderita hernia dan orang yang memiliki sakit punggung, tetapi belum terlalu parah. Lakukan posisi ini hanya pada saat-saat tertentu karena kalau dilakukan terlalu sering kurang baik bagi penderita hernia. Posisi ini sangat sederhana dan mudah, hanya dengan berbaring terlentang dan menaruh tangan di atas dada dengan posisi sedekap. Dengan ditumpuknya kedua tangan akan membantu tubuh untuk menyeimbangkan berbagai bagian tubuh dengan baik karena tangan akan membantu menyebaran berat badan menjadi lebih terpusat.

3 posisi tidur sangat mudah untuk dilakukan. Kombinasikan ketiga posisi tidur tersebut agar tidak merasa bosan atau monoton. Pilihlah posisi mana yang paling sesuai sehingga hernia yang diderita bisa terobati atau setidaknya tidak semakin parah. Cara ini tidak bisa dilakukan secara instan karena tidak ada obat ataupun pereda nyeri yang bisa digunakan oleh penderita hernia. Operasi adalah cara yang biasanya direkomendasikan oleh dokter untuk mengatasi hernia.

Cara atau berbagai posisi tersebut juga bisa memperbaiki postur tubuh yang salah. Jika postur tubuh sudah benar, tentu penyakit yang diderita tidak akan semakin parah. Penderita hernia umumnya berumur di atas 40 tahun sehingga perhatikan cara tidur mereka. Jika mereka lupa tentang posisi tidur yang benar, sebaiknya diatur terlebih dahulu tempat tidurnya agar si penderita bisa tidur nyenyak.

Sponsors Link
, , , ,
Oleh :
Kategori : Gaya Hidup