Sponsors Link

Wajib Tahu! Inilah 5 Perbedaan Wasir dan Kanker Usus Menurut Kedokteran

Sponsors Link

Melihat darah yang bercampur dalam kotoran ketika buang air besar pasti dapat membuat panik, terutama bagi semua orang yang baru pertama mengalaminya. Buang air besar berdarah pasti dapat membuat setiap orang yang mengalaminya berpikiran yang tidak-tidak, bahwa mungkin mereka sedang terserang penyakit serius seperti kanker usus, yang dapat mengancam jiwa mereka.

ads

Jika Anda pernah berpikiran sama seperti orang-orang di atas, jangan khawatir, buanglah jauh-jauh pikiran tersebut, karena pada kebanyakan kasus, kotoran bercampur darah biasanya adalah tanda wasir. Sangat kecil kemungkinannya bahwa buang air besar berdarah adalah pertanda kanker usus. Meskipun demikian, alangkah baiknya jika berkonsultasi kepada dokter apabila terjadi pendarahan saat buang air besar agar dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Wasir atau Kanker Usus?

Wasir dan kanker usus memiliki gejala yang serupa, tetapi kedua penyakit ini adalah jenis penyakit yang sangat berbeda satu sama lainnya. Berikut ini adalah perbedaan wasir dan kanker usus menurut kedokteran:

1. Awal Terjadinya

Wasir atau hemorrhoid terjadi ketika pembuluh darah vena pada anus atau rektum bagian bawah bengkak dan meradang. Wasir terdiri dari dua jenis, yakni wasir internal dan wasir eksternal. Kotoran yang bercampur darah biasanya akibat dari wasir internal.

Kanker usus atau kanker kolon dan kanker rektum (kanker kolorektal) biasanya dimulai dengan munculnya polip atau tumor usus di lapisan dalam dinding usus besar atau rektum. Hanya polip ganas lah yang dapat tumbuh menjadi kanker. Namun, polip jinak yang tidak segera ditangani juga dapat berkembang menjadi kanker usus.

2. Penderita

Wasir sebenarnya sangat umum terjadi. Ada lebih dari 2 juta kasus wasir per tahun yang terjadi di Indonesia. Gangguan ini bisa menyerang siapa saja di berbagai kalangan usia, di mulai dari anak-anak, remaja, sampai lansia. Namun, lansia lebih beresiko terkena wasir, karena jaringan pembuluh darah di rektum dan anus dapat melemah dan meregang seiring dengan bertambahnya usia.

Sama seperti wasir, lansia lebih beresiko terkena kanker usus. Kebanyakan penderita kanker usus adalah lansia berusia 50 tahun ke atas. Akan tetapi, itu tidak berarti bahwa kanker usus tidak dapat menyerang orang yang berusia muda. orang yang berusia muda juga bisa beresiko terkena penyakit ini, terutama jika mereka memiliki riwayat kanker usus di keluarga.

3. Penyebab

Seperti yang telah diketahui, wasir terjadi ketika membengkaknya pembuluh darah pada anus. Berikut adalah penyebab pembengkakan pembuluh darah yang akan mengakibatkan wasir:

  1. Sering mengejan dan mengejan terlalu keras saat buang air besar
  2. Duduk terlalu lama
  3. Kurang asupan makanan yang kaya akan serat
  4. Hamil
  5. Diare atau konstripasi kronis
  6. Sering melakukan seks anal

Sebenarnya, penyebab kanker usus besar dan penyebab kanker usus halus belum diketahui. Namun, ada beberapa faktor yang dapat menaikkan resiko seseorang terkena kanker usus, di antaranya:

Sponsors Link

  1. Usia
  2. Faktor keturunan
  3. Obesitas
  4. Merokok
  5. Mengonsumsi minuman keras
  6. Terlalu lama duduk
  7. Kurang olah raga
  8. Diabetes

4. Gejala

Perbedaan wasir dan kanker usus selanjutnya adalah dapat dilihat dari gejala kedua penyakit tersebut. Berikut ini adalah beberapa gejala yang dapat menandakan wasir:

  1. Terdapat darah berwarna merah terang yang bercampur dalam kotoran ketika buang air besar
  2. Rasa sakit dan tak nyaman pada area anus
  3. Rasa gatal pada area anal
  4. Terjadi pembengkakan di sekitar luar anus
  5. Munculnya benjolan sensitif di anus yang dapat keluar masuk serta dapat menyebabkan rasa sakit

Perlu dicatat bahwa hanya wasir eksternal lah yang dapat menyebabkan rasa sakit dan tak nyaman. Sedangkan wasir internal jarang sekali menyebabkan rasa sakit dan tak nyaman. Sedangkan kanker usus dapat ditandai oleh beberapa gejala di bawah ini:

ads
  1. Kotoran bercampur darah ketika buang air besar
  2. Sering buang angin, baik itu lewat mulut atau dubur.
  3. Berubahnya frekuensi kebiasaan air besar (dapat berkurang atau bertambah)
  4. Warna kotoran tidak seperti biasanya (warna lebih hitam)
  5. Rasa sakit pada perut (abdominal pain)
  6. Mudah lelah
  7. Berat badan menurun drastis
  8. Sembelit atau diare

Pada kebanyakan kasus, para penderita kanker usus tidak menyadari bahwa diri mereka sedang terserang kanker, karena gejala kanker usus stadium 1 memang tidak terlau tampak. Jika Anda menderita gejala kanker usus di atas pun belum tentu mengindikasikan bahwa Anda sedang terserang kanker usus, karena kanker usus hanya dapat terdeteksi oleh tes darah dan kolonoskopi atau sigmoidoskopi. Oleh karena itu pemeriksaan oleh tenaga medis sangat dibutuhkan.

5. Penanganan

Wasir dan kanker usus adalah dua penyakit yang berbeda. Tentu saja penanganannya pun berbeda. Wasir tergolong ke dalam penyakit ringan. Wasir juga sebenarnya dapat menghilang dengan sendirinya, tetapi ada juga cara untuk membantu proses penyembuhannya atau hanya sekedar untuk meredakan rasa tak nyaman akibat wasir. Berikut ini adalah cara penanganan wasir:

  • Tidak mengejan saat buang air besar
  • Perbanyak konsumsi makanan berserat tinggi
  • Perbanyak minum air putih dan hindari konsumsi minuman berkafein
  • Coba juga mengompres daerah yang terinfeksi dengan cara menghilangkan wasir dengan batu es

Jika Anda memutuskan untuk memeriksakan ke dokter, biasanya dokter akan menganjurkan obat suppositoria untuk meredakan pembengkakan pada anus, dan krim kortikosteroid untuk dioleskan pada daerah anus yang meradang. Apabila diperlukan, pengikatan hemoroid, suntikan skleroterapi, atau operasi wasir akan dilakukan oleh dokter untuk menangani wasir.

Berbeda dengan wasir yang dapat sembuh dengan sendirinya, kanker usus tentu saja membutuhkan bantuan tenaga medis dalam penyembuhannya. Penanganan umum oleh dokter berupa operasi pengangkatan kanker, kemoterapi, dan terapi radiasi. Namun, masih ada cara untuk membantu mempercepat proses penyembuhan kanker usus, di antaranya adalah pengobatan kanker usus tanpa operasi.

Kesimpulannya, baik wasir maupun kanker usus, keduanya adalah gaangguan kesehatan yang perlu ditangani. Cara terbaik untuk mengatasi wasir dan kanker usus adalah dengan meminta pertolongan medis agar Anda mendapatkan penanganan yang tepat. Semoga artikel perbedaan wasir dan kanker usus menurut kedokteran ini dapat menambah wawasan Anda.

Sponsors Link
, , , , ,
Oleh :