Sponsors Link

38 Perbedaan Fisura Ani dan Fistula Ani yang Harus Diperhatikan

Sponsors Link

Perbedaan Fisura Ani dan Fistula AniFisura ani dan fistula ani merupakan gangguan kesehatan yang ditandai dengan masalah pada saluran anus. Meskipun fisura ani dan fistula ani terjadi pada saluran anus dan keduanya memiliki istilah yang cukup mirip, tetapi kedua gangguan ini ternyata memiliki perbedaan yang signifikan. Apa saja perbedaan fisura ani dan fistula ani? Perbedaan di antara fisura ani dan fistula ani dapat dilihat berdasarkan:

ads
  1. Pengertiannya
  2. Penderitanya
  3. Gejalanya
  4. Penyebabnya
  5. Pengobatannya

Berikut adalah penjelasan lebih lengkapnya:

  1. Pengertian Fisura Ani dan Fistula Ani

Perbedaan pertama fisura ani dan fistula ani dapat dilihat dari pengertiannya masing-masing. Fisura ani (anal fissure) yakni keadaan ketika jaringan kulit dan mukosa yang terdapat dalam anus dan lubang anus mengalami luka terbuka atau robek. Sedangkan fistula ani (anal fistula) yakni keadaan ketika munculnya saluran kecil seperti tabung di sekitar area ujung usus besar (saluran anus bagian dalam) sampai kulit di sekitar anus.

Dilihat dari pengertian fisura ani dan fistula ani, dapat diringkas bahwa:

  • Fisura ani: sobekan kecil pada lapisan anus
  • Fistula ani: saluran kecil abnormal pada saluran anus sampai lubang anus terluar (kulit sekitar anus)

2. Penderita Fisura Ani dan Fistula Ani

Penyakit fisura ani termasuk ke dalam golongan penyakit yang cukup umum diderita oleh orang di dunia ini. Penderitanya sangat beragam terdiri dari pria dan wanita dari kalangan usia manapun, di mulai dari bayi sampai manula. Namun, sebagian besar penderita fisura ani adalah bayi yang berusia 0 sampai 2 tahun serta orang yang berusia 19 tahun ke atas. Manula yang berusia 60 tahun ke atas yang mengalami fisura ani juga lumayan banyak. Mereka juga lebih rentan terkena fisura ani, sebab aliran darah menuju area anus semakin berkurang seiring dengan bertambahnya usia. Di Indonesia sendiri terdapat lebih dari 150 ribu kasus fisura anus yang terjadi per tahunnya.

Berbeda dengan fisura ani yang cukup sering terjadi, fistula ani justru termasuk ke dalam penyakit yang terbilang langka. Di Indonesia, kasus penyakit fistula ani yang terjadi hanya berjumlah kurang dari 150 ribu kasus tiap tahunnya. Penderita fisura ani sebagian besar adalah orang yang berusia 14 tahun ke atas sampai 60 tahun ke atas. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan juga bahwa kelompok orang yang berusia selain yang disebutkan di atas tidak akan terkena fistula ani. Selain itu, Penyakit ini dapat menyerang pria maupun wanita.

3. Gejala Fisura Ani dan Fistula Ani

Gejala yang dialami oleh penderita fisura ani dan penderita fistula ani dapat menjadi pembeda di antara kedua penyakit tersebut, karena gejala keduanya cukup berbeda satu sama lainnya walaupun keduanya merupakan penyebab BAB berdarah, yang merupakan satu gejala fisura ani dan fistula ani yang sama.

Adapun gejala fisura ani, antara lain:

  • Buang air besar disertai darah yang bercampur dalam kotoran
  • Terdapat kelainan kulit pada sekitar jaringan anus yang luka atau robek, misal adanya benjolan kecil
  • Sakit lubang dubur setelah buang air besar
  • Sakit anus saat buang air besar
  • Sensasi terbakar dan rasa gatal pada anus dan area sekitarnya
  • Keluarnya cairan berbau busuk dari anus

Sedangkan gejala fistula ani adalah sebagai berikut:

  • Kotoran bercampur darah saat buang air besar
  • Keluar nanah saat buang air besar
  • Rasa nyeri pada anus yang semakin menjadi-jadi saat ada tekanan, seperti ketika duduk atau batuk
  • Terjadi pembengkakan dan memerah pada daerah sekitar anus
  • Iritasi kulit di sekitar anus
  • Ada nanah di sekitar anus
  • Tidak dapat mengontrol kapan harus buang air besar (inkontinensia alvi)
  • Demam
  • Perasaan lelah
Sponsors Link

4. Penyebab Fisura Ani dan Fistula Ani

Perbedaan fisura ani dan fistula ani selanjutnya yaitu terletak pada penyebab masing-masing penyakit. Meskipun jenis penyakit lain yang sama dapat menjadi penyebab kedua penyakit ini, namun penyebab utama keduanya sangatlah berbeda.

Penyebab utama fisura ani adalah cedera pada anus. Di bawah ini adalah hal yang mengakibatkan anus cedera yang menjadi penyebab fisura ani:

  • Sembelit
  • Diare
  • Masuknya benda padat dalam anus, misal termometer, alat USG dan alat endoskopi
  • Melahirkan
  • Hubungan seksual melalui anus (anal seks)

Fisura ani juga bisa menjadi komplikasi penyakit lainnya, yakni penyakit Crohn, kolitis ulseratif, dan penyakit menular seksual.

Sedangkan penyebab utama fistula ani adalah abses anus yang tidak sembuh sempurna. Abses anus ini adalah menjadi penyebab pada sebagian besar kasus fistula ani. Adapun penyebab fistula ani lainnya, antara lain:

Sponsors Link

  • Penyakit Crohn
  • hidradenitis suppurativa
  • Tuberkulosis
  • HIV
  • Divertikulitis

Selain itu, fistula ani juga dapat menjadi komplikasi pasca operasi di dekat anus dan pasca operasi kanker usus besar melalui prosedur radioterapi.

5. Pengobatan Fisura Ani dan Fistula Ani

Perbedaan terakhir fisura ani dan fistula ani adalah dari segi pengobatannya.

Berikut adalah pengobatan fisura ani yang dilakukan dokter:

  • Pemberian obat oles mengandung anestesi, obat tablet mengandung paracetamol dan ibuprofen sebagai pereda rasa sakit
  • Pemberian salep kortikosteroid untuk meredakan peeradangan
  • Pemberian obat pencahar
  • Pemberian krim mengandung nitrogliserin atau diltiazem sebagai peningkat suplai darah ke saluran anus
  • Suntik botox
  • Operasi sayat kecil

Sedangkan pengobatan fistula ani dilakukan dengan operasi. Berikut adalah jenis operasi fistula ani:

  • Operasi bedah seton placement
  • Prosedur penambahan jaringan (advancement flap)
  • Operasi pengangkatan saluran fistula
  • Pemasangan penyumbat
  • Fistulotomi

Itulah beberapa perbedaan fisura ani dan fistula ani. Semoga setelah membaca artikel ini Anda menjadi tahu perbedaan di antara keduanya.

Sponsors Link
, , , , ,