Sponsors Link

6 Perbedaan Diare dan Disentri yang Jarang Diketahui

Sponsors Link

Disentri merupakan suatu infeksi yang terjadi pada organ usus yang bisa menyebabkan diare yang berdarah dan berlendir. Sementara diare itu sendiri, merupakan BAB yang berair atau encer dengan frekuensi yang lebih sering terjadi. kedua penyakit ini, umumnya bisa menyerang siapa saja, dengan gejala penyebab usus tersumbat awal seperti kram perut, mengalami mual dan muntah dan demam

ads

Orang sering menyebutkan bahwa diare dan disentri memiliki persamaan, padahal keduanya jelas berbeda, dilihat dari beberapa gejala dan faktor lainya. Berikut perbedaan antara diare dan disentri :

  • Keadaan Tinja

Perbedaan yang terlihat dari penyakit pencernaan diare dan disentri akan terlihat dari gejala umumnya. Untuk penyakit diare, biasanya tinja yang keluar akan berair juga disertai gejala lain seperti kram atau sakit pada bagian perut. Sementara disentri, BAB pasienya keluar berupa lendir yang disertai darah. Disentri juga dapat disertai demam serta keluhan sakit di bagian perut juga.

  • Usus Besar dan Usus kecil

Baik diare maupun disentri, keduanya membuat infeksi terjadi pada penyebab cairan lambung berwarna hijau organ usus kecil dan usus besar.  Pada kasus diare, infeksi terjadi di usus halus, khususnya bagian lapisan atas usus atau lumen usus. infeksinya terjadi karena beberapa racun yang dapat disembuhkan oleh anti mikroba khusus seperti prebiotik misalnya. Efek dari diare yang cukup parah adalah dehidrasi.

Berbeda dengan disentri, seseorang yang mengalami disentri, bagian sel epitel dari organ usus besarnya, diserang oleh patogen penyebab penyakit ini. Serangan tersebut juga menyebabkan ulserasi di bagian usus besar. Infeksi patogen ini mengakibatkan terjadinya komplikasi yang lain, seperti masalah sistemik pada tubuh, hingga keberadaan bakteri jahat dalam tubuh.

adapun perbedaan lainya antara diare dan disentri, dapat dijabarkan sebagai berikut :

  • gejala diare dialami pasien berupa BAB yang encer atau berair, sedangkan disentri, BAB yang keluar seperti lendir yang disertai darah. Pasien disentri juga mengalami demam dan kram terlebih dulu.
  • Diare menyebabkan dehidrasi, sedangkan disentri menyebabkan penyakit komplikasi lainya.
  • Diare akan menyerang organ usus halus, disentri menyerang organ usus besar
  • Infeksi pada diare terjadi hanya pada lumen usus, sementara disentri terjadi pada sel epitel atas usus besar.

Penyebab Disentri

Disentri dapat dikelompokan berdasarkan cara mengatasi bab setelah makan beberapa penyebabnya. Ada dua jenis utama dari penyakit ini:

  • Disentri basiler atau sigelosis yang penyebabnya merupakan bakteri shigella
  • Disentri amoeba yang disebabkan oleh adanya amoeba (parasit bersel satu bernama Entamoeba Histolytica ) disentri semacam ini biasanya ditemukan pada daerah tropis

Langkah Pencegahan Disentri

Penyakit disentri adalah salah satu penyakit yang mudah menular, khususnya di lingkungan keluarga. Namun, kita bisa melakukan beberapa langkah pencegahan agar disentri menular dengan mudah. Berikut ulasanya :

  • Rajin mencuci tangan dengan menggunakan air bersih yang mengalir , ditambah dengan sabun agar lebih bersih.
  • Cuci tangan juga sebelum makan, cuci bahan makanan hingga bersih sebelum dimasak
  • Membersihkan toilet secara berkala, dengan disinfektan setelah BAB
  • Pisahkan pakaian anggota keluarga yang terkena disentri dengan pakaian lainya
  • Tidak menggunakan peralatan mandi bersamaan, tidak menggunakan peralatan makan bersamaan
  • Penderita disentri tidak keluar rumah hingga minimal 48 jam, setelah periode disentri berakhir

Diare dan Penyebabnya

Sponsors Link

Diare yang dialami oleh  orang dewasa hingga anak-anak saat ini, umumnya disebabkan karena faktor  makanan pedas dan asam yang sering dikonsumsi, ketika keadaan perut  sedang kosong. Makanan pedas saat ini cukup diminati dengan segala cara perawatan kolostomi jenis sajian  yang tersedia.  Makanan pedas memang menggugah selera, tapi harus dikurangi bahkan dihindari jika sedang mengalami diare.

Sejak dulu penyakit diare kebanyakan disebabkan karena faktor makanan, khususnya makanan yang pedas dan asam. Kedua jenis makanan tersebut cukup sulit dicerna oleh organ usus kita. Diare adalah salah satu gangguan kesehatan yang  berbahaya jika tidak segera diobati. Jika terkena diare, sebaiknya segera periksa ke dokter dan usahakan untuk selalu menjaga pola makan agar diare bisa segera pulih.

Gejala Diare dan Pengobatan Diare

Karena faktor utama pemicu diare ini adalah terkontaminasinya ciri ciri tipes parah makanan dan minuman yang dikonsumsi, maka biasanya penderita akan menampakan beberapa gejala awal. Setiap orang akan mengalami gejala yang berbeda-beda. Umumnya, gejala yang dirasakan seperti :

  • Sakit perut
  • Feses menjadi cair
  • Perut terasa begah dan terbakar
  • Kram perut
  • Selalu ingin BAB
  • Muntah
Sponsors Link

Yang menjadi penyebab diare pada orang dewasa atau anak-anak, memang penyebab tumor lambung karena terjadinya infeksi di bagian organ usus kita. Jika makanan dan minuman yang kita konsumsi, sudah mengandung kontaminasi bakteri atau mikroorganisme penyebab infeksi pada organ usus. Namun, cara mikroorganisme ini, sepertinya kurang baik untuk diberikan kepada wanita menyusui.

  • Sakit diare juga dialami sebagian orang, dengan gejala berikut :
  • Efek samping obat-obatan
  • Mengkonsumsi minuman beralkohol serta kopi yang terlalu berlebihan
  • Pengobatan dan Pencegahan Diare

Orang dewasa dan anak-anak yang mengalami cara mengobati penyakit hernia diare biasanya diberikan Oralit. Oralit dikonsumsi dengan diminum agar dehidrasi yang dialami dapat berkurang. Selain itu, pasien diare juga dapat mengkonsumsi obat diare , namun biasanya obat jenis ini dikonsumsi bagi mereka yang memiliki jam terbang tinggi serta sibuk bekerja dan berpergian ke luar.

Dengan pembahasan di atas, sekarang kita dapat melihat perbedaan diare dan disentri dengan cukup jelas. Keduanya memang penyakit yang berpengaruh terhadap sistem pencernaan, bahkan salah satunya dapat menyebabkan komplikasi jika tidak segera ditangani.

Sponsors Link
, ,
Oleh :