Sponsors Link

11 Penyebab Usus Buntu Akut dan Pecah

Sponsors Link

Penyebab Usus Buntu Akut dan PecahUsus buntu atau dalam bahasa Latin caecum adalah suatu istilah dalam anatomi yang digunakan untuk menyebut suatu kantung yang terhubung langsung dengan usus penyerapan dan usus besar (colon). Usus buntu terdapat di dalam tubuh semua mamalia serta juga dapat ditemukan di beberapa jenis reptil. Banyak spekulasi yang menyebutkan usus buntu merupakan organ tambahan yang tidak mempunyai fungsi khusus, namun beberapa penelitian menemukan bahwa usus buntu berfungsi sebagai organ imunologik atau sebagai kekebalan tubuh.

ads

Apendisitis merupakan suatu penyakit yang terjadi pada sistem pencernaan manusia yang disebabkan adanya peradangan dan juga infeksi di umbai cacing. Umbai cacing sendiri adalah bagian ujung buntu tabung yang menyambung dengan usus buntu. Penyakit usus buntu umumnya diderita oleh mereka yang berada pada usia produktif yakni kisaran umur 10-30 tahun. Peradangan pada usus buntu ini rentan untuk pecah dan harus segera diberi pertolongan medis segera. (Baca juga: Akibat Kelebihan Protein)

Artikel terkait:

Jenis-jenis Golongan Penyakit Usus Buntu

Satu-satunya cara untuk mengatasi usus buntu yang telah mengalami peradangan adalah dengan melakukan tindakan operasi pengangkatan usus buntu. Akan tetapi apabila peradangan usus buntu ini dibiarkan terlalu lama maka akan dibutuhkan penanganan medis terlebih dahulu sebelum dilakukan operasi pengangkatan. Apendisitis atau penyakit usus buntu ini diklasifikasikan menjadi 2, yakni:

  1. Apendisitis Akut

Apendisitis akut adalah suatu radang yang timbul atau penyebab usus buntu secara mendadak pada bagian appendik dan merupakan suatu kasus yang paling sering ditemui. Suatu keadaan apendistis akut merupakan suatu keadaan dimana adanya penyumbatan yang mengakibatkan hasil produksi mukus mengalami suatu bendungan. Mukus yang terbentuk dalam jumlah yang besar akan merusak dinding apendiks dikarenakan elastisitas dari dinding lambung yang terbatas maka terjadilah peningkatan tekanan intralumen. Pada keadaan tersebut, tekanan yang meningkat akan menghambat aliran limfe yang menyebabkan ulserasi atau diapedesis bakteri. Pada fase berikutnya terjadi apendisitis akut yang juga disertai oleh nyeri epigastrium, dan akan menyebabkan beberapa kejadian sebagai berikut:

  • Jika tidak ditangani dengan tepat dan proses sekresi mukus terus terjadi serta tekanan yang terjadi kian meningkat hal inilah yang mengakibatkan keadaan obstruksi pada vena, bertambahnya edema serta bakteri akan dengan cepat menembus dinding.
  • Peradangan yang terjadi inilah akan dengan cepat berkembang dan menyentuh peritoneum sehingga penderitanya akan merasakan nyeri diperut daerah kanan bawah.
  • Stadium inilah yang sering disebut dengan fase apendistis akut dan jika bila dinding sudah berhasil ditembus dan telah rapuh maka akan terjadi perforasi. (Baca juga: Fungsi Enzim Amilase)
  • Apendisitis akut umumnya disebabkan oleh hiperplasia jaringan limfoid, fekalith, tumor appendiks dan juga adanya cacing serta bakteri parasit.
  • Uniknya penyakit ini lebih banyak ditemui pada penduduk-penduduk di negara maju dibandingkan dengan penduduk-penduduk di negara berkembang, namun pada saat ini sudah mengalami penurunan jumlah kasus. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh kesadaran untuk menjaga pola makan. (Baca juga: Makanan Untuk Asam Lambung)

Menurut penelitian, Apendisitis akut jarang terjadi pada balita lalu meningkat pada saat seseorang mengalami pubertas dan akan mencapi puncaknya pada saat seseorang telah memasuki usia remaja. Resiko terjangkitnya penyakit ini akan turun kembali apabila seseorang telah memasuki usia dewasa. Rasio penderita penyakit ini antara laki-laki dan perempuan hampir sama besarnya. Perkiraan penyakit diagnosis berdasarkan penyakit dan pemeriksaannya yang wajib anda ketahui sebagai berikut:

  • Apendisitis akut adalah diagnosis klinis. Perkiraan diagnosis didasarkan pada riwayat penyakit dan pemeriksaan fisik.
  • Pemeriksaan tambahan hanya dapat dilakukan apabila ada keragu-raguan atau untuk lebih memastikan diagnosis penyakit.
  • Kesalahan diagnosis lebih sering terjadi pada perempuan dibanding laki-laki, perempuan dua kali lebih banyak mempunyai apendiks normal daripada laki-laki.
  • Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan perempuan dengan usia muda sering mengalami gejala mirip dengan apendisitis akut.
  • Beberapa hal yang wajib kamu ketahui agar penyebab usus buntu tidak terjadi kesalahan diagnosa yakni penyakit apendisitis akut akan terjadi secara cepat dan mendadak bagi penderitanya.
  • Dalam beberapa jam sudah timbul gejala atau bahkan memburuk karena nyeri yang amat sangat, penderita biasanya cenderung mempertahankan posisi untuk tidak bergerak. Jika sudah terjadi seperti ini maka dibutuhkan pertolongan medis secepatnya.

Apendisitis akut umumnya ditandai dengan adanya gejala seperti radang mendadak baik yang disertai oleh rangsang peritoneum lokal maupun yang tidak. Rangsangan peritonium ini dapat berupa rasa nyeri tekan, nyeri ketok, nyeri lepas dan kekakuan pada dinding perut. Gejala-gejala tersebut biasanya disertai dengan rasa mual, muntah dan penurunan nafsu makan. Rasa nyeri akan terjadi secara terus menerus tetapi tidak begitu berat kemudian akan diikuti kejang ringan di daerah epigastrium, biasanya beberapa saat kemudian rasa nyeri berpindah ke bagian kanan bawah dari abdomen. Penderita apendisitis terkadang juga mengalami konstipasi serta karena terjadinya gangguan pada fungsi usus penderita apendisitis juga bukan tidk mungkin akan mengalami diare dan lebih buruk lagi akan semakin diperparah dengan adanya gastroentritis acute. (baca juga: Makanan Untuk Asam Lambung)

Penyebab-penyebab tahapan penyakit apendisitis adalah sebagai berikut:

Sponsors Link

  • Apendisitis Akut Fokalis, yakni adalah suatu keadaan dimana penyakit usus buntu pada keadaan setelah sembuuh akan menimbulkan striktur dan peradangan lokal.
  • Apendisitis Purulenta Difusi, apendisitis Purulenta Difusi adalah penyakit usus buntu yang telah lama dan sudah bertumpuk nanah.
  • Apendisitis Gangrenosa, apendisitis Gangrenosa adalah proses matinya jaringan pada apendiks.
  • Perforasi, perforasi adalah proses kebocoran pada dinding-dinding apendiks.
  • Peritonitis, peritonitis adalah proses terjadinya peradangan pada lapisan rongga perut, jika sudah sampai pada tahap ini maka hal tersebut menunjukkan bahwa penyakit usus buntu ini sudah termasuk dalam kategori yang membahayakan keselamatan seseorang dan harus memperoleh pertolongan medis secepatnya.

2. Apendisitis Kronis

Berbeda dengan apendisitis akut yang terjadi secara mendadak maka pada apendisitis kronis gejalanya timbul dalam jangka waktu yang lama, bahkan kerap tidak disadari oleh para penderitanya. Gejala tersebut sering terlihat mirip dengan penyakit asam lambung dimana terasa nyeri didaerah pusar dan perut bawah serta mengalami demam yang hilang timbul. Rasa mual serta muntah-muntah sering juga menjadi gejala yang mirip dengan penyakit asam lambung.  (Baca juga: Penyebab Penyakit Gondok)

Rasa nyeri yang terjadi akibat apendisitis kronis akan berbeda-beda letaknya tergantung dengan posisi apendiks yang mengarah ke bagian-bagian tertentu. Jika ujung dari usus buntu tersebut telah mencapai ujung dari kandung kemih rasa nyeri yang ditimbulkan akan sama rasanya dengan rasa nyeri kolik pada saluran kemih. Terkadang pada posisi-posisi apendiks yang lain rasa nyeri tidak dapat dirasakan ataupun dideteksi. Penyakit usus buntu ini dapat disebabkan beberapa hal antara lain:

  1. Penyumbatan Pada Usus

Pada penderita lanjut usia gejala yang mereka rasakan pun seringkali tidak jelas. Rasa nyeri yang mereka rasakan terkadang hanya terjadi sesekali dan samar-samar. Ketidak jelasan inilah yang menyebabkan apendisitis pada penderita usia lanjut baru dapat terdeteksi pada tahap perforasi. Terjadinya penyumbatan pada usus kebanyakan disebabkan oleh adanya sisa-sisa makanan atau kotoran yang menumpuk dan telah mengeras yang terjebak dalam rongga perut dan lama kelamaan mengisi usus buntu tersebut. (baca juga: Cara Mencegah Usus Buntu)

  1. Infeksi

Penyakit usus buntu juga dapat disebabkan oleh terjadinya infeksi pada bagian usus tersebut. Sebagai contoh adalah virus gastroentritis, gastroentritis adalah peradangan pada saluran pencernaan meliputi lambung dan juga usus. Ada beberapa virus yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit gastroentritis yakni rotavirus, norovirus, dan campylobacter. Ketiga virus tersebut adalah yang paling umum ditemukan pada penderita gastroentritis. Sebenarnya penyakit ini dapat ditangani dengan hidrasi yang cukup. Untuk kasus ringan dapat dilakukan dengan pemberian larutan hidrasi oral. Untuk kasus yang lebih berat diperlukan pemberian cairan infus sebagai pengganti cairan dalam tubuh. (Baca juga: Penyebab Diare)

  1. Pola Makan

Pola makan mempengaruhi sekitar 80% kesehatan tubuh manusia. Pola makan yang tidak teratur dapat menjadi pemicu berbagai penyakit dalam tubuh termasuk penyakit dan penyebab usus buntu. Kebiasaan untuk menunda lapar terlalu lama, menahan buang air besar, serta makan makanan pedas secara berlebihan akan dapat mempermudah datangnya penyakit usus buntu. Penelitian epidemiologi menunjukkan rendahnya kesadaran untuk mengkonsumsi makan-makanan yang rendah serat dan pengaruh konstipasi makanan, konstipasi akan menaikkan tekanan intrasekal yang mengakibatkan terjadinya sumbatan pada fungsional appendiks dan meningkatkan pertumbuhan dari kuma flora colon (usus besar). (baca juga: Cara Menghilangkan Mual Karena Maag)

  1. Hyperplasia Jaringan Limfoid
ads

Hyperlplasia atau pembesaran jaringan limfoid adalah peristiwa meningkatnya jumlah sel yang terjadi pada organ tertentu akibat peningkatan proses mitosis. Pembesaran ini dapat terjadi akibat peningkatan beban kerja, hormon serta sebagai respon dari turunnya tingkat kepadatan jaringan. Proses hyperplasia ini hanya dapat terjadi pada sel-sel yang masih mengalami proses pembelahan (mitosis) dan termasuk proses normal dari perkembangan tubuh.

  1. Striktur

Striktur adalah kondisi dimana terjadinya penyempitan pada uretra sehingga berakibat menghambat aliran urine. Penghambatan aliran urine bisa menyebabkan munculnya berbagai masalah kesehatan pada saluran urine, termasuk juga terjadinya peradangan dan infeksi. Uretra berfungsi sebagai saluran pembuangan baik pada sistem ekresi dan sistem seksual. Pada pria, juga berfungsi sebagai saluran pengeluaran air mani.

  1. Bakteri

Faktor adanya bakteri dalam usus ini tidak terlepas dari terjadinya penumpukan tinja atau kotoran yang berada dalam usus. Di dalam kotoran manusia sangat mungkin terkandung bakteri/kuman Escherichia Coli , inilah yang seringkali menyebabkan infeksi yang berakibat pada terjadinya peradangan usus buntu. Flora bakteri pada appendiks sama dengan di colon, dengan ditemukannya berbagai macam bakteri aerob dan anaerob yang terlibat dalam apendisitis sama dengan penyakit lainnya yang terdapat di dalam colon. Pada fase apendisitis supurativa bakteri yang ada terutama Escherichia Coli akan banyak ditemukan. Jika pada fase yang lebih parah maka akan ditemukan berbagai organisme lain seperti Krebsiella dan Streptococcus.

Gejala-Gejala Penyakit Usus Buntu dan Pecah

Rasa nyeri yang ditimbulkan oleh usus buntu biasanya terasa seperti rasa nyeri samar atau nyeri tumpul yang akan terasa dibagian epigastrium yakni disekitaran umbilikus. Gejala tersebut biasanya akan diikuti dengan rasa mual, terkadang menyebabkan muntah serata juga turut diiringi dengan penurunan nafsu makan. Hanya dalam beberapa saat biasanya nyeri akan berpindah lokasi menuju titik McBurney, di daerah ini rasa nyeri yang dialami oleh penderita akan terasa lebih kuat dan merupakan nyeri somatik setempat. Namun terkadang juga tidak terdapat rasa nyeri pada daerah sekitar epigastrium, tetapi terjadi konstipasi.

Pada saat terjadi konstipasi banyak penderita yang cenderung untuk meminum obat pencahar, padahal langkah ini termasuk langkah yang berbahaya. Tindakan ini akan lebih mudah memicu timbulnya perforasi yakni adanya kebiciran pada dinding apendiks. Terkadang penderita penyakit ini juga akan terserang demam dengan suhu yang sedang berkisar antara 37,5oC – 38,5oC. Selain gejala yang umum tersebut, terdapat pula gejal lain yang biasanya timbul pada penderita apendisitis. Timbulnya gejala ini bergantung pada posisi letak apendiks ketika mengalami proses peradangan. Berikut adalah beberapa macam gejala yang timbul:

  • Bila apendiks terletak di etrosekal retroperitoneal

Peradangan ini terjadi di belakang sekum (terlindung oleh sekum), ditandai dengan rasa nyeri di bagian kanan bawah perut. Rasa nyeri ini bersifat samar, kadang tidak dapat dirasakan apabila penderita sedang diam, tetapi akan kembali terasa saat penderita melakukan kegiatan seperti berjalan, batuk, ataupun saat menarik nafas dalam. Rasa nyeri ini timbul karena adanya kontraksi m.psoas mayor yang menegang dari dorsal.

Gejala tersebut juga lazim dialami oleh wanita yang baru memasuki usia kehamilan muda. Sedangkan gejala yang terjadi pada ibu hamil denag usia kandungan lebih dari 4 bulan biasanya posisi apendiks akan bergeser ke kraniolateral, sehingga gejala-gejala apendisitis tidak lagi dirasakan di bagian kanan bawah perut tetapi telah bergeser ke arah regio lumbal kanan. (baca juga: Makanan yang Mengandung Banyak Serat)

  • Bila apendiks terletak di rongga pelvis

Rongga pelvis atau biasa disebut panggul adalah bagian tubuh dengan bentuk menyerupai baskom (basin) dengan tepi yang melebar pada kedua sisinya. Pada suatu keadaan apendiks yang terletak dekat dengan rongga pelvis biasanya penderita akan merasakan gejala dan rangsangan sigmoida yang mempercepat proses pengosongan rektum sehingga terjadi buang air besar secara terus menerus atau yang dikenal diare. Gejala apendisitis memang terkadang sukar untuk dideteksi dan tidak jelas keberadaannya sehingga akan menyulitkan proses diagnosis terhadap penyakit. Akibatnya banyak penderita apendisitis yang tidak memperoleh penanganan secara tepat dan cepat, kebanyakan penyakit apendisitis mereka baru dapat terdeteksi dan tertangani pada saat terjadinya perforasi.

Pada penderita usia anak-anak biasanya anak hanya akan sering menangis dan tidak mau makan, hal ini karena anak-anak masih belum tau bagaimana menjelaskan rasa nyeri yang dialaminya. Lalu beberapa saat kemudian biasanya anak akan mengalami muntah dan juga lemas. Gejala yang mirip seperti gejala-gejala penyakit lain inilah yang menyebabkan apendisitis baru dapat terdeteksi ketika penyakit itu sudah masuk dalam tahap perforasi. Gejala apendisitis yang tidak jelas juga sering dialami oleh wanita. Biasanya rasa nyeri yang timbul pada wanita penderita apendisitis hampir sama dengan gejala-gejala penyakit yang lain seperti radang panggul dan juga proses terjadinya ovulasi dan menstruasi. Pada ibu hamil dengan usia kandungan yang baru memasuki trimester pertama biasanya gejala yang timbul adalah rasa nyeri, mual, dan muntah.

Makanan-Makanan Yang Harus di Hindari Penderita Apendistis

Penderita penyakit apendisitis harus sangat memperhatikan pola makan serta jenis makanan yang akan mereka konsumsi, karena ada beberapa makanan yang sebaiknya dihindari leh mereka yang menderita apendisitis. Berikut adalah makanan-makanan yang harus dihindari bagi mereka penderita apendisitis:

  • Makanan Beraroma Tajam

Hindarilah megkonsumsi makanan beraroma tajam seperti durian, nangka, petai dan jengkol. Makanan yang beraroma tajam biasanya mengandung gas, gas tersebut apabila menumpuk di dalam lambung maka akan meningkatkan aktifitas dari asam lambung sehingga akan berakibat perut kembung. Gas-gas yang terdapat dalam makanan tersebut juga dapat memperlambat proses penyembuhan usus buntu.

  • Makanan Pedas
Sponsors Link

Makanan pedas akan menyebabkan rasa panas pada pencernaan terutama pada organ usus. Apabila mengkonsumsi makanan pedas maka usus akan terasa perih. Makanan pedas ini akan memperparah infeksi pada usus buntu. (baca juga: Fungsi Kerongkongan)

  • Daging Ayam

Daging ayam yang banyak beredar di pasaran umumnya adalah ayam boiler hasil peternakan. Suntikan senyawa kimia yang diberikan pada ayam tidak baik bagi kesehatan tubuh terlebih apabila dikonsumsi bagi penderita penyakit usus buntu.

  • Daging Sapi

Proses pencernaan daging sapi memakan waktu yang cukup lama hal ini karena daging mengandung cukup banyak lemak jenuh. Selain itu serat yang terdapat pada daging sapi juga dapat menyebabkan penumpukan di dalam usus sehingga dapat memperparah penyakit usus buntu

  • Goreng-gorengan

Makanan yang digoreng akan mengandung banyak sekali minyak yang akan memberatkan kerja dari sistem pencernaan tubuh kita selain itu goreng-gorengan juga dapat memicu penyakit jantung dan memperparah penyakit usus buntu. (baca juga: Buah Pelancar (BAB))

  • Minuman bersoda

Minuman bersoda mengandung banyak gas yang akan mengganggu sistem pencernaan apabila dikonsumsi terlalu banyak terlebih jika dikonsumsi oleh penderita usus buntu. Maka dari itu lebih baik untuk menghindari jenis minuman seperti ini agar proses penyembuhan dapat berlangsung secara optimal.

Artikel lainnya:

Ada beberapa tips yang dapat dilakukan untuk dapat mencegah terjadinya penyakit apendisitis yakni:

  1. Konsumsi Makanan Berserat

Makanan yang mengandung serat yang tinggi sangatlah baik untuk sistem pencernaan manusia. Tidak hanya itu makanan yang berserat juga mengandung vitamin dan mineral yang sangat baik bagi kesehatan tubuh. Makanan yang mengandung serat tinggi antara lain adalah alpukat dan rumput laut. Namun harus diingat juga agar jangan terlalu banyak atau berlebihan mengkonsumsi makanan yang berserat. Hal itu dapat menyebabkan terjadinya penumpukan pada usus yang akan menjadi penyebab penyakit wasir dan juga usus buntu.

  1. Hindari Menahan Buang Air Besar

Menahan buang air besar akan memiliki efek buruk untuk kesehatan, karena kotoran yang menumpuk akan menyebabkan penyumbatan pada usus. Selain itu kotoran yang menumpuk juga akan mengeras apabila seseorang menahan buang air besar dalam waktu yang lama.

  1. Konsumsi Air Putih

Kebutuhan tubuh akan air sangatlah besar. Hampir 70% bagian tubuh terdiri dari cairan. Begitu juga untuk sistem pencernaan, organ pencernaan terutama usus sangat memerlukan cairan untuk mencegah hidrasi pada sistem pencernaan.

Inilah, artikel tentang penyakit dari penyebab usus buntu dari jenis akut dan juga yang sudah pecah yang perlu anda ketahui supaya anda tidak mengalami penyakit yang parah dan penyakit ini dengan sakit yang parah.

Sponsors Link
, , , ,
Oleh :