Sponsors Link

11 Penyebab Disentri yang Wajib Anda Kenali dan Harus Diwaspadai

Sponsors Link

Disentri adalah infeksi yang menyerang usus sehingga menyebabkan diare yang berdarah atau berlendir. Kondisi ini biasanya terjadi selama 3 hingga 7 hari dengan gejala kram perut, mual, muntah, dan demam. Disentri adalah penyakit yang umum terjadi di lingkungan dengan sanitasi yang buruk karena keterbatasan air bersih atau tempat dengan pembuangan limbah yang buruk.  Penyebaran disentri secara umum terjadi akibat kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan diri seperti tidak mencuci tangan setelah dari toilet atau kamar mandi.

ads

Penyakit ini umumnya terjadi pada semua kalangan dengan segala usia. Anak-anak berusia 2 hingga 4 tahun biasanya lebih mudah terkena penyakit ini karena sistem kekebalan tubuh yang masih lemah. Penyakit ini biasanya menyerang orang yang sering jajan sembarangan di tempat kotor dan tinggal di pemukiman kumuh dengan sanitasi yang buruk dan air bersih yang terbatas. Benda yang disentuh atau bagian tubuh orang yang sudah terkontaminasi bakteri penyebab disentri yang disentuh juga bisa meningkatkan risiko terkena penyakit ini. Risiko terkena penyakit ini diperoleh dengan berenang di air yang terkontaminasi seperti danau atau kolam renang. Tempat yang sering menjadi penyebaran disentri antara lain pusat penitipan anak, panti jompo, tempat pengungsian, sekolah, dan tempat-tempat umum lainnya dengan sanitasi buruk.

Apa saja penyebab disentri?

Ada 2 jenis disentri berdasarkan penyebabnya, yaitu disentri bakteri dan disentri amoeba. Disentri bakteri disebabkan oleh berbagai jenis bakteri seperti  Campylobacter, Ecoli tipe enterohemorrhagic (EHEC), Salmonnella, atau bakteri Shigellla.

Ada 4 jenis bakteri lainnya penyebab disentri, yaitu Shigella boydii, Shigella sonnei, Shigella flexneri, dan Shigella dysenteriae. Shigella sonnei adalah penyebab disentri yang paling sering menyerang, sedangkan Shigella dysenteriae adalah penyebab disentri terparah. Disentri amoeba adalah jenis disentri yang disebabkan oleh amoeba (parasit bersel satu) yang bernama Entamoeba histolytica dan terdapat di daerah tropis seperti Indonesia. Berikut penjelasan lebih lanjut.

1.  Disentri Basiler (Bakteri)

Disentri basiler yang sering terjadi di Indonesia karena disebabkan oleh bakteri shigella. Disentri jenis ini bisa menyerang semua kalangan dengan segala usia. Penyakit ini muncul sepanjang tahun di Indonesia. Pada awalnya, bakteri ini hanya menyebabkan diare, namun lama kelamaan gejala disentri juga akan muncul. Banyak dari kita yang sudah tahu nama bakteri yang dapat memicu penyakit disentri, yaitu bakteri shigella. Bakteri ini terdiri dari empat jenis, yaitu Shigella Dysenteriae, Shigella boydii, Shigella flexneri, dan Shigella sonnei. Bakteri Shigella Dysenteriaeyang dikenal sebagai pemicu disentri tingkat paling serius dibandingkan dengan ketiga jenis bakteri Shigella yang lainnya.

Bakteri yang bernama shigella biasanya ada pada tinja dan penyebarannya cukup cepat jika kebersihan tidak dijaga dengan baik. Tidak mencuci tangan sebelum makan akan menyebabkan kuman dan bakteri masuk ke  tubuh sehingga membahayakan tubuh. Kasus yang umumnya terjadi saat orang yang tidak sengaja makan dengan tangan yang terinfesi bakteri berarti memindahkan bakteri  ke tubuh. Bakteri akan menuju usus dan menginfeksinya sehingga orang tersebut akan terkena diare. Hal-hal yang harus diperhatikan dari penyebaran bakteri Shigella sebagai berikut.

  1. Feses orang yang terkena disentri mudah sekali menyebar dan menjangkiti daerah di sekitarnya. Hal itu biasa terjadi di area yang diberikan pupuk dari kotoran manusia. Ketahui cara mengatasi bab setelah makan dan waspadai juga bahaya feses yang berwarna hitam.
  2. Tangan orang yang menyentuh area penyebaran bakteri Shigella mudah terkena disentri dan bisa mengontaminasi makanan.
  3. Makanan yang mudah terkontaminasi adalah makanan yang mentah atau makanan yang setengah matang.
  4. Bakteri biasanya berkembang biak di sanitasi atau saluran pembuangan air yang tidak terjaga kebersihannya dengan baik.

2.  Disentri Amoeba

Sponsors Link

Disentri biasanya dipicu oleh parasit bersel satu yang disebut amoeba. Disentri amoeba menurut para dokter dan ahli kesehatan lebih serius daripada disentri basiler. Lingkungan yang kumuh dan kotor menjadi lahan penyebaran yang subur bagi kedua tipe disentri tersebut. Amoeba yang menyebabkan disentri bernama Entamoeba histolytica yang sering ditemukan di kawasan tropis termasuk Indonesia. Amoeba berkumpul dan melindungi diri dengan dinding pelapis untuk bersiap-siap keluar di dalam kotoran manusia yang menderita disentri jenis ini yang disebut kista. Amoeba bisa mengontaminasi air dan makanan di kawasan yang kotor. Hal-hal yang harus diperhatikan berkaitan dengan amoeba penyebab disentri sebagai berikut.

  • Risiko yang Akan Terjadi

Masyarakat yang tinggal di kawasan dekat dengan pembuangan limbah atau kebersihan sanitasi yang rendah akan mudah terinfeksi oleh amoeba penyebab disentri karena makanan dan air sudah ditinggali oleh amoeba.

  • Perkembangan Kista di Dalam Tubuh Manusia

Kista yang masuk melalui mulut karena minum atau makan akan langsung menuju usus. Di dalam usus terjadi pemecahan dinding pelapis usus yang berguna menangkis serangan kuman sehingga amoeba menyebar dengan mudah. Setelah kumpulan amoeba tersebut pecah, kemudian akan tersebar di dalam usus sehingga menginfeksi usus manusia. Amoeba-amoeba ini menenggelamkan diri secara bersama di dinding usus sehingga tukak atau ulkus disertai abses kecil terbentuk di sana.

ads
  • Jenis Amoeba

Ada dua jenis parasit penyebab disentri. Pertama adalah parasit tanpa gerak, tidak memberi efek apapun terhadap manusia dan tidak memunculkan gejala apapun. Kedua adalah parasit bergerak, membuat perut terasa kembung, mulas, dan m suhu tubuh meningkat (demam) akibat dinding usus yang sudah diserang. Parasit jenis ini sangat berbahaya karena penderita akan mengalami diare yang parah disertai lendir dan darah, terlebih intensitas buang air besar sangat sering.

Banyak hal yang bisa meningkatkan risiko terkena penyakit disentri. Berikut beberapa cara penularan penyakit disentri yang bisa menjadi perhatian agar tidak terkena disentri.

  • Balita

Balita atau anak yang berumur kurang dari 5 tahun lebih mudah terkena infeksi disentri. Kenapa demikian? Karena daya tahan tubuh balita masih rendah sehingga sangat rentan untuk terkontaminasi bakteri, amoeba, dan parasit lainnya yang berbahaya.

  • Pemukiman Padat

Masyarakat yang tinggal di area perumahan padat penduduk sangat mudah terkena disentri karena mereka berinteraksi langsung setiap hari. Orang-orang yang mengikuti aktivitas kelompok atau komunitas tertentu secara intensif juga bisa terkena penyakit disentri. Kontak dengan orang lain yang dekat atau bersentuhan lebih memudahkan penyebaran bakteri dari satu orang ke orang lain.

  • Wilayah dengan Sanitasi yang Buruk

Orang yang tinggal atau bepergian (traveling) ke negara-negara berkembang atau daerah-daerah yang agak terpencil biasanya lebih mudah terkena infeksi bakteri atau amoeba penyebab disentri. Terjangkitnya disentri biasanya jika orang itu agak jorok atau tidak menjaga kebersihan dirinya dan tidak terlalu memperhatikan sekelilingnya sehingga asal memegang atau mengambil sesuatu. Kemudian orang itu lupa untuk mencuci tangan, sudah tentu akan rentan terjangkit disentri. Jadi berhati-hatilah dan jangan lupa menjaga kebersihan kalau bepergian ke tempat-tempat yang baru dan kurang bersih.

  • Pelaku LGBT yang Aktif secara Seksual

LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender) yang aktif melakukan hubungan seksual terutama pria gay memiliki risiko yang lebih besar. Mengapa pasangan gay lebih rentan? Karena mereka melakukan kontak oral-anal secara langsung atau tidak langsung. Jika memiliki teman yang termasuk pelaku LGBT atau memiliki penyimpangan sebaiknya berhati-hati dan tidak bersentuhan tangan atau bagian tubuh lainnya agar tidak terjangkit penyakit berbahaya lainnya, tentu saja tidak hanya disentri.

Penyebaran bakteri dan amoeba penyebab disentri terjadi jika penderita tidak mencuci tangan sampai benar-benar bersih dengan sabun antiseptik. Misalnya, tangan yang tidak dicuci sampai bersih setelah dari toilet akan menyisakan bakteri di tangan dan menempel di benda-benda yang disentuh. Bakteri tersebut akan menempel di tangan orang lain, lalu dia mungkin makan sesuatu dan bakteri ikut masuk melalui mulut tanpa disadari. Orang tersebut mungkin saja lupa untuk mencuci tangan terlebih dahulu sebelum makan setelah dia menyentuh benda yang terkontaminasi bakteri. Bakteri akan menggandakan diri di mulut dan menyebar, lalu menyerang sel di usus besar dan menimbulkan gejala disentri.

Segera berkonsultasi ke dokter bila mengalami gejala-gejala disentri parah, yaitu diare disertai darah yang banyak atau diare yang cukup parah, terasa perih atau sakit saat buang air besar sehingga harus ketahui perbedaan diare dan disentri, muntah berkali-kali, demam yang tinggi, penurunan berat badan secara drastis, muncul gejala dehidrasi seperti merasa  kehausan yang berlebihan, pusing, jantung berdebar. Selain itu, hubungi dokter jika penderita mengalami diare dan demam hingga mencapai 40 derajat Celsius atau lebih tinggi. Kondisi tersebut sudah parah sehingga tidak bisa diobati secara tradisional atau alami di rumah. Biasanya dokter akan memberikan antibiotik untuk disentri sebagai cara mengobati disentri. Diare tidak boleh dianggap remeh walaupun kondisi ini umum terjadi karena bisa jadi diare itu adalah disentri. Penyakit yang mungkin terlihat tidak berbahaya kalau dibiarkan tidak diobati bisa berpotensi menjadi lebih parah atau ganas sehingga mengancam nyawa.

Tes laboratorium termasuk cara yang paling disarankan oleh dokter untuk mendeteksi secara jelas penyebab disentri. Pihak medis bisa tahu penyebab disentri setelah kotoran atau tinja pasien diperiksa sehingga tes laboratorium yang dilakukan memakai tinja yang dikeluarkan oleh pasien. Jika ditemukan tropozoid yang bentuknya mirip dengan keong dan bergerak aktif berarti pasien positif mengalami disentri. Tinja yang bercampur dengan darah berarti amoeba telah menginfeksi sel darah merah manusia. Setelah melakukan semua kegiatan medis, selanjutnya konsumsi makanan untuk penderita disentri. Jagalah kebersihan agar tetap sehat dan tidak terjangkit penyakit apapun!

 

Sponsors Link
, , , ,