Sponsors Link

6 Penyebab Fisura Ani yang Jarang Diketahui Anda

Sponsors Link

Kembali lagi pada bahasan artikel-artikel pencernaan pada dokterpencernaan.com. Artikel kali ini akan membahas tentang 6 penyebab fisura ani beserta cara pencegahan dan pengobatannya. Namun sebelum itu jangan lupa juga untuk membaca artikel-artikel lain seperti: cara menghilangkan mual saat tipes, penyebab mencret akibat asam lambung, dan artikel tentang rasa ingin buang air besar terus-menerus. Berikut ini 6 penyebab fisura ani beserta cara pencegahan dan pengobatannya.

ads

Pengertian dan Penyebab Fisura Ani

Tujuan pengobatan fisura ani adalah untuk menghilangkan rasa sakit yang dialami, menghilangkan rasa tidak nyaman di areal anus dan membuat proses buang air besar agar tidak terganggu. Untuk pengobatan fisura ani yang bersifat ringan dapat dilakukan dengan melakukan mandi air hangat serta perendaman pada bagian pinggang kebawah agar memperlancar aliran darah ke bagian anus dan mempercepat penyembuhan. Pengolesan salep-salep pereda rasa sakit seperti silocainlidocaine dan promoksin pada bagian-bagian yang mengalami gangguan juga dapat dilakukan. Beberapa obat-obatan tablet seperti ibuprofen atau paracetamol juga dapat membantu mengobati rasa sakit. Penggunaan obat-obatan pencahar dapat dilakukan agar proses buang air besar tidak mengalami permasalahan. Untuk pengobatan fisura ani yang lebih serius dapat dilakukan tindakan-tindakan medis yang lebih lanjut dengan bantuan tenaga-tenaga medis. Dilakukannya tindakan bedah ringan hingga lanjut serta suntik botox dapat dilakukan jika sekiranya dirasa perlu.

Luka pada jaringan anus atau yang pada istilah kedokteran disebut dengan fisura ani adalah kondisi dimana terdapat luka kecil atau sobekan yang berada pada bagian mukosa anus, sehingga menyebabkan rasa sakit pada bagian tersebut. Hal ini dapat disebabkan oleh bermacam-macam sebab dan dapat dialami oleh berbagai rentang usia. Fisura ani dapat bersifat ringan/semerta-merta (akut) maupun parah/berkepanjangan (kronis). Berikut ini beberapa penyebab terjadinya fisura ani:

Ada beberapa penyebab terjadinya fisura ani, berikut ini 6 penyebab fisura ani beserta cara pencegahan dan pengobatannya:

  1. Masuknya benda-benda keras kedalam anus, seperti thermometer, alat-alat USG, ataupun alat endoskopi. Kebiasaan dalam berhubungan sex (anal sex) pun dapat menjadi penyebab.
  2. Cedera yang dialami saat melahirkan.
  3. Terinfeksi penyakit-penyakit seperti herpes, radang usus, Crohn, dan beberapa penyakit seksual (HIV/AIDS dan sifilis).
  4. Ketegangan atau kondisi kram pada otot anus (anal sphincter), baik dikarenakan gangguan fisik maupun psikologis ataupun adanya kelainan genetis.
  5. Pertambahan frekuensi (keseringan) mengalami diare.
  6. Pemaksaan dalam mengejan tinja yang terlalu besar atau keras saat buang air besar. (Baca juga: Susah buang air besar setelah melahirkan caesar, Tumbuhan mengobati diare akibat maag)

Kasus fisura ani dapat berbentuk terkikisnya dinding anus dan-atau terjadinya pendarahan, namun sebagian besar kasus fisura ani disebabkan oleh ketegangan pada areal otot anus atau anal sphincter. Ketegangan pada areal otot anus tersebut dapat menghambat aliran darah kesaluran-saluran yang mengarah pada anus, menjadikan penyembuhan luka pada areal-areal tersebut menjadi lebih lambat. Karena itulah pengobatan-pengobatan fisura ani lebih banyak berfokus pada cara menghilangkan ketegangan tersebut. Fisura ani yang bersifat ringan dapat sembuh dalam hitungan jam ataupun hari dengan memperbanyak asupan-asupan yang mengandung banyak serat. Namun fisura ani yang lebih kronis perlu mengambil tindakan-tindakan medis lebih lanjut.

Di dalam masa penyembuhan ada baiknya menghindari makanan-makanan yang nantinya akan sulit dicerna dan memperbanyak asupan-asupan yang dapat memperlancar tinja saat buang air besar. Makanan-makanan seperti buah-buahan berserat, baik dikonsumsi didalam masa penyembuhan. Memperbanyak meminum air putih dan berbagai asupan cair juga diperlukan agar meringankan kinerja usus. Untuk tindakan-tindakan medis yang lebih lanjut seperti pemulihan pasca-operasi biasa memakan waktu dua hingga tiga bulan serta diperlukan resep dan saran dari dokter yang menangani.

Sponsors Link

Pencegahan Fisura Ani

Pencegahan fisura ani dapat dilakukan dengan berbagai cara, berikut ini beberapa penyebab fisura ani beserta cara pencegahan dan pengobatannya:

1. Menambah Asupan Berserat

Mengkonsumsi berbagai makanan yang banyak mengandung serat dan dapat membantu melancarkan proses buang air besar, tentunya penting dilakukan dalam mencegah terjadinya fisura ani. Makanan seperti buah-buahan, sayur-sayuran, gandum utuh dan kacang-kacangan yang kaya akan serat dapat membantu tubuh untuk menciptakan feses yang lebih lunak. Proses buang air besar pun nantinya akan lebih mudah dan teratur.

2. Mencukupi Asupan Cairan Sehari-hari

Asupan cairan bagi kebutuhan sehari-hari juga perlu dipenuhi agar terhindar dari konstipasi yang nantinya dapat meningkatkan resiko terjadinya fisura ani. Normalnya, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seseorang perlu mengkonsumsi sebanyak delapan gelas air putih atau kurang lebih sebanyak dua liter dalam sehari. (Baca juga: Cara mengatasi konstipasi)

3. Tidak Menunda-nunda Buang Air Besar

Frekuensi buang air besar juga perlu diperhatikan dalam mencegah terjadinya fisura ani. Buang air besar perlu dilakukan secara rutin namun tidak boleh juga jika dilakukan terlalu sering. Normalnya dalam sehari seseorang dapat melakukan buang air besar antara satu hingga dua kali. Frekuensi buang air besar yang terlalu jarang ataupun terlalu sering pun akan meningkatkan resiko terkena fisura ani.

Sponsors Link

4. Menjaga Kebersihan Areal Anus

Menjaga kebersihan areal anus tentunya perlu dilakukan agar terhindar dari resiko terkena fisura ani. Rajin membasuh areal anus menggunakan air bersih dan mengalir serta penggunaan anti-septic saat mandi ataupun selepas buang air besar perlu dilakukan agar kebersihan areal anus dapat tetap terjaga. Menjaga agar areal anus tetap kering dan tidak lembab juga perlu dilakukan agar terhindar dari luka-luka ringan ataupun lecet.

5. Secepatnya Mengatasi Gangguan Pencernaan

Gangguan-gangguan pencernaan tentunya dapat menyebabkan fisura ani jika tidak secepatnya ditanggulangi dengan serius. Gangguan-gangguan seperti konstipasi dan diare yang berlarut-larut serta tidak cepat diobati tentunya dapat berimbas serius pada areal mukosa dan otot anus yang pada akhirnya menimbulkan fisura ani. Karena itu penanggulangan gangguan-gangguan pencernaan sekiranya perlu secepatnya diatasi. (Baca juga: Cara mencegah sembelit)

6. Berolahraga Teratur

Tidak hanya pencernaan, rajin berolahraga secara teratur juga baik untuk fungsi-fungsi tubuh yang lain. Meluangkan waktu tiga puluh hingga enam puluh menit tiap harinya dalam seminggu dapat membantu meningkatkan kinerja organ-organ tubuh termasuk organ pencernaan. Berolahraga juga dapat menghindarkan seseorang dari kecenderungan-kecenderungan psikologis seperti depresi atau stress sehingga mengurangi resiko munculnya gangguan-gangguan pencernaan.

Itulah tadi 6 penyebab fisura ani beserta cara pencegahan dan pengobatannya yang dapat membantu menghindarkan dari berbagai gangguan pencernaan dan cedera pada bagian otot anus atau dikenal dengan fisura ani. Dengan menerapkan pola hidup sehat dan teratur tentunya dapat menghindarkan seseorang dari berbagai macam penyakit, tidak hanya fisura ani, namun juga gangguan-gangguan kesehatan yang lainnya.

Sponsors Link
, , ,