Sponsors Link

40 Perbedaan Dispepsia dan GERD yang Mudah Dibedakan

Sponsors Link

Jika sebelumnya dokterpencernaan.com telah membahas tentang beberapa artikel yang berhubungan dengan gangguan-gangguan pencernaan seperti penyebab fisura ani, dan perbedaan hemoroid dan prolaps recti maka kali ini dokterpencernaan.com akan menulis artikel tentang perbedaan dispepsia dan gerd beserta cara mengobatinya. Jangan lupa juga untuk membaca artikel-artikel dokterpencernaan.com yang lain seperti perbedaan masuk angin dan asam lambung, cemilan untuk penderita asam lambung, dan merokok menyebabkan kanker usus ya!

ads

Terkadang pemahaman masyarakat awam mengenai pengetahuan medis menyebar dengan pesatnya dan dapat menimbulkan anggapan yang rancu ditengah-tengah masyarakat itu sendiri. Hal ini juga dialami pada pemahaman mengenai penyakit-penyakit atau gangguan-gangguan yang menyerang organ-organ sistem pencernaan khususnya pada organ lambung. Pemahaman masyarakat awam mengenai penyakit-penyakit lambung selalu diidentikan dengan penyakit yang umum disebut dengan maag. Namun dalam istilah medis, maag itu sendiri adalah sebutan dari organ lambung dan tidak memiliki kaitan apa-apa dengan gangguan-gangguan dan penyakti-penyakit yang mempengaruhinya. Penting untuk mengetahui perbedaan-perbedaan berbagai gangguan atau penyakit yang dapat mempengaruhi organ lambung agar dapat menentukan penanganan yang tepat.

Ada beberapa penyakit yang dapat mempengaruhi organ lambung seperti dispepsia, GERD, gastritis, tukak lambung, dan lain-lain. Namun di artikel dokterpencernaan.com kali ini khusus akan membahas tentang perbedaan dispepsia dan GERD beserta cara mengobatinya. (Baca juga: Perbedaan dispepsia dan gastritis)

Pengertian Dispepsia dan GERD

Sebelum kita akhirnya membahas tentang perbedaan dari dispepsia dan GERD, akan lebih baik untuk terlebih dulu membahas tentang pengertian dari gangguan atau penyakit organ lambung tersebut. Dengan mengetahui karakteristik dari dispepsia dan GERD, tentu akan lebih mudah untuk melihat detail perbedaannya kelak perbedaan dispepsia dan GERD.

Ulasan Pengertian Dispepsia

  • Dispepsia adalah: gangguan yang dialami oleh organ sistem pencernaan khususnya organ lambung.
  • Lambung sebagai organ pencernaan, menghasilkan suatu senyawa kimia kuat yang disebut dengan asam lambung atau yang dalam istilah medis disebut dengan gastric acid. Senyawa inilah yang digunakan oleh lambung untuk mencerna berbagai asupan yang dikonsumsi oleh tubuh melalui mulut dan kerongkongan.
  • Ketika organ lambung mengalami dispepsia, produksi asam lambung tersebut meningkat hingga titik yang dianggap berlebihan, menyebabkan efek tertentu pada lambung sehingga menimbulkan gangguan dan rasa tidak nyaman.

Efek yang ditimbulkan dispepsia amat beragam. Dalam stadium yang ringan, dispepsia hanya akan menimbulkan rasa tidak nyaman saja. Beberapa diantaranya adalah:

  1. Rasa kembung atau begah pada perut
  2. Sendawa dan buang angin secara terus menerus
  3. Nyeri pada areal ulu hati
  4. Rasa mual yang tak kunjung hilang
  5. Sensasi terbakar dan seperti tertusuk-tusuk pada bagian lambung dan sekitarnya.
  6. Untuk stadium yang lebih kronis, dispepsia dapat menimbulkan peradangan dinding lambung atau yang disebut dengan gastritis
  7. Jika tidak ditangani lebih lanjut, dispepsia juga dapat menyebabkan naiknya asam lambung hingga batas kerongkongan atau yang disebut dengan GERD (Baca juga: Penyebab dispepsia)

Ulasan Pengertian GERD

  • Gastroesophageal Reflux Disease atau yang disingkat dengan istilah GERD adalah istilah yang digunakan dalam dunia medis untuk mendefinisikan gangguan yang dialami oleh organ sistem pencernaan khususnya organ lambung. 
    Sponsors Link

  • GERD dapat terjadi dikarenakan dispepsia yang dibiarkan berlarut-larut tanpa adanya penanganan medis. Seperti yang sudah dibahas diatas, GERD adalah kondisi dimana terdapat suatu aliran balik (reflux) dari lambung ke arah kerongkongan.
  • Kondisi ini menjadikan asam lambung terpompa balik ke arah kerongkongan sehingga menyebabkan rasa tidak nyaman dan amat mengganggu.

GERD dapat memberikan berbagai efek samping yang beberapa diantaranya seperti:

  1. Rasa nyeri pada bagian perut
  2. Mual dan muntah berkelanjutan
  3. Rasa mulas dan gangguan-gangguan pencernaan
  4. Rasa nyeri di bagian ulu hati
  5. Batuk-batuk dan sulit untuk menelan
  6. Sensasi terbakar di bagian dada
  7. Bau nafas tak sedap.
  8. Jika tidak segera mendapat penanganan medis, kondisi ini dapat menyebabkan penyakit komplikasi seperti luka atau peradangan pada areal kerongkongan (esofagitis) hingga kanker kerongkongan.

Perbedaan Dispepsia dan GERD

ads

Dari definisi-definisi diatas dapat kita tahu bahwa perbedaan mendasar antara dispepsia dan GERD berupa:

  • Kondisi gangguan yang dialami oleh organ lambung

Dispepsia adalah kondisi dimana produksi senyawa asam lambung meningkat lebih dari biasanya. Peningkatan ini, pada stadium awal, dapat menyebabkan gangguan-gangguan yang bisa terbilang ringan. Namun jika dibiarkan berlarut-larut dapat menimbulkan dampak yang lebih kronis.

Meski sama-sama melibatkan asam lambung, GERD berbeda dengan dispepsia, yang mana GERD adalah kondisi dimana terdapat suatu aliran balik pada lambung yang membuat asam lambung naik hingga ke kerongkongan. GERD bisa juga disebabkan oleh dispepsia yang dibiarkan terlalu berlarut-larut dan bersifat lebih kronis. (Baca juga: Khasiat kencur untuk lambung)

  • Penyebab gangguan

Dispepsia dan GERD sendiri disebabkan oleh faktor-faktor yang berbeda. Beberapa diantaranya seperti:

Dispepsia:

  1. Kelebihan berat badan (obesitas)
  2. Infeksi mikroba atau bakteri
  3. Gangguan psikologis seperi stress dan adanya rasa cemas yang terlalu berlebihan
  4. Iritasi usus atau yang dalam istilah medis disebut dengan Irritable Bowel Syndrome
  5. Tukak lambung
  6. Kanker lambung

GERD:

  1. Gangguan pada otot-otot kerongkongan atau yang dalam istilah medis disebut esophageal sphincter
  2. Pola makan yang tidak teratur
  3. Mengkonsumsi asupan-asupan yang kurang menyehatkan
  4. Pola hidup yang tidak sehat
  5. Pengaruh hormon-hormon tertentu pada tubuh
  6. Kondisi tertentu saat kehamilan (Baca juga: Efek konsumsi suplemen bagi gangguan pencernaan)

Pengobatan Dispepsia dan GERD

Dikarenakan kedua gangguan tersebut berakar pada satu hal yang sama yaitu asam lambung, cara pengobatannya-pun dapat dikatakan tidak terlalu berbeda. Cara pengobatan yang dapat dilakukan adalah:

  1. Berolahraga secara teratur
  2. Mengurangi kebiasaan-kebiasaan yang dapat menyebabkan gangguan psikologis seperti stress atau cemas yang berlebihan
  3. Mengurangi asupan makanan ataupun minuman yang kurang menyehatkan bagi organ sistem pencernaan khususnya organ lambung seperti rokok, kopi, makanan-minuman ringan, minuman beralkohol, makanan pedas dan sebagainya
  4. Menghindari kelebihan berat badan atau obesitas.
  5. Lakukan pola hidup sehat dan hindari kebiasaan-kebiasaan buruk dalam makan atau minum
  6. Atur pola makan secara teratur dan dalam jumlah porsi yang wajar
  7. Hindari penggunaan obat-obatan tertentu yang sekiranya dapat mempengaruhi organ lambung
  8. Jika sakit berlanjut, konsumsi obat-obatan tertentu sesuai dengan resep dokter dan penanganan medis dapat dilakukan

Itulah tadi pembahasan tentang perbedaan dispepsia dan GERD beserta cara mengobatinya yang dapat meluruskan opini masyarakat awam mengenai perbedaan gangguan organ lambung beserta cara pengobatannya. Dengan melakukan validasi akan kebenaran suatu informasi tentunya akan berguna bagi diri sendiri dan orang-orang disekitar.

Sponsors Link
, , , ,