Sponsors Link

Posisi Tidur Saat Maag Kambuh yang Wajib Anda Ketahui dan Perhatikan

Sponsors Link

Penderita maag harus memerhatikan posisi tidur terutama sakit maag kronis yang sering kambuh sehingga mengalami kesulitan tidur pada malam hari. Gejala maag kambuh yang menjengkelkan antara lain rasa nyeri ulu hati dan perut seperti terbakar yang mengganggu sehingga sering terbangun saat nyenyak tertidur. Penelitian membuktikan, 1 dari 4 orang penderita sakit maag mengalami gangguan tidur akibat gejala yang muncul pada malam hari.

ads

Penderita sakit maag biasanya mengalami insomnia sehingga aktivitas keesokan hari terganggu karena mengantuk. Posisi tidur biasanya tidak berubah dan menjadi ciri khas seseorang. Saat tidur pakailah baju yang longgar karena baju yang ketat memberikan tekanan pada perut terutama ketat pada pinggang sehingga gejala asam lambung akan kambuh. Ketika duduk, berdiri, tidur berhubungan dengan gaya gravitasi yang membuat asam lambung bekerja di lambung. Apa yang harus dilakukan oleh para penderita sakit maag untuk mencegah kambuh pada malam hari? Berikut penjelasan tentang posisi tidur saat maag kambuh pada malam hari.

  1. Tidur Miring ke Kiri

Ubahlah posisi tidur untuk menghindari gangguan asam lambung. Pada awalnya mungkin sulit karena sudah terbiasa dengan posisi tidur tertentu seperti tidur telentang. Bagi penderita sakit maag, tidur miring ke kiri adalah pilihan terbaik karena posisi ini akan membuat rileks sehingga gejala maag tidak akan kambuh secara tiba-tiba pada malam hari. Dokter merekomendasikan orang untuk tidur miring sehingga gaya gravitasi bisa terjaga untuk menjaga isi perut. Bagi orang-orang yang tidak memiliki penyakit maag, tidur miring ke kanan lebih bagus daripada menghadap kiri karena posisi ini bisa melindungi jantung dari posisi tertindih atau tertekan organ lainnya. Selain itu, tidur miring menghadap ke kiri karena lambung terletak di kiri perut sehingga posisi lambung lebih rendah saat tidur dengan posisi seperti ini.

Namun, tidak selamanya demikian karena tidur miring ke kiri dapat memberikan manfaat untuk kesehatan terutama bagi orang yang memiliki gangguan asam lambung. Penderita gangguan maag dan asam lambung dengan gejala rasa panas terbakar di perut (heartburn) karena posisi yang salah dapat membuat asam lambung masuk ke kerongkongan dan memicu insomnia. Tidur menghadap kiri bisa menenangkan asam lambung sehingga tidak bergejolak karena sambungan antara perut dan kerongkongan tidak terbuka, meskipun kadar asam lambung sedang tinggi.

Naiknya asam lambung memang bisa dicegah dengan posisi tidur miring ke kiri karena posisi ini terbaik bagi penderita maag. Bahkan, posisi ini juga baik bagi wanita hamil karena aliran darah menjadi lebih lancar sehingga kaki dan tangan tidak akan merasa kram. Para peneliti melakukan survei kepada hampir 15.300 orang yang dipublikasikan dalam jurnal Chest, hasilnya adalah 25% mengalami gangguan asam lambung pada malam hari sehingga tidur mereka terganggu dan menyebabkan masalah kesehatan lainnya.

  1. Tidur dengan Posisi Kepala yang Tinggi

Naikkan kepala sekitar 6 hingga 8 inci dari tempat tidur atau kasur untuk mencegah asam lambung naik ke arah kerongkongan (esophagus). Posisi tidur yang nyaman dengan meninggikan kepala saat tidur juga bisa mengurangi rasa nyeri di perut. Bagaimana cara untuk meninggikan kepala? Caranya adalah menumpuk bantal sehingga kepala berada di posisi yang paling nyaman dan jangan membuat leher terasa pegal atau sakit dengan posisi yang tidak nyaman. Jika sulit untuk mengukur dalam ukuran inci bisa juga memperkirakan tinggi kepala sekitar 30 derajat. Hal ini dinilai bisa mengurangi efek gravitasi bumi terhadap tubuh sehingga produksi asam di lambung memiliki risiko yang lebih kecil untuk naik ke kerongkongan.

Jadi, risiko mengalami serangan maag karena naiknya asam lambung semakin kecil. Dokter biasanya menganjurkan para penderita maag untuk mengangkat kepala sekitar 10 hingga 15 cm saat tidur. Beberapa merekomendasikan bantal yang bisa menopang tubuh dengan benar dari pinggang sampai setinggi 10-25 cm untuk mencegah refluks asam lambung. Cara ini dapat bekerja karena memanfaatkan gravitasi untuk menurunkan makanan di perut. Ingatlah selalu kalau berbaring di tempat tidur yang datar dan bantal dengan posisi rendah bisa menyebabkan mulas yang lebih serius karena kerongkongan dan perut berada pada posisi yang sama sehingga asam lambung mudah mengalir ke kerongkongan.

Sponsors Link

Jadi tidur dengan posisi kepala yang rendah atau datar harus dihindari agar bisa tidur dengan nyenyak tanpa terganggu dengan asam lambung yang naik. Tidur dalam posisi telentang terutama bagi penderita obesitas tidak boleh dilakukan karena tekanan yang besar dari perut akan menekan lambung sehingga memaksa isinya untuk naik. Namun, posisi telentang sesekali mungkin karena tubuh terasa pegal asalkan posisi kepala lebih tinggi dari tubuh.

Posisi Tidur Saat Maag Kambuh  yang Harus Dihindari

Selain posisi tidur yang tepat, penderita maag harus menghindari posisi tidur yang akan menyebabkan maag kambuh sehingga terbangun pada malam hari. Berikut penjelasannya.

  1. Hindari Tidur Telentang dan Tengkurap

Cara untuk mencegah serangan sakit maag adalah memilih posisi tidur yang tepat. Para penderita maag harus menghindari posisi tidur telentang terutama kalau orang tersebut mengalami obesitas alias kelebihan berat badan sebagai dampak kelebihan karbohidrat. Tidur telentang bisa menyebabkan tekanan di rongga perut meningkat. Tekanan yang besar bisa memicu lambung untuk memaksa isinya keluar dengan  cara muntah. Jika ingin tidur telentang karena badan terasa pegal atau tidak enak setelah makan, kepala sebaiknya berada pada posisi lebih tinggi 15-16 sentimeter dari tubuh dengan diganjal bantal.

ads

Jika kepala dalam posisi sejajar atau justru lebih rendah dari tubuh akan menyebabkan asam lambung naik ke tenggorokan atau cairan di lambung berbalik naik ke kerongkongan. Tidur tengkurap juga tidak dianjurkan bagi penderita maag atau orang-orang yang ingin menghindari penyakit tersebut, apalagi orang yang perutnya buncit atau obesitas. Lambung itu seperti kantong yang elastis jika terdorong akan mengeluarkan apapun yang ada di dalamnya.

  1. Hindari Miring ke Kanan

Jika punya penyakit maag yang parah harus menghindari posisi tidur miring ke kanan. Seseorang yang tidur menghadap (miring) ke kanan ternyata bisa meningkatkan potensi terjadinya serangan maag. Mengapa demikian? Karena tidur miring ke kanan bisa menyebabkan relaksasi otot spincther, yaitu bagian yang menjadi pembatas yang memisahkan lambung dan kerongkongan (esophagus). Relaksasi otot terutama otot kerongkongan bisa memicu naiknya asam lambung. Bagi penderita maag, tidur miring ke kanan membuat esophageal sphincter (saluran antara perut dan kerongkongan) melemah sehingga asam lambung naik ke kerongkongan maka lambung (perut) terasa perih. Posisi tidur miring ke kanan juga akan membuat otot pintu kerongkongan (esophagus) melemah karena menjadi penyebab asam lambung naik secara mendadak.

Berdasarkan penelitian yang dilaporkan dalam The Journal of Clinical Gastroenterology, tidur dengan posisi miring ke kanan bagi penderita maag akan meningkatkan asam lambung ke kerongkongan dan membutuhkan waktu yang lama untuk menghilangkannya. Akibatnya, penderitanya akan merasa tidak enak terutama saat tidur pada malam hari. Tidur miring ke kiri disarankan agar tidur lebih nyenyak sehingga mencegah atau mengobati insomnia. Gangguan maag pada malam hari memang lumrah terjadi, tetapi penyakit ini bisa berbahaya jika tidak diobati secepatnya terutama kalau mengalami refluks asam lambung yang menyebabkan muntah atau kesulitan menelan. Segera berkonsultasi ke dokter untuk perawatan medis karena dokter lebih tahu pengobatan apa yang tepat untuk penderita maag akut.

Berkonsultasi dengan dokter demi kesehatan lambung dan perut secara keseluruhan. Porsi yang lebih besar berarti perut menerima makanan yang lebih banyak sehingga memakan waktu lebih lama untuk mencerna sepenuhnya. Semakin lama makanan berada di perut maka semakin besar kemungkinan menyebabkan refluks di lambung. Makan saat larut malam juga sebaiknya dihindari karena membutuhkan waktu lebih lama bagi lambung untuk mencerna. Selain itu, esophageal sphincter  menjadi lebih rendah posisinya daripada orang normal sehingga menyebabkan makanan lebih mudah menuju kerongkongan. Hindari bahaya makan sebelum tidur terutama kalau tengah malam karena bisa menjadi penyebab makanan sulit dicerna. Makan dengan rentang waktu yang jauh dari waktu tidur akan memberi kesempatan kepada lambung untuk mencerna makanan sehingga makanan yang dikonsumsi akan turun ke usus sehingga kondisi lambung menjadi kosong dan mengurangi kemungkinan asam lambung naik pada saat tidur.

Banyak penderita maag yang belum tahu tentang pentingnya posisi tidur walaupun sering mengalami maag kambuh pada malam hari saat terlelap. Terbangun dari tidur tentu menyebalkan karena sulit lagi untuk tidur padahal tubuh butuh istirahat terutama setelah sibuk seharian melakukan rutinitas. Tidak jarang orang yang kurang tidur bisa terkena penyakit lainnya yang lebih parah dari maag. Siapapun tidak boleh meremehkan kualitas dan posisi tidur terutama para penderita maag. Posisi tidur yang tepat sesuai dengan kondisi tubuh termasuk saat keadaan sehat tanpa sakit apapun akan menentukan kualitas tidur. Saat makan harus mengunyah dengan seksama karena makanan yang dikunyah dengan baik akan bercampur dengan enzim dan probiotik dalam mulut sehingga tidak menyiksa lambung dengan memaksanya untuk bekerja keras. Selain itu, biasakan untuk mengunyah permen karet setelah makan sebagai cara menghilangkan rasa mual karena maag. Berdasarkan sebuah penelitian, permen karet bisa merangsang produksi ludah yang bersifat alkali sehingga mampu menetralkan asam lambung. Perhatikan posisi tidur agar bisa tidur dengan nyenyak sepanjang malam.

Sponsors Link
, , ,
Oleh :
Kategori : Maag