Sponsors Link

Perbedaan Divertikulosis dan Divertikulitis yang Wajib Anda Kenali Sekarang Juga!

Sponsors Link

Ada beragam penyakit di dunia dan yang berhubungan dengan pencernaan pun banyak. Dua di antaranya ialah Divertikulosis dan Divertikulitis. Berikut perbedaan di antara keduanya yang tak sama dengan gejala ulkus peptikum. Suatu kondisi yang disebut diverticulosis umumnya menyerang wanita usia 50-an tahun. Meskipun pria juga bisa beresiko lebih besar dalam diverticulosis. Kondisi divertikulosis adalah kondisi di mana kantong kecil – divertikula – terbentuk di dinding usus besar, dan kondisi inilah yang dapat meningkatkan risiko serangan divertikulitis yang menyakitkan yakni  infeksi atau radang kantong.

ads

Hal ini tidak akan menimbulkan muntah darah karena maag, namun berbeda dari itu dan bisa terbilang lebih parah. Divertikulosis menggambarkan kantong luar, atau divertikula, yang terbentuk di usus besar. Kondisi ini umumnya tidak menimbulkan gejala dan sering ditemukan di usus sigmoid. Pasien di Amerika Serikat dan Kanada lebih mungkin mengembangkan diverticulosis. Sekitar 50% orang berusia 60 tahun ke atas di negara-negara ini memiliki kondisi tersebut. Angka itu naik menjadi dua dari setiap tiga orang di atas 80. Ini tidak biasa pada orang dewasa di bawah usia 40 tahun.

Supaya terhindar, disarankan untuk melakukan olahraga yang baik untuk penderita asam lambung. Olahraga tersebut juga berguna untuk menghindarkan anda dari bahaya penyakit divertikulosis atau divertikulitis. Gejalanya pada beberapa pasien mungkin melihat pendarahan dubur tanpa rasa sakit. Sekitar 80% kasus dengan perdarahan gastrointestinal akut rendah tidak memerlukan pengobatan. Para ahli tidak tahu pasti apa yang menyebabkan kondisi ini, tetapi berikut beberapa faktor yang mungkin dapat berperan pada risiko divertikulosis pada seseorang:

  • Tekanan tinggi di usus besar

Seseorang mengalami kejang otot di usus besar atau kondisi ketika di mana seseorng mengejan saat buang air besar yang berupa tonjolan. Supaya tidak buang air besar dalam bentuk tonjolan, disarankan untuk rutin mengonsumsi makanan pencegah sembelit.

  • Riwayat keluarga

Persoalan gen selalu menjadi pokok masalah utama pada setiap jenis penyakit. Gen yang Anda warisi dapat membuat Anda lebih mungkin beresiko diverticulosis dan diverticulitis. Masalah ini bisa dihindari juga dengan banyak-banyak konsumsi sayuran penambah nafsu makan yang memiliki kandungan banyak serat dan vitamin. Anda sebaiknya juga lebih sering memeriksakan kondisi kesehatan anda, dengan cek up medis, bila muncul gejala-gejala yang tidak wajah di tubuh akan segera ditangani. Penanganan lebih dini akan lebih baik daripada penanganan yang terlambat, bukankah demikian?

  • Gaya hidup

Gaya hidup kurang sehat seperti kurang olahraga, obesitas dan merokok juga dapat berkontribusi besar pada peningkatan risiko penyakit divertikulosis. Perbanyak konsumsi sayuran untuk penderita radang usus yang juga baik untuk mencegah kemungkinan terkena divertikulosis. Disarankan sepenuhnya untuk menjaga vitalitas dan kesehatan organ dalam tubuh dengan memilih olahraga yang tepat, seperti yoga untuk kebaikan pencernaan dan keseimbangan tubuh atau memilih diet sehat yang tidak membahayakan kondisi tubuh.

Gejala Divertikulosis yang dialami seseorang bisa mengalami kembung, sembelit, dan kram atau rasa sakit di perut bagian bawah. Divertikulitis adalah penyakit yang dapat muncul diawali dengan divertikulosis dialami oleh seseorang. Peneliti masih belum menemukan secara pasti apa penyebab masalah pencernaan ini, namun  40% kasus diyakini terjadi karena gen dan 60% disebabkan oleh faktor lingkungan. Orang yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit ini, mengalami obesitas, merokok, atau tidak berolahraga lebih besar risikonya terserang divertikulitis. Pada kasus yang parah, divertikulitis bisa meradang dan pecah, sehingga menyebabkan infeksi. Peradangan juga dapat menyebabkan penyempitan usus dan penyumbatan.

Gejala Divertikulitis

Sponsors Link

Gejala umum divertikulitis meliputi Sembelit atau diare, Demam, Mual, dan tinja yang berdarah. Jika Anda melihat gejala atau perubahan yang dapat mengindikasikan masalah pencernaan, segera hubungi ahli gastroenterologi. Seorang spesialis dapat mengevaluasi kondisi Anda dan membuat rekomendasi untuk perawatan dan menghilangkan gejala. Gejala ringan divertikuliti mengkin dapat diobati dengan antibiotik. Anda juga akan disarankan untuk diet cairan untuk sementara waktu sampai diare mereda.

Sedangkan untuk seseorang yang mengalami gejala parah, kemungkinan diperlukan perawatan dokter. Anda akan mendapatkan antibiotik dan cairan intravena. Anda juga akan menjalani diet rendah serat atau cairan. Dalam kasus yang jarang terjadi tapi mungkin dapat terjadi karena tingkat keparahannya bisa jadi harus dilakukan operasi. Setelahnya kemudian disarankan untuk menghindari sayuran untuk asam lambung sementara waktu atau memilih bahan makanan yang baik untuk mendukung kesembuhan anda setelah mendapatkan pengobatan yang tepat.

Meski kedengaran seperti penyakit yang tidak berbahaya, sejatinya penyakit ini juga dapat menimbulkan kematian. Sebabnya, jika dibiarkan tanpa adanya penanganan, pasien bisa mengalami dehidrasi, mal fungsi pada organ jantung dan ginjal. Jika keduanya sudah mengalami masalah, bisa merambah ke organ tubuh lainnya di dalam tubuh. perlahan-lahan kemudian organ dalam tubuh rusak dan tidak dapat bekerja maksimal sesuai dengan fungsi yang semestinya. Oleh karenanya, sangat disarankan untuk menjauhkan diri dari gaya hidup yang kurang sehat.

Demikian pemaparan tentang perbedaan divertikulosis dan divertikulitis yang perlu anda ketahui.

Sponsors Link
, , ,