Sponsors Link

7 Pertolongan Pertama Muntah Darah untuk Pencernaan yang Wajib Anda Lakukan

Sponsors Link

Muntah darah (hematemesis) menunjukkan gejala saluran pencernaan yang lebih mendominasi seperti nyeri perut, perut bengkak, dan mual. Penderita muntah darah akan memuntahkan darah terlebih dahulu dan terkadang disertai batuk yang tidak lazim. Darah yang dikeluarkan pada muntah darah biasanya tidak berlendir dan darah biasanya berwarna merah tua karena telah bercampur dengan asam lambung seperti keracunan makanan. Jika darah berasal dari pembuluh darah yang pecah di kerongkongan, warna darah tidak setua daripada darah yang berasal dari lambung. Muntah darah biasanya mengeluarkan isi yang lebih berat karena disertai sisa makanan yang belum sempat diolah oleh lambung. Muntah darah biasanya berasal dari saluran pencernaan yang sudah bercampur dengan asam lambung sehingga darah bersifat asam.

ads

Muntah darah tidak hanya dialami oleh orang dewasa, anak-anak bahkan bayi juga dapat mengalami muntah darah. Bayi yang baru lahir hingga seminggu pertama dapat mengalami muntah darah. Jika kondisi bayi terlihat baik-baik saja, orangtua sebaiknya tidak merasa khawatir. Darah yang dimuntahkan oleh bayi umumnya adalah darah ibu yang tidak sengaja tertelan oleh bayi saat bayi dilahirkan terutama kalau proses persalinannya normal (bukan caesar). Sebaiknya periksakan bayi ke dokter agar bisa diperiksa lebih lanjut atau memastikan darah yang dimuntahkan bayi adalah darah si ibu atau bukan. Dokter akan memeriksanya di laboratorium sehingga bisa dipastikan darah apa yang dimuntahkan si bayi. Bayi bisa muntah darah karena mengalami sakit yang serius biasanya karena mukosa lambung mengalami erosi akibat kadar hormon kortisol yang tinggi. Peningkatan kadar hormon kortisol pada bayi disebabkan oleh infeksi yang berat. Muntah darah biasanya dapat juga terjadi karena mimisan akibat pembuluh darah di lapisan hidung pecah sehingga darahnya tertelan dan masuk ke lambung anak, lalu dimuntahkan kembali.

Penyebab Muntah Darah

Hematemesis disebabkan oleh penyakit tertentu, cedera yang parah biasanya akibat kecelakaan, atau konsumsi obat-obatan tertentu. Penyebab-penyebab muntah darah berdasarkan asal perdarahan sebagai berikut:

  1. Perdarahan yang berasal dari kerongkongan (esophagus) biasanya disebabkan oleh varises esofagus yang timbul akibat sirosis, esofagitis atau peradangan pada esophagus karena penyakit GERD (asam lambung akut), kanker esofagus, dan Sindrom Mallory Weiss, yaitu perdarahan akibat lapisan esofagus atau lambung robek karena adanya tekanan secara tiba-tiba di lambung atau esofagus seperti batuk dan muntah yang terjadi terus menerus.
  2. Perdarahan yang berasal dari lambung biasanya disebabkan oleh tukak atau luka di lapisan lambung, maag sering muntah, efek samping dari obat aspirin dan OAINS, infeksi bakteri pylori pada lambung, gastritis, tanda tanda asam lambung naik, dan kanker lambung. Sindrom Dieulafoy juga bisa menyebabkan muntah darah, yaitu kondisi di mana ada arteri yang menonjol dari dinding lambung. Waspadai bahaya muntah darah karena maag kronis.
  3. Perdarahan di usus dua belas jari (duodenum) yang disebabkan oleh Ulkus duodenum dan lapisan duodenum yang meradang.
  4. Hipertensi portal, yaitu sebuah kondisi yang ditandai dengan tekanan darah tinggi di dalam pembuluh darah portal yang mendistribusikan ke hati.
  5. Penyakit di organ hati seperti gagal hati yang kronis, hepatitis pada pecandu alkohol, dan penyakit kronis yang menyebabkan parut pada sel-sel hati (sirosis hati).
  6. Penyebab umum lainnya seperti jenis jenis keracunan makanan, darah mimisan yang tertelan dan dimuntahkan, kelainan pembuluh darah di saluran pencernaan atas akibat pankreatitis akut, cedera di saluran cerna, dan kanker di daerah lain yang menyebar ke saluran cerna seperti kanker pankreas.

Pertolongan Pertama Muntah Darah

Muntah darah umumnya menimbulkan anemia yang lebih cepat dengan gejala antara lain kulit dan mata memucat, lemah, letih, lesu, jantung berdebar, serta sesak napas. Para penderita muntah darah biasanya mengalami diare disertai lendir darah atau mengeluarkan tinja yang warnanya berubah menjadi kehitaman. Konsultasi ke dokter segera untuk pemeriksaan lebih lanjut dan pengobatan yang sesuai dengan penyebabnya. Jika terlambat, muntah darah bisa menyebabkan kematian. Lalu hal-hal apa saja yang harus dilakukan sebagai pertolongan pertama muntah darah?

Sponsors Link

  1. Jika penderita mengalami tekanan atau shock, sebaiknya tenangkan terlebih dahulu dengan membiarkannya berbaring di kasur. Penderita harus berbaring dengan posisi telungkup atau miring (boleh ke kiri atau ke kanan) untuk menghindari darah yang telah dimuntahkan masuk ke saluran napas. Penderita tidak boleh mengalami stres dan panik karena darah yang dikeluarkannya. Muntah darah masih tergolong wajar. asalkan darah yang dikeluarkan tidak sampai 1/2 gelas per hari. Saat penderita sudah merasa tenang dan rasa mual menghilang, lalu berikan susu tawar steril untuk diminum agar perutnya terisi nutrisi. Sarankan kepada penderita untuk memuntahkan semua darah yang memang dirasa akan keluar hingga kondisi kembali lega. Darah yang ingin keluar kalau ditahan akan menggumpal di dalam tubuh, risikonya lebih tinggi jika darah yang menggumpal itu tidak keluar.
  2. Berikan obat antasida (obat penetral asam lambung) atau obat lambung bengkak untuk diminum oleh penderita sakit lambung seperti maag atau penderita asam lambung yang sering naik. Penderita penyakit lambung yang kronis biasanya akan muntah darah sehingga harus diatasi dengan obat yang meredakan asam lambung. Selain itu, berikan juga obat yang bisa diminum untuk menghentikan darah dari dalam tubuh.
  3. Berikan cairan tanpa gula untuk diminum sebagai pengganti cairan yang hilang dan mencegah dehidrasi. Cairan harus diberikan dalam jumlah sedikit, tetapi diberikan sering. Misalnya, 1 sendok teh setiap 1-2 menit. Cairan yang diberikan dalam jumlah sedikit, tetapi frekuensinya sering akan lebih mudah ditoleransi penderita daripada cairan diberikan dalam jumlah banyak sekaligus.
    ads
  4. Pengubahan pola makan si penderita. Jangan berikan makanan yang padat, berserat, keras, dan berlemak karena makanan itu sulit dan lebih lama dicerna. Bahkan, makanan itu bisa merangsang muntah.
  5. Kompres dada penderita dengan air es yang dimasukkan ke botol beling bekas sirup atau botol beling lainnya.
  6. Pertolongan pertama untuk mengobati muntah darah adalah memberikan infus ke pembuluh darah. Transfusi darah atau cairan diperlukan saat muntah darah begitu banyak dan parah.
  7. Langkah awal yang bisa dilakukan adalah menghentikan pendarahan dengan menggunakan alat khusus bernama endoskopi. Dalam beberapa kasus yang tergolong parah diperlukan operasi untuk mengontrol pendarahan. Jika pendarahan telah berhasil dihentikan atau tidak ada lagi darah yang keluar, perawatan yang selanjutnya dilakukan harus sesuai dengan penyebab muntah darah. Setiap orang memiliki penyebab muntah darah yang berbeda-beda. Endoskopi biasanya dilakukan pada perdarahan tukak peptikum sehingga luka atau sumber perdarahan bisa dideteksi dan dihentikan dengan hemoklip. Pada sebagian besar kasus dispepsia (nyeri ulu hati, mual, muntah, cepat kenyang, dan kembung), pengobatan bisa dilakukan dengan empirik terapi dari golongan antasida hingga golongan Proton Pump Inhibitor (PPI).

Setelah melakukan pertolongan pertama tentu saja kondisi muntah berdarah tidak boleh dibiarkan begitu saja karena bisa menyebabkan kematian. Penderita harus segera dibawa ke dokter agar bisa diketahui penyakit yang diderita dengan pasti. Jadi kapan harus ke dokter? Larikan penderita segera ke Unit Gawat Darurat (UGD) rumah sakit jika muntah darah menyebabkan tanda-tanda antara lain napas yang cepat dan dangkal, penderita merasa pusing atau tidak bisa berdiri karena pandangan berkunang-kunang, penglihatan menjadi tidak jelas, pingsan, merasa bingung, merasa mual karena ingin muntah terus, keluar keringat dingin, kulit menjadi pucat, dan tidak bisa kencing atau hanya keluar air seni sedikit.

Dokter akan mendiagnosis keadaan pasien dengan menanyakan riwayat penyakit yang dialami oleh pasien yang muntah darah. Selanjutnya, dokter melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital seperti denyut nadi, tekanan darah, dan pernapasan. Berbagai tes darah biasanya diperlukan untuk menilai kondisi umum pasien. Misalnya, dokter harus mengetahui banyaknya darah yang hilang sehingga bisa menentukan kebutuhan cairan intravena atau transfusi darah atau tidak. Pemeriksaan darah lainnya bisa membantu untuk melihat fungsi hati jika pasien memiliki sirosis hepatis atau untuk diagnosis penyebab lain dari muntah darah.

Setelah mengetahui penyebab muntah darah tentu akan bisa mengobati penyakit utamanya sehingga tidak muntah darah lagi. Berbagai jenis pengobatan membutuhkan keyakinan dan kedisiplinan dari penderita karena hambatan biasanya datang dari diri penderita. Jika ingin sembuh dari suatu penyakit tentu harus berperang dengan diri sendiri agar disipilin dalam mengonsumsi obat dari dokter hingga kondisi tubuh benar-benar sembuh. Misalnya, kalau seseorang menderita maag akut sebaiknya makan dengan teratur dan hindari terlambat makan, makanlah dengan porsi kecil tetapi lebih sering, serta tidak konsumsi makanan pedas secara berlebihan.

Untuk pendarahan akibat Gastrointestinal (GI) yang terjadi dalam saluran pencernaan biasanya cukup sulit dan lama untuk diobati. Saluran pencernaan membentang dari mulut hingga ke anus sehingga kalau sistem pencernaan terganggu akan menimbulkan pendarahan berupa muntah darah. Pendarahan terjadi mulai dari skala ringan hingga masif yang mengancam nyawa sehingga setiap penderita harus mawas dengan kondisi tubuhnya. Penyebab pendarahan di dalam saluran pencernaan sulit ditentukan, tetapi dengan pengembangan teknik imaging yang mutakhir, lokasi pendarahan bisa ditentukan. Pendarahan bisa berasal dari lokasi mana saja di dalam saluran pencernaan. Adapun pendarahan terdiri dari dua jenis, yaitu pendarahan saluran pencernaan atas yang terjadi antara mulut dan duodenum (bagian pertama usus kecil) dan pendarahan saluran pencernaan bawah yang terjadi di antara usus kecil dan anus. Jagalah kesehatan dan waspadai setiap gejala penyakit yang ditimbulkan oleh tubuh.

Sponsors Link
, , ,
Oleh :
Kategori : Pengobatan