Sponsors Link

20 Penyebab Mencret Berkepanjangan Lama dan Pengobatanya

Sponsors Link

Tinggal di Negara yang memiliki musim pancaroba seperti Indonesia, kita harus memahami penyebab mencret berkepanjangan lama dan pengobatanya. Pasalnya, hal tersebut sering dialami oleh sebagian orang Indonesia dan biasa disebut penyakit Diare. Orang yang terkena diare memiliki pertahanan tubuh yang kurang maksimal. Penyakit Diare umumnya ditandai dengan bentuk feses yang menjadi cair, disertai kondisi perut yang mulas dan juga kembung. Terkadang, perut juga terasa sesak dan penuh gas serta sedikit kram. Ketika seseorang mengalami sakit diare, mereka tidak bisa menahanya, sebab adanya dorongan untuk mengeluarkan feses yang cair ditambah dengan rasa mulas di bagian perut yang maksimal.

ads

Penyakit diare disebabkan oleh kuman yang masuk dan terlibat dalam proses Fungsi usus halus dalam pencernaan seseorang. Kuman atau bakteri dan virus ini akan menstimulasi organ usus, sehingga usus menjadi berkontraksi dengan lebih cepat. Sakit diare terkadang bisa terjadi selama berhari-hari yang efeknya membuat seseorang menjadi stress, gelisah dan gugup ketika diare melanda. Jika seseorang sedang mengalami masalah pencernaan sebelumnya, seperti masalah Irritable Bowel Syndrome (IBS), sakit diare yang dideritanya bisa terjadi selama 2 minggu lebih. Masalah ini biasanya terjadi karena orang tersebut telah memakan jenis makanan yang memicu organ usus menjadi abnormal dan juga karena orang tersebut sedang mengkonsumsi obat-obatan tradisional susah BAB tertentu.

Diare Berkepanjangan

Mengalami sakit diare yang berkepanjangan atau disebut Prolonged Diare tentunya akan membuat seseorang merasa lemas dan cukup stress. Penyakit ini terjadi dikarenakan mukosa usus mengalami kerusakan karena system pencernaan yang tidak lancar. Selain itu, adanya pertumbuhan kuman dalam  cara menjaga kesehatan organ usus hingga kurangnya hormon enteric dalam proses pencernaan menyebabkan diare yang lama dan berkepanjangan. Penyakit diare yang dikatakan berkepanjangan biasanya diawali dengan gejala diare (mencret) yang sudah melewati waktu 7- 14 hari lebih, juga disertai rasa mual, muntah dan kembung pada bagian perut. Hal ini mungkin bisa disebabkan juga oleh protein makanan seperti protein (susu sapi dan kedelai) yang ternyata tidak bisa diterima oleh pencernaan seseorang. Namun, jika yang terjadi adalah diare akut (ringan), maka biasanya akan sembuh sendiri. Apabila dikatakan diare akan menyebabkan berkepanjangan sebagai berikut:

  • Syarat lainya, seseorang dikatakan mengalami diare yang berkepanjangan, jika memang terjadi perubahan pada bentuk feses yang menjadi cair dan  feses yang dikeluarkan  tersebut mencapai 200 gram per hari, maka orang tersebut bisa dikatakan mengalami diare yang kronis.
  • Tidak semua jenis diare akut bisa menjadi diare kronis. Hal ini tergantung dari jenis infeksi yang terjadi serta frekuensi diarenya itu sendiri.
  • Penyakit diare yang sudah terjadi hingga waktu 2 minggu atau lebih, bisa dikatakan jenis sakit diare yang kronis. Tidak hanya itu, sakit diare berkepanjangan ini juga disertai dengan penolakan makanan pasca operasi usus buntu  untuk dicerna (intoleransi) dan infeksi serta malnutrisi (kekurangan gizi).

Saat seseorang sedang mengalami diare, feses yang dikeluarkan sebagai sisa pencernaanya menjadi encer. Hal tersebut terjadi karena cairan yang sudah disekresikan ke organ usus memang cair. Selain itu, bisa juga karena cairan di dalam organ usus orang tersebut tidak mampu diserap dan diedarkan ke seluruh bagian tubuh. Hal inilah yang menjadi dasar sakit diare bisa berlangsung lama atau singkat.

Selain orang dewasa pada umumnya, sakit diare yang disebabkan oleh virus juga dapat menular dengan mudah, khususnya jika penderitanya adalah anak-anak. Jika anak-anak  memiliki kontak langsung dengan tinja yang sudah terinfeksi dapat tertular diare. Biasanya ini terjadi pada lingkungan yang kurang bersih dengan keadaan seperti berikut ini:

  1. Saat bermain, anak-anak menggunakan mainan yang sudah terkontaminasi dengan virus. Virus tersebut dapat bertahan di udara dalam beberapa hari.
  2. Makanan serta minuman yang juga terkontaminasi dan tercemar oleh tangan yang kotor.
  3. Menggunakan sumber air yang juga sudah tercemar, serta tidak memasak air dengan cara yang benar.
  4. Mencuci dan memakai botol susu yang kurang bersih dan higienis.
  5. Lupa mencuci tangan hingga bersih setelah buang air besar atau setelah membersihkan tinja anak kita yang ternyata terinfeksi.

Berikut ini 20 penyebab mencret berkepanjangan yang berkepanjangan lainya, yang sering dialami sebagian orang :

  • Kolitis Ulseratif

Sakit diare yang terjadi dalam waktu cukup lama, ternyata bisa disebabkan adanya peradangan yang cukup kronis di bagian usus besar (kolon) dan juga di bagian rectum. Peradangan ini merupakan kelainan yang membuat bagian usus besar kita menjadi luka dan membuat feses yang keluar bercampur dengan darah dari peradangan tersebut.

  • Penyakit Crohn

Penyakit Crohn juga merupakan penyakit yang menyerang bagian organ usus dan menyebabkan radang di dalamnya. Bagian usus yang meradang inilah yang membuat saluran pencernaan menjadi terganggu dan menimbulkan  gejala lain seperti Diare berkepanjangan yang sering dialami sebagian besar orang.

  • Penyakit Coeliac

Masih berhubungan dengan gangguan pencernaan dan diare berkepanjangan, penyakit celiac juga salah satu pemicunya. Seseorang yang mengkonsumsi makanan mengandung gluten atau protein, yang biasanya terdapat dalam jenis makanan sehat seperti gandum hitam dan barley,  Akan mengalami penyakit ini.

  • Sindrom iritasi Usus
Sponsors Link

Iritasi ini umumnya terjadi di bagian usus besar yang gejala utamanya berupa sembelit, sakit perut hingga diare. Selain itu, saat terkena sindrom usus besar Penyebab Usus Buntu yang iritasi ini, perut juga sering terasa sakit, kembung dan rasanya ingin terus buang gas.

  • Fibrosis Kistik

Lain hal nya dengan penyebab yang satu ini, yaitu fibrosis kistik. Penyakit ini merupakan penyakit turunan yang kondisinya menyebabkan lender-lendir yang terdapat di bagian dalam tubuh manusia, menjadi mengental dan lengket. Karena kondisi itu, saluran-saluran yang ada di dalam tubuh menjadi tersumbat, termasuk saluran pencernaan. Tidak heran, seseorang yang terkena penyakit ini akan mengalami diare berkepanjangan.

  • Kanker Usus

Bagian organ usus seharusnya dijaga dengan baik, dengan tidak mengkonsumsi makanan yang berbahaya untuk kesehatan usus kita. Jika usus dibiarkan mencerna makanan yang salah, maka kanker akan menjadi ancaman utamanya. Kanker yang ada di dalam organ ini tentunya memicu berbagai penyakit termasuk diare.

  • Kolitis Mikroskopik

Penyakit yang berbahaya bagi saluran pencernaan, salah satunya adalah Kolistis Mikroskopik. Penyakit langka ini jarang ditemui, namun yang menderita penyakit ini biasanya wanita lansia. Kondisi yang terjadi adalah kolagen pada dinding usus besar mengisis bagian limfosit ususnya, sehingga menimbulkan air dan lendir.

  • Radang Pankreas Kronis

Peradangan yang terjadi pada salah satu organ yang penting dalam pencernaan, yaitu pankreas. Peradangan ini membuat pankreas menjadi rusak secara permanen. Peradangan ini juga terjadi dalam jangka waktu yang cukup lama, sehingga pencernaan kurang maksimal dan menyebabkan diare berketerusan.

  • Efek Samping diangkatnya bagian perut (gastrektomi)

Gastrektomi ini merupakan reseksi lambung yang menyebabkan bagian lambung tertentu harus diangkat. Bagian lambung yang diangkat ini bisa bagian lenganya, sebagian lambung dan duodenum. Efek dari pengangkatan tersebut ternyata bisa menimbulkan diare berkepanjangan.

Sementara penyebab diare yang singkat, namun menunjukan gejala yang tidak kunjung sembuh,  bisa memicu menjadi sakit diare berkepanjangan. Adapun penyebabnya sebagai berikut :

  • Infeksi Virus

Beberapa jenis virus yang cukup berbahaya untuk saluran pencernaan, memang jadi pemicu terjadinya infeksi virus pada usus. Setelah terinfeksi, tentunya usus manusia tidak bisa bekerja secara maksimal untuk menyerap nutrisi yang diperlukan tubuh. Hasilnya, malah memicu diare akut.

  • Virus rotavirus dan norovirus

Tahukah Anda bahwa kedua virus ini adalah penyebab utama terjadinya infeksi pada bagian usus dan disebut Gastroenteritis. Virus ini biasanya menjadi penyebab utama diare yang akut pada anak-anak. Virus Norovirus sepertinya lebih berbahaya dari rotavirus.

  • Infeksi bakteri

Dalam usus kita, terdapat beberapa bakteri yang jahat dan bisa menyebakan keracunan makanan. Beberapa virus tersebut seperti  campylocbacter, clostridium, salmonella, shigella dan e coli. Jika sudah terinfeksi, tentunya penyakit yang timbul adalah diare yang akut.

  • Parasit Giardia Intestinalis
ads

Jenis parasit ini ternyata bisa berkoloni dan juga melakukan reproduksi pada organ usus kecil. Keberadaan parasit ini tentunya merugikan dan bisa membuat usus kecil terinfeksi. Efeknya, feses yang merupakan sisa dari penyerapan nutrisi menjadi cair dan menyebabkan diare yang berkepanjangan.

  • Radang Usus Buntu

Penyakit yang umum terjadi dan menyerang organ usus buntu adalah radang usus buntu. Jika terjadi peradangan maka akan menimbulkan komplikasi lainya seperti apendistisis, usus buntu pecah, radang selaput perut dan lainya. Radang ini juga berpengaruh dan memicu terjadinya diare.

  • Alergi Makanan

Makanan tertentu, seperti makanan yang terlalu pedas biasanya bisa memicu feses menjadi lebih cair. Selain itu, makanan dan minuman seperti susu, keju dan gandum jika dikonsumsi terlalu banyak juga dapat menimbulkan diare akut.

  • Konsumsi Makanan Pedas Berminyak

Sekarang ini, makanan yang paling banyak diminati dan dikonsumsi sebagian besar orang adalah makanan pedas lagi berminyak. Rasanya memang enak dan selalu bikin ketagihan. Tapi, jika sudah terkena diare, tentu akan kurang nyaman. Makanan pedas dan berminyak kurang bersahabat bagi organ pencernaan kita.

  • Keracunan Makanan dan Minuman

Hati-hati dalam mengkonsumsi makanan dan minuman dalam keseharian kita. Jika menimbulkan efek mencret dan diare hingga cukup lama, bisa jadi ini karena kita keracunan makanan. Gejala yang terasa saat kita keracunan makanan seperti mual, muntah, kram perut dan diare.

  • Masalah Psikologi

Memiliki masalah psikologi juga dapat memicu penyakit diare. Saat seseorang sedang dalam keadaan stress, biasanya akan mengalami gejala perut gugup (nervous stomach). Sebab itulah, otak akan memproduksi serotonin yang mempengaruhi kerja usus.

  • Minum Alkohol secara Berlebih

Minuman beralkohol sejatinya adalah pro-oksidan yang menghasilkan oksigen reaktif dan  menyebabkan kerusakan oksidatif, khususnya pada bagian jaringan saluran pencernaan kita. Selain itu, alcohol juga menyebabkan muktosa lambung yang membuat organ pankreas menjadi rusak. Itulah sebabnya, Anda bisa mengalami sakit perut, mencret, disertai mual dan muntah setelah meminumnya.

  • Efek samping Obat

Beberapa obat-obatan antibiotic yang mungkin sedang Anda konsumsi, dapat menimbulkan efek samping Diare. Umumnya, diare tersebut akan berhenti jika kita juga menghentikan konsumsi obat antibiotic tersebut. Namun, jika hendak menghentikan penggunaan obat antiobiotik karena diare, sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter yang bersangkutan.

Pengobatan Ampuh Untuk Diare

Pengobatan untuk mengatasi diare, tentunya dapat dilakukan setelah kita mengetahui apakah jenis diare yang kita alami. Jika menunjukan gejala diare hingga 2 minggu lebih, maka diare ini termasuk pada diare kronis yang sebaiknya dikonsultasikan kepada dokter. Namun, jika gejala diarenya hanya terjadi selama kurun waktu kurang dari 1 minggu, biasanya termasuk jenis diare akut (ringan). Sebagai langkah awal, kita dapat melakukan pengobatan untuk kondisi dasar.

Diare yang ditandai dengan encernya feses yang dikeluarkan pada saat buang air besar (BAB) dalam jangka waktu yang cukup sering dibandingkan BAB saat normal. Mengkonsumsi makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi ternyata menjadi pemicu utama mengapa seseorang bisa mengalami fungsi enzim katalase diare dalam jangka waktu cukup lama.

Penyakit Diare yang identik dengan mencret ini merupakan salah satu masalah kesehatan yang bisa dibilang cukup besar dan banyak diderita oleh masyarakat di Indonesia. Berdasarkan data kesehatan di tahun 2003, sakit diare ini muncul akibat adanya kontaminasi bakteri yang menyebabkan 100.000 nyawa tidak tertolong. Oleh sebab itu, jika sakit diare kita menjadi berkepanjangan, sebaiknya kita dirawat inap di rumah sakit terpercaya.

Diare yang sudah cukup lama dan menjadi bekepanjangan, sebaiknya segera diperiksakan ke dokter ahli, karena khawatir ada penyakit lain yang menyerang organ pencernaan kita. Bahayanya penyakit diare diantaranya:

  1. Penderitanya akan kehilangan cairan tubuh
  2. Penderita anak-anak juga akan mengalami dehidrasi yang cukup serius
  3. Orang yang diare tidak akan merasa lapar
  4. Orang yang terkena diare menjadi lesu dan lemas
  5. Zat-zat yang bergizi menjadi hilang dari dalam tubuh
  6. Penderitanya bisa meninggal, jika kehilangan cairan tubuhnya melebihi batas

Sakit diare umumnya dapat hilang dengan sendirinya, jika jangka waktunya tidak lama (kurang dari 7 hari), selebihnya diare dapat diobati dengan beberapa cara berikut ini ;

  • Diare Sembuh Sendiri

Pengobatan kondisi dasar ini adalah penanganan untuk diare yang sedang diderita berdasarkan hasil dari diagnose dokter ahli. Jika setelah melakukan check up ke dokter, Anda ternyata mengalami diare karena ada radang dibagian usus, maka cara pengobatanya harus tuntas hingga selesai. Dengan begitu, gejala diare tersebut juga akan hilang.

Diare akut maupun diare kronis dapat dialami oleh orang dewasa maupun anak-anak. Secara normal, gejalanya ini bisa hilang hanya dalam waktu 7 hari (pada anak). Sementara pada orang dewasa, diare bisa sembuh setelah 4 hari. Diare yang disebabkan oleh virus biasanya cukup lama sembuh, hingga 8 hari. Penyembuhan ini berasal dari system imun atau kekebelan tubuh manusia itu sendiri yang berhasil melawan infeksi dan diare dengan alamiah.

  • Meningkatkan Konsumsi Cairan

Saat terserang diare, kita mengeluarkan feses yang bentuknya cair dan encer. Selama itulah, kita juga akan kehilangan banyak cairan dalam tubuh. Cairan tersebut adalah cairan elektrolit atau ion yang dibutuhkan oleh tubuh. Kekurangan cairan ini bisa mengakibatkan dehidrasi, terutama pada anak-anak. Minumlah banyak air untuk pemulihan. Jangan dulu meminum jenis minuman lain seperti Jus atau minuman soda, karena berbahaya untuk penderita diare.

Sponsors Link

  • Makanan Ketika Mengalami Diare

Salah satu penyebab diare yang bisa berkepanjangan, ternyata karena jenis makanan yang kurang sehat. Oleh sebab itu, jika Anda sudah mampu untuk makan kembali, sebaiknya mulai makan-makanan padat. Kemudian, perhatikan juga porsi makan Anda yang jangan terlalu banyak. sebisa mungkin, hindari dulu jenis makanan yang pedas, berlemak dan berminyak.

Jika Diare ini melanda anak-anak, sebaiknya jangan berikan mereka makanan dulu jika anak menolak. Berikan cairan untuk menghilangkan dehidrasi selama diare pada anak kita. Jika sudah mampu untuk makan, mulai beri makanan yang padat. Jangan sembarangan memberikan makanan pada anak-anak, jika makanan tersebut belum terjamin kebersihanya.

  • Minum Cairan Oralit

Karena diare dapat menyebabkan penderitanya kekurangan banyak cairan dan dehidrasi, maka dokter juga biasanya akan menyarankan untuk minum cairan oralit. Oralit ini aman diminum oleh siapa saja, termasuk orang yang sudah dewasa. Oralit mengandung air dan garam serta gula, yang berfungsi sebagai pengganti karbohidrat, ion dan mineral penting lainya yang diperlukan tubuh. Oralit juga tersedia di apotek terdekat. Perhatikan juga takaran pemberian oralit yang ada pada kemasanya. Oralit memang bukan obat diare, namun setidaknya dapat membantu dehidrasi karena diare.

  • Minum Obat Diare

Obat diare tentunya sangat disarankan agar sakit diare kita bisa segera sembuh. Beberapa obat anti diare biasanya berfungsi untuk mempersingkat gejala diare yang kita alami. Obat anti diare yang cukup populer adalah loperamide yang efektif membuat feses kita menjadi padat kembali serta membantu mengurangi frekuensi BAB.

Dalam mengkonsumsi obat-obatan seperti ini, sebaiknya mendengarkan saran dari dokter, agar takaranya sesuai. Jika tidak sesuai resep, dihawatirkan gejala diarenya semakin parah. Obat diare juga ada yang terbuat dari bahan alami (herbal), yang bahanya cukup mudah ditemui di sekitar rumah. Beberapa obat alami tersebut seperti jahe, yogurt dan pisang.

  • Obat Antibiotik Diare

Selain obat diare biasa, ternyata untuk penderita diare yang disebabkan oleh virus dan bakteri, biasanya akan diberi resep obat antibiotic. Obat antibiotic dapat menimbulkan efek samping, sehingga harus dikonsumsi sesuai resep dokter. Antibiotik juga biasanya diberikan kepada pasien yang memiliki tingkat kekebalan tubuhnya rendah , lemah dan rentan terkena infeksi.

  • Obat Pereda Rasa Sakit Untuk Diare

Obat pereda rasa sakit sebenarnya bukan obat untuk diare, namun jika diare disertai gejala lainya seperti sakit kepala atau demam, solusinya adalah obat ini. pilihlah obat pereda rasa sakit yang mengandung ibuprofen atau paracetamol jika diare Anda dibarengi dengan demam dan sakit kepala. Gejala diare dan demam biasanya dialami anak-anak. Konsumsi obat ini sesuai dengan takaran yang tertera pada kemasan.

Dari keterangan diatas, kita dapat mengambil kesimpulan tentang penyakit diare yang menyebabkan sebagian penderitanya mengalami mencret yang berkepanjangan. Sebagian besar penyebab diare (sekitar 90%) ternyata disebabkan oleh adanya infeksi dari virus (rotavirus). Selain itu, penyebab diare lainya karena adanya infeksi bakteri, jamur dan parasit. Tidak hanya itu, Diare juga bisa terjadi karena seseorang telah mengkonsumsi obat-obatan antibiotik. Sisanya, penderita diare juga disebabkan oleh keracunan makanan, alergi makanan hingga faktor psikologi (stress).

Tidak hanya menyerang orang dewasa, anak-anak juga bisa mengalami diare yang disebabkan oleh 3F, yaitu food (makanan), Finger (jari) dan fly (lalat). 3 faktor tersebut telah terkontaminasi oleh virus, sebab itu jangan memberikan makanan sembarangan pada anak-anak. Tinggal di lingkungan yang kurang bersih dan terkontaminasi oleh virus juga menyebabkan kita dan anak-anak mudah tertular penyakit diare. Dengan mengetahui penyebab mencret berkepanjangan lama dan pengobatannya tersebut, semoga kita dapat mengatasi diare hingga sembuh total.

Sponsors Link
, , ,
Oleh :