Sponsors Link

4 Penyembuhan dan Pengobatan Kolera Wajib Anda Coba Sendiri Dirumah

Sponsors Link

Kolera terjadi karena pertumbuhan bakteri yang menyebabkan penderitanya mengalami dehidrasi akibat diare yang terjadi terus-menerus. Kolera mudah menjangkiti siapa saja melalui air yang terkontaminasi bakteri Vibrio cholerae sehingga cara penularan penyakit kolera harus diketahui. Penderita yang tidak segera ditangani akan berakibat fatal dalam beberapa jam saja. Kolera biasa menjangkiti penduduk di daerah yang padat tanpa sanitasi yang baik dan bersih. Diare persisten yang terjadi pada penderita kolera sangat khas dan cukup mudah dibedakan dengan diare biasa sehingga ketahui juga perbedaan diare akut dan kronik.

ads

Ciri-ciri diare yang terjadi pada penderita kolera adalah diare akut dan sangat berair (tidak ada ampas sama sekali) dan warnanya putih pucat seperti air cucian beras sehingga ketahui juga penyebab sakit perut melilit. Penyakit kolera bisa menyebabkan masalah kesehatan global dan menjadi indikator tingkat perkembangan sosial suatu daerah atau komunitas di suatu negara. Ada sekitar 1.3 – 4 juta kasus baru dan sekitar 21.000 hingga 143.000 kematian di seluruh dunia akibat penyakit ini yang terjadi setiap tahun. Kasus infeksi kolera bisa terjadi pada semua usia dan risiko paling tinggi terinfeksi kolera adalah penduduk di negara-negara berkembang dengan kondisi lingkungan yang kumuh (kotor), jumlah penduduk yang terlalu padat, tidak tersedia sumber air bersih dan sanitasi tidak memadai.

Faktanya, sebagian besar kasus infeksi kolera tergolong ringan karena para penderita pasti mengunjungi dokter sebelum diare dan rasa lemah bertambah parah. Infeksi ringan mungkin saja tidak menimbulkan gejala apapun dan bisa sembuh dengan pemberian terapi rehidrasi oral. Rehidrasi oral atau pemberian cairan secara mandiri harus segera dilakukan untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang dan banyak minum air putih. Kasus penderita kolera yang berat jarang terjadi, yaitu hanya 5-10% dari kasus kolera. Kasus kolera berat harus ditangani segera dengan rehidrasi cairan melalui intravenous dan penggunaan antibiotika seperti antibiotik untuk keracunan makanan karena kolera bisa menyebabkan kematian. Lalu apa saja yang harus dilakukan untuk mengobati kolera? Berikut beberapa cara beserta penjelasannya.

Penyembuhan Kolera

Kolera sebenarnya bisa disembuhkan asalkan dilakukan dengan cara dan dalam waktu yang tepat. Diagnosis harus  dilakukan oleh dokter untuk mengatasi kolera dan menentukan pengobatan yang tepat. Cara diagnosis kolera biasanya dengan menguji sampel tinja untuk memastikan keberadaan bakteri. Untuk mengatasi dehidrasi biasanya penderita diberikan oralit agar cairan dan elektrolit yang hilang bisa tergantikan. Saat ini oralit sudah tersedia dalam bentuk bubuk yang bisa dicampur dengan air mineral kemasan atau air yang dimasak hingga mendidih. Selain oralit, penderita juga bisa diberikan cairan dan elektrolit atau mineral seperti Natrium dan Kalium untuk menggantikan cairan dan elektrolit alami dalam tubuh. Cara mudah untuk membuat oralit, yaitu dengan melarutkan setengah sendok teh garam (NaCL) dan 6 sendok teh gula pasir dalam 1 liter air yang telah direbus. Jika perlu, tambahkan pisang untuk menambahkan kalium dan rasa larutan cairan tersebut. Jika sudah memasuki tahap dehidrasi yang parah biasanya penderita diberi infus.

Sedangkan anak-anak biasanya diberikan suplemen seng untuk mengurangi diare. Dokter juga akan memberikan antibiotik agar jumlah bakteri dan diare akibat kolera berkurang. Saat penderita mengalami shock (tekanan darah menurun) perlu segera diberikan cairan infus sebanyak 100 ml/kg berat badan, sedangkan untuk penderita yang lebih ringan diberikan sebanyak 50-80 ml/kg berat badan. Cairan ini sebaiknya terus diberikan hingga tekanan darah penderita normal kembali. Cairan infus bisa diberikan dengan takaran untuk orang dewasa dalam selang waktu 2 jam dan untuk anak-anak dalam waktu 4-6 jam. Jumlah cairan pengganti harus ditentukan dengan mengukur volume tinja, mengevaluasi keadaan medis secara terus-menerus, serta menghitung denyut nadi dan kekuatan nadi, kekenyalan kulit dan produksi air seni. Pemberian cairan glukosa dan elektrolit melalui selang yang dipasang ke lubang hidung dan dialirkan ke lambung sangat efektif untuk mengurangi dehidrasi.

Penderita juga harus diberikan antibiotika Tetrasiklin selama 48 jam untuk mengurangi jumlah kuman kolera, mengurangi volume tinja sebanyak 50%, dan mengakhiri diare dalam waktu 48 jam. Pemberian antibiotika selama 1-3 hari akan mengurangi penyakit dan gejala, bahkan bisa mengurangi penggunaan cairan infus. Antibiotika lain yang bisa dipakai antara lain CotrimoxaleErythromycinDoxycyclineChloramphenikol, dan  Furazolidine.  Pada hakikatnya, penyakit ini bisa disembuhkan, tetapi dehidrasi (kekurangan cairan) yang diderita terjadi dengan cepat maka perlu ditangani segera. Angka kematian penderita kolera yang segera ditangani kurang dari 1%. Jika tidak segera ditangani dengan baik, angka kematian akan naik hingga 50-60%. Jenis bakteri kolera tertentu yang mewabah di Haiti (Hawai) pada tahun 2010 dan 2004 dan India menyebabkan kematian hanya dalam 2 jam setelah penderita terkena penyakit ini.

Sponsors Link

Bila dehidrasi sudah berhasil diatasi, tujuan pengobatan lanjutan adalah menggantikan jumlah cairan yang hilang karena diare dan muntah. Pengobatan awal dengan tetrasiklin atau antibiotik lainnya dapat membunuh bakteri dan menghentikan diare dalam 48 jam. Jika berada di daerah resisten dengan wabah kolera bisa memakai furozolidone. Makanan padat harus diberikan kepada penderita setelah muntah-muntah dan nafsu makan sudah kembali. Pencegahan kolera seperti cara pencegahan diare bisa dilakukan dengan penjernihan cadangan air dan pembuatan saluran pembuangan tinja yang memenuhi standar.

Mulailah hidup sehat dengan minum air yang sudah masak atau air mineral kemasan dan tidak mengonsumsi sayuran mentah atau ikan dan kerang mentah atau tidak dimasak sampai matang. Tidak dianjurkan untuk melakukan vaksinasi kolera karena perlindungan yang diberikan tidak menyeluruh dan hanya berlangsung 2 hingga 3 bulan. Seseorang tidak bisa langsung dinyatakan menderita kolera sehingga saat dia mengalami diare dan muntah yang berkepanjangan harus segera berkonsultasi ke dokter. Diagnosis dengan tes ninja yang bisa menentukan seseorang positif menderita kolera atau tidak.

Pengobatan Kolera Dengan Bahan-Bahan Alami (Herbal)

Seseorang yang sudah resmi dinyatakan menderita kolera oleh dokter tentu harus melakukan langkah-langkah darurat agar tertolong nyawanya. Salah satu hal utama adalah memastikan pasien tidak kehabisan elektrolit akibat dehidrasi dengan terus memberikan oralit atau cairan elektrolit lainnya. Pasien yang sudah cukup parah harus diberi infus untuk mengembalikan kondisi tubuh. Jangan pernah lupakan terapi anti bakteri dan anti racun. Cara lainnya adalah dengan menerapkan terapi khusus dengan bahan-bahan alami atau obat herbal kolera yang memiliki banyak khasiat. Berikut beberapa bahan alami yang bisa menanggulangi penderita kolera.

ads
  1. Air Kelapa Segar

Air kelapa sudah terkenal sebagai sumber elektrolit alami yang bisa mengatasi keluhan dehidrasi. Air kelapa juga mengandung senyawa antiracun yang sangat kuat menetralisasi racun dan mengeluarkannya dengan segera dari tubuh melalui urin (air seni). Air kelapa segar harus dikonsumsi dengan cepat untuk menyelesaikan kekurangan elektrolit. Air kelapa untuk keracunan makanan karena toksin atau racun dari bakteri Vibrio cholerae juga harus dicari yang masih segar. Air kelapa ini juga bagus untuk pertolongan pertama keracunan makanan.

  1. Beberapa Bagian dari Jambu Biji

Rebuslah daun jambu biji sebanyak 10 lembar dan akar pohon jambu biji satu ruas dalam air. Ukuran air sekitar 3 gelas yang direbus hingga tersisa 2 gelas saja. Konsumsi ramuan ini dua kali dalam sehari untuk menyerap racun, mengatasi diare, dan mematikan bakteri dengan cepat. Ada beragam senyawa unik yang terkandung dalam jambu biji untuk mengatasi diare termasuk diare yang parah.

  1. Buah Noni atau Mengkudu

Buah noni atau mengkudu lebih dikenal sebagai astringent. Penyakit kolera sangat membutuhkan mengkudu untuk meredakan infeksi pada perut serta meredakan rasa mulas dan panas pada perut. Buah ini juga memiliki anti bakteri yang ampuh bernama scolopetin sehingga bisa mematikan bakteri kolera. Jus buah noni sangat jitu untuk dijadikan obat herbal kolera.

  1. Bawang Merah

Bawang merah juga bisa menjadi obat herbal untuk kolera. Cara membuatnya adalah bawang merah dihaluskan dan dicampurkan dengan garam, gula, dan lada hitam. Kemudian makanlah campuran tersebut mentah-mentah untuk mendapatkan khasiat terbaik. Sifat anti bakteri dan anti inflamasi yang dikandung bawang merah sangat mujarab untuk mengatasi keluhan kolera.

Kolera sebenarnya bukan penyakit yang sulit diatasi asalkan dilakukan dengan segera dan dengan cara yang tepat. Penyakit apapun bisa diobati dengan 2 cara, yaitu cara alami dan cara medis. Artikel ini telah membahas 2 cara penyembuhan kolera tersebut sehingga bisa memudahkan para penderita atau orang-orang terdekat yang merawat si penderita. Pilihan yang bijak harus segera diambil sesuai dengan keadaan si penderita. Jika kondisi si penderita masih bisa ditangani sendiri dengan pemberian bahan-bahan alami untuk dikonsumsi sebaiknya dilakukan saja. Cara alami tentunya lebih aman karena minim efek samping untuk mengatasi kolera. Namun, pengobatan tradisional ini hanya cocok untuk kondisi kolera yang ringan. Jika kondisi penderita sudah memburuk maka pemberian obat dan perawatan medis akan memberikan hasil optimal.

Penderita juga harus mawas diri dengan kondisinya. Ikuti semua saran dokter agar kondisinya membaik. Kolera identik dengan dehidrasi sehingga lakukan cara-cara maksimal agar tubuh tidak kekurangan cairan. Setidaknya minum air putih yang banyak sehingga tubuh tidak lemas. Sosialisasi tentang kolera perlu dilakukan kepada masyarakat yang tinggal di daerah kumuh dan padat penduduk. Pengetahuan umum tentang bahaya kolera, cara menjaga sumber air bersih, dan cara pembuatan (perawatan) sanitasi sangat diperlukan agar masyarakat bisa melakukan pencegahan secara mandiri terhadap kolera.

Sponsors Link
, , ,
Oleh :
Kategori : Pengobatan