Sponsors Link

Penyakit Atresia Ani: Gejala, Penyebab dan Pengobatannya

Sponsors Link

Bagi seorang calon ibu yang sedang mengandung tentunya melahirkan seorang buah hati yang sempurna secara fisik adalah merupakan sebuah impian dan pengharapan yang normal, dimana yang dimaksud dengan fisik bukanlah semata-mata soal paras, lebih kepada kesehatan tubuh dengan organ-organ yang semuanya berfungsi dengan baik dan normal. Tentunya pengharapan dan impian itu tidak akan terwujud jika tidak ada usaha dari sang calon ibu yang berupa suatu pengorbanan keigininan atau hasrat untuk dirinya sendiri; dimana langkah pertama pada saat hamil adalah pentingnya kesadaran bahwa semua yang dilakukan, dimakan, dan didengar oleh calon ibu akan memiliki imbas kepada si jabang bayi, baik hal porsitif maupun negatif.

ads

Pada saat terjadinya kehamilan, orang-orang jaman dulu selalu berpegang pada suatu hal yang disebut pamali (pantangan) untuk dilakukan oleh seseorang yang sedang hamil, dimana hal tersebut berkembang secara turun temurun dan dipercaya bahwa dengan melakukan beberapa pantangan maka niscaya bayi yang lahir akan sempurna dan sehat. Walaupun hal pamali terdengar tidak masuk akal, namun selalu ada logika ilmiah dibalik itu semua, yang sebenarnya memang bagus untuk dilakukan atau dipantang demi kesehatan calon ibu dan jabang bayi. Di zaman modern saat ini, selain perkembangan teknologi dan infrastruktur yang semakin canggih dan memudahkan manusia, juga terjadi perkembangan polusi (udara, air, suara, dan lain sebagainya) yang memiliki efek buruk pada tubuh manusia.

Dengan alasan tersebut, calon ibu jaman sekarang harus jauh lebih berhati-hati dan waspada ketika sedang hamil; yaitu dengan menjaga asupan makanan yang bergizi dan bernutrisi tinggi, sebisa mungkin menghindari polusi atau menggunakan pelindung (seperti masker) agar terhindar dari udara yang kotor akibat residu pembakaran bahan bakar, asap rokok, dan penyakit yang ditularkan lewat udara, dan terakhir cukup olahraga untuk menjaga stamina dan menguatkan organ tubuh. Terkadang jika memang sudah takdirnya, sepintar apa pun calon ibu menjaga dan menjalani pola hidup sehat demi calon buah hati, maka tentunya harus berbesar hati jika terdapat ketidaksempurnaan pada jabang bayi ketika lahir. Dengan melakukan segala upaya pencegahan demi kesehatan dan kesempurnaan jabang bayi maka segala hal yang dapat terjadi lebih buruk lagi diharapkan tidak terjadi, sehingga ketidaksempurnaan tersebut masih dapat diatasi dengan bantuan medis yang semakin canggih sekarang.

Setiap calon ibu harus tahu bahwa masa paling rentan dan perkembangan paling penting untuk bentuk fisik dan organ dalam pada jabang bayi adalah pada usia janin sampai 3 bulan; dimana apabila selama masa 3 bulan kehamilan tidak dijaga dengan baik, maka dapat terjadi kemungkinan cacat pada saat bayi lahir. Cacat pada bayi yang terlihat pada saat lahir dapat berupa akibat dari kelainan genetik, kelainan kongenital (bawaan lahir), ataupun keduanya; dimana kelainan genetik merupakan cacat secara fisik atau kondisi penyakit yang diturunkan oleh kedua atau salah satu gen orang tuanya, dan kelainan kongenital adalah cacat yang didapat pada saat proses kehamilan akibat satu atau lain hal yang membuat perkembangan janin tidak sempurna (terdapat kelainan pada struktur fisik, maupun organ yang tidak bekerja dengan baik).

Gejala Penyakit Atresia Ani

Menurut skala perbandingan dari sekitar 5000 bayi yang lahir, maka terdapat 1 bayi yang mungkin lahir dengan kondisi tidak sempurna, salah satunya adalah kondisi kelainan kongenital yang disebut atresia ani atau malformasi anorektal (MAR) atau anus imperforata (imperforate anus), yang menyerang ketidaksempurnaan atau cacat pada organ pembuangan tubuh (kanalis anal, rektum, anus, dan kolom anus).

Atresia ani masuk ke dalam kategori cacat (bawaan) adalah karena tidak adanya lubang anus atau terdapat lubang anus namun tertutup oleh kulit sehingga tidak kasat mata, yang mana untuk tahu ada atau tidaknya, dan letak pastinya apakah tinggi, intermediate, atau rendah (jarak dari rektum ke permukaan kulit) perlu dilakukan serangkaian tes dan pengujian. Atresia ani bukanlah penyakit, namun suatu kondisi malformasi yang tidak dapat dibiarkan begitu saja. Penanganan yang cepat dan tepat diperlukan dan dilakukan pada saat atau tidak jauh dari waktu kelahiran, sehingga tumbuh kembang anak tidak akan terganggu nantinya.

Sebelumnya, anda bisa membaca artikel kami tentang kesehatan pencernaan lainnya seperti penyebab dari sendawa terus menerus dan mual, lalu apa saja efek makan jamur setiap hari yang perlu diwaspadai, dan juga kenapa bahaya makan abon secara berlebihan, apa saja yang menjadi penyebab disentri, serta apa saja makanan penyebab radang usus buntu. Di bawah ini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai atresia ani (gejala, penyebab, pengobatan) yang perlu anda ketahui. Sebenarnya penyakit atresia ani tidak memiliki yang namanya gejala (indikasi terhadap gangguan kesehatan akibat mengidap penyakit) karena seharusnya penyebab kondisi ini dapat langsung terlihat secara kasat mata bahwa pada fisik bayi:

Sponsors Link

  • Tidak terdapat lubang anus.
  • Lubang anus tidak terlihat karena menyempit atau tertutup oleh kulit.
  • Lubang anus ada namun posisinya tidak normal, seperti misalnya lubang anal terlalu dekat lokasinya dengan lubang vagina.

Dimana setelah dilakukan serangkaian tes dan pengujian dengan menggunakan invertogram / x-ray / ultrasound / MRI / echocardiogram, dan lain sebagainya, dapat dilihat bahwa penyakit atresia ani terjadi karena:

  • Tidak terhubungnya rektum dengan lubang anus.
  • Rektum terhubung dengan saluran lain seperti saluran kemih dan saluran vagina.

Setelah terlihat pada fisik dan rangkaian hasil tes uji dimana seorang bayi terkena atresia ani, maka indikasi lain yang dapat muncul akibat kondisi ini adalah:

  • Tidak terjadi defakasi selama 24 – 48 jam setelah lahir.
  • Perut yang membengkak akibat tidak adanya saluran pembuangan, sehingga tampungan asi tidak dapat keluar dan mengendap di dalam usus, lambung, dan rektum.
  • Keluar tinja pada saat defakasi melalui lubang kemih atau urin, lubang vagina, dan pangkal penis.

Penyebab Penyakit Atresia Ani

ads

Menurut penelitian, penyakit atresia ani terjadi pada masa kehamilan memasuki minggu ke lima sampai ketujuh, dimana pada minggu tersebut adalah waktu untuk mulai berkembangnya organ pencernaan dan “pembagian” organ kloaka yang terdiri dari lubang pembuangan saluran pencernaan, urin, dan genital,  pada jabang bayi;

Penyakit atresia ani memang masuk dalam kategori rare (jarang terjadi), namun penyebab dasar mengapa atresia ani terjadi masih belum dapat diketahui dengan pasti hingga sekarang, namun terdapat beberapa hal yang dicurigai menjadi penyebab sehingga dibutuhkan penelitian lebih lanjut lagi. Adapun penyebab yang dicurigai mengakibatkan penyakit atresia ani pada bayi adalah sebagai berikut:

  • Faktor Genetik

Seorang anak merupakan “warisan” dari kedua orang tua; dimana bukan hanya memiliki mendapatkan kemiripan dari segi fisik bagian luar, namun juga pada bagian dalam; dimana beberapa macam penyakit atau sindrom yang dimiliki oleh satu atau kedua orang tua dapat diturunkan ke anak.

Perlu juga diingat bahwa genetik tidak terbatas pada suatu penyakit atau kondisi yang diturunkan secara turun temurun dari nenek moyang, namun juga timbul akibat gaya hidup seperti pola makan tidak sehat dan kebiasaan buruk lainnya yang dapat menyebabkan gangguan perkembangan fisik dan organ janin pada masa kehamilan. Atresia ani diduga berhubungan dengan genetik akibat kebiasaan dan sindrom yang dimiliki oleh calon ibu, walaupun belum ditemukan dasar penelitian yang dapat memastikan hal tersebut.

  • Gangguan Organogenesis

Organogenesis merupakan sebuah istilah medis yang ditujukan untuk sebuah proses transformasi dan pembentukan struktur organ tubuh manusia, dimulai pada saat calon bayi berbentuk embrio hingga menjadi fetus. Karena merupakan suatu proses yang tentunya memiliki beberapa tahap dari awal hingga akhir, yang memungkinkan terjadinya suatu gangguan pada proses tersebut yang mengakibatkan jabang bayi terkena penyakit atresia ani.

  • Anomali Perineum

Perineum merupakan bagian dari struktur anatomi panggul yang berupa suatu massa dan pembuluh darah dimana memiliki fungsi sebagai suatu sistem pendukung yang penting di wilayah kloaka (mulai dari usus, sistem pembuangan, genital, dan saluran kemih). Walaupun anatomi ini tidak terlihat sebagai suatu bentuk, namun perniuem memiliki banyak bagian yang cukup kompleks dan terbagi dalam 2 sistem berbeda yaitu sistem dalam segitiga anal (berhubungan dengan saluran pembuangan) dan sistem dalam segitiga urogenital (berhubungan dengan sistem genital dan reproduksi).

Pada penyakit atresia ani, penyebabnya mungkin lebih pada terjadinya gangguan pada sistem segitiga anal, dimana pembukaan atau lubang anal (aperture anal) dan otot spinchter anal (yang bertugas untuk menahan, membuka, dan menutup organ anus pada saat defakasi-pembuangan) terdapat anomali bentuk organ ataupun sistem kerjanya.

Pengobatan Penyakit Atresia Ani

Untuk penyakit atresia ani satu-satunya pengobatan yang dapat dilakukan adalah dengan jalan pembedahan (operasi) saja; dikarenakan kondisi ini bukan merupakan suatu penyakit, melainkan hanya malformasi organ akibat tidak sempurnanya proses transformasi organ pada saat kehamilan, sehingga butuh “perbaikan”. Dalam dunia bedah anak, penyakit atresia ani mungkin merupakan kasus yang paling sering terjadi dan sudah banyak metode operasi yang dikembangkan untuk mengatasi atresia ani yang dapat dikondisikan sesuai dengan kesehatan bayinya secara umum, dan sejauh apa penyakit atresia ini terjadi (ringan, parah, kronis, atau akut).

Sponsors Link

Biasanya tindakan bedah untuk atresia ani dilakukan oleh ahli proktologi dengan metode bedah kolorektal, yang dimana metode ini memiliki beberapa teknik pembedahan tergantung pada masalah yang menjadi sebab penyakit atresia ani, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Kolektomi
  • Kolostomi
  • Anoplasti
  • Sphincterotomy

Seperti halnya pelaksanaan operasi pada umumnya, tentunya terdapat serangkaian perawatan, pantangan, dan konsultasi rutin paling tidak sampai 2 tahun ke depan untuk memastikan bahwa operasi berjalan dengan baik, dan organ yang diperbaiki atau disembuhkan dapat berfungsi normal kembali. Kami juga menyarankan anda untuk membaca artikel lainnya yang pernah kami tulis seperti cara pencegahan Peritonitis, lalu apa saja 6 cara pencegahan Megakolon, kemudian mengenai bagaimana cara pencegahan Diare yang ampuh dan manjur, serta bagaimana cara pencegahan Gastroenteritis bisa dilakukan, dan masih banyak lagi.

Sebagai orangtua anda tidak perlu khawatir akan penyakit atresia ani pada buah hati anda karena para dokter persalinan pun sudah siap akan segala kondisi yang muncul pada saat proses melahirkan; baik kondisi Anda maupun kondisi bayi anda.

Sponsors Link
, , , ,