Sponsors Link

10 Pertolongan Pertama Keracunan Makanan Pada Anak dan Dewasa

Sponsors Link

Seorang dewasa maupun anak-anak bisa terkena dampak keracunan makanan akibat konsumsi makanan yang ternyata sudah terkontaminasi oleh beberapa organisme yang bisa menular, seperti virus, bakteri serta parasit. Kondisi makanan yang sudah terkontaminasi tersebut pada umumnya terjadi karena proses memasak makanan itu sendiri yang kurang benar.

ads

Makanan yang kita konsumsi hampir setiap hari ini mungkin terasa lezat di mulut, namun makanan untuk penderita infeksi saluran pencernaan makanan tersebut akan menjadi berbahaya bagi tubuh jika ternyata mengandung racun. Tubuh kita akan memberikan reaksi penolakan terhadap jenis makanan yang mengandung jamur, parasit bahkan makanan yang sudah kadaluwarsa. Reaksi tubuh tersebut akan membuat seseorang menjadi terganggu pencernaanya serta merasakan gejala sakit lainya. Beberapa jenis bakteri yang sering ditemukan dalam beberapa kasus keracunan makanan seperti:

  1. Bakteri Campylobacter, E.Coli, Listeria, Salmonela, Shigella serta bakteri Clostridium
  2. Virus Rotavirus dan Norovirus
  3. Dan Parasit Entamoeba, histolytica, Giardia dan Cryptosporidium

Perlu Anda ketahui juga, beberapa jenis makanan yang mudah terkontaminasi, diperlukan penanganan langsung. Selain itu, makanan tersebut seharusnya disimpan dalam tempat khusus yang bersih dan higienis, serta diolah secara baik. Berikut beberapa makanan yang mudah terkena bakteri dan virus, jika tidak dirapihkan di tempat yang benar :

  1. Olahan Susu
  2. Makanan siap saji yang sering ditemui seperti keju lembut dan roti isi
  3. Telur mentah
  4. Makanan laut seperti kerang laut mentah
  5. Daging mentah

Gejala Keracunan Makanan Pada Umumnya

Memperhitungkan lama waktu  keracunan makanan, hingga kemunculan gejalanya tentu dialami oleh setiap orang dengan frekuensi yang berbeda. Kondisi tersebut tergantung pada jenis bakteri atau virus yang mengkontaminasi makanan yang dikonsumsi tersebut. Namun, secara umum, waktu yang dibutuhkan ketika kita mengkonsumsi makanan hingga muncul gejala pertolongan pertama keracunan makanan adalah  beberapa jam hingga beberapa minggu setelahnya.

Setiap orang yang ternyata mengkonsumsi makanan yang dimasak secara kurang benar dan telah terkontaminasi organisme (virus dan bakteri) berbahaya, maka ia bisa mengalami keracunan makanan. Namun, beberapa orang yang memiliki kondisi tubuh yang baik (sistem imun baik), saat peran enzim dalam metabolisme keracunan makanan seperti itu, tidak akan berakibat fatal. Adapun beberapa orang yang cukup rentan terhadap reaksi keracunan makanan sebagai berikut :

  1. Bayi dan Balita yang memiliki system imun yang masih labil, akan mudah bereaksi saat keracuanan makanan
  2. Orang yang sudah lanjut usia atau juga orang dewasa dengan system imun yang lemah
  3. Orang yang memang memiliki penyakit parah seperti kanker, HIV/AIDS, serta diabetes dan penyakit parah lainya mudah bereaksi saat keracunan makanan

Jika seseorang dewasa maupun anak-anak mengalami gejala keracunan makanan, biasanya gejala tersebut akan muncul setelah beberapa hari mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi. Setelah 3 hari gejalanya akan muncul. Gejala yang terjadi  sebagai berikut :

  1. Mual-mual disertai muntah
  2. Penderita juga terserang diare
  3. Mengalami Sakit kram perut
  4. Detak jantung menjadi lebih cepat
  5. Sakit kepala dibagian depan dan belakang
  6. Selera makan menurun
  7. Badan menjadi lemas

Saat kita mengalami keracunan makanan, sebaiknya lakukan pertolongan pertama yang bisa meminimalisir racun yang terlanjur masuk ke dalam tubuh. Biasanya kita harus menunggu terlebih dulu selama beberapa jam setiap harinya, apakah ada gejala lain yang membahayakan. Hal tersebut untuk memudahkan kita untuk melakukan pengobatan obat tradisional asam lambung naik secara lanjut, dengan menghubungi dokter ahli.

Sponsors Link

Penyebab Keracunan Makanan

Seperti telah diulas dibagian pertama tadi, bahwa umumnya seseorang mengalami keracunan makanan dari makanan yang memang sudah terkontaminasi oleh organism berbahaya bagi tubuh. Makanan bisa terkontaminasi saat berada pada kondisi apapun. Dari mulai proses pembuatan, hingga penyimpanan dan pengiriman serta persiapan makanan itu sendiri, rentan terkena bakteri dan virus. Jenis makanan yang paling populer dan mudah terkontaminasi ini adalah makanan fast food. Mengapa makanan tersebut mudah terkontaminasi, berikut ulasanya:

  1. Masakan tersebut bisa jadi tidak mengalami teknik pemasakan yang baik hingga matang
  2. Makanan tersebut dibiarkan dalam suhu udara cukup lama, tanpa dimasukan ke dalam lemari pendingin.
  3. Terjadi Resiko kontaminasi silang
  4. Mengkonsumsi makanan yang sebelumnya telah disentuh seseorang yang sedang sakit dan tangan orang tersebut kotor

Akibat keracunan makanan yang dialami seseorang bisa diketahui tingkat keparahanya, dilihat dari beberapa faktor yang menimbulkan resiko dari keracunan makanan tersebut. berikut beberapa faktornya:

  1. Usia seseorang, semakin dewasa maka system kekebalan tubuhnya bisa lebih baik, namun anak bayi dan balit umumnya memiliki system imun yang masih lemah.
  2. Jumlah makanan yang ternyata terkontaminasi dan dikonsumsi.
  3. Jenis Organisme yang menjadi penyebab keracunan makanan tersebut.

Beberapa jenis orang yang sangat berisiko mengalami penyakit, setelah mengkonsumsi makanan yang sudah terkontaminasi diantaranya adalah :

  • Wanita Hamil

Wanita yang sedang hamil umumnya memiliki perubahan metabolisme yang berisiko terhadap pertolongan pertama keracunan makanan. Efek lebih fatalnya lagi, sang bayi bisa mengalami sakit juga.

  • Bayi dan anak-anak

Resiko keracunan makanan bisa membahayakan bayi dan anak-anak. Sebab dalam masa pertumbuhan mereka, system imunitas (kekebalan tubuh) yang dimiliki belum terlalu maksimal dalam menangkal segala penyakit yang disebabkan virus dan bakteri.

  • Orang yang sudah lanjut usia

Lansia juga bisa menghadapi resiko yang tinggi, ketika keracunan makanan. Alasan adalah karena kekebalan tubuh para lansia sudah mulai menurun.

  • Penderita Penyakit Kronis

Beberapa orang yang mengidap penyakit kronis seperti kanker, HIV, gangguan hati, diabetes, epilepsy dan lain sebagainya, juga rentan terkena resiko dari keracunan makanan. Sistem kekebelan tubuh mereka begitu lemah, karena diserang oleh virus penyebab penyakit kronis tersebut.

ads

Terkadang kita tidak mengetahui dengan pasti, apakah makanan yang kita beli itu aman atau tidak. Jika kita bisa mengetahuinya, maka resiko keracunan makanan bisa kita minimalisir. Sebenarnya, hampir semua makanan yang ada disekitar kita, mengandung bakteri kecil. Namun, tergantung dari cara kita memasaknya hingga benar-benar matang. Selain itu, kebersihan tempat menyimpan makanan cara mengatasi perut begah juga penting untuk diperhatikan, agar makanan bisa bersih dari bakteri yang menyebabkan keracunan makanan.

Jika Anda atau anak-anak sedang makan, dan setelahnya tiba-tiba mengalami keracunan, maka pertolongan pertama yang bisa dilakukan sebagai berikut :

  • Mengenali Tanda-Tanda Keracunan

Biasanya, sebelum kita melakukan pertolongan pertama, kita harus mengetahui dulu gejala yang ditimbulkan oleh seseorang. Setelah yakin itu merupakan gejala keracunan makanan kita bisa langsung memberikan pertolongan. Adapun gejala dari keracunan makanan umumnya seperti terkena diare, muntah, demam, mual, sakit perut dan dehidrasi. Ketika sudah menunjukan gejala seperti ini, penting untuk memperhatikan kebutuhan cairan bagi tubuh penderitanya.

  • Menghindari Konsumsi Obat Diare

Karena salah satu gejala yang timbul saat  keracunan makanan adalah diare, maka  kita harus mencari obat yang tepat untuk mengurangi diare dan mual muntah yang dialami. Sebaiknya, cukup konsumsi obat mual dan muntahnya saja. Hindari meminum obat untuk diare karena dikhawatirkan akan menimbulkan efek samping yang kurang baik bagi orang yang sedang keracunan makanan.

  • Membatasi Konsumsi Makanan Padat

Saat sedang mengalami keracunan makanan, sebaiknya kita juga menghindari berbagai jenis makanan padat yang bisa memicu mual, muntah dan diare yang lebih lama. Disarankan mengkonsumsi makanan seperti bubur, buah pisang dan juga berbagai cream sup.

  • Banyak Istirahat

Keracunan makanan merupakan salah satu penyakit yang mengganggu kinerja organ pencernaan kita. Sehingga, jika kita sudah melakukan pertolongan pertama untuk mengurangi gejala yang timbul, sebaiknya banyak beristirahat yang cukup dengan tidur, agar kondisi tubuh dapat segera pulih dalam waktu yang singkat.

  • Memberikan Air Mineral

Ketika seseorang mengalami keracunan makanan dan mengalami diare, ia akan mudah mengalami dehidrasi. Saat seperti ini, sebaiknya penderita keracunan makanan banyak minum air mineral. Air mineral dapat membantu mengeluarkan racun dari dalam tubuh kita dan membantu orang yang sakit untuk segera pulih kembali.

  • Memberikan Minuman Olahan Susu

Saat seseorang sedang mengalami keracunan makanan, sebaiknya berikan dia susu. Susu tersebut jika diminum akan bersifat mengikat racun yang ada dan tersebar dalam saluran pencernaanya. Selain itu, dengan meminum susu, dapat merangsang orang yang keracunan makanan agar mengalami muntah, sehingga racun yang masuk ke tubuh bisa dikeluarkan. Namun, Jangan memberinya susu jika penderita mengalami diare.

  • Anjurkan Untuk Menundukan Kepala saat Muntah

Jika reaksi yang terjadi setelah keracunan makanan adalah muntah, suruh orang tersebut untuk muntah dengan posisi kepala yang tertunduk, agar cairan muntahnya tersebut tidak masuk ke saluran pernapasanya. Setelah muntah, berikan minum air mineral untuk menetralkan rasa mual dan muntahnya.

Sponsors Link

  • Mengkonsumsi Norit

Coba untuk menanyakan norit di apotek dekat rumah Anda. Norit ini sejenis butiran seperti obat, yang dapat membantu mengeluarkan racun dalam tubuh kita. Tanyakan juga mengenai dosis penggunaan tablet norit ini, sebab semakin banyak meminum norit, racun yang dikeluarkan dari tubuh juga banyak. Namun, perlu berhati-hati dalam takaran dosisnya, sebab Norit ini bukanlah jenis obat-obatan.

  • Meminum Air Kelapa

Tahukah Anda bahwa air kelapa murni yang tidak dicampur dengan apapun, memiliki manfaat yang baik untuk tubuh. Salah satunya membantu mengeluarkan racun dari dalam tubuh, ketika kita mengalami tanda-tanda keracunan makanan. Perbanyak minum air kelapa murni, agar racun dalam tubuh cepat keluar.

  • Menghubungi Dokter

Saat seseorang mengalami keracunan makanan, biasanya dalam waktu 48 jam, esoknya kondisi tubuh akan membaik kembali. Namun, jika setelah waktu tersebut, ternyata gejala yang dirasakan masih ada, sebaiknya segera mengunjungi dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Keracunan makanan bisa membahayakan bagi tubuh kita, jika tidak segera ditangani. Kita harus mulai menjaga kebersihan makanan yang dikonsumsi, serta teknik memasak makanan dengan matang. Sebaiknya, kita memastikan terlebih dulu makanan yang akan dimakan, sudah bersih atau tidak. Jika memang terlanjur keracunan dari makanan tersebut, segera lakukan 10 pertolongan pertama keracunan makanan, seperti yang tertera diatas. Lebih berhati-hati memilih makanan, dan selalu jaga kebersihan.

Sponsors Link
, ,
Oleh :