Sponsors Link

Ketahui 7 Penyebab Dispepsia yang Wajib Anda Waspadai

Sponsors Link

Dispepsia atau biasa dikenal di kalangan awam sebagai Maag merupakan penyakit yang terjadi pada ulu hati yang menyebabkan rasa nyeri pada sekitar daerah perut. Penyakit ini juga mempunyai berbagai macam gejala seperti rasa nyeri pada ulu hati, mual dan muntah. Nyeri pada ulu hati bisa saja hilang tetapi ini dapat terjadi secara terus menerus. Dispepsia bisa juga menjadi tanda bahwa terjadi penyakit yang berbahaya pada perut seperti terjandinya peradangan yang parah pada lambung atau bahkan kanker lambung. Umumnya orang-orang merasa tidak nyaman pada sekitar perut, hal ini dapat terjadi karena mengonsumsi makanan dan minuman.

ads

Bisa jugat terjadi pada orang sudah makan atau belum dan bahkan orang yang mengonsumsi dengan jumlah banyak atau juga dikit. Komplikasi yang serius pada nyeri ulu hati atau disebut juga dengan dispepsia jarang terjadi sampai komplikasi. Sebenarnya banyak orang yang tidak terlalu peduli dengan penyakit dispepsia karena menganggap hal ini dapat diatasi dengan hanya memakan makanan saja yang menganggap juga penyakit ini hanya maag biasa, tetapi tanpa ia sadari bahwa penyakit ini telah menjadi bahaya tersendiri dalam tubuh yang menyerang pada organ pencernaan.

Dispepsia sering dialami pada orang-orang yang berada pada usia produktif dan kurang memperhatikan bagaimana kondisi kesehatan karena sibuk dengan pekerjaan sehari-hari. Bila tidak segera diatasi maka akan menyebabkan luka lambung melebar dan keparahannya tergantung seberapa lambung terpapar sama asam lambung, maka jika dibiarkan semakin lama dapat dipastikan komplikasi ini dapat menyebabkan kanker lambung. Penggunaaan obat-obatan yang berlebihan dapat juga mnyerang pada dinding lambung seperti antibiotik yang berlebih yang meningkatkan kadar asam lambung. Perlu diketahui mengenai penyebab dari dispepsia untuk segera mengatasinya. (Baca Juga: Pencegahan Dispepsia)

Ketahui 7  penyebab terjadinya dispepsia:

1. Ulkus Lambung

Ulkus lambung merupakan munculnya luka pada dinding lambung akibat lambung yang terkikis karena kadar asam lambung yang tinggi, bahkan luka ini dapat juga muncul pada usus kecil dan keronkongan. Luka ini dapat menyebabkan rasa nyeri pada bagian luka dan bahkan pendarahan. Penyakit ini dapat menyerang pada siapa saja tetapi umumnya pria umur sekitar 60 tahun retan terserang akan penyakit ini.

Penyakit ini dapat diobati dengan mengetahui penyebab penyakit ini menyerang. Gejala-gejala yang muncul pada ulkus lambung seperti rasa nyeri yang menyebar dari leher, pusar hingga ke punggung, terjadi pada malam hari, rasa sakit terasa makin parah ketika perut dalam keadaan kosong, biasanya rasa nyeri akan berkurang jika memakan atau mengisis perut yang kosong, dan penyakit ini umumnya akan hilang dan kambuh beberapa hari atau bahkan beberapa minggu kemudian

2. Sindrom Iritabel Usus

Sindrom Iritabel Usus adalah gangguan dengan jangka yang cukup panjang yang menyerang pada sistem pencernaan yang merupakan hal umum terjadi. Penyakit ini lebih sering menyerang pada wanita di bawah 50 tahun. Sindrom Iritabel Usus bisa terjadi selama beberapa hari bahkan berbulan bulan di mana keadaan ini dipicu oleh menstruasi, makanan tertentu, dan perubahan hormon. Biasanya dokter mencurgai seseorang mengenai penyakit ini jika sudah terjadi jika terdapat keluhan seperti sakit perut, kembung, atau juga perubahan fese pada saat BAB.

Penyebab-penyebab dari sindrom iritabel usus seperti rasa cemas dan stress yang mempengaruhi pada psikologi seseorang, beberapa jenis obat antibiotik, terjadinya infeksi pencernaan seperti samoella, adanya perubahan hormon seperti sirkulasi menstruasi, dan genetik yang memiliki faktor gen yang berasal dari keluarga yang memilki penyakit yang sama. (baca Juga: 18 Cara Membersihkan Usus Kotor Secara Alami)

3. Gastro-oesophageal reflux disease (GERD)

Sponsors Link

Gastro-oesophageal reflux disease (GERD) atau biasa dikenal sebagai penyakit asam lambung yang menyebabkan aliran balik dari lambung ke kerongkongan dan ditandai dengan nyeri pada ulu hati  beserta sensasi rasa terbakar pada dada. Ini biasa terjadi karena disebabkan otot yang membatasi lambung dan tengorokkan bagian bawah menjadi sangat lelah.

Pada umumnya orang sering merasakan GERD sebagai gejala penyakit jantung padahal GERD sendiri bukanlah merupakan dari salah satu penyebab terjadinya serangan jantung. Ada gejala-gejala umum terjadinya GERD seperti; terasa nyeri pada ulu hati dan dada, terjadinya mual dan muntah, adanya rasa terbakar pada daerah dada dan lidah terasa pahit. Ada faktor-faktor resiko yang muncul dari GERD yaitu  kegemukan pada badan, banyak mengonsumsi alkohol, hernia diagfragma, penyakit jaringan ikat, asma, hamil, merokok, sesak nafas atau asma, dan mulut kering.

4. Intoleransi Laktosa (Ketidak mampuan dalam mencerna susu)

ads

Ketidak mampuan seseorang dalam mencerna susu atau laktosa disebut juga sebagai intoleransi laktosa (Merupakan jenis gula yang terdapat pada susu). Pada usus kecil terdapat enzi yang mencerna makanan dan menyerap nutrisi yang dikenal sebagai enzim laktase, dengan adanya laktase pada usus kecil maka ini berfungsi untuk memecahkan laktosa menjadi dua jenis bentuk gula yang sederhana yaitu glukosa dan galaktosa, kemudian setelah itu tubuh menyerap dari dua jenis bentuk gula dan mengalirkannya ke darah. Kejadian intoleransi laktosa dapat terjadi pada siapa saja dan biasanya kondisi ini terjadi pada anak-anak.

Biasanya yang mengalami intoleransi laktosa mengalami kesulitan dalam mencerna laktosa menjadi gula sederhana tetapi bukan berarti ia tidak dapat pantangan dalam mengonsumsi susu. Ada beberapa faktor yang meningkat resiko intoleransi laktosa yaitu jenis etnis yang biasanya terjadi pada orang yang keturunan Afrika, Asia, Spanyol, Amerika dan bahkan India, bertambahnya usia pada si anak, bayi yang terlahir prematur memiliki kadar laktase yang sedikit pada usus kecilnya, mempunyai permasalahan pada usus kecil dan pengobatan pada seseorang dengan kemeoterapi yang dapat merusak sistem pertahanan tubuh. (Baca Juga: Fungsi Usus Halus Dalam Proses Pencernaan)

5. Kolesititis

Kolesititis adalah penyakit yang terjadinya peradangan pada kantong empedu, kantong empedu merupakan bagian penting sebagai  penyimpan cairan empedu yang berfungsu untuk mencerna lemaka atau tempat pencernaan lemak pada tubuh. Kolesititis ini dibagi menjadi dua yaitu kolesititis akut yang terjadi tiba-tiba dan kolesititis kronis yang terjadi dalam jangka waktu yang cukup panjang, kolesititis akut terjadi karena adanya penyumbatan pada kantong empedu sedangkan kolesitis kronis terjadi karena kolesititis yang terjadi secara berulang-ulang.

Gejala umum terjadi pada penyakit ini seperti terjadinya rasa sakit pada bagian perut atas yang terjadi dalam jangka waktu yang sangat lama, rasa sakit ini umumnya muncul setelah mengonsumsi makanan tertentu yang mengandung lemak dan ini bisa menjalar ke punggung atau bahkan tulang belikat kanan. Ada beberapa cara untuk penangan penyakit kolesititis yaitu melakukan puasa sehingga lemak yang terdapat pada kantong empedu tidak menjalar ke seluruh bagian tubuh, memberikan cairan infus untuk mengurangi rasa dehidrasi pada penderita kolesititis, dan pemakaian obat-obat seperti antibiotik untuk membunuh bakteri yang menyebabkan penyumbatan pada kantong empedu.

6. Kanker Lambung

Kanker lambung biasanya terjadi tergantung bagaimana gaya hidup seseorang dalam sehari-hari. Penyakit ini sering muncul jika seseorang sering mengonsumsi pengawet, makan makanan yang dipanggang dan kurang minum. Bahkan tidak jarang terjadi pada orang yang kebanyakan duduk dan sangat jarang melakukan olahraga sehari-hari. Kanker lambung merupakan tanda dari bertumbuhnya tumor ganas pada lambung yang bersifat berbahaya. Luka yang terjadi pada lambung dapat memacu perkembangan pada tumor di lambung. Kanker lambung dapat meningkatkan kadar asam lambung sehingga hal ini dapat mmperparah keadaan lambung. Penyakit ini terjadi pada orang yang memiliki penyakit yang sangat parah yang terjadi pada lambung sudah cukup lama.

Beberapa gejala pada kanker lambung yang tidak boleh dianggap remeh seperti perut membengkak yang muncul secara tidak teratur dan bisa menghilang tiba-tiba, mengalami penurunan berat badan tanpa melakukan diet yang biasa terjadi pada penderita kanker, mengalami muntah darah karena adanya luka pada organ pencernaan yang menyebabkan asam lambung mendorong isi dalam perut, buang air besar yang berdarah karena mengganggu pada proses pencernaan seperti pada usus dan rasa leleah berlebihan yang menyebabkan si penerita tidak dapat mengikuti aktivitas seperti biasa sehingga menurunkan daya tahan tubuh orang tersebut.

Sponsors Link

7. Gaya Hidup

Seperti yang kita ketahui pada umumnya stress atau depressi dapat memicu kadar asam lambung yang hal ini dapat menyebabkan luka pada dinding lambung. Pola hidup yang kurang sehat seperti kurangnya olahraga, minum minuman berakohol, merokok, dan makan secara tidak teratur tentu bisa menjadi penyebab dari segala penyakit pada tubuh seseorang. Gaya hidup seseorang dapat diatasi dengan sebuah kegiatan yang positive bahkan gaya hidup yang sehat dapat menjadi obat bagi seseorang yang memiliki sakit. (Baca Juga: Fungsi Enzim Kalatase)

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi nyeri pada ulu hati dan dispepsia seperti:

  1. Mengurangi makanan pedas
  2. Mengurangi makanan yang berlemak seperti keju dan cokelat
  3. Hindari mengonsumsi obat yang dapat melukai dinding lambung
  4. Mengurangi alkohol, merokok, kopi dan berbagai jenis hal yang mengandung kafein
  5. Kurangin stress yang berlebihan
  6. Mengatur pola makan sehari-hari

Inilah yang perlu diketahui mengenai gejala tentang Dispepsia pada tubuh yang perlu diperhatikan untuk bisa segera diatasi. Sebab penyakit ini jika dibiarkan terus-terusan bisa menyebabar sampai ke sistem pencernaan dimana hal ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari pada seseorang. Jika keadaan semakin parah dan kurang yakin akan kondisi kesehatan maka disarankan untuk pergi ke dokter supaya dilakukan cek medis yang lebih pasti untuk mengetahui bagaimana kondisi kesehatan yang sebenarnya.

Dokter akan memberikan resep obat yang sesuai dengan tingkat keparahan seseorang pada sakitnya yang dapat membantu mengurangi kondisi keparahan pada seseorang terhadap penyakit. Perlunya konsultasi yang pada dokter yang tepat untuk mengurangi rasa sakit seseorang pada ulu hatinya. (Baca juga: Obat Tukak Lambung)

Sponsors Link
, , ,