Sponsors Link

Perbedaan Diare Akut dan Kronik yang Wajib Diketahui

Sponsors Link

Diare atau dalam bahasa inggris dikenal dengan istilah Diarrhea, merupakan suatu penyakit terkait pencernaan, yang ditandai dengan keadaan feses atau tinja yang menjadi lembek atau bahkan cair. Penyakit diare menjadikan frekuensi BAB dengan kondisi feses tersebut, terjadi lebih sering, hingga 3 kali dalam 24 jam. Diare banyak dialami oleh masyarakat yang tinggal di kawasan tropis seperti Indonesia. Diare umumnya banyak dialami oleh anak-anak dan juga balita. Karena penyakit diare ini, setidaknya 2.6 juta balita meninggal setiap tahunya. Umumnya, penyakit diare dapat khasiat madu untuk bab dibedakan menjadi 2 jenis, berdasarkan waktu lama terjadinya. Ada yang disebut diare akut dan diare kronis. Banyak faktor yang menyebabkan munculnya diagnose diare kronis atau diare akut.

ads

Jika ketika BAB, feses kita cair dan terjadi dalam waktu beberapa hari hingga 2 pekan,  itu disebut diare akut. Sementara jika frekuensi diare terjadi hingga lebih dari 2 pekan, bahkan mencapai bulanan, itu disebut diare kronis. Lalu apa lagi perbedaan dari diare obat herbal usus buntu akut dan diare kronis lainya, berikut ulasanya :

Diare Akut

Penyakit diare akut, umumnya merupakan jenis diare yang paling sering terjadi. Adapun beberapa penyebab utamanya, sebagai berikut :

  • Adanya efek samping dari obat –obatan
  • Munculnya rasa cemas
  • Terlalu banyak mengkonsumsi alcohol dan soda
  • Mengalami infeksi usus karena kuman, virus dan bakteri yang masuk dari makanan dan minuman yang dikonsumsi.
  • Kontak langsung dengan orang yang terinfeksi virus atau kuman diare tersebut

Pada kasus diare akut, selain feses yang menjadi cair, terkadang gejalanya disertai juga dengan adanya lendir dan darah pada tinja kita. Selain itu, dibarengi juga dengan keinginan untuk obat tradisional radang usus muntah, demam serta sakit kepala. Diare akut membuat pasienya mengalami dehidrasi  dan mengalami gejala lainya seperti sakit kepala, lemas, mulut kering hingga kram otot.

Orang yang mengalami diare akut biasanya akan sembuh setelah beberapa hari, asalkan telah mengkonsumsi obat juga melakukan istirahat yang cukup. Namun, jika setelah pengobatan, Anda penyebab sakit perut melilit masih meraskan beberapa gejala tadi, segera hubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut. Bagi Anda yang merupakan seorang yang memiliki riwayat penyakit seperti epilepsy, diabetes, penyakit ginjal dan radang usus, atau yang merupakan seorang wanita hamil, seorang manula, umumnya akan mudah terserang penyakit seperti diare, sebab Anda sedang mengalami penurunan kekebalan tubuh.

Diare Kronis

Diare kronis, merupakan kebalikan dari diare akut, yang bisa mengindikasikan tingat keparahan dalam kasus diare itu sendiri. Kondisi ini mungkin jarang terjadi, namun jika seseorang mengalami gejala diare dalam kurun waktu hingga berbulan-bulan, maka perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, agar tidak membahayakan kesehatan penderitanya.

Diare kronis umumnya bisa terjadi karena akibat kelebihan serat adanya infeksi pada organ pencernaan, yang berisiko untuk memunculkan gangguan penyakit lain seperti berikut ini :

  • Gangguan pada usus, berupa penyakit Crohn’s
  • Intoleransi tubuh dengan beberapa jenis makanan dan minuman seperti yang terbuat dari susu, protein kedelai atau fruktosa
  • Pernah mengalami  operasi atau radiasi sebelumnya
  • Gangguan pada tiroid
  • Gangguan pada pankreas
  • Berkurangnya aliran darah pada usus
  • Mengalami tumor
  • Penyakit turunan
  • Terjadi perubahan system imun tubuh

Untuk melakukan diagnose terhadap jenis diare kronis, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut, seperti melakukan pengecekan darah, tes tinja, X ray serta endoskopi. Namun, jika jenis diare kronis terjadi karena infeksi bakteri tertentu, maka obat antibiotic bisa makanan penyebab diare dikonsumsi untuk meringankanya. Diluar itu, penanganan diare kronis bukan karena infeksi, harus diperiksa secara medis, dengan Operasi.

Diare akut maupun kronis sebaiknya bisa kita hindari sejak dini. Salah satu caranya adalah dengan selalu menjaga kondisi kesehatan tubuh dan menjaga pola makan, serta memastikan bahwa hanya makanan dan minuman bersih serta sehat yang bisa dikonsumsi.

Sponsors Link
, , ,
Oleh :