Sponsors Link

5 Faktor Penyebab Penyakit Disentri yang Wajib Anda Waspadai Segera!

Sponsors Link

Organ pencernaan merupakan salah satu organ yang paling rentan terkena penyakit, dikarenakan bagian tubuh yang satu ini termasuk yang paling sering menerima asupan zat-zat dari luar, baik itu dalam bentuk makanan ataupun minuman. Sayangnya, tidak semua zat-zat yang masuk tersebut merupakan zat yang bermanfaat dan bisa digunakan untuk tubuh, dan terkadang bahkan ada beberpa virus dan bakteri berbahaya yang ikut masuk dan berakibat pada munculnya bermacam penyakit. Dari sekian banyak penyakit yang memiliki peluang untuk membahayakan organ pencernaan dan juga organ tubuh lainnya tersebut, salah satu yang paling umum dan tergolong tinggi apabila dilihat dari tingkat penderitanya adalah penyakit Disentri.

ads

Penyakit Disentri ini merupakan salah satu penyakit pencernaan yang tergolong menular, ep dan bisa dibilang umum di derita, serta banyak menyerang terutama anak-anak yang masih berusia antara 2 sampai 4 tahun, dikarenakan sistem imun atau daya tahan tubuh mereka termasuk lemah dibandingkan orang dewasa. Gejala disentri sendiri umumnya ditandai dengan diare yang tidak wajar, karena biasanya diare yang dialami oleh mereka yang terkena penyakit disentri disertai dengan darah dan atau nanah. Tanda-tanda dari penyakit disentri lainnya adalah timbulnya rasa mual yang disertai demam, kemudian sering muntah-muntah, dan mengalami rasa sakit yang luar biasa pada perut.

Asal Usul Disentri

Kata disentri atau Dysentery sendiri diambil dari bahasa Yunani, yang merupakan gabungan dari kata dys yang berarti gangguan, dan juga enteron yang berarti usus, sehingga apabila digabungkan akan berarti “adanya gangguan pada organ usus”. Ada beberapa kasus disentri yang sampai tercatat dalam sejarah, mulai dari Raja John dari Inggris yang meninggal pada tahun 1216 akibat penyakit disentri tersebut, kemudian Raja Henry V dari Inggris yang juga meninggal akibat disentri pada tahun 1422, dan yang terjadi cukup dekat dengan negara kita adalah insiden barak Selarang di Singapura pada tahun 1942 pada masa perang dunia 2.

Pada insiden tersebut, sekitar 17,000 tahanan perang terkena infeksi penyakit disentri setelah dikurung di dalam satu bangunan yaitu barak Selarang selama 5 hari tanpa diperbolehkan membersihkan diri dan hanya diberikan sedikit air oleh tentara Jepang. Melihat status Disentri yang terbilang cukup mematikan di masa lampau, untungya pada saat ini metode pengobatan dan vaksin sudah  semakin maju sehingga sudah semakin banyak cara-cara yang bisa dilakukan disentri. Tetapi, apakah sebenarnya yang menjadi penyebab penyakit Disentri tersebut? Sebelum kita membahas mengenai apa saja yang dapat menjadi penyebab penyakit disentri, terlebih dahulu kita akan membahas hal-hal lainnya yang terkait dengan disentri tersebut, seperti apa saja komplikasi yang mungkin ditimbulkan dari penyakit disentri, kemudian apa saja pengobatan yang bisa dilakukan dan bagaimana cara mencegahnya.

Komplikasi Disentri

Pada kondisi akut, penderita dari Disentri ini juga memiliki kemungkinan yang tinggi untuk mengalami komplikasi, terutama apabila penderita Disentri tidak segera ditangani dan tidak melakukan pengobatan secara rutin dan teratur. Beberapa komplikasi yang mungkin menyerang penderita Disentri antara lain adalah sebagai berikut:

  • Septisemia, yaitu adanya infeksi pada saluran darah akibat bakteri, dan biasanya menyerang mereka yang sedang memiliki daya tahan tubuh yang lemah, seperti penderita AIDS (HIV), dam juga mereka yang sedang menjalani kemoterapi.
  • Hemolytic Uremic Syndrome (HUS), atau yang dalam bahasa Indonesia lebih dikenal sebagai Sindrom Uremik Hemolitik, yaitu kondisi di mana infeksi yang terjadi pada saluran pencernaan juga mengeluarkan zat beracun yang kemudian akan menyerang sel darah merah.
  • Arthritis, yaitu adanya infeksi atau gangguan pada sendi, dimana gangguan tersebut bisa berasal dari bakteri yang menyebabkan disentri.
  • Kejang-kejang, salah satu hal yang biasa terjadi, terutama pada anak-anak saat terkena disentri adalah kondisi kejang yang mereka alami, yang hingga kini pun belum diketahui penyebabnya.
  • Kematian, kondisi paling fatal dari penyakit disentri ini adalah risiko kematian yang dapat terjadi, terutama apabila diare dibiarkan terus menerus sehingga tubuh akan mengalami dehidrasi dan menyebabkan tubuh menjadi sangat kekurangan cairan.

Melihat komplikasi-komplikasi tersebut, tentunya ada baiknya bagi para penderita disentri untuk lebih melakukan tindakan-tindakan pencegahan, dan tentunya melakukan pengobatan apabila memang sudah terserang penyakit tersebut.

Sponsors Link

Pengobatan Disentri

Meskipun memiliki risiko komplikasi yang bisa dibilang membahayakan keselamatan penderitanya dan juga umum terjadi, untungnya pengobatan disentri yang bisa dilakukan tidak tergolong kepada metode pengobatan yang rumit, sehingga cukup mudah diobati. Beberapa metode pengobatan disentri yang bisa dilakukan dan diberikan kepada seseorang yang menderita penyakit tersebut antara lain adalah:

  • Antibiotik, di mana antibiotik untuk disentri ini merupakan salah satu cara yang paling efektif guna menanggulangi penyakit disentri,
  • Campuran air dan garam, yang berguna untuk menggantikan cairan di dalam tubuh sehingga akan dapat meminimalisir terjadinya dehidrasi.

Dengan melakukan salah satu atau kedua cara di atas, diharapkan akan segera memulihkan penderita Disentri dari penyakit tersebut sehingga fungsi organ pencernaan pun akan kembali normal, dan tentunya aktivitas dapat kembali berjalan tanpa ada gangguan serta hambatan yang diakibatkan oleh disentri. Ada juga beberapa metode tambahan yang dapat membantu memulihkan penyakit disentri, yang sebaiknya dilakukan oleh mereka yang menderitanya, seperti:

ads
  • Istirahat yang cukup dan tidak melakukan aktivitas-aktivitas yang tergolong ke dalam aktivitas berat,
  • Selalu pastikan alat-alat makan dan minum dalam keadaan bersih, dan bagi penderita disentri disarankan untuk tidak menyuguhkan makanan dan minuman kepada tamu atau orang lain,
  • Perbanyak minum air putih,
  • Jangan meminum susu,
  • Pastikan selalu menjaga kebersihan tangan sebelum dan setelah melakukan suatu kegiatan

Metode-metode tersebut diharapkan akan dapat mempercepat penyembuhan bagi si penderita, serta juga dapat menghindari menularkan penyakit tersebut kepada orang lain. Penderita disentri juga sebaiknya memilih makanan untuk penderita disentri yang disarankan guna mempercepat penyembuhan dan untuk menghindari terjadinya komplikasi.

Selanjutnya, kita akan beralih kepada apa saja yang menjadi penyebab penyakit disentri tersebut, dilihat dari tipe-tipe penyebab hingga kepada kondisi internal dan eksternal apa yang menyebabkan seseorang dapat terjangkit penyakit disentri.

Penyebab Penyakit Disentri

Ada dua macam organisme yang dapat menjadi penyebab disentri tersebut, di mana yang pertama adalah dikarenakan bakteri (prokariotik), kemudian yang kedua dikarenakan Amoeba (eukariotik) atau Ameba, yang tentunya akan memberikan dampak yang berbeda pula. Penyakit disentri yang disebabkan oleh bakteri, atau yang juga dikenal dengan Disentri Basiler, adalah yang paling umum ditemukan, dan disebabkan oleh bakteri-bakteri seperti bakteri Salmonella dan juga bakteri E.Coli, serta sering juga diakibatkan oleh bakteri lainnya seperti Campylobacter dan bakteri Shigella.

Bakteri yang disebut terakhir di atas (bakteri Shigella), merupakan salah satu bakteri yang paling banyak ditemukan pada kasus-kasus terkait penyakit disentri tersebut, di mana salah satu yang paling sering menjadi penyebab penyakit disentri adalah bakteri Shigella sonnei. Sementara untuk penyakit disentri akibat bakteri yang paling berbahaya dan cukup mematikan biasanya akan diakibatkan oleh bakteri Shigella dysenteriae, di mana bakteri ini juga umum ditemukan di negara berkembang. Selain sonnei dan dysenteriae, bakteri Shigella lainnya yang juga dapat menjadi penyebab penyakit disentri adalah bakteri Shigella boydii yang memiliki 19 serotipe dan juga Shigella flexneri yang memiliki enam serotipe.

Baca juga tulisan kami mengenai 4 bakteri yang menyebabkan diare yang dapat memperluas pengetahuan anda akan penyakit diare, dan juga tulisan lainnya seperti apa saja cara penanganan diare yang tepat, serta 5 macam buah untuk menghentikan diare yang bisa anda coba. Jenis penyakit disentri yang kedua adalah yang disebabkan oleh Amoeba yang memiliki nama Entamoeba histolytica yang banyak ditemukan pada lokasi-lokasi yang kebersihannya tidak terjaga dengan baik dan benar, seperti pada pemukiman yang tidak atau kurang memiliki air bersih untuk keperluan sehari-hari. Untuk mengetahui apa saja faktor penyebab penyakit disentri yang dapat meningkatkan peluang seseorang untuk terkena penyakit tersebut, berikut ini akan kami jelaskan, mulai dari kondisi biologis, lingkungan, maupun gaya hidup, yang selengkapnya adalah sebagai berikut:

Sponsors Link

  • Faktor usia, di mana penyakit disentri ini akan lebih rentan menyerang mereka yang masih dalam usia anak-anak, dan paling sering terjadi pada anak usia antara 2 sampai 4 tahun dikarenakan daya tahan tubuh mereka yang masih lemah dan belum sekuat orang dewasa.
  • Faktor Lingkungan, di mana penyakit disentri akan lebih banyak terjadi pada lingkungan yang cenderung memiliki sanitasi buruk, dan juga pada area-area yang merupakan tempat berkumpulnya banyak orang seperti kolam renang umum, panti, camp militer, dan lain sebagainya.
  • Faktor Gaya Hidup, di mana penyakit disentri akan sangat mungkin terjadi pada pasangan yang sering berhubungan intim secara anal atau oral, dan juga pada mereka yang sering bepergian ke daerah-daerah yang kebersihannya tidak terjaga.

Tentunya setelah mengetahui apa saja yang merupakan penyebab dari penyakit disentri tersebut, anda bisa dapat dengan mudah melakukan cara mencegah penyakit disentri yang tepat, serta mengetahui bagaimana cara mengobati disentri dengan benar.

Dengan selalu memperhatikan segala hal yang kami jelaskan di atas, diharapkan anda dapat terhindar dan menghindari lokasi serta faktor yang menjadi penyebab penyakit disentri tersebut, sehingga organ pencernaan akan tetap dapat berfungsi dengan sempurna.

Sponsors Link
, , ,