Sponsors Link

8 Penyebab Muntaber Pada Bayi dan Dewasa yang Sering Dialami Banyak Orang

Sponsors Link

Muntaber atau penyakit muntah berak adalah salah satu gangguan yang menyerang saluran pencernaan. Dalam istilah medis, penyakit ini disebut dengan gastroenteritis atau flu perut. Muntaber termasuk ke dalam kategori penyakit yang sangat umum yang diderita oleh banyak sekali orang di dunia ini. Di Indonesia sendiri, terdapat lebih dari dua juta kasus muntaber yang terjadi setiap tahunnya. Para penderita muntaber sangat beragam, di mulai dari bayi sampai lansia meskipun di Indonesia jumlah penderita muntaber yang masih berusia di antara 0 sampai 2 tahun terbilang lebih sedikit dibandingkan dengan para penderita muntaber dari kelompok usia lain. Penyakit ini pun tidak memandang jenis kelamin, pria dan wanita memiliki risiko yang sama untuk terserang muntaber.

ads

Sebagaimana yang telah diuraikan di atas, muntaber adalah salah satu penyakit yang memiliki banyak penderita. Hal itu dikarenakan muntaber mudah sekali menular dan menyebar. Di bawah ini adalah beberapa cara penularan muntaber dan cara penyebaran muntaber:

  • Melelalui makanan yang telah terkontaminasi mikroorganisme penyebab muntaber
  • Melalui air yang telah terkontaminasi mikroorganisme penyebab muntaber
  • Melalui tangan yang kotor
  • Melalui kotoran yang terinfeksi
  • Melalui air liur
  • Melalui binatang peliharaan

Penyebaran dan penularan muntaber tersebut sebagian besar karena kebersihan lingkungan dan kebersihan diri yang tidak terawat. Untuk itu, cara terbaik sebagai pencegahan gastroenteritis atau muntaber adalah dengan menerapkan pola hidup yang bersih dan sehat, seperti membiasakan mencuci tangan sebelum makan dan setelah dari toilet, membersihkan rumah secara rutin, pastikan peralatan memasak bersih sebelum dipakai untuk memasak, dan sebagainya.

Walaupun muntaber terhitung ke dalam golongan penyakit yang bisa sembuh tanpa pertolongan ahli medis serta termasuk ke dalam penyakit jangka pendek yang bisa sembuh dalam hitungan hari, muntaber jangan dianggap remeh. Sebab gangguan kesehatan ini dapat menjadi penyakit yang dapat mengancam nyawa apabila tidak segera ditangani. Apabila dibiarkan saja, penyakit ini dapat membuat orang yang terserangnya mengalami kehilangan cairan tubuh dalam waktu yang singkat. Kehilangan cairan tubuh dapat menyebabkan dehidrasi. Dehidrasi dapat menyebabkan komplikasi serius lainnya yang sangat berbahaya bagi tubuh jika dibiarkan saja.

Orang yang terkena muntaber pada umumnya akan merasakan gejala utama muntaber, yakni muntah-muntah dan berak atau buang air besar secara terus menerus. Muntah dan buang air besar inilah yang menyebabkan para penderita muntaber kehilangan cairan tubuh dalam waktu yang singkat. Selain muntah dan buang air besar yang terus menerus, para penderita muntaber juga akan mengalami gejala gastroenteritis (muntaber) lainnya, seperti:

  • Perut sakit seperti kram
  • Mual
  • Diare berair tapi diare tidak bercampur darah
  • Nafsu makan hilang
  • Berat badan menurun
  • Terasa lemas dan lesu
  • Terkadang disertai dengan demam, sakit kepala, dan sakit otot

Apabila Anda atau orang terdekat Anda mengalami gejala muntaber di atas, segera lakukan penanganan berupa pemberian air putih yang banyak atau cairan oralit untuk mencegah kekurangan cairan tubuh. Sebab dehidrasilah penyebab utama dari kebanyakan kasus penderita muntaber yang meninggal. Segera minta pertolongan dokter jika muncul gejala lainnya yang lebih serius, seperti muntah darah atau diare sampai keluar darah.

Penyebab Muntaber Pada Bayi dan Orang Dewasa

Di atas telah dijelaskan secara singkat mengenai gejala muntaber serta cara penularan muntaber. Lantas apa yang dapat membuat orang terserang muntaber? Penyebab muntaber tentu saja sangat beragam. Itulah salah satu penyebab mengapa muntaber termasuk ke dalam salah satu penyakit yang mudah menular. Penyebab umum muntaber adalah adanya infeksi atau radang pada saluran pencernaan oleh mikrrorganisme penyebab muntaber. Selain itu, masih ada lagi penyebab muntaber. Berikut ini adalah beberapa penyebab muntaber pada bayi dan dewasa beserta penjelasan singkatnya yang harus diketahui dan diwaspadai:

Sponsors Link

1. Infeksi Bakteri Penyebab Muntaber

Penyebab muntaber pada bayi dan dewasa pertama adalah infeksi bakteri. Muntaber akan terjadi ketika bakteri penyebab muntaber menginfeksi lambung atau usus orang yang diserangnya. Ada banyak tipe bakteri penyebab muntaber, di antaranya adalah:

  • Escherichia Coli (E. COli): Bakteri ini paling sering menjadi penyebab utama muntaber akibat infeksi bakteri. E. Coli sebenarnya adalah bakteri normal yang hidup di dalam saluran pencernaan. Namun, ada beberapa jenis bakteri E. Coli yang cukup berbahaya yang bisa menginfeksi usus yang menjadi penyebab diare dan penyebab muntaber pada bayi dan orang dewasa.
  • Shigella: Bakteri ini adalah bakteri yang menjadi penyebab muntaber yang paling sering terjadi pada bayi dan anak berumur 6 bulan sampai 10 tahun. Shigella umumnya sangat mudah menyebar ketika banyaknya orang berkumpul dalam suatu tempat, misal di tempat penampungan dan pengungsian.
  • Salmonella: Selain sebagai bakteri penyebab muntaber, bakteri ini juga merupakan salah satu bakteri yang menyebabkan diare. Bakteri ini biasanya dapat ditemukan pada daging mentah, telur mentah, dan produk susu.
  • Staphylococcus: Sama seperti Salmonella, bakteri ini juga umumnya ditemukan pada produk susu, daging mentah, dan telur mentah.
  • Yersinia Enterocolitica: Bakteri penyebab muntaber ini banyak ditemukan pada daging babi yang mentah atau kurang matang.
  • Campylobacter: Bakteri ini tidak dapat menyebab melalu dengan kontak langsung antara manusia dengan manusia. Campylobacter membuituhkan media untuk menyebar, seperti melalui makanan misalnya.
ads

2. Infeksi Virus Penyebab Muntaber

Sama seperti bakteri penyebab muntaber, virus penyebab muntaber pada bayi dan dewasa juga akn menginfeksi saluran pencernaan seperti lambung dan usus agar orang yang diserangnya terkena muntaber. Beberapa jenis virus penyebab muntaber, di antaranya:

  • Norovirus: Virus ini mampu menyerang bayi dan dewasa dan termasuk ke dalam virus yang sering menjadi penyebab penyakit melalui makanan. Norovirus dapat dengan mudah menyebar di antara manusia ke manusia utamanya pada ruang sempit yang dihuni oleh banyak orang.
  • Rotavirus: Virus ini merupakan penyebab muntaber pada bayi dan anak-anak yang paling umum. Orang dewasa juga dapat terinfeksi rotavirus, hanya saja jarang terjadi.
  • Astrovirus: Virus ini dapat menyebabkan muntaber dalam 1 sampai 3 hari setelah terinfeksi. Astrovirus biasanya menginfeksi bayi, anak-anak, lansia, dan orang yang memiliki masalah dengan sistem imun tubuh mereka.
  • Adenovirus: Selain dapat menginfeksi saluran pencernan dan menyebabkan muntaber, virus ini juga dapat menginfeksi mata dan saluran penapasan. Sehingga virus ini dapat menyebabkan berbagai macam penyakit.

3. Keracunan Makanan

Keracunan makanan juga dapat menjadi penyebab muntaber pada bayi dan dewasa. Terlebih lagi jika keracunan makanan disebabkan oleh mengonsumsi makanan yang telah terpapar oleh virus, bakteri atau parasit penyebab muntaber. Jika mengalami keracunan makanan, pertolongan pertama keracunan makanan yang bisa dilakukan adalah dengan mengonsumsi air kelapa untuk keracunan makanan. Kelapa mengandung elektrolit serta zat lainnya yang dapat melawan mikroorganisme penyebab keracunan makanan.

4. Kontak langsung dengan Penderita Muntaber

Ada beberapa virus dan bakteri penyebab muntaber yang bisa menyebar hanya dengan melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi oleh virus atau bakteri tersebut. E. Coli adalah salah satu contoh mikroorganisme penyebab muntaber yang dapat menyebar melalui kontak langsung dengan penderita muntaber. Memakan makanan yang dimasak oleh penderita muntaber juga bisa menularkan mikroorganisme penyebab muntaber pada makanan. Sehingga sangat besar kemungkinannya orang yang memakan makanan tersebut akan terkena muntaber.

5. Mengonsumsi Makanan atau Minuman yang Terkontaminasi

Hampir semua virus dan bakteri penyebab muntaber menyebar melalui makanan atau minuman. Sehingga orang yang memakan makanan atau minuman yang telah terkontaminasi mikroorganisme penyebab muntaber dapat terkena muntaber. Oleh karena itu, pastikan makanan atau minuman tidak terkontaminasi sebelum Anda memakannya. Pastikan juga alat masak yang dipakai bersih dan terbebas dari virus, bakteri, dan parasit jahat apapun.

6. Terlalu Banyak Konsumsi Makanan Asam

Kebanyakan konsumsi makanan asam dapat menyebabkan produksi asam lambung meningkat. Asam lambung yang terlalu banyak di dalam tubuh dapat memicu terjadinya peradangan pada saluran pencernaan. Saat saluran pencernaan meradang, tubuh dapat mengeluarkan gejala muntah-muntah dan buang air besar yang terus menerus. Selain itu, konsumsi makanan asam yang terlalu banyak juga dapat menjadi penyebab asam lambung naik.

Sponsors Link

7. Efek Samping Obat-Obatan Tertentu

Muntaber juga bisa menjadi efek samping mengonsumsi obat-obatan tertentu. Beberapa jenis obat yang dapat menimbulkan efek samping berupa muntaber adalah obat antibiotik, obat pencahar, obat antasida, dan obat-obatan kemoterapi. Oleh sebab itu, sebaiknya minum obat-obatan jenis tersebut sesuai dengan anjuran dokter untuk mengurangi terjadinya risiko efek samping berupa muntaber.

8. Mengonsumsi Air dengan Kandungan Metal yang Besar

Tidak hanya bisa terjadi karena mengonsumsi air yang telah terkontaminasi mikroorganisme penyebab muntaber, mengonsumsi air dengan kandungan metal yang sangat besar pun bisa menjadi penyebab muntaber pada bayi dan dewasa. Pasalnya, air minum yang mengandung metal seperti merkuri, timah, cadmium, dan arsenik yang cukup banyak, dapat menyebabkan peradangan pada saluran pencernaan jika dikonsumsi. Untuk itu, pastikan air minum yang dikonsumsi bebas dari kandungan metal.

Itu tadi beberapa penyebab muntaber pada anak dan dewasa yang sangat umum. Untuk menghindari penyebab muntaber tersebut salah satunya adalah dengan mengaplikasikan pola hidup bersih dan sehat, serta lebih berhati-hati dalam mengonsumsi makanan dan minuman. Suntik vaksin juga sangat dianjurkan, terutama pada bayi dan anak-anak agar imun terhadap serangan mikroorganisme jahat penyebab muntaber.

Sponsors Link
, , ,