Sponsors Link

Perut Buncit Setelah Makan: Penyebab, Bahaya dan Pengobatan

Sponsors Link

Setelah makan, normalnya perut akan terasa kenyang dan tubuh akan terasa berenergi. Akan tetapi, bagaimana apabila rasa kenyang tersebut diiringi dengan perut tiba-tiba membesar? Tentunya akan sangat mengesalkan, terlebih lagi jika perut buncit setelah makan tersebut disertai dengan gejala berupa perut keram, bersendawa, atau buang gas berlebihan. Kejadian tersebut terlebih lagi bisa sangat memalukan apabila Anda sedang berada di tempat umum.

ads

Penyebab Perut Buncit Setelah Makan

Sebenarnya apa saja sih penyebab perut buncit setelah makan itu? Mengapa setelah makan menyebabkan perut buncit? Penyebab umum perut buncit setelah makan adalah karena makanan tidak dicerna dengan sempurna oleh organ pencernaan. Selain itu, pemilihan jenis makanan juga berpengaruh terhadap perut buncit setelah makan. Di bawah ini adalah penjelasan lebih lanjut mengenai penyebab perut buncit setelah makan.

  • Jenis Makanan yang Dikonsumsi

Semua jenis makanan sebenarnya dapat memicu terjadinya perut buncit setelah makan. Makanan yang mengandung karbohidrat, lemak, dan protein dapat memicu perut buncit terjadi. Berikut ini adalah beberapa jenis makanan yang menjadi pemicu perut buncit pada umumnya:

  • Apel
  • Produk susu
  • Kacang-kacangan
  • Kembang kol
  • Kol
  • Bawang
  • Buah persik
  • Buah pir
  • Selada
  • Soda
  • Minuman beralkohol
  • Singkong

Makanan yang mengandung pemanis buatan juga bertanggung jawab dalam membuat perut buncit, terutama apabila orang yang memakannya tidak mampu untuk mencerna pemanis buatan.

Selain itu, makanan perangsang gerakan peristaltik usus dan lambung juga dapat menyebabkan perut buncit, sebab jenis makanan ini dapat membuat sistem pencernaan memproduksi gas di dalam tubuh yang berlebih. Jenis makanan tersebut di antaranya:

  • Makanan pedas
  • Makanan asam
  • Santan

Selain jenis makanan di atas, makanan mengandung garam tinggi juga dapat menyebabkan perut buncit setelah makan

  • Kurangnya Produksi Asam Lambung

Tubuh kita memproduksi asam hidrokolik yang berperan dalam mengaktifkan enzim untuk mencerna makanan. Tanpa asam lambung yang cukup, sistem pencernaan tidak akan mampu mencerna makanan dengan sempurna. Salah satu akibatnya adalah perut buncit setelah makan.

Sayangnya, produksi asam lambung akan menurun seiring dengan bertambahnya usia. Setelah umur 60 tahun, beberapa orang akan sering mengalami gangguan pencernaan akibat dari sedikitnya asam lambung yang diproduksi oleh tubuh.

Selain karena faktor usia, produksi asam lambung oleh tubuh juga akan berkurang akibat dari penggunaan obat tertentu. Obat yang mengandung antasida dan obat penghalang asam adalah obat yang dapat mengurangi produksi asam lambung.

  • Kurangnya Enzim Pencernaan
Sponsors Link

Penyebab lain perut buncit setelah makan adalah kurangnya enzim di dalam saluran pencernaan. Peran enzim dalam metabolisme yakni sebagai pemecah makanan menjadi partikel yang mudah dicerna oleh organ pencernaan. Sayangnya, sama seperti produksi asam lambung, produksi enzim juga akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia.

Kekurangan enzim dapat menyebabkan intoleransi makanan, yakni keadaan ketika seseorang tidak dapat mencerna jenis makanan tertentu. Beberapa jenis intoleransi makanan yang umum terjadi antara lain:

  • Intoleransi laktosa, akibat dari kurangnya enzim laktase
  • Intoleransi fruktosa, akibat dari kurangnya enzim pencerna fruktosa
  • Intoleransi histamine
  • Intoleransi kafein

Apabila Anda mengalami perut buncit setelah makan, ada kemungkinan Anda kekurangan enzim pencernaan atau memiliki masalah intoleransi makanan tertentu.

  • Tidak Seimbangnya Populasi Bakteri di Dalam Usus

Pada kondisi yang normal, ekosistem di dalam usus terdiri dari bakteri baik, bakteri jahat, dan ragi jamur (Candida). Ketika koloni mikroba tersebut tidak seimbang, maka gangguan akan terjadi. Apabila sistem pencernaan tidak memproduksi asam lambung dan enzim yang cukup untuk mencerna makanan, Candida dan bakteri jahat akan berkembang biak dari memakan gula, protein, dan nutrisi lain yang tidak tercerna. Ragi jamur dan bakteri jahat juga akan memfermentasikan makanan yang gagal dicerna. Jika itu terjadi, produksi gas besar-besaran pun akan terjadi. Akibatnya, perut buncit dan perut kembung setelah makan.

Sponsors Link

Bahaya Perut Buncit Setelah Makan

Perut buncit setelah makan tentunya akan berbahaya apabila dibiarkan saja. Hal itu dikarenakan perut buncit setelah makan dapat menjadi pertanda bahwa sedang ada masalah pada sistem pencernaan. Selain itu, memiliki perut buncit juga dapat merusak penampilan dan mengurangi tingkat kepercayaan diri seseorang. Oleh sebab itu, segera lakukan penanganan untuk mengatasi perut buncit setelah makan. Meminta saran dokter juga dapat dilakukan jika memang dianggap perlu atau muncul gejala serius lain yang menyertai perut buncit setelah makan.

Pengobatan Perut Buncit Setelah Makan

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan di rumah sebagai cara menghilangkan perut buncit setelah makan:

  1. Minum banyak air putih untuk membantu mengurangi rasa sakit dan kembung
  2. Minum air hangat
  3. Jangan langsung tidur setelah makan
  4. Konsumsi makanan yang mengandung probiotik
  5. Hindari meminum obat pereda sakit untuk mengurangi rasa sakit apabila perut buncit setelah makan disertai dengan rasa sakit perut
  6. Kurangi konsumsi makanan mengandung gas tinggi
  7. Hindari makanan mengandung lemak tinggi
  8. Makan dalam porsi sedikit dengan frekuensi sering
  9. Olah raga yang teratur

Apabila cara di atas tidak membantu mengobati perut buncit setelah makan, segera hubungi dokter untuk dilakukan pemeriksaan. Dokter kemudian akan memberikan penanganan yang tepat untuk mengobati perut buncit setelah makan yang diderita.

Sponsors Link
, , , ,
Oleh :