Sponsors Link

11 Penyebab Kanker Usus Besar Salah Satunya Faktor Turunan

Sponsors Link

Kanker kolon atau kanker usus besar adalah salah satu jenis gangguan pencernaan yang menyerang organ usus besar dan organ yang berada di fase akhir proses pencernaan. Menurut tanyadokter.com disebutkan, kanker usus banyak diderita oleh lansia, yang berusia 60 tahun keatas. Namun, melihat gaya hidup di zaman modern saat ini, penyakit kanker usus bisa dialami  orang berusia muda, yang kurang memperhatikan pola hidup dan makanan yang dikonsumsi.

ads

Kanker usus umumnya menyerang hubungan lambung dengan otak bagian organ usus besar. Dalam pencernaan, usus besar memiliki fungsi untuk menampung tinja, sebelum akhirnya dikeluarkan lewat BAB. Keadaan usus besar seharusnya selalu bersih dan terhindar dari penumpukan zat sisa yang membuat usus menjadi kotor. Keadaan usus besar yang kotor seperti ini, dapat memicu tumor yang bergerak aktif hingga menjadi sel kanker yang berbahaya.

Gejala Umum Kanker Usus Besar

Seseorang yang mengidap kanker usus besar, biasanya menunjukan gejala-gejala yang mengacu pada gangguan pencernaan, seperti di bawah ini :

  • Terdapat darah pada feses atau pendarahan langsung di anus
  • Mengalami kram di bagian perut
  • Mengalami perut kembung
  • Frekuensi BAB meningkat
  • Tubuh sering merasa lelah
  • Tekstur kepadatan kotoran menjadi berubah, semakin padat atau semakin cair
  • Berat badan menurun
  • Nafsu makan menurun

Penyebab Kanker Usus Besar

Awalnya, kanker usus besar ini bermula dari munculnya gumpalan sel yang letaknya berada di lapisan usus besar manusia. Gumpalan ini lama kelamaan akan menjadi aktif dan menjadi awal dari sel kanker yang memicu pertumbuhan kanker. Zat lainya yang dapat memicu akibat kekurangan karbohidrat kanker semakin aktif adalah :

  • Zat kimia dari Rokok
  • Minuman beralkohol
  • Lemak dan kolesterol berlebih
  • Kurang serat
  • Konsumsi daging merah berlebih
  • Gula darah berlebih (diabetes)
  • Zat kimia makanan
  • kurang bergerak
  • kanker ovum
  • kanker payudara
  • Gen turunan

Khusus untuk kanker usus karena faktor keturunan, terdapat dua jenis kelainan yang menjadi penyebab kanker usus besar, yaitu :

  • Hereditary nonpolyposis colorectal cancer (HNPCC)

Merupakan kelainan yang disebut juga dengan Lynch. Sindrom Lynch ini memiliki resiko yang tinggi untuk mengidap kanker usus besar sebelum usia 50 tahun

  • Familial adenomatous polyposis (FAP)

FAP ini adalah penyakit yang bisa dibilang cukup langka, karena menimbulkan ribuan benjolan kecil (polip) di bagian dinding usus besar serta rectum.Pasien FAP bisa berisiko berkali-kali lipat untuk kanker usus besar di usia 40 tahunan.

Penelitian Kanker Usus Besar

Kanker Usus besar merupakan istilah kanker yang akibat usus buntu tidak dioperasi  berkembang dalam kolon atau rectum yang membentuk organ usus besar. Menurut data WHO, di setiap tahunya sekitar 608.000 orang dari seluruh dunia, mengalami akibat kanker usus besar. Sementara itu, di Indonesia menurut data Patalogi Anatomi FKUI, di rentang tahun 2003-2007 , jumlah pasien yang mengalami kanker umumnya berada di usia 40 tahun ke bawah, yang mencapai 28.17%.

Sponsors Link

Melihat perkembangan angka tersebut, tentunya masyarakat Indonesia harus lebih waspada terhadap kanker usus besar ini. Yayasan Kanker Indonesia bahkan menempatkan kanker usus besar ini dalam posisi ke-4 dari 10 jenis kanker lainya yang harus diusahakan penanggulanganya. Untuk menghindari penyakit kanker usus besar ini, penting bagi kita untuk mengetahui ciri-ciri kanker usus besar sejak dini.

Melihat dari jenisnya, gejala kanker usus besar ini bisa dibagi dalam 2 kategori, yaitu lokal sistematik. Kanker usus besar lokal dapat menyebabkan beberapa gejala yang memiliki efek secara langsung pada organ usus besar kita. Sedangkan Kanker kolorektal sistemik juga akan mengakibatkan beberapa ciri ciri yang berpengaruh terhadap seluruh tubuh Jika pasien mengalami gejala semacam ini dalam waktu yang cukup lama, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.

Tahap Perkembangan Kanker Usus Besar

Seperti hal nya tahapan penyakit kanker lainya, kanker usus besar yang dialami seseorang juga akan berkembang dari stadium awal hingga stadium lanjut. Berikut ulasanya :

  • Stadium 1, kanker sudah mulai tumbuh di dalam organ usus besar, namun belum menyebar karena masih terhalang dinding usus
  • Stadium 2, kanker telah mulai menyebar ke seluruh bagian dinding usus besar bahkan hingga menembusnya
  • Stadium 3, Kelenjar getah bening mulai digerogoti oleh sel kanker
  • Stadium 4, Kanker sudah parah dan penyebaranya sudah ke organ tubuh lainya, seperti paru-paru dan hati

Dokter yang dapat menentukan tingkat stadium kanker pasienya, dengan melakukan diagnosis dan juga menentukan pengobatan yang tepat untuk pasien kanker usus besar.

ads

Pemeriksaan Kanker Usus Besar Oleh Dokter

Jika pasien usus besar akan memulai untuk berkonsultasi dengan dokter, dokter biasanya akan menanyakan mengenai gejala-gejala yang dialami terlebih dulu. Selanjutnya, dokter juga akan menanyakan tentang hubungan kekerabatan dengan seseorang yang menderita kanker penyebab kanker pankreas usus besar, serta apakah pasien juga mengidap penyakit berbahaya lainya yang memicu kanker usus besar.

  • Sigmoidoskopi

Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, dengan mengecek area anus pasien, dan melihat ada pembengkakan atau tidak. Jika perlu, dokter juga akan memasukan alat bernama sigmoidoskopi, berupa selang kecil yang dilengkapi lampu dan kamera di bagian ujungnya. Selang ini akan dimasukan ke dalam tubuh, untuk memonitor usus besar yang sedang sakit.

  • Kolonoskopi

Dokter juga bisa melakukan Kolonoiskopi, dengan cara memasukan alatnya, namun untuk kolonoiskopi selang yang digunakan cukup panjang. Kemudian akan dilakukan pengambilan sampel.Sebelum melakukan kolonoiskopi sebelumnya, dokter akan menyarankan pasien untuk meminum obat pencahar, agar ususnya bersih dari kotoran.

  • Kolonoskopi Virtual

Hampir sama dengan kolonoskopi biasa, namun ini menggunakan CT Colonography. Metode ini juga menggunakan sebuah selang yang dimasukan lewat anus, lalu udara akan dipompa dari luar ke dalam organ usus, sehingga organ usus lebih mengembang. Dengan begitu, kamera yang terdapat pada CT Colonography ini bisa mendeteki kanker usus besar dari keseluruhan.

Pengobatan Kanker Usus Besar

Umumnya, penyakit kanker usus besar ini dapat diatasi dengan cara operasi. Namun, tidak semua penderita kanker usus besar, bersedia untuk melakukan operasi. Mereka ada yang merasa takut dan menolak untuk operasi tersebut, serta konsumsi obat-obatan kimia lainya. Bagi Anda, penderita kanker usus besar seperti ini, sebaiknya tidak usah khawatir jika memang tidak ingin melakukan operasi. Solusi manfaat madu bagi pencernaan lainya adalah tanpa zat kimia dan operasi.

Adapun pengobatan alami untuk kanker usus besar atau kanker kolorectal ini, dapat memanfaatkan beberapa tanaman alami berikut ini:

  • Sarang Semut

Tumbuhan herbal sarang semut, biasanya menempel pada pohon – pohon besar dan hanya bisa didapatkan di sekitar hutan Papua. Sarang semut ternyata memiliki kandungan flavonoid, polifenol (asam fenolat) serta tokoferol yang memiliki manfaat untuk penyembuhan kanker kolorektal. Ketika kandungan ini dapat memerangi kanker dengan maksimal.

  • Temu Putih

Temu putih juga tanaman herbal yang mengandung kurdiona, kurkumol dan zedoarin. Zat-zat tersebut memiliki sifat anti neoplastik yang dapat merusak ribosoma pada sel kanker, juga jaringan abnormal dengan cara pembentukan firoblasy di sekeliling kankernya. Temu putih juga mengandung zat RIP (ribosome inactivating protein ) yang fungsinya untuk menonaktifkan perkembangan setiap habis makan selalu BAB sel kanker yang terjadi.

Sponsors Link

  • Noni Juice

Tanaman noni juice juga mampu bekerja dengan sinergis, bersama mikronutrien lain dalam tubuh, untuk menghambat aliran darah yang menuju ke sel-sel kanker.  Noni Juice ini mengandung damnachantal yang mampu untuk menghambat reproduksi sel-sel kanker yang muncul.

Mencegah Kanker Usus Besar

Langkah pencegahan  dari segala jenis penyakit, rasanya tidak cara mengobati asites ada salahnya jika dijalankan. Menerapkan pola hidup sehat untuk memperkecil resiko terkena penyakit kanker usus besar. Berikut beberapa langkah pencegahan yang bisa dijalankan :

  • Rutin berolahraga , setidaknya selama dua jam dalam satu minggu. Lakukan olahraga yang cukup ringan seperti bersepeda dan jalan cepat
  • Menjaga berat badan, identik dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi dan menyehatkan, juga menghindari makanan yang menimbulkan obesitas
  • Hentikan kebiasaan buruk seperti merokok dan minum alcohol, karena pemicu kanker

Penyakit kanker sebaiknya tidak dianggap sepele, karena resiko tertinggi adalah kematian. Oleh sebab itu, sejak timbul gejala awalnya, sebaiknya mulai berkonsultasi ke dokter ahli, agar diketahui apa penyebab kanker usus besar yang di derita. Lakukan langkah pencegahan kanker dengan maksimal untuk hidup bebas kanker dan lebih sehat.

Sponsors Link
, ,
Oleh :