Sponsors Link

16 Penyebab Penyakit Gondok Pada Leher

Sponsors Link

Gondok adalah penyakit yang terjadi karena ada pembengkakan pada kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid adalah kelenjar untuk memproduksi hormon tiroid. Letaknya dari kelenjar tiroid berada di leher. Di saat kelenjar tiroid masih dalam keadaan normal maka bisa diasumsikan bahwa kelenjar tiroid dapat memproduksi hormon tiroid dalam batas aman, tetapi jika hormon tiroid sudah melebihi batas aman akan terjadi pembengkakan pada leher berupa benjolan.

ads

Untuk penyakit gondok ini dibagi menjadi 2 yaitu penyakit gondok yang normal dan penyakit gondok yang parah. Untuk penyakit gondok yang normal si penderita biasanya tidak merasakan apa-apa hanya pembengkakan pada leher. Jika si penderita mengalami penyakit gondok yang parah, ada beberapa cirinya seperti batuk-batuk, leher terasa tercekik, suara menjadi serak, susah menelan, dan kesulitan bernapas dapat dirasakan oleh si penderita. Ukuran penyakit gondok ini berbeda-beda tergantung dari seberapa banyaknya kelejar tiroid diproduksi atau apakah si penderita mengalami kekurangan kelenjar tiroid.

Faktor Penyebab Gondok 

Faktor penyebab penyakit gondok cukup bervariasi. Namun jika terjadi masalah, pasti mengganggu ketika menelan makanan dan minuman dan anda pun tidak bisa bernafas dengan baik. Sama seperti penyakit gondok yang menyerang orang dewasa, penyakit gondok pada anak juga sangat berbahaya dan perlu mendapatkan pengobatan. Ada beberapa cara untuk menyembuhkan penyakit gondok pada anak, namun yang paling utama adalah menjaga pola hidup sehat, kita bisa mengajarkan kepada anak untuk pola hidup sehat sedari kecil agar mencegah penyakit gondok pada si anak. Biasanya gejala pertama yang terjadi adalah demam, penurunan nafsu makan, terkadang muntah dan mengalami sakit kepala. Pada umumnya penyakit gondok yang sudah muncul akan kempes dengan sendirinya sekitar 5-10 hari. Faktor penyebab gondok secara umum antara lain sebagai berikut:

  1. Kurang Zat Yodium

Tubuh tidak memperoleh zat yodium dalam jumlah yang cukup, akibatnya mempengaruhi sistem kerja kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid tidak dapat menjalankan fungsi dengan baik sementara kelenjar hipofisis dalam otak terus menyampaikan sinyal untuk meminta asupan hormon yang dihasilkan oleh tiroid. (baca juga: Cara Mencegah Usus Buntu)

  1. Kelebihan Senyawa Glukosinates

Glukosinates adalah senyawa yang ditemukan di beberapa jenis sayuran misalnya kembang kol, brokoli, dan kubis. Senyawa glukosinates berfungsi untuk memberi efek penetralisiran yodium yang masuk ke tubuh sehingga menyebabkan kelenjar tiroid tidak bisa bekerja dengan baik. Jika tubuh mendapatkan asupan berlebih dari senyawa glukosinates, pasti akan memicu penyakit gondok.

  1. Kelebihan Obat Lithium dan Fenilbutazon

Lithium dan fenilbutazon adalah obat yang digolongkan sebagai obat anti-radang. Kedua zat tersebut cukup sering digunakan untuk menurunkan demam, mengobati peradangan dan nyeri tubuh. Tetapi jika mengonsumsinya, obat tersebut memengaruhi kelenjar tiroid menjadi lebih sensitif. Efek yang ditimbulkan adalah mual, muntah, adanya gangguan metabolisme disebabkan masalah tiroid serta sakit tenggorokan.

  1. Kondisi Hipertiroidisme

Hipertiroidisme adalah sebuah kondisi yang adanya terjadinya efek munculnya kelenjar tiroid menjadi terlalu aktif. Kemudian akan menyebabkan kelenjar tiroid menghasilkan hormon tidak terkontrol. Kelenjar akan menghasilkan hormon dalam jumlah terlalu berlebihan. Gondok menjadi efek dari hipertiroidisme. Gejala yang perlu diwaspadai saat terkena gondok adalah seperti demam, berat badan terus turun, gangguan tidur, sering diare, tidak tahan panas, dan detak jantung berdenyut tidak teratur.

  1. Pembentukan Nodul Pada Kelenjar Tiroid

Nodul adalah sebuah benjolan yang tumbuhnya pada bagian kelenjar. Jika nodul sampai terbentuk, akan menyebabkan sistem kerja kelenjar tiroid sulit untuk dikendalikan. Nodul yang tumbuh bisa menyebabkan hipertiroidisme dan kanker tiroid. Perawatan yang tepat sasaran akan mencegah tumbuhnya nodul yang tidak terkontrol. (baca juga: Ciri-ciri Usus Turun)

  1. Kanker Tiroid

Gondok juga bisa menjadi pertanda anda terkena kanker tiroid. Ini adalah jenis kanker cukup sering terjadi dan bisa terjadi pada semua orang tanpa memandang laki-laki dan perempuan. Adanya keluarga yang pernah mengalami kanker tiroid juga akan memengaruhi unsur genetis sehingga anda juga bisa berpotensi terkena kanker. Segera periksakan penyakit gondok anda di awal terjangkit supaya tidak bertambah parah dan diketahui apa sebab pastinya.

  1. Penyakit Hashimoto

Kondisi penyakit hashimoto juga bisa menimbulkan penyakit gondok yang memengaruhi kinerja kelenjar tiroid sehingga tidak bisa menghasilkan jumlah hormon tiroid yang cukup. Ini adalah penyakit yang menyebabkan gangguan imun dan kekebalan tubuh. Penyakit hashimoto ini nantinya akan merangsang timbulnya pembengkakan gondok. (baca juga: Penyebab Diare)

  1. Kondisi Kehamilan
Sponsors Link

Kehamilan adalah fase dimana seorang perempuan menunggu-nunggu si buah hati. Namun ternyata kehamilan juga bisa menyebabkan penyakit gondok. Ketika seorang wanita sedang hamil maka tubuh akan menmproduksi hormon yang disebut dengan HCG (human chorionicgonadotropin). Akibatnya maka bisa memicu kelenjar tiroid terus menjadi besar sedikit demi sedikit.

Dengan perawatan yang tepat maka bisa perkembangan kelenjar tiroid menjadi gondok. Wanita yang tengah mengandung perlu menjaga asupan gizi yang baik, sehingga tidak menderita penyakit gondok. Bahaya dari penyakit gondok untuk ibu hamil adalah dapat menyebabkan anak yang dilahirkan menjadi cacat, mudah lelah dan mengantuk, kedinginan, nyeri pada sendi, penurunan libido, kulit bersisik, denyut nadi melambat, gerakan melambat, kuku menipis atau rapuh. Cara mencegah agar Ibu hamil tidak terkena penyakit gondok yaitu makan makanan yang mengandung yodium, banyak minum air putih, bergerak ringan, rutin memeriksakan diri ke dokter.

  1. Peradangan Kelenjar Tiroid

Peradangan yang terjadi di kelenjar tiroid atau tiroiditis dapat menyebabkan penyakit gondok. Peradangan akan memicu rasa sakit yang berat di bagian kelenjar tiroid. Selain itu, kelenjar tiroid juga tidak dapat menghasilkan jumlah hormon yang cukup. Efek samping lainnya juga bisa membuat kelenjar menghasilkan hormon tiroksin berlebihan. Kondisi inilah yang memicu penyakit gondok.

  1. Kelebihan Makanan Golongan Goitrogenik

Beraneka ragam makanan yang tergolong goitrogenik contohnya kedelai, kacang-kacangan, buah persik, lobak, stroberi, dan bayam. Makanan golongan goitrogenik ini mengandung flavonoid yang sangat berguna untuk menjaga kesehatan tubuh. Tetapi senyawa flavonoid juga bisa mengganggu fungsi kelenjar tiroid sehingga membuat produksi hormon tiroid bisa berhenti. Jika terhenti, penyakit gondok pun mulai berkembang. (baca juga: Cara Menghilangkan Mual Karena Maag)

  1. Penyakit Gondok Beracun

Penyebab penyakit gondok dari yang sederhana (yang normal) bisa berubah menjadi penyakit gondok yang sangat beracun (berbahaya). Terdapat beberapa gejala yang khas yang biasanya muncul dan terjadi akibat dari adanya gondok beracun ini, yang mana untuk gejala tersebut beberapa diantaranya dapat merasakan sakit pada saat menelan makanan, penderita akan merasakan adanya benjolan pada leher yang bergerak, dan gangguan pada organ pencernaan (usus) yang mengakibatkan munculnya konstipasi, sebagai berikut:

  • Seringkali penderita juga banyak berkeringat Pada gangguan gondok beracun, nafsu makan cenderung meningkat.
  • Efek lainnya pada periode menstruasi menjadi tidak teratur (ini biasanya terjadi pada wanita). Meskipun nafsu makan meningkat, kondisi berat badan malah menurun dan biasanya terlihat agak kurus, mengalami kram otot, gelisah dan mudah gugup disertai munculnya tremor (gemeteran).
  • Pengaruh buruk gondok beracun akan membuat jantung berasa berdegup kencang disertai nafas yang terasa sesak. (baca juga: Pencernaan Makanan)

Penyakit gondok ini bisa sangat berbahaya jika tidak ditangani sedini mungkin karena bisa memperparah keadaan si penderita. Penyakit gondok ini bisa dikategorikan sebagai penyakit yang menular. Penularan yang bisa saja terjadi dengan menggunakan alat makan yang sama dengan si penderita, melalui air liur dan saluran udara. Oleh sebab itu, jika kita berada berdekatan dengan si penderita kita harus lebih berhati-hati dan yang harus kita gunakan adalah masker agar kita bisa terbebas dari penyebaran penyakit gondok.

Pencegahan Penyakit Gondok

ads

Ada empat tingkatan dalam pencegahan penyakit gondok secara umum, yakni tingkat tingkat dasar (primordial prevention), pertama (primary prevention) yang meliputi pengenalan kesehatan dan pencegahan khusus, tingkat kedua (secondary prevention) yang meliputi diagnosis atau dini serta pengobatan yang tepat,dan pencegahan tingkat ketiga (tertiary prevention) yang meliputi pencegahan terhadap terjadinya cacat dan terakhir adalah rehabilitasi, sebagai berikut:

  • Pencegahan tingkat dasar (primordial prevention).
  • Pencegahan tingkat pertama (primary prevention).
  • Pencegahan tingkat kedua.
  • Pencegahan tingkat ketiga (tertiary prevention).

Obat Herbal Penyakit Gondok

Penyakit gondok dapat diobati dengan obat-obatan herbal tanpa harus dioperasi, berikut cara yang cepat untuk mengobati penyakit gondok:

  1. Selada air bisa anda gunakan  ke dalam masakan untuk pencegahan penyakit gondok.
  2. Daun randa tapak berkhasiat untuk mengurangi pembengkakan di leher dengan menumbuk daun ini lalu campurkan dengan mentega dan panaskan kemudian balurkan ke leher selama 15-20 menit ulangi setiap harinya agar pembengkakan dapat sembuh.
  3. Bawang putih dapat mengurangi pembengkakan dan dapat menjaga kelenjar tiroid tetap sehat.
  4. Belimbing wuluh berkhasiat untuk mengobati penyakit gondok. Anda dapat mencampurkan belimbing wuluh dengan bawang merah kemudian dihancurkan dan dibalurkan ke tempat pembengkakan terjadi. (baca juga: Keracunan Makanan)

Buah, Sayuran dan Makanan yang Berkhasiat Menyembuhkan Penyakit Gondok

Buah dikenal memiliki kandungan protein dan vitamin yang sangat berguna untuk kesehatan tubuh. Buah-buahan yang dapat menyembuhkan penyakit gondok, yaitu :

  1. Buah sirsak, dapat menormalkan kembali kelenjar tiroid yang sedang mengalami pembengkakan.
  2. Buah strawberry, ternyata buah ini banayak sekali mengandung beberapa kandungan yang banyak yaitu vitamin C.
  3. Buah rambutan, selain buah yang sudah dijelaskan tadi ternyata rambutan juga mempunyai kandungang zat amfisilin yang mampu mengobati penyakit gondok.
  4. Buah pepaya, dapat mengatasi penyakit gondok secara alami. Anda bisa membuat juspepaya dan meminumnya minimal dua kali sehari sebagai obat penyakit gondok
  5. Buah manggis, yang dikonsumsi secara rutin akan memberi pengaruh hingga penyakit gondok pun berangsur membaik. Tak perlu dibuat jus, cukup makan saja daging buahnya.

Selain obat herbal dan juga buah-buahan yang dipercaya dapat menyembuhkan gondok, anda juga harus memperhatikan penyebab penyakit gondok dalam jenis makanan yang anda konsumsi sehari-hari supaya penyakit bisa lebih cepat pergi. Bahan makanan yang boleh anda makan secara rutin meski sedang menderita penyakit gondok adalah:

  1. Bayam
  2. Brokoli
  3. Daging Merah
  4. Telur
  5. Jamur
  6. Gandum
  7. Sayuran kaya yodium
  8. Dandellion
  9. Bawang putih
  10. Selada air

Sedangkan pantangan atau makanan yang tidak boleh dimakan saat sakit gondok melanda adalah:

  1. Makanan yang mengandung kolesterol tinggi.
  2. Hindari makanan yang banyak lemak.
  3. Makanana gorengan.
  4. Makanan pedas.
  5. Fast food.
  6. Minuman beralkohol.
  7. Minum kopi.
  8. Minuman bersoda.
  9. makanan dan minuman yang mengandung bahan kimia dan berpengawet.
  10. Makanan lain yang dapat merangsang pertumbuhan gondok .

Bahaya Penyakit Gondok Dalam

Sponsors Link

Mendengar penyakit gondok, yang membayang di kepala kita adalah benjolan besar yang tumbuh  di leher. Ternyata tidak selalu begitu. Ada juga penyakit gondok yang benjolannya kecil sehingga tidak terlihat. Jenis itu malah jauh lebih berbahaya. Menurut  dokter spesialis bedah kepala leher RSUD dr Soetomo dr Urip Murtedjo SpB-KL, gondok tersebut disebut gondok dalam atau struma basedow. Gondok dalam jelas berbeda dengan gondok luar. Yang sering diketahui oleh masyarakat adalah jenis gondok yang terlihat terus membesar di leher seperti daging tumbuh dan disebut struma nodus. Berikut ini beberapa fakta mengenai gondok dalam:

  • Jenis penyakit gondok dalam itu tidak mengalami pembesaran kelenjar seperti gondok luar sehinga ukuran dan besar gondoknya tidak dapat diukur.
  • Pada leher hanya terjadi sedikit perubahan visual yaitu munculnya gembluk atau pelebaran kelenjar ke samping. Sebaliknya, ketika anda mengalami gondok luar, leher akan menggelambir sampai ke bawah. Ukuran gondok luar dapat diperkirakan secara jelas.
  • Gondok dalam juga timbul karena adanya gangguan pada kelenjar tiroid.
  • Yang tak disangka, kasus gondok dalam rupanya menjadi salah satu kasus dengan penderita cukup banyak untuk bagian kepala dan leher. Dalam tiap kurun waktu sebulan,  ada  sekitar sepuluh pasien baru di RSUD dr Soetomo.

Gejala Penyebab Munculnya Gondok Dalam

Gondok dalam dinilai lebih menyulitkan dibanding gondok luar. Alasan utamanya adalah jenis gondok tersebut sulit dihilangkan dengan operasi. Biasanya pasien akan diberi konsumsi obat sampai hormonnya membaik dengan sendirinya. Butuh sekitar tiga bulan pengobatan supaya penderita atau pasien bisa benar-benar sembuh. Selain itu, bahaya yang mengintai dari penyakit gondok dalam adalah resiko jika sudah mengenai saraf penting di leher, sebagai berikut penyebab dalam gejala gondok dalam sebagai berikut:

  • Muncul benjolan yang sellau bergerak dan mengikuti gerakan leher ketika sedang mengunyah serta menelan makanan.
  • Jika penderita sudah mulai merasakan ada yang mengganjal di bagian dalam leher, segera perhatikan di cermin. Akan ada sedikit pelebaran leher meski secara visual tidak terlalu kentara seperti gondok luar.
  • Justru ketika sudah terkena penyakit ini, tidak akan membuat nafsu makan penderita menurun. Semuanya terlihat seperti normal. Namun perlu dicurigai jika nafsu makan yang baik sedangkan berat badan terus menurun. Kebanyakan penderita gondok dalam cenderung bertubuh kurus meski banyak makan. Gondok luar tidak mempengaruhi penurunan berat badan.
  • Sering merasakan jantung tiba-tiba berdebar.
  • Tubuh penderita memproduksi keringat dingin berlebihan, seirng terjadi tremor di bagian tubuh dan bola mata seolah melotot.

Apabila leher terasa tidak nyaman dan suara pasien mulai berubah serak, ada kemungkinan benjolan sudah menekan bagian trakea. Gondok yang tidak diobati dan tidak ditangani dengan benar akan mengganggu saraf serta  pembuluh darah besar di bagian leher. Padahal, pembuluh darah besar tersebut menyambungkan fungsi tubuh dari leher menuju kepala. Jikalau pasien menempuh jalan operasi pun, dokter harus sangat berhati-hati supaya jangan sampai merusak bagian saraf dari leher ke kepala.

Pemeriksaan Gondok Dalam

Jika anda atau keluarga anda mengalami pelebaran leher yang tak wajar, segera periksakan  ke rumah sakit. Dokter akan memeriksanya dengan teknik fine needle aspiration (FNA). Atau bisa juga dengan menggunakan X-ray. Tujuan dari pemeriksaan tersebut adalah untuk mengetahui tahap keganasan gondok. Jika gondok dalam termasu golongan jinak, maka dokter dapat melakukan strumektomi. Namun, kalau termasuk golongan ganas, maka dokter harus menggunakan metode total tiroidektomi.

Pada tindakan strumektomi, dokter tidak akan mengangkat semua kelenjar tiroid karena sifat gondoknya masih jinak. Pada metode tiroidektomi, semua bagian kelenjar tiroid harus diangkat. Efeknya jika kelenjar tiroid diangkat total, pasti akan mengganggu hormon pertumbuhan. Pascaoperasi, pasien harus mengonsumsi iodium seumur hidup. Kalau tidak berkenan, pasien bisa melakukan terapi cairan iodium radioaktif. Pasien akan tinggal di ruangan isolasi selama 2 sampai 3 hari di ruang khusus untuk minum larutan tersebut.

Itulah serba-serbi gondok dari yang paling ringan sampai paling akut. Jadi anda harus menjaga asupan makanan dan segera ke dokter jika ada gejala aneh di bagian leher.

Sponsors Link
, , ,
Oleh :