Sponsors Link

16 Penyebab Gastritis yang Harus Diwaspadai

Sponsors Link

Gastritis merupakan salah satu kondisi dimana lapisan lambung seseorang sedang mengalami luka atau iritasi, pengikisan dan peradangan. Gastritis menyerang organ lambung manusia, oleh sebab itu terkadang orang juga ada yang menyebut penyakit gastritis itu sebagai penyakit maag. Gastritis itu sendiri terbagi menjadi dua, yaitu akut dn kronis.

ads

Organ lambung pada kolitis ulseratif manusia, memiliki fungsi penting dalam menjalani system pencernaan atau metabolisme tubuh. Salah satu kinerja dari organ lambung adalah memiliki sel-sel yang dapat menghasilkan asam dan enzim yang berfungsi untuk mencerna makanan. Namun, bagian lapisan dinding lambungnya, sebisa mungkin harus terlindungi oleh pengikisan asam yang terjadi.

Gejala Gastritis

Sama hal nya dengan penyakit pencernaan lainya, gastritis juga dapat diketahui sedang menjangkiti seseorang dengan memunculkan beberapa gejala tertentu. Gejala yang dirasakan adalah gejala sakit maag dan asam lambung yang naik. Namun, gejala lainya yang bisa muncul bahkan hingga mengalami gangguan pada saluran cerna.

Adapun gejala yang terjadi ketika seseorang terkena penyakit radang lambung yang cukup parah ini, sebagai berikut :

  • Rasa nyeri dan panas seperti menggerogoti organ lambung
  • Kehilangan nafsu makan
  • Perut menjadi kembung
  • Cepat merasa kenyang saat makan
  • Mual
  • Muntah
  • Cegukan
  • Muntah darah
  • Sakit perut
  • Gangguan saluran cerna
  • BAB warna hitam pekat

Ketika salah satu dari gejala tersebut dialami oleh Anda, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter dan tanyakan seputar penyakit gastritis, agar mendapat pengobatan lebih lanjut. Jika hanya rasa sakit atau nyeri yang dirasakan di bagian perut, maka itu merupakan hal tidak boleh disepelekan.

Penyebab Gastritis

Penyebab utama terjadinya gastritis adalah kurang teraturnya pola makan, atau bisa juga karena terlalu banyak mengkonsumsi alcohol. Selain itu, munculnya stress serta pola tidur cara mengobati disentri yang kurang maksimal karena penggunaan obat-obatan tertentu juga bisa menimbulkan sakit gastritis. Selain beberapa penyebab diatas, sakit gastritis juga bisa muncul karena :

  • Infeksi Bakteri H. Pylori
  • Efek samping obat anti inflamasi nonstreiod
  • Reaksi autoimun konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan
  • Penyalahgunaan obat-obatan
  • Pertambahan usia
  • Penyakit crohn
  • Infeksi bakteri dan virus
  • Penyakit HIV/AIDS
  • Refluks empedu
  • Anemia pernisiosa
  • Muntah kronis

Selain penyebab diatas, ternyata ada beberapa faktor pencetus yang menimbulkan penyakit gastritis dalam tubuh pasien :

Sponsors Link

  • Makanan yang bertekstur keras lalu dimakan dalam keadaan panas, misalnya bakso
  • Jadwal makan yang menjadi tidak teratur dan membuat lambung kita menjadi sulit beradaptasi dan mengakibatkan asam lambung menjadi naik dan mengiritasi bagian mukosa lambung
  • Mengkonsumsi minuman yang memiliki kandungan kafein seperti teh dan kopi.
  • Mengkonsumsi makanan pedas dan asam, serta makanan yang mengandung gas seperti buncis, kol dan ubi
  • Stress yang dapat mengakibatkan perubahan hormonal dalam tubuh seseorang

Tahapan Penyakit Gastritis

Penyakit gastritis biasanya terjadi dalam beberapa tahapan yang dimulai dari gejala ringan sampai pada gejala akut. Jika hal ini dibiarkan dengan terus-menerus, dan tidak melakukan pengobatan maka akan menyebabkan infeksi yang dapat meningkatkan munculnya penyakit kanker lambung pencegahan gastroenteritis atau kanker perut.

Berdasarkan gejala klinisnya, gastritis terbagi menjadi dua jenis :

  • Gastritis Akut Erosif

Gastritis ini merupakan peradangan yang terjadi pada permukaan mukosa lambung yang sudah akut dengan kerusakan erosi yang terjadi. Penyakit gastritis akut erosive ini bisa dibilang ringan, walau terkadang dapat menyebabkan kedaruratan medis seperti perdarahan saluran cerna bagian atas.

  • Gastritis Kronik

Untuk gastritis kronik, peradangan terjadi pada mukosa lambung yang sudah terjadi salam waktu tahunan. Gastritis yang sudah kronik, sering dihubungkan dengan ulkus peptic serta karsinoma lambung, walaupun belum dapat dipastikan kebenaranya.

ads

Penyakit gastritis yang merupakan peradangan pada area dinding mukosa lambung ini, menghasilkan enzim pencernaan yang normalnya dapat bekerja sebagai penghasil asam lambung dan enzim. Bila normal, makanan akan tercerna dan masuk ke lambung. Jika terkena penyakit gastritis, maka penyebabnya adalah bakteri pylori dan juga iritasi karena hal lainya. Jika penyebabnya gejala flu perut bakteri H. Pylori, maka gastritis yang diderita adalah kronik atau nonerosif.

Adapun gastritis erosif merupakan gambaran yang biasanya diperoleh dari hasil pemeriksaan endoskopi lambung. Diketahui terdapat erosi pada dinding mukosa lambung pasien gastritis, serta terlihat adanya perdarahan. Jika perdarahan aktif, sebaiknya diperlukan penghentian perdarahan tersebut dengan cairan infuse atau seperti transfusi darah.

Diagnosis Penyakit Gastritis

Beberapa orang dokter yang pernah melakukan diagnosis tentang penyakit gastritis ini pada pasienya, biasanya mereka akan menanyakan gejala, serta meninjau riwayat kesehatan pribadi serta keluarganya. Setelah itu dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, hingga melakukan perut perih setelah makan pemeriksaan lanjutan jika diperlukan, seperti :

Tes napas untuk melihat keberadaan bakteri H. pylori

Endoskopi untuk melihat keberadaan tanda-tanda peradangan yang mungkin terjadi dalam lambung. Pemeriksaan ini bisa juga dikombinasikan dengan biopsy (pengambilan sampel jaringan pada organ lambung)

  • Pemeriksaan X-ray dan cairan barium untuk melihat adanya tukak dalam lambung
  • Pemeriksaan kadar sel darah untuk melihat apakah pasien menderita penyakit anemia
  • Pemeriksaan tinja untuk melihat jika terdapat darah pada feses karena infeksi lambung

Sebelum melakukan pemeriksaan ke dokter jauh-jauh hari, sebaiknya hindarkan diri Anda dari mengkonsumsi minuman beralkohol dan makanan yang kurang bersahabat dengan keadaan lambung Anda yang sedang mengalami gastritis. Hal ini dilakukan agar saat pemeriksaan nanti, dokter dapat menemukan penyebab gastritis yang diderita, dan Anda mendapatkan pengobatan yang tepat.

Pencegahan Gastritis

Tindakan pencegahan gastritis tentunya diperlukan agar terhindar dari penyakit gastritis. Pencegahan dapat dilakukan dengan mudah, terutama dengan melakukan kebiasaan makan tepat pada waktunya. Hal ini dikarenakan penyakit gastritis sering kambuh bila seseorang telat makan.

Langkah pencegahan lainya yang dapat dilakukan seperti :

  • Biasakan makan dengan teratur
  • Sebaiknya makan dalam porsi kecil namun sering
  • Hindari minuman beralkohol
  • Hindari stress
  • Biasakan mengunyah makanan hingga 32 kali (maksimal)
  • Hindari kebiasaan merokok

Pengobatan Penyakit Gastritis

Ada berbagai alternative obat untuk mengatasi penyakit gastritis (maag) yang kambuh dan hilang. Sebagian orang ada yang memanfaatkan obat herbal untuk mengatasi maag, karena dirasa lebih aman dan nyaman untuk dikonsumsi. Namun, tidak sedikit juga orang yang lebih ramuan tradisional untuk perut panas memilih untuk mengkonsumsi obat kimia, yang biasanya diberikan atas resep dokter.

Sponsors Link

Adapun beberapa bahan alami yang biasanya dijadikan obat herbal untuk mengatasi sakit maag, sebagai berikut :

  • Obat Maag dari Biji Pepaya
  • Obat Maag dari Kacang kedelai
  • Obat Maag dari kunyit
  • Obat Maag dari Daun Jambu Biji

Pengobatan Dengan Obat-obatan Khusus

Pengobatan yang tepat untuk penyakit gastritis bergantung pada faktor penyebabnya. Jika gastritis akut yang dialami, maka penyebabnya adalah obat anti inflamasi nonstreoid atau alcohol, maka cara mengobatinya adalah mencegah dan menghentikan kedua zat pemicu penyakit ini.

Adapun untuk penyakit gastritis yang kronis yang penyebabnya adalah infeksi oleh bakteri H Pylori, dan biasanya dapat diobati dengan konsumsi obat antibiotic saja. Berikut ini jenis obat yang digunakan dalam terapi pengobatan gastritis, yaitu:

  • Blocker Asam, Obat ini disebut juga Histamin (H-2) blocker. Obat ini dapat menurunkan jumlah asam yang dikeluarkan ke saluran pencernaan.
  • Antasida, Obat ini tentunya tidak pernah absen dalam membantu mengatasi masalah kesehatan lambung, seperti gastritis atau maag dan asam lambung tinggi
  • Inhibitor Pompa Proton, obat ini mengurangi asam dengan menghalangi kerja dari bagian-bagian sel penghasil asam. Beberapa obat jenis ini adalah lansoprazole, dexlansoprazole dan lain lain
  • Obat Antibiotik, obat ini khusus untuk mengatasi gastritis yang disebabkan oleh H. Pylori yang berkembang di saluran pencernaan

Umumnya, pengobatan dengan menggunakan obat-obatan khusus, tidak akan  efek konsumsi suplemen bagi gangguan pencernaan  memakan waktu lama untuk melakukan kinerjanya dalam tubuh manusia. Untuk hal itu, disarankan Anda tetap harus mengunjungi dokter ahli, walaupun penyakit tersebut dialami oleh keluarga Anda. Mengobati penyakit gastritis dengan konsumsi obat-obatan, sebaiknya dibarengi dengan menjalankan pola makan teratur serta membiasakan diri untuk mengkonsumsi makanan 4 sehat 5 sempurna dan hindari stress serta gaya hidup yang tidak sehat.

Penderita  gastritis ini, sebenarnya tidak perlu khawatir jika gastritis ternyata sedang Anda rasakan. Tindakan pencegahan seperti yang diuraikan diatas, bisa Anda lakukan sendiri, agar gejala yang dirasakan bisa hilang dan normal kembali. Namun, jika terlanjur parah, sebaiknya segera menghubungi dokter, agar dapat diketahui secara pasti penyebab gastritis yang dialami dan mendapatkan obat yang sesuai agar mempercepat proses pemulihan.

Sponsors Link
, ,
Oleh :