Sponsors Link

Penyakit Ileus: Gejala, Diagnosa dan Pengobatan

Sponsors Link

Ileus adalah nama lain dari penyakit penyumbatan di usus dengan obat tradisional penyumbatan usus, dimana usus mengalami gangguan berupa penyumbatan hingga menyebabkan isi dalam usus  tidak dapat bergerak karena ususnya tertutup atau tersumbat. Hal ini mengakibatkan terhentinya gerakan di usus sehingga makanan tidak bisa lewat ke saluran cerna. Pada kondisi seperti ini penderita akan merasakan mual, muntah, perut kembung dan rasa begah atau tidak nyaman.

ads

Beberapa penyebab penyakit ileus antara lain ketidak seimbangan elektrolit, gastroenteritis (peradangan pada bagian lambung / usus), appendisitis dan juga pankreatitis (peradangan di pankreas). Dimana otot – otot usus mengalami kelumpuhan hingga memperlambat gerakan masuknya makanan ke saluran pencernaan (gerak peristaltik).

Penyebab ileus

Berikut beberapa penyebab lain dari penyakit ileus, antara lain sebagai berikut :

  1. Infeksi di dalam perut.
  2. Aterosklerosis yang menjadi penyebab kurangnya aliran darah ke usus.
  3. Kelainan yang terjadi di luar usus, seperti gagal ginjal atau ketidak seimbangan kadar elektrolit (seperti kurang kalium dan kelebihan kalsium).
  4. Terlalu banyak mengkonsumsi obat – obatan tertentu.
  5. Kurang aktifnya kelenjar tiroid.
  6. Efek setelah operasi / pembedahan di bagian perut.

Ileus dapat diderita oleh siapapun dengan usia berapapun. Penyakit ileus jangan disepelekan, bahkan ileus bisa menyebabkan kondisi menjadi lebih serius dan bisa membahayakan jiwa seseorang. Jika tidak segera dirawat ileus bisa menyebabkan robeknya usus atau usus yang berlubang, sehingga bisa mengakibatkan isi usus yang penuh dengan bakteri akan bocor ke dalam rongga tubuh. Bahkan bisa pada tingkat yang paling parah bisa menimbulkan sindrom usus pendek dari komplikasi yang sangat berbahaya, diantaranya necrosis dan peritonitis.

Jenis – jenis ileus

Gerakan usus yang terhenti karena disebabkan oleh gangguan fungsi saraf dan juga otot di usus, Ileus terbagi menjadi 2 jenis yaitu ileus obstuktif dan ileus paralitik.

  • Ileus obstruktif : Ileus obstruktik yaitu suatu kondisi terhentinya jalan makanan di usus menuju saluran pencernaan yang dikarenakan tersumbatnya atau obstruksi pada saluran pencernaan.
  • Ileus paralitik : Ileus paralitik yaitu suatu kondisi terhentinya jalan makanan yang dikarenakan terhentinya gerakan peristaltik usus, ileus paralitik bukan disebabkan karena sumbatan tapi karena terjadi malfungsi sistem saraf dan otot saluran cerna.

Penyebab ileus obstruktif

Ileus obstruktif dapat menyerang siapa saja tanpa batasan umur. Pada orang dewasa ileus  obstruktif dapat disebabkan oleh kanker usus serta adhesi atau biasa disebut dengan istilah usus lengket. Sementara jika dialami oleh anak – anak dapat terjadi dikarenakan intususepsi usus yaitu keadaan dimana posisi usus yang terlipat ke arah dalam seperti teropong.

Masuknya benda asing melalui  lubang pylorus yaitu dari lambung ke usus dan tidak mengalami kesulitan untuk mencapai ke usus halus, kecuali jika ada adhesi setelah operasi.

Beberapa penyebab ileus obstruktif antara lain :

  1. Benzoars.
  2. Penyakit yang disebabkan karena parasit seperti ascariatis.
  3. Penyakit batu empedu  yang disebabkan karena fistula chilcecystenteric.
  4. Bolus makanan besar yang menyebabkan sulitnya dicerna oleh usus bagian bawah.
  5. Cairan mekonuium sehingga membuat obstruksi pada daerah distal ileum yang dikarenakan oleh kista fibrosis yang dapat terjadi pada semua usia.
  6. Salah satu penyebab intramural yang dikarenakan oleh lesi pada dinding usus halus.
  7. Atresia dan striktur.
  8. Penyakit crohn yang selalu muncul dan hilang dan juga obstruksinya parsial atau sebagian.
  9. Penyakit tuberkolosis usus.
  10. Ulserasi yang terjadi jika di induksi dengan pemberian tablet kalsium, non steroid inflammatory agen dan juga terapi iradiasi sebagai pengobatan 4 Obat Tradisional Polip Usus Besar Anti Kanker kanker kandung kemih atau pada kanker mulut rahim (kanker serviks).
  11. Hematoma yang terjadi pada dinding usus yang terjadi karena disebabkan oleh trauma atau karena konsumsi obat – obatan yang terlalu berlebihan dengan penggunaan antikoagulan.
  12. Lipomatous, leiomyomatous serta tumor carcinoid.
  13. Tumor sekunder seperti colonic serat karsinoma lambung, kanker ovarium dan juga melano maligna yang bersatu pada lumen usus halus.
  14. Banyaknya polipoid mukosa atau lesi submukosa bisa membentuk kepala dari idiopatik dan bisa berubah meningkat menjadi keadaan darurat abdomen.
  15. kelainan intraperitoneal kongenital yang menjadi penyebab pendeknya mesenterik hingga mengakibatkan usus mengalami torsi.
  16. Hernia 15 Ciri-ciri Usus Turun dan Cara Pencegahannya.
  17. Intussuscepsi yang terjadi pada anak – anak yang berumur di bawah  2  tahun yang memiliki banyak idiopatik.
Sponsors Link

Gejala – gejala ileus obstruktif

Adapun gejala – gejala yang dapat ditimbulkan karena penyakit ileus obstruktif yaitu sebagai berikut :

  1. Perut terasa kram atau nyeri yang bisa timbul dan hilang secara bergantian.
  2. Konstipasi.
  3. Muntah – muntah.
  4. Bengkak pada bagian perut.
  5. Merasakan susah buang angin atau terjadi gangguan gerakan di usus.
  6. Hilangnya nafsu makan.

Penyakit ileus obstruktif ini harus segera di beri penanganan secara medis, agar tidak terjadi komplikasi yang lebih serius. Beberapa penyakit yang disebabkan karena komplikasi penyakit ileus obstruktif antara lain :

  1. penyakit crohn.
  2. Hernia.
  3. Tinja yang keras di usus besar.
  4. Penyakit radang divertikula (divertikulitis).
  5. Penyakit volvulus (usus terpelintir) 14 Ciri-Ciri Usus Melintir Pada Bayi dan Anak.
  6. Matinya jaringan usus yang disebabkan karena terhentinya pasokan darah.
  7. Terjadi infeksi atau peritonitis yang bisa menimbulkan robeknya usus dan menyebabkan gejala usus buntu ringan isi dalam usus akan keluar dan masuk kedalam rongga perut.
  8. Prognosis.

Diagnosa ileus obstruktif

Biasanya pasien dengan gejala tersebut terlebih dahulu akan ditangani oleh dokter dengan cara menayakan gejala yang diderita oleh pasien serta memeriksa riwayat medis dari pasien. Jika kemudian pasien tersebut didiagnosa menderita ileus obstruktif, akan diperiksa apakah ada pembengkakan atau rasa nyeri serta benjolan pada bagian perut. Diagnosa dapat dilakukan dengan beberapa cara di bawah ini, antara lain :

1. X-ray dan CT Scan

Pada tahap awal mungkin penyakit ileus obstruktif ini dapat dideteksi oleh dokter dengan cara mendengarkan suara di perut dengan menggunakan stetoskop, namun utuk menemukan lokasi yang tersumbat dibutuhkan pemeriksaan dengan X-ray dan CT scan. Hal ini bertujuan untuk mengetahui letak dan penyebab dari ileus obstruktif.

2. Kolonoskopi

Kolonoskopi dibutuhkan sebagai pemeriksaan lanjutan jika terjadi penyumbatan di bagian usus besar dengan gejala radang usus besar.

ads

3. Cairan Barium Enema

Selanjutnya dilakukan pemeriksaan menggunakan cairan barium enema, pemeriksaan dengan cairan ini merupakan pemeriksaan lanjutan jika terjadi kasus intususepsi yang terjadi pada anak – anak sehingga tidak diperlukan terapi yang berkelanjutan.

4. Pemeriksaan Radiologi

Pemeriksaan radiologi ini akan menghasilkan foto abdomen dengan posisi terlentang atau tegak, foto yang dihasilkan akan memperlihatkan dilatasi lengkung di usus halus dan juga disertai batas antara air dan udara (gas) yang meiliki bentuk pola seperti bentuk tangga.

5. USG

USG dilakukan untuk memeriksa dengan cara memperlihatkan gambaran dan juga penyebabnya.

6. MRI

MRI juga bisa digunakan untuk mendeteksi penyakit ileus obstruktif, namun pada saat ini secara tekhnis serta kontras belum dapat terpenuhi dengan baik dan mekanisme ini dilakukan sebagai evaluasi iskemia mesenterik yang kronis.

7. Angiografi

Pemeriksaan secara angiografi mesentrik superior bisa digunakan untuk mendiagnosa herniasi internal, volvulus, intussuscepsi, malrototaion dan juga adhesi.

8. Pemeriksaan Laboratorium

Pemeriksaan laboratorium yaitu leukositosis akan dirasa perlu agar  bisa melihat adanya strangulasi pada utinalisa yang menunjukkan adanya gejala dehidrasi.

Pengobatan

Bagi penderita ileus obstruktif parsial biasanya tidak memerlukan tindakan operasi, penderita hanya perlu mengkonsumsi jenis makanan yang berserat rendah agar bisa dengan mudah dicerna. Hal ini dilakukan sebagai terapi sampai sembuh dari sakit ileus obstruktif. Namun apabila penderita mengalami ileus obstruktif total, diperlukan tidakan operasi.

Adapun beberapa tindakan medis yang dilakukan bagi penderita ileus obstruktif total diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Laparotomi : yaitu prosedur yang dilakukan dimana dokter akan membuat irisan di perut, yang dilakukan untuk mencari penyebab tersumbatnya usus, kemudian dilanjutkan dengan pemberian penanganan.
  2. Laparoskopi : yaitu prosedur yang dilakukan bagi penderita adhesi usus (penyumbatan yang tidak terlalu besar), dimana dokter akan memasukkan laparoskop dengan  cara membuat irisan kecil di permukaan perut.
  3. Koloroskopi : yaitu prosedur bagi ileus obstruktif yang dikarenakan usus terpelintir, pasien akan dimasukkan selang khusus dilengkapi dengan kamera dan lampu di ujungnya bersama selang kaleng panjang (flatus tube) dilakukan untuk mengurangi tekanan pada usus serta membantu menguraikan organ tersebut.
  4. Pemasangan stent endoskopik : pemasangan stent endoskopik ini digunakan sebagai penyangga usus agar tetap terbuka dan dipasang dengan endoskopi, tindakan ini dilakukan bagi penderita lansia atau bagi penderita kanker dan juga penderita yang sedang menjalani perawatanpaliatif.
  5. Kolostomi : yaitu prosedur yang dilakukan bagi penderita ileus obstruktif kronis, pada kondisi ini dokter akan membuat stoma (lubang alternatif) yang berfungsi untuk mengalirkan kotoran (tinja) keluar dari tubuh pasien ke dalam kantong plastik khusus.
  6. Obat – obatan : ini diberikan pada penderita yang tidak memenuhi syarat kesehatan untuk menjalani operasi, maka diberikan obat yang berfungsi untuk mengurangi / meredakan gejala  sementara waktu, obat yang diberikan antara lain obat pereda nyeri golongan opioid, obat steroid, obat antiemetik (anti muntah) dan juga obat antispasmodik (anti kontraksi).
  7. Melakukan penggantian elektrolit : hal ini dilakukan dengan cara pemberian cairan infus (cairan intravena), yang berfungsi sebagai pengganti makanan tanpa melalui saluran cerna.

Beberapa persiapan menjelang operasi ileus obstruktif

Adapun persiapan – persiapan yang akan dilakukan menjelang operasi ileus obstruktif yaitu antara lain :

  • Dilakukan pemasangan pipa nasogastrik

Pemasangan pipa ini bertujuan sebagai pencegah muntah dan mencegah meregangnya usus yang dikarenakan masuknya udara atau disebut juga sebagai pencegah distensi abdomen.

  • Resusitasi elektrolit

Hal ini dilakukan untuk mengganti cairan dan juga elektrolit yang hilang serta memperbaiki keadaan umum pasien, dan pemberian antibiotik khususnya strangulasi.

  • Saat operasi

Tindakan operasi dilakukan apabila pasien mengalami rehidrasi dan berfungsinya alat vital dengan baik. Apabila penyebab utama ileus obstruksi adalah hernia skrotalis, maka dokter akan melakukan sayatan di daerah tersebut bahkan jika dirasa perlu akan dilakukan sayatan abdomen dengan lebar sayatan tergantung obstruktif tersebut. Usus yang lengket disebabkan obstruktif akan dibuang dan usus yang mengalami strangulasi akan segera dipotong.

  • Pasca pembedahan

Setelah pembedahan dilakukan dilanjutkan dengan pengobatan, khususnya dilakukan penggantian cairan dan juga elektrolit. Hal ini untuk mencegah terjadinya gagal ginjal dan juga bisa memberikan asupan kalori yang cukup bagi tubuh. Setelah menjalani proses pembedahan pasien akan berada pada masa ileus paralitik.

Penyebab ileus paralitik

Penyakit ileus paralitik terjadi pada pasien setelah menjalani operasi perut yang berlangsung antara 24 – 27 jam. Adapun beberapa penyebab ileus paralitik antara lain :

  1. Infeksi, contohnya radang pada bagian rongga perut, infeksi sistemik yang berat, pneumonia dan urosepsis.
  2. Metabolik, contohnya gangguan keseimbangan pada elektrolit khususnya hipokalemia atau  rendahnya kadar kalium di dalam darah, uremia atau meningkatnya kadar ureum di dalam darah serta komplikasi yang disebabkan penyakit DM atau gula.
  3. Neurogenik, contohya keracunan akibat timbal, pankreatitis (radang kelenjar pankreas), setelah operasi, medula spinalis yang mengalami kerusakan dan  penggunaan obat – obatan seperti antihistamin.
  4. Iskemia usus.
  5. Terdapat infark miokard.
  6. Terdapat fraktur di tulang rusuk.
  7. Penyakit yang menyerang paru – paru, contohnya pneumonia lobus bawah.
  8. Penyakit pielonefritis kronis.
  9. Hematoma retroperitoneal yang memiliki hubungan dengan fraktur vertebrata.
  10. Pernah menjalani operasi yang berhubungan dengan rongga perut.

Gejala – gejala penyakit ileus paralitik

Sponsors Link

Jenis penyakit ini memiliki gejala – gejala antara lain mual, perut kembung atau begah, turunnya nafsu makan, mengalami sembelit, muntah, mengalami nyeri pada bagian perut yang proksimal, terdengar suara yang bergemuruh dari dalam usus.

Diagnosa ileus paralitik

Penyakit ini bisa didiagnosa dengan  melihat hasil dari anamnesis dan juga pemeriksaan secara fisik. Bahkan diperlukan pemeriksaan lanjutan sebagai penunjang untuk mengkonfirmasi diagnosa dan untuk menemukan etilogi. Etilogi sangat penting agar bisa membuat rencana pelaksanaan dan penanganan yang tepat pada penderita ileus paralitik. Beberapa diagnosa yang harus dilakukan antara lain :

  • Anamnesis

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui pemeriksaan secara fisik untuk mengambil tindakan apa  yang akan dilakukan oleh dokter. Diagnosa yang didapat drngan anamnesis ini yakni dema, susah BAB dengan bahaya tidak BAB seminggu, perasaan tidak nyaman di perut tapi tanpa mengalami sakit kolik, sering mengalami muntah meskipun tidak profuse, bersendawa dan lain – lain.

  • Pemeriksaan di laboratorium

Beberapa pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui diagnosa lanjutan dari penyakit ini, antara lain memeriksa kadar leukosit (sel darah putih). kadar elektrolit, ureum, gula darah, dan juga kadar enzim amilase.

  • Melakukan pemeriksaan penunjang

Hal ini bertujuan untuk memastikan kembali diagnosa dan mencari etilogi ileus paralitik. pemeriksaan ini dibagi menjadi dua yaitu pemeriksaan laboratorim dan pemeriksaan radiologi.

  • Pemeriksaan dengan radiologi

Rdiologi dilakukan untuk memperlihatkan gambaran air fluid level, radiologi yang dilakukan menggunakan radiasi untuk mendeteksi maupun mengobati penyakit.

Pengobatan dan pencegahan ileus paralitik

Penderita penyakit ini harus ditangani dan segera diobati dengan penanganan dokter. Beberapa tindakan medis yang dilakukan oleh dokter antara lain :

  1. Pemasangan tabung nasogastrik : tabung ini akan dipasang dengan cara dimasukkan ke dalam perut melalui hidung. Tabung ini berfungsi untuk menyedot keluar isi di usus yang tersumbat.
  2. Pembedahan : pembedahan dirasa perlu dilakukan jika terjadi penyumbatan yang kronis terjadi di usus.
  3. Perawatan patiosis paralitik : adapun tujuan dari perawatan ini adalah untuk membantu agar usus bisa kembali bergerak secara normal, dan juga penggunaan terapi obat seperti vasopressin dan cisapride agar otot usus bisa digerakkan kembali.
  4. Celiotomy : yaitu pengobatan yang berguna untuk membuat usus kecil melebar dan melepaskan adhesi fibrinpous.

Penyakit ileus paralitik dapat dicegah dengan cara rutin mengkonsumsi makanan sehat dan berserat (buah dan sayur), hindari makan makanan yang banyak mengandung lemak dan juga lakukan diet sehat alami. Penyakit ileus ini sebaiknya kita waspadai, karena merupakan salah satu jenis penyakit yang tidak bisa kita sepelekan, jika terjadi gejala di atas segera lakukan tindakan medis dengan cara memeriksakan diri ke dokter.

Untuk menghindari penyakit ileus ada baiknya kita menerapkan hidup sehat dan memperbaiki asupan nutrisi di tubuh kita. Demikian sedikit penjelasan tentang penyakit ileus, semog bisa menambah pengetahuan kita tentang penyakit ileus.

Sponsors Link
, , ,
Oleh :