Sponsors Link

Waspadai! Perut Sering Lapar dan Kembung: Bahaya, Penyebab dan Penanganannya

Sponsors Link

Apakah anda sering merasa kembung dan rasa lapar? Anda merasa bahwa anda baru saja makan tetapi tidak beberap lama perut anda merasa lapar lagi. Walaupun begitu, perut anda terasa penuh oleh angin dan tidak nyaman. Apakah itu berbahaya? Perut sering lapar dan kembung disebabkan oleh penyakit yang disebut dispepsia. Dispepsia adalah penyakit dimana perut dan sistem pencernaan lain merasa tidak enak. Kontraksi tersebut dapat terjadi pada saat kita terlambat makan. Maka yang terjadi adalah perut kita akan merasa kembung dan cepat lapar dan juga rasa tidak nyaman. Dispepsia bukanlah penyakit yang serius dimana membutuhkan penanganan yang serius tetapi, jika dibiarkan penyakit ini bisa menjadi kronis dan membahayakan anda. (Baca juga: Tumor Perut Membesar)

ads

Dispepsia dapat terjadi karena pola makan yang tidak teratur sehingga mengganggu kerja dari sistem pencernaan sendiri. Dispepsia bisa sembuh asalkan kita membiasakan untuk makan tepat waktu. Dispepsia sangatlah berbeda dengan maag. Jika maag hanya terjadi di bagian lambung, maka dispepsia terjadi dan melibatkan seluruh sistem pencernaan. Istilah yang bisa dibilang untuk dispepsia adalah pencernaan yang sedang bermasalah. Mari kita lihat satu persatu bahaya, penyebab, dan penanganan dari dispepsia.

Bahaya

Bahaya dari dispepsia sendiri tidak secara langsung dapat mempengaruhi aktivitas tubuh tetapi, jika dispepsia dibiarkan terus, maka yang terjadi adalah dispepsia yang parah. Dispepsia dapat terjadi pada siapa saja dan dimana saja.

Penyebab

Penyebab timbulnya dispepsia adalah sebagai berikut

  • Pola makan yang berantakan

Pola makan yang berantakan dapat menimbulkan penyakit dispepsia. Sistem pencernaan menjadi kacau dan menimbulkan permasalahan didalam organ pencernaan. Pola makan yang berantakan misalnya seseorang sedang melakukan diet tidak makan makanan tertentu. Akan tetapi, orang tersebut malah mengisi perutnya dengan makanan cepat saji, makanan yang mengandung micin, minum minuman kemasan, minum minuman keras, dsb. Padahal hal-hal tersebut dapat merusak organ pencernaan dalam jangka waktu kedepannya. (Baca juga: Buah Penyebab Sembelit)

  • Maag

Maag juga merupakan salah satu penyebab timbulnya dispepsia. Gejala dari maag adalah perut yang merasa penuh, nyeri hingga ke ulu hati, adanya kontraksi lambung, dsb. Gejala-gejala dari maag tersebut dapat menimbulkan dispepsia pada sistem pencernaan tubuh anda. Meskipun memiliki gejala yang hampir sama dengan penyakit maag, tetapi dispepsia tidak hanya menyerang lambung saja. Dispepsia juga bisa menyerang bagian pencernaan lainnya selain lambung.

  • Sensitifnya saluran pencernaan

Sensitifnya organ pencernaan dapat menimbulkan rasa nyeri dan perih didalamnya. Ini dapat terjadi di bagian lambung dan usus halus. Lambung dan usus halus yang tidak siap menerima makanan yang menimbulkan kontraksi didalam sistem pencernaan karena, hal ini dapat menyebabkan reaksi yang tidak nyaman bagi tubuh.

Selain dari makanan, hal ini juga dapat terjadi karena lambung dan usus halus sensistif terhadap rangsangan pengembangan di bagian lambung, asam yang terdapat pada lambung, asam yang terdapat pada empedu dan lemak. Ini dapat membuat adanya nyeri, bersendawa, dan rasa mual. (Baca juga: Makanan Penyebab Infeksi Usus)

  • Asam yang terdapat pada lambung keluar berlebihan

Asam lambung yang dikeluarkan terlalu banyak dan juga proses pembersihan asam lambung dapat mengakibatkan nyeri karena adanya iritasi pada lambung yang bisa membuat rasa sakit pada ulu hati.

Sponsors Link

  • Stres

Stres dapat membuat adanya kontraksi pada lambung terjadi dan menyebabkan perihnya lambung. Stres hingga depresi dapat mengganggu kerja pencernaan. Semakin tinggi stress, semakin tinggi juga kemungkinan anda dapat menderita dispepsia. (Baca juga: Maag Sering Bersendawa)

Penanganan

Penanganan dispepsia ada 2 macam yaitu :

  • Dengan obat

Mengonsumsi obat-obatan yang dianjurkan dokter dapat membantu menyembuhkan dispepsia. Obat-obatan yang dikonsumsi sifatnya umum seperti obat penurun asam lambung dan obat infeksi lambung. Obat-obatan yang dikonsumsi untuk menyembuhkan dispepsia sifatnya ringan dan tidak memiliki efek samping yang begitu berarti. Hanya beberapa obat saja yang memiliki efek samping yang berat. Sangat disarankan untuk membeli obat yang diberikan dokter saja.

Sponsors Link

Jika anda membelinya sembarangan dengan bermodalkan bertanya pada petugas di apotek bisa jadi obat yang anda beli tidak memberikan efek untuk tubuh anda. Dokter lah yang mengerti betul kondisi anda sehingga dapat menganjurkan obat-obatan yang sesuai dan dapat diterima tubuh anda. Antibiotik mungkin juga akan disarankan oleh dokter. Jika antibiotik disarankan maka yang harus anda lakukan adalah menghabiskannya. (Baca juga: Pantangan Makanan Dispepsia)

  • Mengubah pola hidup sehat

Ada beberapa cara untuk dapat menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan anda sehari-hari:

  1. Tidak dianjurkan untuk makan dalam porsi yang besar, usahakan untuk anda dapat makan sedikit-sedikit tapi sering. Jangan hanya makan dua hingga tiga kali tapi porsi yang anda makan adalah porsi besar.
  2. Setelah makan jangan langsung tidur atau berbaring, setelah makan anda sebaiknya dapat menunggu 2 jam sampai makanan tersebut benar-benar sudah dicerna. Langsung tidur setelah makan dapat membuat perut buncit.
  3. Hindari makanan dengan kadar keasaman yang tinggi, makanan dengan kadar keasaman yang tinggi dapat melukai lambung. Lambung dapat mengalami kontraksi sehingga bisa menyebabkan dispepsia.

Setelah dijelaskan panjang lebar mengenai bahaya, penyebab, dan penanganan perut sering lapar dan kembung, maka anda dapat menentukan sikap untuk menjadi lebih baik atau tidak. Ubah pola makan anda sejak hari ini maka, pencernaan anda akan lebih baik.

Sponsors Link
, , , , , ,