Sponsors Link

Posisi Tidur Yang Baik Pasca Operasi Usus Buntu yang Wajib Diperhatikan

Sponsors Link

Usus buntu atau appendiktomi adalah pembengkakan atau infeksi pada bagian perut yang membuat organ pencernaan makanan kurang berfungsi dengan baik. Salah satu gejala awal seseorang dengan pembengkakan usus buntu adalah nyeri bagian perut sebelah kanan.

ads

Jika sakit itu sudah tidak tertahanan, maka perlu penanganan lebih lanjut yaitu salah satuya dengan operasi usus buntu. Operasi usus buntu adalah pemotongan bagian usus buntu yang mengalami pembengakakan atau peradangan. Operasi usus buntu dilakukan sebab usus buntu kehilangan fungsinya sehingga apabila usus tersebut diambil tidak akan memberikan efek apapun terhadap tubuh bahkan menyebabkan penyebab kanker usus buntu yang berbahaya.

Umumnya, operasi yang dilakukan adalah operasi terbuka. Operasi terbuka dilakukan dengan membuat sayatan perut kanan bawah kira-kira 5-10 cm. Sayatan ini bukan terletak di luar saja, tetapi ada banyak sekali lapisan perut yang mengalami sayatan yang mengakibatkan rasa sakit. Segala bentuk luka operasi akan menyebabkan rasa nyeri, namun akan sembuh seiring berjalannya waktu.

Posisi Tidur Pasca Usus Buntu

Apabila Anda baru saja melakukan operasi usus buntu, maka Anda harus memperhatikan posisi tidur yang baik untuk penyembuhan luka operasi Anda. Posisi tidur juga menjadi salah satu perhatian penting pasien setelah melakukan operasi usus buntu. Usahakan untuk selalu membuat posisi tidur Anda nyaman sehingga hal ini tidak membuat Anda kesulitan serta dapat memperlancar penyembuhan luka operasi usus buntu Anda. Posisi tidur yang nyaman adalah berganti-ganti kiri, kanan, atau terlentang.

Apabila Anda terlalu lama miring ke kanan akan membuat perut kanan terasa nyeri sebab bagian kanan adalah bekas operasi yang tidak boleh ditekan terlalu lama. Bagi orang yang tidak mengalami operasi usus buntu, mungkin bukan menjadi masalah apabila posisi tidur berganti-ganti, namun ketika Anda baru saja melakukan operasi, posisi tidur bisa dengan terlentang sebab untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Dengan posisi ini, maka tidak ada bagian tubuh yang ditekan.

Selain posisi tidur, hal-hal yang harus Anda perhatikan adalah :

  • Nutrisi

Pasien setelah operasi usus buntu, diperbolehkan untuk mengonsumsi air putih dengan jumlah minimal. Sebelum terdapat cairan yang masuk ke tubuh, dokter akan melakukan observasi dahulu selama beberapa jam agar mengetahui kesiapan Anda dalam mengonsumsi makanan atau minuman seperti sebelum melakukan operasi usus buntu.

Jika pasien tidak mengalami penyebab mual setelah makan setelah melakukan operasi usus buntu, maka pasien diperbolehkan untuk mengonsumsi bukan hanya air mineral bahkan makanan lunak yang mengandug banyak serat sehingga dapat dicerna oleh organ pencernaan selama beberapa awal pasca operasi. Contoh makanan lunak yang mudah dicerna adalah sayuran pelancar bab, susu, jus buah segar, telur, pudding, sup, nasi, daging cincang, ikan, kentang yang dipanggang, direbus atau ditumbuk serta jenis makanan lunak lainnya. Jangan terlebih dahulu mengonsumsi makanan berat apalagi berminyak beberapa hari setelah melakukan operasi usus buntu karena menyebabkan diare atau mual.

Anda hanya akan disarankan minum air mineral yang cukup sekitar 8-10 gelas setiap hari agar tidak mengalami dehidrasi dan memperlancar pembuangan air besar. Jika tubuh dirasa kembali normal, Anda dapat mengambil manfaat madu bagi pencernaan yang dapat mengembalikan tubuh Anda pasca operasi usus buntu.[AdSense_B]

  • Aktifitas Fisik

Setelah operasi usus buntu, selama 1-2 hari Anda harus tinggal di rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan laboratorium lanjutan. Jika tidak terdapat komplikasi dan penyembuhan sesuai dengan yang diharapkan, maka Anda boleh pulang untuk melakukan aktivitas seperti biasa walaupun dengan beberapa aturan.

Aktivitas yang mungkin boleh dilakukan adalah seperti duduk di tempat tidur, berjalan kaki dengan jarak pendek, atau olahraga ringan sesuai dengan kemampuan Anda.

  • Perawatan Luka

Usahakan untuk mengganti balutan perban sesuai dengan instruksi dokter bedah. Cuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh daerah sekitar luka operasi usus buntu untuk menghindari infeksi. Hubungi dokter segera jika terdapat nanah di sekitar daerah luka operasi tersebut.

Anda pun tidak dianjurkan untuk berendam atau membasahi daerah luka operasi jika jahitan belum diangkat atau belum dinyatakan dalam keadaan baik. Jangan menggunakan pakaian yang membuat gesekan dengan luka operasi sehingga tidak menyebabkan resiko trauma yang dapat memperlambat penyembuhan luka. Usahakan untuk memeriksa ke dokter secara teratur.

Sponsors Link

  • Penangangan Nyeri

Menghilangkan nyeri dapat dilakukan dengan atau tanpa obat-obatan. Penanganan nyeri tanpa obat dapat Anda lakukan dengan rajin mendengarkan musik, bermain game, bercengkrama dengan keluarga atau aktivitas lainnya. Cara ini sangat efektif dalam membantu Anda membuat rasa nyeri menjadi tidak terasa.

Selain itu, Anda juga dapat meletakkan banta; pada daerah perur dengan tekanan minimal. Sedangakan penanganan nyeri dengan obat, Anda dapat mengonsumsi obat anti inflamasi non sterois (NSAID) seperti ibuprofen, aspirin, ketoprofen dan naproxen. Efek samping dari penggunaan obatv NSAID adalah nyeri perut, pendarahan saluran cerna serta retnsi cairan tubuh yang didapatkan apabila menggunakan obat-obatan tersebut dalam jangka waktu yang lama.

Obat golongan opoid seperti morfin, oxycodone dan hidromorfon dapat Anda konsumsi untuk mengatasi nyeri hebat. Efek samping dari opioid adalah rasa kantuk, tekanan darah, detak jantung dan pernapasan yang turun, ruam kulit, gatal, konstipasi, mual, dan sulit berkemih.

Demikian hal-hal yang harus Anda perhatikan terutama posisi tidur yang baik setelah operasi usus buntu. Sebab selain nutrisi, aktifitas fisik, perawatan luka dan penanganan nyeri, posisi tidur yang baik juga akan mempengaruhi proses pemulihan Anda pasca melakukan operasi usus buntu. Semoga bermanfaat.

Sponsors Link
, , ,
Oleh :
Kategori : Usus Buntu