Sponsors Link

Penyakit Enteritis: Gejala – Penyebab dan Pengobatan

Sponsors Link

Penyakit enteritis merupakan suatu proses radang usus yang berjalan dengan akut dan kronis. Hal ini menyebabkan meningkatnya peristaltic usus, serta kenaikan jumlah sekresi dari kelenjar pencernaan, juga menyebabkan penurunan proses penyerapan cairan dan sari-sari makanan di dalamnya. Secara umum enteritis ini juga dikenal dengan penyakit peradangan usus yang disebabkan oleh bakteri makanan penyebab tipes dan virus yang mengakibatkan munculnya penyakit pencernaan.

ads

Penyakit enteritis merupakan bagian dari gastroenteritis atau peradangan pada lambung dan usus kecil. Penyakit enteritis umumnya ditemui pada pasien di berbagai usia. Penyakit ini dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor resiko penyakit itu sendiri. Sebaiknya, Anda diskusikan dengan pihak medis yang terpercaya untuk informasi yang lebih lengkap mengenai penyakit enteritis.

Enteritis diawali Sakit Radang Usus

Radang usus merupakan penyakit jangka panjang yang biasanya memiliki gejala muncul dan menghilang selama beberapa waktu. Penyakit Enteritis adalah suatu kondisi medis yang ditandai dengan peradangan pada usus halus yang biasanya disertai diare. Penyebab enteritis yang paling umum adalah konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi dengan bakteri atau virus. Hal ini menyebabkan kuman-kuman menetap dalam usus halus kita dan akibatnya, terjadi peradangan serta  pembengkakan.

Penyakit peradangan ini mengenai seluruh ketebalan dinding usus. Seringnya cara mencegah tipes terjadi pada bagian terendah dari usus halus (ileum) dan usus besar kita. Namun dapat terjadi pada bagian manapun dari saluran pencernaan, mulai dari mulut hingga anus, dan bahkan kulit sekitar anus.

Secara umum, enteritis adalah penyakit inflamasi kronis dan subakut yang meluas keseluruh lapisan dinding usus dari mukosa usus, ini disebut juga transmural. Pembentukan fistula dan abses terjadi sesuai luasnya inflamasi kedalam peritoneum. Lesi (ulkus) tidak pada kontak terus menerus satu sama lain dipisahkan oleh jaringan normal. Granuloma terjadi pada setengah kasus.

Pada kasus lanjut mukosa usus mempunyai penampilan (coblostone) dengan berlanjutnya penyakit, dinding usus menebal dan menjadi fibrotic dan lumen usus menyempit. Kurangnya cairan di dalam usus akan memunculkan gejala radang usus yang disertai dengan konstipasi, dan feses yang bersifat kering. Radang usus akut selalu disertai dengan menurunnya nafsu makan, anoreksia. Namun,Pada radang kronik biasanya nafsu makan tidak mengalami perubahan.

Gejala Penyakit Enteritis

Untuk penyakit radang usus itu sendiri, terbagi menjadi radang usus primer dan sekunder. Baik radang usus sekunder atau primer, keduanya ditandai dengan menurunya nafsu makan, serta penurunan kondisi tubuh disertai dehidrasi dan diare. Seseorang yang menderita penyakit enteritis perut sakit seperti ditusuk tusuk karena apa bahayanya ini juga merasakan keluhan rasa sakit yang cukup mengganggu.

Adapun gejala umum dari penyakit enteritis ini,  seperti berikut :

  • Demam
  • Mual
  • Muntah
  • Kehilangan nafsu makan
  • Kram atau nyeri perut
  • Rasa sakit
  • Perdarahan
  • Cairan seperti lendir dari area rectum
  • Diare akut dan parah

Kemungkinan tanda-tanda penyakit enteritis di atas masih banyak lagi. Namun, secara umum beberapa gejala di atas memang sering dialami penderita penyakit enteritis. Sebaiknya, pasien segera menghubungi pihak medis untuk penanganan lebih lanjut, apabila gejala penyakit enteritis sudah cukup parah, seperti :

Sponsors Link

  • Gejalanya sudah berlangsung lebih dari 3 hingga 4 hari
  • Mengalami demam hingga diatas 38 derajat celcius
  • Terdapat darah pada feses yang dikeluarkan
  • Mengalami dehidrasi, mulut kering, mata cekung, jumlah urin sedikit
  • Mengalami kelelahan yang cukup parah
  • Merasa pusing saat berdiri

Penyebab Penyakit Enteritis

Setelah mengetahui beberapa gejala dari penyakit enteritis, ternyata ada banyak faktor juga yang menjadi penyebab munculnya penyakit enteritis ini. Jika kita makan dan mencerna cara mengobati gastroparesis makanan atau minum air yang ternyata sudah terkontaminasi bakteri sebelumnya, kemudian bakteri tersebut masuk ke dalam tubuh, maka penyakit enteritis akan cepat menjangkiti.

Makanan serta minuman yang terkontaminasi virus dan bakteri itu sendiri bisa terjadi karena berbagai faktor seperti penanganan makanan yang buruk, sanitasi yang kurang bersih, kurang bersih ketika mengolah daging dan unggas dan hal lainya yang tidak mendukung kebersihan makanan dan minuman. Pengolahan daging, serta produk olahan segar lainya yang tidak bersih, atau kurang bersih bahkan bisa menyebabkan keracunan makanan.

Penyakit enteritis dapat disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus, adapun bakteri yang dapat menyabkan enteritis itu sendiri adalah :

ads
  • Salmonella , bakteri yang umumnya menjadi penyebab sakit diare, demam serta kram perut selama 12 hingga 72 jam setelah infeksi
  • Eshecria coli, atau E.coli merupakan virus yang menjadi penyebab penyakit sakit perut dan demam hingga gejala lebih parah seperti feses bercampur darah dan gagal ginjal
  • Staphylococcus areus, atau S. Areus merupakan bakteri yang menjadi penyebab 7 racun yang membuat seseorang keracunan makanan
  • Campylobacter jejuni, atau C jejuni adalah bakteri yang menjadi penyebab keracunan makanan juga
  • Shigella, bakteri yang menjadi penyebab penyakit infeksi shigella yang mejangkiti usus kecil
  • Yersinia enterocolita , bakteri yang menyebabkan diare akut dan dapat menyebabkan sepsis fatal

Selain beberapa bakteri dan virus diatas, ternyata penyakit gejala flu perut enteritis ini juga bisa menular bila seseorang melakukan kontak langsung dengan orang atau hewan yang juga terinfeksi. Walau begitu, hal ini jarang terjadi dalam kasus penyakit enteritis.

Penyakit enteritis ternyata juga dapat menjangkiti anak-anak. Gejalanya berupa gangguan alergi makanan yang menyebabkan anak-anak mengalami gejala gastrointestinal. Gangguan kesehatan ini tentunya berpengaruh pada pencernaan dan feses yang dikeluarkan sebagai hasil pencernaan. Bayi dan anak-anak bisa terkena enteritis biasanya disebabkan oleh permeabilitas mukosa yang belum matang dan ketidakmatangan system kekebalan tubuh di saluran pencernaanya. Bayi yang masih diberikan ASI juga rentan terkena penyakit enteritis ini.

Penyebab lainya enteritis pada bayi dan anak-anak bisa juga disebabkan oleh ekosistem mikroba di saluran pencernaanya. Hasil analisis para penemu yang meneliti perbedaan komposisi mikrona usus antara 28 bayi sehat dan 16 bayi ASI dengan alergi saluran cerna. Hasilnya, telah ditunjukan pada bayi ASI yang lebih rentang terjangkiti enteritis.

Adapun Faktor Resiko yang dapat meningkatkan penyakit enteritis adalah :

  • Baru terjadi penyakit ini di keluarga dengan gejala terkait dengan pencernaan
  • Sebelumnya pernah pergi ke daerah yang keadaan sanitasinya buruk
  • Terkena air yang sudah terkontaminasi
  • Pernah mengalami flu perut dan terjadi pada anggota keluarga

Diagnosis Penyakit Enteritis

Jika Anda memeriksakan diri setelah mendapati gejala penyakit enteritis menjangkiti Anda, umumnya dokter dapat melakukan pemeriksaan secara fisik, tes darah hingga menganalisis keadaan feses anda. Dengan begitu, dokter dapat mengetahui penyebab kondisi kesehatan Anda tersebut.

Dokter juga dapat melakukan tindakan pemeriksaan lain obat tradisional radang usus yang lebih mendalam. Seperti melakukan beberapa tes melalui colonoscopy dan endoscopy jika diperlukan. Tes tersebut dilakukan untuk melihat kondisi penyakit melalui usus kecil, dan untuk mengambil sampel jaringan dari organ yang terjangkiti tersebut. Dokter juga biasanya dapat melakukan pemeriksaan dengan melakukan tindakan lain seperti meminta pasien menjalani X-ray, CT SCAN hingga MRI.

Pengobatan Penyakit Enteritis

Pengobatan enteritis tentunya dapat dilakukan secara sederhana dan dapat dilakukan sendiri di rumah. Untuk kasus penyakit enteritis yang ringan, penanganan medis sepertinya tidak perlu dilakukan. Namun jika mengalami masalah diare, dokter biasanya akan memberikan obat berupa pengganti cairan tubuh (cairan elektrolit).

Sponsors Link

Namun bila diare cukup parah, biasanya akan diberikan cairan infuse dan obat-obatan selama rawat inap. Adapun untuk gejala yang parah, biasanya akan dilakukan terapi perut perih setelah makan radiasi dan operasi pengangkatan bagian usus yang telah rusak.

Adapun pengobatan yang dapat dilakukan sendiri di rumah seperti berikut :

  • Biasakan sebelum makan, siapkan minuman dan makanan Anda setelah semuanya bersih.
  • Mencuci tangan hingga bersih setiap keluar dari toilet
  • Hindari minum air dari sumber air yang tidak diketahui. Sebaiknya rebus airnya terlebih dulu
  • Ketika mengolah telur dan daging unggas ketika akan makan, gunakan peralatan makan yang bersih
  • Selalu masak makanan hingga suhu matang.
  • Simpan makanan dengan benar dalam kulkas, pisahkan jika makanan seharusnya dipisahkan dengan minuman atau makanan lainya
  • Hindari kebiasaan merokok dan konsumsi alcohol yang berlebih

Penyakit enteritis dapat menjangkiti pasienya di berbagai usia, tak terkecuali bayi dan anak-anak. Umumnya, setelah seseorang mengalami peradangan akut dan kronis pada organ ususnya, maka gejala penyakit enteritis bisa muncul. Karena enteritis juga merupakan bagian dari penyakit lambung, maka tidak termasuk penyakit yang berbahaya. Untuk langkah pengobatan dan pencegahan penyakit enteritis itu sendiri, dapat dilakukan sendiri di rumah dengan cara sederhana.

Sponsors Link
, , ,
Oleh :