Sponsors Link

Perut Sakit Setelah Makan Nasi: Penyebab, Gejala Dan Penanganannya

Sponsors Link

Jika Anda pernah mengalami mual atau perut sakit setelah makan nasi, bisa jadi karena memang porsi makannya yang terlalu berlebihan. Hal tersebut tergolong kondisi normal saja. Namun, ketika reaksi mual dan perut sakit setelah makan nasi sudah terlalu sering terjadi dan berlangsung dalam jangka panjang, maka hal ini perlu diwaspadai. Bisa jadi perut sakit seperti kram tersebut disebabkan oleh gangguan secara fisik dalam tubuh Anda, atau gangguan yang bersifat psikis.

ads
  • Penyebab Perut Sakit Setelah Makan Nasi

Perut yang terasa sakit setelah mengkonsumsi nasi bisa jadi karena gangguan fisik maupun gangguan psikis.

Gangguan secara fisik penyebab perut perih setelah makan nasi adalah:

  1. Naiknya asam lambung (maag, gastritis, GERD)
  2. Terjadi infeksi dalam sistem pencernaan makanan karena konsumsi makanan yang tidak hygienis
  3. Keracunan makanan
  4. Kebiasaan merokok, minum kopi/kafein, dan minum minuman alkohol
  5. Sedang hamil
  6. Alergi terhadap kandungan tertentu dalam hal ini nasi
  7. Efek samping setelah mengkonsumsi obat-obatan sehingga nasi membuat mual
  8. Sindrom PMS (Pra Menstruasi Sindrome)

Gangguan psikis penyebab perut sakit setelah makan nasi:

  1. Anxiety disorder atau gangguan kecemasan
  2. Sedang dalam kondisi stress
  3. Mengalami bulimia
  • Gejala Sakit Perut Setelah Makan Nasi

Reaksi perut sakit setelah makan sesuatu termasuk nasi memiliki gejala yang mirip dengan tukak petik. Hal tersebut disebabkan terdapat luka dalam usus dan lambung sehingga pencernaan makanan terganggu. Adapun gejalanya meliputi:

  1. Perut seperti diaduk-aduk sehingga memicu rasa mual hingga muntah,
  2. Perut terasa nyeri pasca makan nasi,
  3. Perut terasa begah setelah makan nasi atau kembung seperti masuk angin,
  4. Mengalami diare atau konstipasi.
  • Penanganan Perut Sakit Setelah Makan Nasi

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menangani kondisi tersebut, yakni:

  1. Mengganti nasi dengan makanan sejenis yang juga mengandung karbohidrat, misalnya singkong, roti, gandum, jagung, atau sagu.
  2. Membagi menu makanan nasi dalam porsi yang lebih kecil namun frekuensi makannya lebih sering.
  3. Konsumsi air cukup secara cukup jangan sampai kurang.
  4. Melakukan olah manajemen stress agar kondisi fisik serta nafsu makan membaik.
  5. Atur porsi olahraga fisik agar tidak terlalu berlebihan.

Timbulnya kondisi perut sakit saat makanan masuk karena suatu jenis makanan dapat menghilang dengan konsumsi jenis makanan lain. Untuk itulah, sangat perlu untuk menghindari makanan yang menjadi pemicu perut sakit agar jangan sampai muntah. Apalagi nasi di sini adalah makanan pokok yang menjadi sumber asupan karbohidrat yang sangat penting dikonsumsi tubuh karena sebagai salah satu sumber energi. Namun, jika setelah makan nasi perut malah sakit, gantilah sumber energi Anda dengan makanan karbo lainnya.

Jenis makanan yang mengandung karbo lainnya semisal jagung, gandum, singkong, atau sagu. Kue ataupun roti juga memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi. Nah, apabila gejala sakit perut telah berkurang, silakan coba untuk mengkonsumsi nasi lagi. Namun, pastikan nasinya dimasak hingga lunak dan makanlah dalam porsi kecil tapi sering. Makan dengan teratur, kurangi stres, dan imbangi dengan istirahat cukup.

Sponsors Link

  • Pencegahan Perut Sakit Setelah Makan Nasi

Jika setelah melakukan setiap lengkap penanganan sakit perut, namun gejalanya tak kunjung hilang, perut sakit seperti ditusuk-tusuk, semakin nyeri, sesak napas, mual-mual, muntah, hingga mengalami penurunan berat badan yang drastis, segera konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam. Dokter akan memberikan pengobatan dan perawatan secara medis sehingga penyakit tidak semakin parah. Setelah itu, agar sakit perut bagian atas tengah pasca makan nasi tidak kambuh lagi, lakukan beberapa cara untuk mencegahnya seperti berikut ini:

  1. Biasakan makan secara perlahan dan kunyah hingga lembut.
  2. Makanlah dengan porsi kecil tapi sering, ganti nasi dengan sumber karbohidrat lain jika perlu.
  3. Jangan langsung banyak beraktivitas pasca makan.
  4. Biasakan minum sebelum dan setelah makan.
  5. Hindari penyebab stress dan selalu berpikiran positif.
  6. Jangan merokok dan jangan konsumsi alkohol atau kafein.

Sponsors Link
, , , , ,