Sponsors Link

6 Penyebab Atresia Duodenum Pada Bayi yang Wajib Anda Waspadai

Sponsors Link

Atresia duodenum merupakan suatu keadaan cacat lahir, yaitu berupa tersumbatnya saluran yang terjadi di duodenum. Penyebab atresia duodenum adalah terjadinya penyumbatan pada duodenum/usus dua belas jari. Atresia sendiri mempunyai arti cacat bawaan. Pada beberapa kasus mungkin tidak terjadi atresia yang full menyumbat saluran duodenum,  tetapi penyumbatan terjadi secara parsial (stenosis). Atresia Duodenum dapat di diagnosis pada pemeriksaan  ultrasonik secara antenatal. Atresia duodenum ini termasuk  yang langka terjadi,  diperkirakan dapat terjadi sekitar 1 dari 10.000 kelahiran. Belum ada penyebab yang diketahui untuk kasus ini, tetapi diyakini telah terjadi pada saat minggu-minggu awal masa kehamilan. Waspadai juga penyebab penyakit hisprung pada bayi.

ads

Penyebab Atresia Duodenum

Sebagian besar kasus atresia duodenum atau stenosis terjadi tanpa alasan yang jelas (sporadik). Ada dua teori/pendapat yang mengemuka mengenai penyebab atresia duodenum ini, yaitu:

  • Efek pembuluh darah pada embrio dapat menyebabkan tidak adanya atau penutupan duodenum dengan menurunkan suplai darah di daerah yang terkena, atau mungkin terjadi pertumbuhan berlebihan sel di duodenum yang menghalangi saluran dari bagian pertama dari duodenum (lumen) dan terjadi selama minggu keenam atau ketujuh dari perkembangan janin.
  • Beberapa kasus atresia duodenum telah diwariskan sebagai sifat genetik resesif autosomal. Ciri-ciri manusia, termasuk penyakit genetik klasik, adalah hasil interaksi dua gen, satu diterima dari ayah dan satu dari ibu.
  • Pada gangguan resesif, kondisi ini tidak muncul kecuali seseorang mewarisi gen yang rusak yang sama untuk sifat yang sama dari masing-masing orang tua.
  • Jika seorang individu menerima satu gen normal dan satu gen untuk penyakit, orang tersebut akan menjadi pembawa penyakit, tetapi biasanya tidak akan menunjukkan gejala. Risiko penularan penyakit kepada anak-anak dari pasangan, yang keduanya merupakan pembawa gangguan resesif, adalah sekitar 25 persen. 50 persen dari anak-anak mereka beresiko menjadi pembawa penyakit, tetapi umumnya tidak akan menunjukkan gejala gangguan yang nyata. Dua puluh lima persen anak-anak mereka mungkin menerima kedua gen normal, satu dari setiap orang tua, dan akan secara genetis normal (untuk sifat tertentu), resikonya akan sama untuk setiap kehamilan.
  • Penyebab Atresia duodeum bisa diagnosis  dengan melihat dua daerah yang penuh cairan di perut bayi yaitu perut yang melebar dan duodenum. Hal ini disebut sebagai ‘gelembung ganda’ atresia duodenal. Hal ini mungkin telah terdeteksi pada scanning ante natal atau mungkin tidak terdeteksi sampai setelah ibu melahirkan atau ketika bayi mulai muntah.
  • Atresia Duodenal dapat menyebabkan peningkatan cairan amniotik di sekitar bayi (dikenal sebagai polihidramnion) yang dapat menyebabkan terjadinya persalinan dini. Atresia duodenum dapat dikaitkan dengan gejala penyakit kelainan lainnya. Sekitar sepertiga bayi dengan atresia duodenum  memiliki kondisi kromosom yang dikenal sebagai Down’s Syndrome.

Ibu hamil juga mesti mewaspadai apabila timbul gejala megacolon pada bayi seperti BAB yang encer dan tidak BAB selama 2 hari setelah lahir. Adapun gejala megacolon pada bayi dapat juga di diagnosis secara medis.

Pengobatan Atresia Duodenum Dengan Operasi

Pemeriksaan lainnya terhadap sang bayi mungkin diperlukan setelah bayi lahir.  disarankan, untuk proses melahirkan sebisa mungkin dilakukan dengan cara yang normal, kecuali ada alasan lain dari dokter untuk mensyaratkan dilakukannya operasi caesar.

Gejala awal bayi dengan atresia duodenal adalah:

  • Terjadinya muntah segera setelah lahir dan muntah biasanya bernoda empedu (hijau), selain itu ada juga  kandungan susu di dalam muntahan bayi.
  • Untuk menghentikan muntahan bayi tersebut, sebuah tabung dapat digunakan yang dipasang melewati hidung hingga masuk ke dalam perut untuk mengalirkan cairan dan pengumpulan udara di dalam perut bayi. Cairan akan diberikan melalui pembuluh darah (drip).

Sponsors Link

Diagnosis sinar X dari perut bayi akan mengkonfirmasi hasil diagnosis.  Operasi pada bayi akan diperlukan dalam beberapa hari pertama setelah dilahirkan. Operasi dilakukan melalui sayatan kecil di perut bayi. Kedua ujung duodenum bergabung bersama dan setelah itu sayatan ditutup kembali. Berikan bayi  obat penghilang rasa sakit, agar si bayi merasa nyaman. Pencegahan dispepsia dapat di hindari dengan cara mencegah faktor-faktor pencetusnya seperti kenakan bayi  dengan pakaian yang longgar agar bagian perut terhindar dari tekanan akibat baju yang sempit dan hindari bayi dari stress serta rutin untuk makan.

Perawatan Setelah Operasi Atresia Duodenum

Pada bayi dengan kondisi setelah operasi, biasanya membutuhkan waktu hingga dua minggu sebelum usus mampu mentoleransi susu, meskipun pada beberapa bayi mungkin membutuhkan waktu toleransi lebih lama dari biasanya. Dokter bedah dapat memutuskan untuk menempatkan selang makanan melalui hidung bayi masuk ke dalam perut dan melalui  duodenum sehingga susu dapat diberikan lebih awal. Tabung ini disebut sebagai tabung transanastomotik (TAT). Namun pada beberapa bayi akan membutuhkan makanan yang sifatnya menetes (nutrisi parenteral).

Sponsors Link

Selang ini biasanya ditempatkan di vena kecil di lengan atau kaki dan dimasukkan ke dalam pembuluh darah besar. Kadang-kadang operasi di bawah anestesi diperlukan untuk memasukkan selang langsung ke vena besar. Dengan metode ini  bayi akan tumbuh secara normal dengan pemberian makan seperti ini. Sementara itu, usus bayi lambat-laun sudah mulai pulih. Beberapa yang harus di perhatikan setelah operasi pada bayi:

  • Susu akan diberikan secara perlahan dan meningkat, karena bayi mampu mentoleransi makanan tersebut.
  • Setelah masa pemulihan dimulai, bayi seharusnya dapat diberikan makan dengan normal, baik dengan botol atau melalui pemberian ASI.
  • Jika ibu memberikan susu formula untuk bayi maka perlu di konsultasikan dulu dengan dokter, karena hal ini berkaitan dengan organ dalam tubuh bayi yang masih rentan alergi terhadap bahan makanan dari luar. Perlu juga dikonsultasikan produk susu untuk anak sembelit apa yang cocok untuk si bayi.

Adakah efek dari pasca operasi ini ? Biasanya tidak ada efek jangka panjang dari atresia duodenum. Namun, setelah operasi, selalu ada risiko kecil berupa obstruksi yang dapat terjadi.  Masa pemulihan bayi tergantung pada kondisi bayi yang bersangkutan, apabila bayi sudah dapat menerima makanan secara oral dan lengkap. Dalam banyak kasus, masa rawat inap bayi adalah sekitar dua minggu. Apabila anak tidak menunjukkan perkembangan yang membaik pasca operasi maka harus diberikan perhatian khusus pada pemberian makan si bayi, hindari bayi terkena gizi buruk dengan ciri-ciri anak kurang gizi ; seperti mengidap penyakit malnutrisi dan pertumbuhan badannya tidak optimal.

Sponsors Link
, , , ,
Oleh :